Peringati BBKT, Karang Taruna Sleman Salurkan Bantuan Sembako

Sleman – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-63 tahun 2023, Karang Taruna Kabupaten Sleman menggelar Bakti Sosial pemberian Bantuan Sembako yang dilangsungkan di Embung Mororejo, Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel, pada Sabtu (07/10/2023)

Kegiatan bakti sosial pemberian sembako ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono,  Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, beserta jajaran Muspika, Kapolsek , Danramil Tempel, Lurah Mororejo beserta Pamong Kalurahannya, Ketua TKSK Tempel, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, serta ketua-ketua karangtaruna se Kapanewon Tempel.

Eko Suhargano dalam sambutannya mengatakan Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan sosial harus terus berinovasi dan berkarya untuk masyarakat umum khususnya pemuda.

Bakti sosial dalam hal ini pemberian bantuan sembako kepada warga miskin ini merupakan salah satu bentuk yang akan memberikan kontribusi di bidang kepedulian sosial termasuk kesejahteraan masyarakat.

“Saya pikir sebagai pemuda harus terus memberikan kontribusi yang nyata dan karang taruna Kabupaten Sleman harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah di wilayahnya. TOP untuk Karang Taruna,” katanya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, Samirin mengaku bersyukur dalam rangka peringatan BBKT ke 63 ini dapat berkolaborasi dengan pemerintah Kapanewon Tempel, dalam hal ini Jawatan Sosial dapat menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako.

“Terimakasih atas segala Support dari berbagai pihak termasuk teman-teman karang taruna Kabupaten Sleman dan Kapanewon Tempel, khususnya karang taruna Mororejo sebagai tuan rumah. Semoga kedepannya Karang Taruna bisa terus bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Adapun pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan sembako pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman ini bekoordinasi dengan petugas Dinas Sosial Sleman mengenai data calon penerima bantuan serta lokasi yang telah ditunjuk untuk pelaksanaan. Selanjutnya Petugas Dinas Sosial membuat Surat Keputusan Bupati tentang penerima bantuan sosial berupa sembako.

Untuk calon penerima bantuan sembako ini, pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman menyerahkan secara langsung sebanyak 200 paket sembako, yang peruntukannya tersebar untuk warga miskin di 8 kalurahan se-Kapanewon Tempel. (SBD/KIM Tempel)




Pemkab Sleman Canangkan Kawasan Pertanian Sehat Komunitas Cabai di Tempel

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melakukan pencanangan Sleman Kawasan Pertanian Sehat Komoditas Cabai pada Rabu (4/10/2023). Pencanangan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Padukuhan Duren Sawit Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel.

Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Hery Sulistyo Hermawan, perwakilan dari Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, juga jajaran Forkompimcam Kapanewon Tempel, Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, Danramil Tempel, Kapolsek Tempel, Lurah Jaka Ristanta beserta seluruh pamong kalurahan Mororejo

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Suparmono, salah satu produk pertanian Sleman yang selama ini mendominasi pasar DIY khususnya di wilayah kabupaten Sleman adalah produk cabe.

“Bahkan komoditas ini dapat mempengaruhi inflasi daerah, sehingga kabupaten Sleman mendapatkan predikat penghasil cabe terbesar di tahun ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Kabupaten Sleman memiliki potensi pertanian pada komoditas cabe, selain telur ayam ras dan pad yang sudah dicanangkan sebelumnya.

“Penyediaan cabe yang sehat menjadi hal yang sangat diperlukan, apalagi permintaan pasar dan tingkat konsumsi masyarakat terus meningkat, kedepannya Sleman harus bisa menyediakan produk pertanian sendiri termasuk didalam nya adalah cabe ini bagi warganya. Produk yang tentu saja harus sehat dan menggunakan bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan,” kata Suparmono.

Sementara itu, Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan, upaya peningkatan kualitas produk pertanian dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani khususnya petani cabe di Sleman. Ia mengatakan pertanian yang sehat adalah pertanian yang dalam setiap aspek nya menanamkan karakter “sehat” mulai dari input, proses, output, maupun petaninya sendiri sebagai pelaku.

“Pertanian sehat merupakan pertanian yang menanamkan karakter sehat nya baik dari mulai input , proses dan output maupun petani nya sendiri. Karena dalam proses produksinya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, sehingga kelestarian lingkungan disekitarnya akan terjaga dengan baik dan hasilnya juga sehat untuk dikonsumsi,” jelas Kustini.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Fakultas Pertanian UGM, Irham menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah kabupaten Sleman ini. Ia berharap dengan produk pertanian yang sehat ini dapat berimbas kepada naiknya taraf kesehatan masyarakat sekaligus mencegah stunting di Sleman.

“Dengan masyarakat mengkonsumsi produk-produk dari kawasan pertanian sehat ini , baik itu telur ayam ras, padi dan saat ini adalah cabe sehat, karena menerapkan kawasan sehat maka bukan tidak mungkin mampu mencegah dan menurunkan prevalensi stunting khususnya di Sleman,” katanya.

Selanjutnya dilaporkan oleh Ismail, ketua kelompok tani “Moro Seneng” sebagai pengelola komoditas cabe di Kalurahan Mororejo ini, bahwa dari keseluruhan lahan kawasan pertanian di Mororejo seluas 172 hektar, yang dimanfaatkan untuk kawasan pertanian sehat ini seluas 27 hektar. Dari 80 anggota Kelompok Tani ini, 40 persennya sudah menerapkan sistem operasional prosedur sebagai kawasan pertanian sehat.

“Sedang kendala yang dihadapi sehingga menyebabkan pengolahan dan hasil kurang maksimal dikarenakan kekurangan air sebagai irigasi sedang keberadaan sumur-sumur tidak memadai,” ungkap Ismail. (SBD/KIM Tempel)




Jelang Pemilu 2024, FKDM dan FPK Tempel Bersinergi Jaga Kondusivitas Warga

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kapanewon Tempel menggelar Konsolidasi dan Koordinasi mengenai perkembangan yang terjadi di wilayah Tempel sebagai langkah awal antisipatif mengenai potensi konflik yang rawan terjadi di tengah masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Bebek Bacem, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman pada Selasa (3/10/2023) ini dihadiri oleh Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti.

Dalam sambutannya, Dyah mengatakan bahwa yang menjadi konsentrasi dari kedua forum ini adalah terkait apa yang dinamakan Ancaman,Tantangan, Hambatan, Gangguan (ATHG) dan apabila ditemukan untuk segera berkoordinasi dan memberikan informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Perlu adanya kecepatan dan ketepatan dalam mengantisipasi segala bentuk ATHG di lingkungan masyarakat dengan memberikan informasi yang akurat sehingga segala bentuk ancaman dan gangguan dapat diantisipasi sesegera mungkin oleh pihak yang berwajib,” ujar Dyah.

Sementara itu, Supardi, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel selaku pengampu kegiatan kedua forum ini menitikberatkan bahwa FKDM dan FPK dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitar, di mana beberapa waktu lagi akan diselenggarakan pemilihan umum, yang tentunya akan banyak melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

“Dari beberapa hal tersebut diatas maka peran FKDM dan FPK sangat diperlukan guna dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada lingkungan masyarakat yang berada di wilayah Kapanewon Tempel,” ungkap Supardi.

Imam Nayoko selaku Ketua FKDM Kapanewon Tempel melaporkan secara rinci perkembangan-perkembangan yang terjadi dari masing masing kalurahan dalam kewenangan nya. Di antaranya, terkait penanganan sampah yang saat ini masih menjadi darurat sampah di kabupaten Sleman, serta imbauan dalam menghadapi dan mengantisipasi proses pemilu.

“Kami berharap kalau nanti tiba masanya kampanye perlu ditekankan lebih tegas untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana kampanye atau mencari dukungan walaupun saat ini banyak dari para calon yang berasal dari komunitas tempat ibadah. Juga nanti saat pelepasan atribut kampanye setelah selesai masanya tidak disobek, tetapi digulung untuk menghindari adanya gesekan antar pendukung,” ungkap Imam. (SBD/KIM Tempel)




DPC PPY Tempel Gelar Peragaan Acara Perkawinan Adat Panatacara

Sleman – Bertempat di Rumah Makan Taman Merdiko Lumbungrejo Tempel, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Peragaan Adat Perkawinan sekaligus memperingati ulang tahun berdirinya DPC PPY di Tempel yang ke-satu, Minggu (1/10/2023).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Penewu Anom Dyah Purwanti, segenap jajaran pengurus dan penasehat DPC PPY TEMPEL, serta 53 anggota baru yang dalam kesempatan ini menerima sertifikat tanda sudah selesai mengikuti pelatihan dan menerima materi tentang kepanatacaraan, pidato bahasa Jawa serta pengetahuan tentang busana dalam adat Jawa khususnya gagrak Ngayogyakarta.

Ketua DPC PPY TEMPEL, Sih Budi Daryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan yang sudah dilaksanakan di bulan Agustus dan September yang lalu dimaksudkan untuk lebih memahami berbagai wacana lisan sastra dan budaya Jawa dari berbagai sumber serta menanggapi seni pranatacara dari berbagai media yang bisa dipelajari.

Indikator dari pelatihan agar para peserta dapat memahami kriteria-kriteria pranatacara yang baik dan benar. Dapat berbicara pranatacara dengan baik serta dapat menggunakan bahasa pranatacara untuk memperagakan sebagai pembawa acara dalam suatu kegiatan dalam hal ini acara perkawinan.

“Tujuannya , diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengetahui dan memahami kriteria- kriteria seorang pembawa acara yang baik dan benar, untuk itu pelatihan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja tapi akan tetap berlanjut di waktu waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dyah Purwanti mewakili Kapanewon Tempel juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DPC PPY TEMPEL yang sudah setahun terakhir ini berkiprah di Kapanewon Tempel guna mengembangkan seni budaya Jawa khususnya di bidang seni pembawa acara dalam bahasa Jawa, pidato, dan lainnya.

“Selamat ulang tahun kami ucapkan mewakili bapak Penewu Tempel juga memberikan apresiasi kepada PPY TEMPEL yang walaupun sampai saat ini masih mandiri dalam mengukupi segala kebutuhannya untuk itu pemerintah Kapanewon Tempel minta maaf, tetapi dalam tahun tahun kedepannya Kapanewon Tempel akan mengupayakan adanya fasilitasi dan support yang bisa langsung dirasakan,” ujar Dyah Purwanti.

Diakhir acara dalam rangka memperingati setahun berdirinya DPC PPY di Kapanewon Tempel diperdengarkan seni macapat/panembromo bertema ambal warsa (ulang tahun) yang dimainkan oleh segenap jajaran pengurus DPC PPY Tempel. (Sbd/KIM Tempel)




Margorejo Gelar Musrenbang 2023

Sleman – Kalurahan Margorejo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023 di Aula Kalurahan Margorejo,Tempel, Minggu (1/10/2023). Kegiatan dihadiri langsung oleh ] Penewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) kabupaten Sleman, yang dalam hal ini diwakili oleh Yohanes Purnomo, dan Lurah Margorejo, 

“Sebelum dilaksanakannya Musrenbang Kalurahan ini diselenggarakan Musrenbang Padukuhan . Pelaksanaan Musrenbang Padukuhan pada dasarnya merupakan persiapan pemantapan pelaksanaan Musrenbang Kalurahan,” ujar Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, dalam sambutannya sekaligus membuka dan menyatakan bahwa Musrenbang kalurahan ini bersifat umum dan terbuka.

Abdul juga menerangkan berbagai usulan yang dikemukakan dalam Musrenbang ini untuk rencana pembangunan tahun 2024, berdasarkan pencermatan RPJMKal, pagu indikatif, program dan kegiatan pemerintah atasnya dan dari hasil kesepakatan dalam Musdes.

“Beberapa usulan disusun berdasarkan skala prioritas dan pagu anggaran yang tersedia. Usulan tersebut terdiri dari Usulan Strategis, Usulan Utama dan Usulan Pendukung,” ungkap Abdul

Materi atau topik yang dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan kalurahan ini serta yang bertindak selaku unsur pimpinan rapat yang juga ketua tim penyusun RKPkal Margorejo adalah Carik Margorejo Ariyanto Wibowo.

Pemaparan rancangan RKPKal dan DU_RKPKal disampaikan oleh Kaur Pangripta Kalurahan Margorejo , Rahutomo Irawan, yang dilanjutkan dengan meminta tanggapan dan masukan peserta musyawarah untuk kemudian disepakati bersama rancangan RKPKal dan DU RKPKal tersebut.

Dari materi arah kebijakan Kegiatan Pembangunan Kalurahan Margorejo Tahun 2024, mendapatkan tanggapan dari Ketua BPKal Margorejo, Edy Triyanto yang menyampaikan bahwa dalam penyusunan Rencana Pembangunan Tahun 2024 hendaknya harus saling bersinergi dengan apa yang menjadi program Kapanewon Tempel dan berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Usulan kegiatan Pembangunan Kalurahan Margorejo tahun 2022-2023 yang belum terealisasi, untuk diajukan lagi tahun 2024 ini ,” tambah Edy Triyanto. (Sbd/KIM Tempel)