Bersiap Hadapi Pemilu 2024, Satlinmas Lumbungrejo Gelar Rakor

Sleman – Bertempat di Aula Lantai Dua Balai Kalurahan Lumbungrejo, Satuan Perlindungan Masyarakat ( Satlinmas) Lumbungrejo  menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan SatLinmas dalam Menghadapi Pemilu serentak Tahun 2024 pada Senin (11/12/2023)

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim mengatakan agar pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan ini dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat guna kesiapan kesiapsiagaan anggota SatLinmas baik mental maupun kesiapan fisik.

“Utamanya profesionalisme melalui pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam penanganan ketertiban, ketenteraman dan pelindungan masyarakat dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024, dengan senantiasa memantapkan semangat pengabdian terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Ketua PPS Lumbungrejo, Sih Budi Daryanto dalam materinya memaparkan pentingnya  kesiapan SatLinmas menjelang Pemilu serentak Tahun 2024.

“Terutama dalam ketugasannya dari tahapan persiapan, pemungutan suara sampai nanti proses penghitungan serta pengamanan ketika pengiriman kotak suara ke tempat penghitungan suara,” ujar Sih Budi.

Selanjutnya Ketua Panwaslu kecamatan Tempel Moch Noor Wachid yang mengajak  anggota SatLinmas yang terampil dan profesional sebagai garda terdepan dalam membantu menjaga keamanan, ketertiban dan ketenteraman masyarakat di tempat pemungutan suara.

Lebih lanjut ditekankan mengenai asas netralitas sebagai salah satu bagian penting pelaksana dan tugas nya sebagai abdi negara.

Dibagian akhir rakor, Kepala Satlinmas Lumbungrejo Nugroho Subagyo menyampaikan menurut data PPS Lumbungrejo pada Pemilu Tahun 2024, Kalurahan Lumbungrejo  memiliki 24 jumlah TPS dengan jumlah kebutuhan anggota satlinmas 24 TPS x 2 org sehingga membutuhkan 48  anggota satlinmas pada pemilu serentak THN 2024. Ditambah anggota yang bertugas di Kalurahan serta di kapanewon pada proses penghitungan dan rekapitulasi suara.

“Seperti juga yang tertuang dalam Permendagri Nomor 10 Tahun 2009 Pasal 2 ayat 3 menyatakan Di setiap TPS ditempatkan 2 (Dua) Orang Anggota SatLinmas yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta Kebutuhan ditingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kab/Kota,” tutup Nugroho. (SBD/KIM Tempel)




Pentingnya Pengawasan dan Koordinasi saat Masuki Tahapan Kampanye Pemilu

Tempel – Seiring masuknya tahapan pemilu pengawasan kampanye pada pemilihan umum serentak tahun 2024, Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Tempel menginisiasi pertemuan dengan penyelenggara pemilu se-Kapanewon Tempel dalam hal ini PPK dan PPS pada Kamis (7/12/2023) di Pendopo Kapanewon Tempel.

Di hadapan Pengawas Kalurahan/Desa (PKD) se-Kapanewon Tempel, Ketua Panwascam Tempel, Moh Noor Wachid mengatakan kampanye merupakan sebuah tahapan yang kerap memiliki dinamika cukup banyak dibandingkan dengan tahapan yang lainnya.

Hal tersebut lantaran dipengaruhi beberapa faktor diantaranya tahapan kampanye melibatkan banyak pihak. Baik itu peserta yang terdiri dari Pasangan Calon (Paslon), Tim Kampanye, Masyarakat, KPU dan Bawaslu.

“Yah jadi memang tahapan kampanye itu melibatkan banyak pihak,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, para penyelenggara pemilu baik itu Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kalurahan serta dari unsur KPU yakni PPK PPS, sudah seharusnya mempunyai persepsi yang sama dalam memahami regulasi yang berkaitan dengan tahapan kampanye.

Diakuinya, regulasi yang berkaitan tahapan kampanye cukup banyak sehingga setiap penyelenggara pemilu harus tuntas dalam mempelajari setiap aturan yang ada.

“Kalau Perbawaslu yang berkaitan kampanye itu ada tiga, kalau PKPU yang berkaitan kampanye ada lima yang harus di baca,” ungkap Noor Wachid.

Pengawasan tahapan kampanye di pemilu tahun 2024 ini menurutnya tentu memiliki tantangan tersendiri meskipun secara aturan tidak beda dengan pengawasan kampanye di saat Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

“Sehingga dalam melakukan sebuah pengawasan diperlukan sebuah strategi-strategi yang cukup jitu. Dalam pengawasan yang terpenting itu titik fokus yang akan diawasi atau yang digapai sehingga outputnya terlihat serta memiliki alat kerja yang jelas. Jadi kalau turun mengawas tuh jangan cuma sekedar turun mengawas,” tegasnya.

Noor Wachid berharap Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Tahapan Kampanye dengan PPK PPS kali ini mampu merumuskan sebuah strategi – strategi pengawasan bersama sehingga tidak terjadi saling tumpang tindih nya antar sesama penyelenggara pemilu.

Selain itu, pemetaan titik fokus pengawasan, pemetaan potensi kerawanan, alur penanganan pelanggaran akan dikupas tuntas.

“Jadi kami mengharapkan Rakor Pengawasan Kampanye bisa berjalan lancar dan efektif,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran dan Penanganan Sengketa Panwaslu Kecamatan Tempel, Prasetya Wibawa mengatakan sebelum melakukan pengawasan kampanye, perlu dilakukan persamaan persepsi sehingga dalam melakukan pengawasan tidak mengalami kesulitan

Tidak hanya itu, Prasetyo Wibowo juga menekankan kepada setiap pengawas dalam menjalankan tugas di lapangan untuk selalu berkoordinasi dengan para pihak dan semua harus didokumentasikan.

“Jangan sampai kita awasi orang mengenai pengawasan tahapan kampanye tapi kita tidak memiliki bukti yang kuat,” tuturnya. (sbd/KIM Tempel)




Tingkatkan Pemahaman Budaya Jawa, Kapanewon Tempel Gelar Pembinaan Panatacara

Sleman – Bertempat di Warung Kopi Krasak, Wonokerso, Tempel, Pemerintah Kapanewon Tempel melalui Jawatan Sosial menyelenggarakan Pembinaan Seni Budaya khususnya di bidang Panatacara (pembawa acara dalam Bahasa Jawa) pada Kamis (23/11/2023).

Hadir dalam kesempatan ini Aris Wibawa, selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel beserta stafnya. Sebagai narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah Yuana Agus Dirgantara, dan Agus Wiranto dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kabupaten Sleman.

Sedangkan peserta pembinaan adalah Pengurus dan Anggota DPC  PPY Kapanewon Tempel sebanyak 25 orang.

Aris Wibawa mengatakan bahwa pelatihan dan pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengetahuan pengurus dan anggota DPC PPY TEMPEL terkait seni budaya bidang panatacara/pembawa acara dalam bahasa Jawa.

Selain itu, kegiatan ini menurut Aris merupakan wujud perhatian dan kepedulian dari pihak Kapanewon Tempel terhadap pengembangan seni dan budaya non pertunjukan yang saat ini disebutkan sebagai generasi terakhir pelestari seni budaya bidang bahasa dan sastra Jawa.

“Saat ini kita adalah generasi terakhir pelestari seni budaya khususnya di bidang bahasa, aksara,dan sastra Jawa untuk itu Kapanewon mendorong terus berkembangnya usaha pelestarian seni panatacara ini agar tidak punah dan kita selalu mendukung setiap program yang sudah dirancang DPC PPY TEMPEL untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang,” ungkap Aris Wibawa.

Pemateri pertama, Yuana Agus Dirgantara menyampaikan Dasar-Dasar Panatacara dan Pamedharsabda, serta disampaikan juga tentang senjata apa saja yang harus dipunyai dan dikuasai sebagai seorang panatacara atau Pamedharsabda dari tingkat dasarnya.

“Senjata atau garan sebagai seorang panatacara atau Pamedharsabda adalah Wicara (olah suara), wiraga (olah tubuh), wirama (intonasi), wirasa (penggunaan perasaan dalam berbicara), dan wibasa (penggunaan kalimat indah),” tutur Yuana Agus Dirgantara.

Selanjutnya pemateri kedua, Agus Wiranto selaku ketua DPD PPY Kabupaten Sleman dalam paparannya menyebutkan tentang banyak kata yang selama ini menjadi salah kaprah/sesuatu yang seharusnya salah tapi sudah menjadi kebiasaan yang dibenarkan.

“Untuk itu ketika menjadi panatacara atau Pamedharsabda lebih baik dihindari penggunaan kata-kata tersebut,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri penyampaian materi nya, Agus Wiranto meminta kepada semua peserta untuk melakukan praktik berbicara terkait olah kata yang tdi diterangkan, baik itu saat menjadi pembawa acara lelayu atau acara perkawinan.

“Pada dasarnya semua yang praktek tadi sudah bisa menjadi panatacara hanya perlu banyak latihan dan memahami kata kata apa yang baik digunakan atau yang semestinya dihindari penggunaannya,” ungkap Agus Wiranto mengakhiri materinya. (Sbd/KIM Tempel)




KIM Tempel Diajak Terapkan Jumat Bersepeda KK Untuk Tingkatkan Kapasitas

Sleman – Bertempat di Griya Dhahar Taman Merdiko Lumbungrejo Tempel, KIM Kapanewon Tempel mengadakan  pembinaan dalam rangka peningkatan kapasitas pengurus dan anggotanya pada Rabu (22/11/2023)

Hadir dalam kesempatan ini Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, Panewu Anom Dyah Purwanti, serta Ketua KIM Tempel, Wahyu Herlambang.

Hadir sebagai narasumber yang pertama adalah Sadhono Hadi seorang penulis sekaligus juga penggiat Kim Tempel yang aktif dengan karya-karya tulisannya.

Sedangkan narasumber yang kedua menghadirkan Nuradi Indrawijaya, yang aktif sebagai Wakil Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Humas KIM Ngemplak, Sekretaris Jendral Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Nasional (GPMB), dan juga sekaligus sebagai salah satu Penyuluh Pendidikan Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI)

Tema yang disampaikan narasumber yang pertama adalah mengenai tips dan tata cara memulai sebuah penulisan, di mana dalam simulasinya dicontohkan sebuah obJek gambar visual.

Dari sana bisa didapatkan banyak sudut pandang tergantung dari cara pandang seseorang dalam mengamati sebuah gambar.

“Itu sebabnya saya katakan tidak ada yang sulit untuk memulai sebuah tulisan, sedang dari obyek yang sama pun kita bisa membaca nya tidak mesti harus sama dengan cara membaca nya orang lain. Jadi menulis itu mudah, akan selalu ada bahan yang bisa kita jadikan bahan tulisan,” ujar Sadhono Hadi,

Pemateri selanjutnya mengangkat tema tentang bagaimana menyelaraskan kemampuan kita dalam menulis dikaitkan dengan semangat menjalankan tentang Sembilan Nilai – Nilai Integritas yang digaungkan KPK sebagai salah satu bentuk program pencegahan korupsi.

Kesembilan nilai integritas itu adalah jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras atau yang disingkat dengan “Jumat Bersepeda KK”.

“Dengan menanamkan sembilan nilai antikorupsi yang disingkat dengan Jumat Bersepeda KK, yaitu  jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Hidup tanpa jujur niscaya tidak akan makmur,” ungkap Nuradi Indrawijaya dalam paparannya.

“Pendidikan antikorupsi bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan antikorupsi merupakan usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga sebagai anggota KIM mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya,” tambah Nuradi.

Ia lalu membuat gambaran kecil bahwa seseorang yang terbiasa jujur dalam perkara kecil, maka orang tersebut diharapkan bisa jujur dalam perkara besar. Ia berharap praktik jujur terus direplikasi didalam kegiatan-kegiatan KIM ataupun di bidang lainnya.

Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI) sendiri merupakan sebuah gerakan budaya dalam menumbuhkan nilai antikorupsi diberbagai sektor dan kelompok masyarakat, dalam hal ini adalah Kelompok Informasi Masyarakat. (sbd/KIM Tempel)




UGM Akan Gelar Studi Lapangan Summer Course 2023 di Kapanewon Tempel

Sleman – Sebanyak 5 peserta Summer Course Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengikuti studi lapangan di Puskesmas Tempel 1, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel. Mereka terdiri dari 2 (dua) mahasiswa UGM, 2 (dua) mahasiswa Vanderbilt University Medical Center (VUMC) Belanda, serta 1 (satu) orang mahasiswa dari Malaysia.

Kehadiran peserta diterima oleh Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto, pada Kamis (9/11/2023) di pendopo Kalurahan Margorejo. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Tempel I diwakili Yulin W, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Ariyani, Babinsa Tempel kapten inf. Sudjana, didampingi Babinkamtibmas Margorejo, Lurah Margorejo yang diwakili oleh Kamituwa Anwar Ihsani.

Menurut Aryani, program Summer Course UGM tahun 2023 di Kapanewon Tempel ini diikuti oleh 5 mahasiswa dari total 82 mahasiswa dari klaster program studi kesehatan yang melakukan studi lapangan di wilayah puskesmas Tempel Satu. Waktu studi akan dilaksanakan selama tujuh hari dengan berbagai tema atau bidang.

Selama tujuh hari tersebut para mahasiswa peserta studi lapangan akan tinggal di salah satu rumah warga di Mangkudranan Margorejo. Mereka akan melihat lebih dekat kegiatan yang ada Puskesmas Tempel Satu dan lingkungannya, termasuk kegiatan apa saja yang berjalan.

Adapun pelaksanaan kegiatan akan ditinjau langsung di antaranya adalah kegiatan ibu hamil di Poskesdes Margorejo, kegiatan posbindu di Kaliasin Mororejo, dan peninjauan langsung Demplot petani milenial di Kadisono Margorejo.

Ariyani berharap agar studi lapangan di Kapanewon Tempel ini akan menambah wawasan dan keilmuan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena studi lapangan ini bertujuan untuk menambah wawasan secara praktis untuk memperkaya pengetahuan yang telah diperoleh selama tujuh hari di lapangan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto memberikan apresiasi kepada pengurus Summer Course UGM yang telah menunjuk Kapanewon Tempel sebagai tempat studi lapangan para mahasiswa. Dia berharap mahasiswa dapat menyumbangkan ilmu pengetahuannya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang lingkungan.

“Saya yakin banyak yang bisa disumbangkan oleh para mahasiswa pada masyarakat. Termasuk pengalaman dan pengetahuan dari Belanda yang mungkin bisa dipraktekkan di Tempel. Atau mungkin ada beberapa inovasi di Puskesmas Tempel I yang bisa dipelajari dan diadopsi,” harap Agung. (sbd/KIM Tempel)