BPKal Lumbungrejo Gelar Penjaringan Aspirasi

Sleman – Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal)  Kalurahan Lumbungrejo mengadakan penjaringan aspirasi di setiap Padukuhan, pada Sabtu (1/6/2024) bertempat di Aula lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo untuk masyarakat Padukuhan Sedogan.

Penjaringan aspirasi bertujuan agar masyarakat menyampaikan aspirasinya berupa usulan, kritikan atau saran untuk Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo dan untuk kemajuan warga Padukuhan Sedogan. Masyarakat bisa mengutarakan unek-uneknya, pendapat atau usulan apa saja yang bertujuan untuk membangun.

Acara penjaringan dihadiri oleh Dukuh, RW, RT, Kader, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat Padukuhan Sedogan.

Dalam proses penjaringan, masyarakat mengusulkan untuk perbaikan drainase atau talud untuk jalan umum, membuat saluran air untuk pertanian, jalan tani dan sarana dan prasarana untuk olah raga.

BPKal Lumbungrejo akan mencatat semua aspirasi masyarakat dan nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo. Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo yang akan menjawab semua usulan masyarakat apakah dapat terpenuhi atau tidak karena akan di bawa di Musyawarah Kalurahan terlebih dahulu baru setelah itu diputuskan mana yang layak dan disetujui baru bisa di realisasikan oleh Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo.

“BPKal mempunyai fungsi membuat Perkal bersama Lurah, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta  melakukan pengawasan kinerja Lurah, dalam arti yang luas BPKal juga merupakan Pemerintah Kalurahan dan dalam arti sempit Pemerintah Kalurahan adalah Lurah bersama Pamong dan Stafnya sehingga kami menyelenggarakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dari masyarakat yang akan disampaikan kepada Lurah,” kata Ketua BPKal Kalurahan Lumbungrejo, Sutardi.

Dirinya berharap, dengan adanya penjaringan aspirasi masyarakat ini, diharapkan menjadi sarana diskusi antara warga dan Pemerintah Kalurahan untuk melakukan evaluasi Rencana Program Jangka Panjang (RPJM) yang sudah dibuat sebelumnya dan hasil dari penjaringan aspirasi ini nantinya akan dibawa ke dalam Musyawarah Kalurahan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Kalurahan (RKPKal) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. (SBD/KIM Tempel)




Buka Peluang Usaha, Pokja 2 PKK Margorejo Gelar Pelatihan Membuat Dimsum

Sleman – Pokja 2 PKK Kalurahan Margorejo kembali menggelar Pelatihan Program Sekolah Keterampilan Kalurahan, di Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Jumat (31/5/2024).

Enjang Dwi Retno Ningsih dari Pokja 2 PKK Margorejo menuturkan, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap dan menumbuhkan pola pikir atau sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri dan pasar.

“Selain itu kepada peserta pelatihan diberikan motivasi untuk dapat menciptakan rintisan usaha baru serta mendapatkan pendampingan untuk dapat berkembang dan mampu bermitra dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)/dunia usaha, permodalan, dan pemasaran serta instansi terkait,” jelas Enjang.

Enjang menambahkan, kegiatan pelatihan program Sekolah Keterampilan ini dilakukan dengan memberikan “Pelatihan untuk Pembuatan Dimsum” , yang langsung menghadirkan Tutor Ketrampilan Tata Boga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman, Fatia Bella Ayuningtyas,

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh masyarakat Margorejo yang antusias untuk belajar hal-hal baru dan bermanfaat. (sbd_KIM Tempel)




Bupati Sleman Hadiri Kegiatan Evaluasi Kalurahan Inovatif  Margorejo Tempel

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir dalam kegiatan evaluasi Kalurahan Inovatif  di Kantor Kalurahan Margorejo, Selasa (28/5). Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus meninjau stand UMKM Kalurahan Margorejo yang menyuguhkan berbagai produk kuliner hingga fashion.

Kustini menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Kalurahan Margorejo dalam mempersiapkan evaluasi Kalurahan Inovatif ini.

Dirinya mengimbau agar masyarakat terus berkreasi untuk menghasilkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan.

Kustini menambahkan, inovasi pada masing-masing Kalurahan tak hanya meningkatkan perekonomian, namun juga memberikan dampak pada penyelesaian masalah sosial, pengelolaan sampah, hingga pencegahan stunting.

“Harapannya inovasi yang telah dibuat tak hanya berhenti sampai disitu saja, namun juga perlu terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman,” ujar Kustini.

Saat meninjau stand simulasi pelayanan masyarakat hingga stand UMKM, Kustini menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan yang dilakukan kalurahan. Ia berharap, segala upaya yang dilakukan bisa mendorong kreatifitas dan kemandirian warga. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu cara mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Semoga akan lahir ide-ide baru untuk mendukung aspek perekonomian, kesehatan hingga sosial,” ucap Kustini.

Namun, ia mengingatkan agar lomba kalurahan inovatif ini tidak sekedar lomba semata. Tetapi harus diniatkan untuk peningkatan kualitas di masing-masing kalurahan.

”Dengan begitu, manfaatnya dapat kita rasakan lebih luas,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMK Samsul Bakri menyampaikan, Lomba Kalurahan Inovatif merupakan salah satu gagasan Bupati Sleman agar inovasi bisa terus muncul, terutama dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan masyarakat hingga pelayanan publik.

Sementara itu Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menyampaikan ucapan bangga karena Margorejo diamanahkan dalam menyelenggarakan presentasi Kalurahan Inovatif. Menurutnya, agenda ini tak hanya sebagai sebuah kompetisi, namun juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih karena diberi amanah dalam melaksanakan agenda hari ini. Semoga kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Kalurahan Margorejo. Karena jika kita lihat sebagai lomba hanya berakhir di hari ini, namun yang lebih penting bagaimana kita menindaklanjuti dari program yang telah dibentuk,” kata Muh Ridwan.

Muh Ridwan memaparkan, usai Kalurahan Margorejo ditetapkan sebagai peserta evaluasi Kalurahan Inovatif,  pihaknya kemudian menyusun beberapa langkah kegiatan, di antaranya membentuk tim motivator Kalinov hingga melakukan pendataan, monitoring, dan evaluasi kegiatan.

“Untuk selanjutnya kami melakukan langkah pembinaan pada bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Semoga beberapa kegiatan di atas dapat mendukung terwujudnya Pembangunan keluarga sakinah di masyarakat,” begitu ujarnya. (sbd_kimtempel)




Grup Kesenian Brodut “Putro Mudho” Tampil Menghibur Pengunjung di Taman Embung Mororejo

Sleman – Destinasi wisata Taman Embung Mororejo dipadati pengunjung, Sabtu (25/5/2024) malam. Mereka menyaksikan pertunjukan seni Kesenian Kobro Dangdut (Brodut) “Putro Mudho”.

Tepat pukul WIB dimulai penampilan grup kesenian kesenian tradisional yang bernuansa islami milik warga Padukuhan Durensawit Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman. Warga pun nampak antusias hadir sembari menikmati keelokan  Embung Mororejo ketika malam hari.

Pengelola Embung Mororejo melalui Manager Pengembangan Usaha Baru BUMKal Morojoyo, Daya Bima Ama Putra menuturkan, dengan adanya pertunjukan kesenian di area Embung Mororejo diharapkan dapat menjadi magnet daya tarik wisata.

“Dengan kemasan acara seni budaya semacam ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata sehingga keberadaan Embung Mororejo makin dikenal luas,” kata Daya.

Pada event ini, ujar Daya, dilibatkan sejumlah pelaku UMKM di wilayah Mororejo dan sekitarnya, hal ini sebagai upaya mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kita libatkan sekitar 30 UMKM, mereka kita berikan lapak untuk berjualan di area embung,” bebernya.

Sedangkan Lurah Mororejo H Jaka Ristanta menyatakan apresiasi dan mendukung pentas kesenian brodut “Putro Mudho ” di Taman Embung Mororejo. Hal ini sebagai salah satu upaya melestarikan seni dan budaya adiluhung.

“Saya sangat mendukung sekali, karena ikut nguri uri kebudayaan, sekaligus mengenalkan kepada generasi penerus atau anak cucu kita, termasuk sebagai sarana hiburan,” ujar Jaka.

Dia pun, berharap kepada pengelolaan yakni BUMKal Morojoyo agar makin kreatif dan inovatif serta dapat menagendakan acara serupa secara rutin.

“Kami berharap entas kesenian di Taman Embung Mororejo akan dijadikan agenda bulanan, dengan menampilkan berbagai jenis kesenian khususnya yang ada di Wilayah Kalurahan Mororejo,” tutur dia.

Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Mororejo, imbuh Jaka, akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang digagas oleh masyarakat.

Untuk diketahui, Wisata Embung Mororejo merupakan sebagian dari aset Pemkal Mororejo yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Morojoyo. Selain panorama embung yang  aduhai, pengunjung juga dimanjakan dengan sejumlah fasilitas, diantaranya tempat bermain anak, spot-spot foto menarik, kulineran, mushola, toilet dan sejumlah wahana lain. (sbd_kimtempel)




DPC PPY Tempel Siap Lakukan Pelatihan Panatacara Secara Rutin

Sleman – Untuk lebih memperkenalkan bahasa dan sastra, khususnya Panatacara Bahasa Jawa di kalangan generasi muda, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kapanewon Tempel menyiapkan program pelatihan panatacara yang akan diselenggarakan dalam bentuk pertemuan rutin setiap lapanan.

Dalam rangka menyamakan persepsi dari pengurus DPC PPY Tempel kepada warganya , diadakanlah Rapat koordinasi antara pengurus dengan warga anggota DPC PPY Tempel.

Hadir dalam kesempatan ini pengurus DPC PPY Tempel, perwakilan anggota, serta didukung penuh dari pemerintah Kalurahan Mororejo selalu tuan rumah diadakannya acara ini pada Kamis (23/5/2024).

Dalam sambutannya Sih Budi Daryanto, selalu Ketua DPC PPY Tempel mengatakan, pelatihan panatacara yang akan diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada para generasi muda bagaimana melestarikan bahasa dan sastra Jawa.

“Guna menindaklanjuti program pelatihan panatacara kali ini, mulai bulan depan akan diadakan pelatihan rutin untuk semua warga PPY baik anggota biasa ataupun siapa yang berminat untuk belajar dan mendalami keterampilan olah basa dan sastra khususnya di bidang kepanatacaraan,” ungkapnya.

Dalam pelatihan rutin nantinya semua peserta akan diberi materi pelajaran teori dan praktek. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya soal bagaimana menjadi panatacara yang baik, mulai dari tata cara busana hingga penggunaan bahasa Jawa Kromo Hinggil.

“Harapannya upaya pembinaan, pengembangan, pelestarian bahasa dan sastra khususnya Panatacara bahasa Jawa semakin diminati oleh generasi muda,” imbuh Sih Budi.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Lurah Mororejo Jaka Ristanta, yang menyambut baik adanya pelatihan rutin yang sudah diprogramkan tersebut.

“Harapannya dengan adanya PPY Tempel dapat dijadikan wadah atau sarana untuk belajar penggunaan kata atau kalimat sebagai Panatacara atau MC bahasa Jawa, bisa dimulai dari pamong Kalurahan hingga jajaran paling bawah sehingga kehadiran PPY di Kapanewon Tempel dapat dirasakan dan membawa manfaat,” demikian ungkap Jaka Ristanta

Seperti diungkapkan oleh salah satu peserta rapat,  Muryana, bahwa acara pelatihan panatacara sangat perlu dikembangkan sehingga akan tercipta para panatacara muda.

“Syukur – syukur penggunaan tatanan bahasa Jawa kromo Hinggilnya bagus, dan siap terjun menjadi panatacara, baik untuk acara hajatan maupun acara budaya di lingkungan kalurahan,” ucap pria yang biasa disapa Mbah Mur ini. (sbd_kimtempel)