FKDM dan FPK Tempel Siap Jaga Kondusivitas Sambut Masa Kampanye Pemilu

Sleman – Bertempat di Rumah Makan Embung Mororejo Kapanewon Tempel pada Selasa (7/11/2023), Forum Kewaspadaan Dini Masyakarat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) kembali menegaskan komitmen bersama untuk melakukan pencegahan dini terjadinya benturan sosial di masyarakat, terutama menjelang masa kampanye pemilu.

Hadir dalam kesempatan ini Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti, Kepala Jawatan Keamanan Supardi,  beserta staf pendukungnya, serta dihadiri lengkap jajaran pengurus FKDM dan FPK se Kapanewon Tempel mewakili 8 Kalurahan.

Supardi menyampaikan bahwa konsolidasi saat ini merupakan sebuah langkah antisipatif terhadap segala kemungkinan terkait informasi yang berkembang, serta guna memetakan daerah rawan konflik selama proses tahapan kampanye berlangsung.

“Jelang kampanye serentak yang sesuai jadwalnya tanggal 28 Nopember 2023, FKDM dan FPK harus bersama-sama mencermati dan mendeteksi segala kemungkinan yang akan terjadi di masyarakat Tempel. Selain itu, anggota FKDM dan FPK juga harus bisa menyosialisasikan informasi mana saja yang benar atau tidak, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supardi.

Sementara itu, Panewu Anom Dyah Purwanti menjelaskan bahwa sampai saat ini kondisi dan situasi di Kapanewon Tempel masih kondusi. Dirinya berharap,  dengan peran serta dan kontribusi aktif ke depannya tetap bisa dijaga situasi seperti ini, meskipun ada beberapa kejadian yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

“Untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan kampanye sampai nanti di hari pemungutan suara,  ada beberapa kerawanan yang perlu dicermati bersama, diantaranya kampanye hitam, politik uang, netralitas ASN bagi peserta pemilu , pendukung, maupun penyelenggara pemilu,” ujar Dyah.

Dyah menekankan bahwa dalam menciptakan rasa aman bukanlah tugas aparat keamanan saja, namun juga perlu sinergitas dari semua pihak agar terwujud keberaturan sosial pada sistem demokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah Kapanewon Tempel.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergitas bersama dalam rangka melakukan deteksi dan cegah dini terhadap segala potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan pada penyelenggaraan kampanye serentak untuk pemilu tahun 2024 di Kapanewon Tempel,” pungkas Dyah. (Sbd/KIM Tempel)




Kalurahan Margorejo Salurkan BLT-DD Tahap ke-10 dan ke-11 Tahun 2023

Margorejo  –Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap 10-11 tahun 2023 di Aula Kantor Kalurahan Margorejo, Kamis (02/11/2023).

Penyaluran BLT-DD ini dipimpin langsung oleh Kamituwa Kalurahan Margorejo, Anwar Ihsani. Sebanyak 39 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ) menerima bantuan BLT DD untuk tahap ke 10 dan 11.

Anwar Ihsani, seusai kegiatan penyaluran menyampaikan bahwa penerima BLT-DD tahap 10 dan 11 ini berjalan lancar sesuai jadwal.

“Untuk penyaluran BLT Dana Desa tahun ini merupakan perwujudan dari salah satu prioritas dari Dana Desa tahun 2023,” terang Anwar Ihsani.

“Saya berharap bantuan BLT DD tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” imbuhnya. (sbd/KIM Tempel)




Lembayungfest#01 Tahun 2023 Resmi Ditutup

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo resmi menutup gelaran Lembayungfest#01′ Ajang Gelar Budaya dan Potensi UMKM Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel pada Minggu (29/10/2023) di Komplek Lapangan Lumbungrejo, Tempel

Kegiatan tersebut sudah terselenggara sejak tanggal 27 Oktober 2023 oleh Karang Taruna Kalurahan Lumbungrejo bekerjasama dengan pemerintah kalurahan serta stakeholder yang lain yang ada di Kalurahan Lumbungrejo.

Lumbungfest menampilkan berbagai macam jenis kesenian tradisional, seperti kubrosiswo, Jathilan, karawitan dan budaya religi semisal Hadroh, serta dibukanya sekitar 15 stand UMKM yang menyajikan berbagai macam produk rumahan asli Lumbungrejo.

Pada acara penutupan, ditampilkan kesenian tradisional Kalurahan Lumbungrejo yakni, seni jathilan dan tari rampak buto yang tergabung dalam “Eko Krido Busono” dari padukuhan Kromodangsan yang merupakan penampil terakhir di panggung gelar budaya dan potensi UMKM kali ini.

Bersamaan dengan itu diselenggarakan acara Pawai Budaya berkeliling sepanjang wilayah Lumbungrejo sekaligus dalam rangka memperingati Merti Kalurahan, dengan masing masing padukuhan se Kalurahan Lumbungrejo sebanyak 10 Padukuhan untuk menampilkan gunungan sebagai wujud syukur.

Acara penutupan gelaran ini , juga dihadiri Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, beserta seluruh jajaran Forkompimcam Kapanewon Tempel, Lurah Lumbungrejo beserta seluruh Pamong Kalurahannya

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi pihak penyelenggara yang telah mengangkat tema kesenian dan kebudayaan tradisional khususnya di Kalurahan Lumbungrejo dan umumnya Kabupaten Sleman.

Ia berharap gelaran ini dapat menjadi sarana pelestarian dan pengembangan budaya di Kalurahan Lumbungrejo, sekaligus bisa merajut persatuan dan kesatuan melalui apresiasi karya budaya tradisional yang adiluhung.

“Melalui LembayungFest#01 ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengapresiasi dan menghargai ragam seni budaya warisan leluhur yang harus terus kita lestarikan, dan semoga di tahun-tahun yang akan datang lembayungfest yang pertama ini dapat dilanjutkan lagi yang lebih baik lebih semarak,” ujar Kustini.

Lebih lanjut Kustini menjelaskan bahwa, tantangan dalam upaya pelestarian kebudayaan khususnya budaya tradisional tersebut semakin berat karena berkembangnya zaman serta adanya arus globalisasi pada masa sekarang ini.

Perkembangan zaman serta adanya arus globalisasi ini mengakibatkan banyak perubahan-perubahan yang terjadi di dalam pola kehidupan masyarakat, yang juga berpengaruh pada kebudayaan masyarakat itu sendiri.

“Upaya untuk mengembangkan dan melestarikan keberlangsungan nilai luhur dan budaya lokal daerah senantiasa terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan dengan mengedepankan potensi nilai luhur yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Misbah Al Hakim, Lurah Lumbungrejo mengatakan, pihaknya melalui kegiatan tersebut untuk kembali menampilkan seni dan budaya tradisional yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapannya jathilan bisa lebih banyak diminati oleh kaum muda, terutama oleh masyarakat di wilayah Lumbungrejo,” tuturnya. (SBD/KIM Tempel)




Lembayung Fest#01 2023, Gelar Budaya dan Potensi UMKM Lumbungrejo

Sleman – Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, KPH. , secara resmi membuka Gelar Budaya  dan Potensi UMKM Lumbungrejo di Lapangan Lumbungrejo, Tempel pada Jum’at (27/10/2023)

Acara ini dihadiri oleh Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata DIY, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Panewu Anom Tempel serta Lurah Se-Kapanewon Tempel.

Gelar Budaya dan Potensi UMKM yang dikemas dengan tajuk ” LembayungFest#01 , Lumbungrejo Berbudaya UMKM Disengkuyung ” ini diadakan sebagai wujud nyata upaya menjaga kekayaan seni budaya  dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalurahan Lumbungrejo khususnya dan Kapanewon Tempel pada umumnya.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) propinsi DIY ini dalam rangka menyemarakkan dan menggali potensi budaya dan UMKM yang ada di wilayah kalurahan Lumbungrejo. Acara ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023. Ribuan pengunjung diharapkan akan turut meramaikan acara tersebut.

Salah satu poin utama dalam Gelar Budaya dan Potensi UMKM ini adalah pertunjukan seni yang menampilkan kreasi-kreasi yang membanggakan dari 10 Padukuhan di Kalurahan Lumbungrejo. Tari, musik, dan pertunjukan seni religi Hadroh dan pementasan kesenian budaya tradisional, seperti Kubro Siswo, Jathilan, dll akan memukau penonton dengan keindahan dan keberagaman budaya yang dimiliki. Para seniman lokal telah mempersiapkan diri dengan baik untuk memberikan penampilan terbaik mereka.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga memamerkan potensi UMKM dari Kalurahan Lumbungrejo. Dari kerajinan tangan hingga produk-produk unik hasil olahan dari pelaku UMKM, semuanya akan dipajang dalam gelaran ini. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk mereka kepada khalayak yang lebih luas, serta menjalin koneksi dengan calon pembeli dan mitra bisnis.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta, yang juga turut hadir dalam acara pembukaan, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini adalah investasi dalam melestarikan warisan budaya dan mendukung ekonomi lokal. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dalam mengorganisir acara ini dan berharap agar hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Dengan adanya Gelaran Lumbungrejo Berbudaya dan UMKM Disengkuyung ini diharapkan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki Kalurahan Lumbungrejo akan tetap hidup dan berkembang, sementara pelaku UMKM akan mendapatkan platform yang berharga untuk mempromosikan usaha mereka,” ujar Haris.

“Dengan semangat kolaborasi dan dukungan masyarakat, acara ini diharapkan akan sukses besar dan menjadi contoh bagi kalurahan-kalurahan yang lain dalam upaya serupa di masa depan dan berharap juga bahwa kegiatan gelar budaya dan potensi UMKM di wilayah Lumbungrejo dapat dilaksanakan secara konsisten sebagai wujud pelestarian budaya yang ada di wilayah Kapanewon Tempel,” tutup Haris. (SBD/KIM Tempel)




Kapanewon Tempel Gelar Rakor Administrasi Kependudukan

Sleman – Dalam rangka meningkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan, Kapanewon Tempel menggelar  Rapat Koordinasi Administrasi Kependudukan pada triwulan IV tahun 2023  di Griya Dhahar Taman Merdiko Tempel, Kamis (26/10/2023). Peserta rapat koordinasi kali ini adalah perwakilan dari masing-masing Kaur Tata Usaha dan Umum Kalurahan se Kapanewon Tempel, juga perwakilan Dukuh se Kapanewon Tempel sebanyak 3 ( tiga ) dari setiap Kalurahan.

Hadir dari pihak Kapanewon Tempel, Kepala Jawatan Tata Usaha dan Umum, Siti Haryanti dan Pengelola Perizinan pada Jawatan Umum, Ponidi.

Pada kesempatan tersebut, Siti Haryanti menyampaikan capaian kepemilikan dokumen kependudukan belum sesuai belum sesuai target Nasional dan  update data kependudukan belum optimal.

“Sehingga dengan adanya acara seperti ini, bisa sebagai sarana untuk evaluasi bagaimana selama ini kita melakukan sosialisasi edukasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat untuk permohonan Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan untuk Non-Muslim, Perekaman KTP-el, KTP-el yang hilang dan rusak, IKD ,KIA, dan perubahan elemen data kepada masyarakat dalam rangka kepemilikan dokumen kependudukan,” ungkapnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ponidi yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Adminduk saat ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas kepemilikan dokumen kependudukan dan pemutakhiran data penduduk, meningkatkan kesadaran petugas dalam melayani adminduk, meningkatkan kepemilikan akta kelahiran, akta kematian yang saat ini banyak terlambat pengurusannya, pencatatan perkawinan non-muslim, perekaman KTP-el bagi warga berusia 17 tahun, penting nya Identitas Kependudukan Digital (IKD), Kartu Identitas Anak (KIA), KK ber barcode dan mewujudkan Kapanewon, Kalurahan dan Padukuhan sadar Adminduk. (SBD/KIM Tempel)