Tingkatkan Kreativitas, Karang Taruna Pondokrejo Dilatih Menjadi Konten Kreator

Sleman – Sebagai upaya untuk mengembangkan kreativitas masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Menjadi Konten Kreator untuk Karang Taruna Pondokrejo yang diselenggarakan di Aula Kantor Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Senin (18/9/2023).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Lurah Pondokrejo. Dalam kesempatan ini juga turut hadir Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Sleman tahun 2021 di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Khusnul Ramadhani, serta 20 peserta pelatihan yang merupakan perwakilan Karang Taruna dari masing-masing padukuhan di wilayah Pondokrejo.

Lurah Pondokrejo, R. Widyatma mengatakan pelatihan konten kreator ini dirancang agar pemuda dan pemudi yang tergabung dalam karang taruna memilki kemampuan dasar dan minat untuk berkarir sebagai konten kreator profesional sehingga nantinya mampu memproduksi konten-konten kreatif dan edukatif.

“Tujuan diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan konten yang menarik dan informative,” ujar Widyatma.

“Saya berharap para peserta pelatihan serius mengikuti pelatihan ini sehingga dapat menyerapkan ilmu yang diberikan dan direalisasikan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial kabupaten Sleman, Mustadi, berharap pelatihan konten kreatif ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh peserta agar mendapat ilmu selepas pelatihan ini nanti.

“Karena sekarang ini keberadaan konten kreatif menjadi hal yang menarik dan ada di tengah-tengah kita, seiring perkembangan jaman yang kita harus bisa mengikutinya. Sehingga harapannya juga karang taruna yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan positif dalam komunitasnya,” tukas Mustadi.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten Sleman untuk membantu pemuda dan masyarakat dalam mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tren saat ini,” tambahnya. (SBD/KIM Tempel)




Margorejo Terima Kunjungan Dari Tim PP PST2B

Sleman – Kalurahan Margorejo menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan 9 Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (PP KST2B) Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Sumiyati Daslam dari Tim Penggerak PKK Sleman Pokja IV pada Kamis (14/9/2023) di Aula Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Perwakilan diterima langsung oleh Panewu Anom, Dyah Purwanti bersama Forkompim Tempel.

Sumiyati Daslam menuturkan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan implementasi dari program kerja Pokja 4 TP PKK Kabupaten Sleman tahun 2023.

“Dari 9 Pilot Project yang ada, pada kesempatan monitoring dan evaluasi di Tempel ini bertempat di Aula kalurahan Margorejo, dengan pilot Project nya adalah Menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkap Sumiyati.

Dalam penjelasannya, Sumiyati Daslam juga menyampaikan apa saja yang harus disiapkan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi tingkat kelurahan seperti yang sudah tertera dalam syarat dan ketentuan yang ditetapkan Pokja 4 PKK kabupaten Sleman.

“Diantaranya adalah Profil Kalurahan PP KST2B ini, kemudian apa saja yang menjadi program kerja Pokja 4 tingkat kelurahan, sertakan juga buku kegiatan dan notulen rapat pertemuan terkait PP KST2B,” ungkap Sumiyati.

Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dihadiri 40 kader penggerak PKK dari Margorejo Tempel dan Sido Agung Godean ini dibuka pada pukul 9 dan diakhiri jam WIB. (SBD/KIM Tempel)




Foto dan Video yang Bagus untuk Mendukung Berita Jurnalistik

Sleman – Menyajikan  foto atau video berita memerlukan kiat-kiat yang khusus agar foto atau video tersebut bisa nyaman untuk dinikmati dan memperkuat isi berita yang diliput.

Wartawan dari RBTV, Widi Setiono, ketika memberikan pembekalan kepada para peserta Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kapanewon Turi di Pendopo Balaiwarga Wonosari Bangunkerto Turi mengatakan bahwa untuk mengambil foto maupun video bisa menggunakan komposisi Rule of 3.

“Rule of 3 adalah komposisi dari bingkai foto yang dibagi 9 kotak dan empat titik di tengah menjadi tempat penempatan objek foto,” ujar Widi.

Widi menuturkan, dalam bingkai foto harus menyediakan ruang baik di atas, di bawah, kiri dan kanan objek yang diambil.  Bila latar belakang mengandung garis-garis panjang, bisa dimanfaatkan untuk memperkuat objek foto.

“Penguatan ini juga bisa dilakukan dengan memperlebar bukaan diaphragma,  sehingga latar belakang menjadi kabur, namun obyek tetap tajam,” tukasnya.

Widi menambahkan bahwa foto sebuah event biasanya seimbang antara kiri dan kanan, namun ada juga momen di mana objek berada di salah satu sisi, sedang sisi yang lain menggambarkan suasana sebuah peristiwa. Widi memberi contoh gambar seorang yang berpidato di sebelah kanan dan audience sebelah kiri.

“Pengambilan foto harus selalu memperhatikan cahaya, bila tidak hasil fotonya akan menghasilkan warna hitam pada wajah obyek yang diambil gambarnya,” tegas Widi.

Selain itu, lanjut Widi, wartawan yang ingin mengambil photo melalui video, harus menghentikan gerakan videonya sekitar 5 – 6 detik pada objek yang nanti akan diambil fotonya.

“Dengan demikian akan didapat hasil foto yang tajam, tidak kabur,” ungkapnya.

“Setiap adegan dalam pengambilan video, setidaknya diperlukan 8 – 10 detik mengabadikan adegan itu. Jadi kelak saat menyunting kembali potongan-potongan adegan akan tersusun seri adegan dari 8-10 detik yang cukup untuk menuliskan teks yang menyertai video tersebut,” imbuh WIdi.

Akhirnya Widi menyarankan untuk selalu melatih naluri dengan memotret apapun yang dijumpainya dan setiap foto yang bisa saja memiliki nilai berita. (Sadhono Hadi/KIM Sleman)




Diskominfo Sleman Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Masyarakat

Sleman – Di era informasi ini mendapatkan berita dapat dikategorikan cukup mudah. Banyak media yang memfasilitasi dalam pengelolaan berita khususnya media internet. Namun, kebenaran berita yang tersebar juga patut dipertanyakan keabsahannya. Pembaca harus memiliki pemahaman yang tinggi untuk membedakan antara berita dengan opini menggiring atau berita dengan keakuratan terkendali.

Mengenai hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman  menggelar Pelatihan Jurnalistik di Balai Warga Wonosari, Bangunkerto, Turi, Sleman, Selasa (12/9/2023). Acara tersebut digelar dengan tujuan memberikan pelatihan dasar jurnalistik sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki minat dalam bidang penulisan berita.

Pelatihan jurnalistik menghadirkan Hamid Razak, seorang wartawan berita yang tergabung dalam media Harian Jogja. Hamid menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah yang ditimbulkan saat menulis berita, seperti kekurang akuratan seorang wartawan, serta kualitas penulisan dalam menyusun berita.

Menurut Hamid, setidaknya terdapat lima masalah yang timbul dari penulisan jurnalistik. “Yaitu akurasi, keberimbangan, etika jurnalistik, pelanggaran hak cipta, serta bercampurnya opini dan berita,” ungkapnya.

Terkait soal Akurasi pemberitaan, Hamid menjelaskan, bahwa akurasi berita merupakan realita di lapangan yang akan terlihat berbeda dari berita yang dipublikasikan oleh wartawan-wartawan yang kurang memiliki etika.

“Jadi kehadiran langsung seorang peliput berita di lapangan menjadi hal yang mutlak untuk sumber keakuratannya,” ujar Hamid.

Mengenai Etika Jurnalistik Hamid mengatakan bahwa saat ini banyak dijumpai etika jurnalis yang masih berada di luar batas. “Kode jurnalistik ini seakan hanya dijadikan sebuah formalitas,” tukasnya.

Hamid pun menyebutkan, masih banyak jurnalis yang membuat berita tanpa mengedepankan etika yang ada. “Contohnya, memasukkan opini dalam sebuah berita atau maraknya persebaran berita yang tidak benar di kalangan wartawan,” jelas Hamid.

Di bagian Pelanggaran Hak Cipta pun Hamid menjelaskan bahwa saat ini terlampau banyak wartawan yang bisa dikatakan malas, namun berita yang dihasilkan cukup banyak dan memuaskan. Hal tersebut disoroti Hamid bahwa terdapat beberapa jurnalis yang hanya melakukan copy paste terhadap karya tulisan orang lain. “Hal ini jelas-jelas merupakan pelanggaran hak cipta yang harus dihindari,” tegas Hamid.

Kemudian soal bercampurnya opini dan berita menurut Hamid, saat ini banyak pembaca bahkan penulis memiliki kemampuan yang rendah terhadap pembeda antara opini dan berita. Hamid menegaskan, sebuah opini tidak diperbolehkan masuk dalam sumber berita langsung.  

“Apabila berita yang diangkat berupa berita baku, sangat diharamkan untuk memasukan opini wartawan di dalamnya,” ujarnya.

Di akhir pembahasan, Hamid menekankan bahwa seorang peliput yang berkualitas bisa didapat dari lingkungan yang berkesinambungan dengan lembaga-lembaga independen serta organisasi pers yang selalu mengasah Ilmu jurnalistiknya

“Jadi, apabila lingkungan mereka cukup baik untuk membentuk pers sesuai kode etik jurnalistik, secara tidak langsung pribadi pers yang awalnya enggan menulis fakta akan mulai terbiasa dengan lingkungan baik yang mereka pijaki,” ungkapnya. (SBD/KIM Tempel)




Turi Kenalkan Potensi Daerah Lewat Media Sosial

Sleman – Kapanewon Turi berhasil memperkenalkan potensi wilayahnya melalui media Instagram dengan melibatkan para pelaku UMKM. Kini Instagram Turi masuk dalam ranking lima teratas Instagram resmi Kapanewon teraktif di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut disampaikan oleh Riesta Wijayanti, Analis Pembangunan Jawatan Kemakmuran Kapanewon Turi saat membuka Pelatihan Jurnalistik di Pendopo Balai Warga Wonosari, Bangunkerto, Turi, Sleman, Selasa (12/9/2023).

Riesta menuturkan, kiat untuk mengenalkan potensi Kapanewon Turi adalah dengan menggunakan media sosial Instagram yang praktis dan gratis.

Dirinya mengakui awalnya mengalami kesulitan untuk mencari jalan bagaimana mengenalkan potensi di Turi.

“Kemudian kedatangan sosok pamong yang baru, Ibu Putri Dewi Kustanti, yang kemudian mengangkat semua pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan melalui Instagram resmi Kapanewon Turi,” terangnya.

Riesta pun menegaskan, dengan banyaknya produk UMKM, Turi tidak akan kekurangan berita karena banyaknya bahan berita yang bisa diangkat. “Bahkan agenda satu tahun pun bisa terpenuhi,” tukasnya.

Sehingga ia mendukung agar KIM Turi dapat menyebarluaskan informasi mengenai potensi di Turi ke daerah lain.

Untuk diketahui, dengan postingan 342 dan pengikut 1618, Turi menempati posisi kedua (per tanggal 12 September 2023) di bawah Kapanewon Gamping dari peringkatn akun Instagram antar kapanewon di Sleman untuk jumlah postingan dan pengikutnya. (Sadhono Hadi/KIM Sleman)