Mengenang Stasiun Tempel, Stasiun Kereta Api Penghubung Yogya – Magelang

Sleman – Kapanewon Tempel pernah memiliki stasiun kereta api sendiri. Hal ini terlihat dari sisa-sisa bangunannya yang berada dekat dengan Pasar Tempel, Sleman. Sisa bangunan emplasemen masih bisa ditemui sampai saat ini, sedangkan sisa rel sudah tidak terlihat karena tertimbun jalan aspal, maupun tertutup bangunan.

Rusmargono (70 tahun) adalah salah satu saksi mata saat stasiun ini masih beroperasi. Dirinya bercerita, jalur kereta di Tempel ini dulunya melayani perjalanan menuju Magelang atau Yogyakarta.

“Stasiun Tempel adalah tempat persilangan kereta dari Magelang dan dari Yogya,” tuturnya, Kamis (27/7/2023).

Stasiun Tempel juga menurutnya memiliki peran penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan melintasi jembatan Krasak yang cukup panjang.

“Sebelum tahun 1963 kereta ini masih berjalan normal, 4 jam sekali, belakangan hanya sehari sekali jam 07:00. Kemudian karena kondisi struktur jembatan Krasak yang terganggu, jalur Secang – Lempuyangan ini dihentikan operasinya,” kenang pria yang sempat bersekolah di SD Sleman 1 dan SMP 2 Morangan ini.

Saat ini, ada beberapa sisa bangunan stasiun yang bisa ditemui, di antaranya adalah sisa kerangka jembatan dan pilarnya yang mengalami kerusakan saat diterjang lahar Merapi pada tahun 70-an. Sedangkan Rumah Dinas Kepala Stasiun berserta Staff yang letaknya di sisi Barat pasar, tidak jauh dari tepi sungai Krasak, masih kokoh berdiri. Pun menara air, untuk mengisi air ke ketel Lokomotif Uap, juga masih utuh berdiri.

Sementara di sisi Selatan terdapat bangunan gudang untuk menyimpan muatan, terutama tembakau sebelum dinaikkan ke Gerbong Barang. Bangunan itu masih utuh berikut pintu gesernya. Emperan Gudang tersebut sekarang menjadi tempat usaha, sedang bangunannya sendiri menjadi kantor sebuah organisasi sosial. PT KAI sendiri pernah mengadakan inventarisasi aset di Stasiun Tempel, terlihat dari patok yang terpasang. (Sadhono Hadi/KIM Tempel/Foto: HT)




TPS Ben Resik Tetap Beroperasi Selama, TPA Piyungan Ditutup

Sleman – Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ben Resik yang berada di Gundengan Kidul, Padukuhan Tegal Domban, Margorejo, Tempel, Sleman terus memberikan pelayanan pengambilan dan pegumpulan sampah selama TPA Piyungan ditutup. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan TPS Ben Resik, Marjono.

“Selama masa krisis sampah, karena ditutupnya TPA Piyungan, TPS Ben Resik yang melayani pengumpulan sampah dari 510 KK mencakup wilayah Tegal Domban, Karang Harjo, Kadiluwih, Kopen, Lodoyong dan tempat lain yang berdekatan, tetap melanjutkan pengambilan sampah dari rumah-rumah penduduk,” ujar Marjono saat ditemui Kamis (27/7/2023).

Ia menuturkan, ada berbagai proses yang dilakukan di TPS Ben Resik ini meliputi pemilahan sampah, berdasarkan sifat-sifat sampah, mengolah sampah organik untuk diproses menjadi pupuk kompos yang bermutu tinggi, dan penjualan sampah non-organik  yang masih bisa didaur ulang.

“Sedangkan sisanya sampah residu yang dibakar melalui cerobong asap yang tinggi, bila air pendingin mesin pembakar memadai, bila tidak pembakaran terpaksa dilakukan diluar,” terangnya.

Pada krisis sampah ini, lanjut Marjono, TPS Ben Resik, untuk sementara menimbun sampah yang tidak terangkut ke TPA dan menumpuknya di halaman belakang.

“TPS berharap krisis ini segera teratasi agar penimbunan sementara ini tidak berlarut-larut,” tutupnya. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)




Gelar Rakor, KIM Tempel Bahas Tata Cara Penulisan Berita yang Layak

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Tempel meggelar Rapat Koordinasi di rumah salah satu pegiat KIM Tempel, Sadhono Hadi di Gundengan Kidul, Margorejo, Kapanewon Tempel, Rabu (26/7/2023). Rapat dihadiri langsung oleh Ketua KIM Tempel, Wahyu Herlambang serta Sub-Koordinator Kelompok Substansi Pengelolaan Informasi Publik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Agastya Dedy Kusuma.

Berbagai topik dibahas dalam rakor yang dipimpin oleh Ketua KIM Tempel tersebut, antara lain adalah bagaimana proses peliputan berita dari KIM mulai dari bahan berita, tata cara penulisan, target penulisan berita, serta kebutuhan pengurus KIM Tempel seperti ruang rapat rutin.

Agastya dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa KIM Tempel dapat melakukan peliputan mengenai informasi yang ada di masyarakat. Nantinya hasil peliputan itu ditulis, dan kemudian dapat dikirimkan ke redaksi Media Center Diskominfo Sleman untuk disunting sebelum ditayangkan di laman Media Center maupun Info Publik.

“Asalkan beritanya sesuai dengan syarat layak tayang, ada 5W+1H, kalau bisa jangan yang seremonial,” ujar Agas.

Dirinya juga memberikan beberapa masukan agar berita tersebut layak tayang seperti jenis berita yang dapat diliput, kelayakan foto berita yang diliput, serta jenis kegiatan yang disarankan untuk diliput agar dapat diinformasikan ke masyarakat.

Selain tata cara penulisan berita, dalam rakor tersebut juga diputuskan beberapa hal mengenai keorganisasian KIM Tempel sendiri, seperti tempat rapat yang akan diadakan secara begilir di setia rumah pengurus, jadwal rapat yang akan diadakan di hari Rabu ke-4 setiap bulannya, serta penugasan peliput berita di setiap kalurahan yaitu di Lumbungrejo, Merdikorejo, Mororejo, dan Margorejo.

“Sedangkan untuk Kalurahan Sumberejo, Pondokrejo, Banyurejo dan Tambakrejo akan di tindak lanjuti kepada para Sekretaris Kalurahan masing-masing,” ujar Wahyu Herlambang.

Rapat juga memutuskan menargetkan ada berita dari Kapanewon Tempel, setidaknya satu berita setiap minggu. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)




FKDM dan FPK Terus Bersinergi Jaga Kondusivitas Wilayan Tempel

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kapanewon Tempel menggelar Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Kondisi Masyarakat Kapanewon Tempel, bertempat di Wahana Wisata Embung Mororejo, Kapanewon Tempel, Selasa (25/7/2023). Kegiatan dihadiri langsung oleh Panewu Tempel, Agung Dwi Martoyo.

Dalam sambutannya, Agung mengapresiasi kiprah FKDM dan FPK bersama masyarakat yang telah bekerja keras saling menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di wilayah Tempel.

“Sehingga sejauh ini dalam keadaan aman tertib dan terkendali,” ujar Agung.

Agung juga mengapresiasi perkembangan kemajuan laporan dalam hal siklus tahunan yang setingkat lebih maju dibandingkan kapanewon lain se-Kabupaten Sleman. Selain itu, iya juga menyoroti perkembangan kemajuan tentang pendataan kesejahteraan keluarga .

Sementara itu, Supardi, Kepala Jawatan Keamanan Tempel menyampaikan perlunya ditingkatkan kewaspadaan terhadap kegiatan yang bersifat abu-abu di masa jelang kampanye.

“Di mana belum masanya kampanye tetapi dari bakal calon legislatif sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat baik dalam kegiatan penyaluran dana pokir dewan , atau BKK untuk Kalurahan,” ujarnya.  

Supardi juga menegaskan kembali soal netralitas ASN, perangkat kalurahan, serta TNI polri dalam penyelenggaraan pemilu 2024.

Acara dilanjutkan dengan paparan dan laporan dari masing-masing koordinator wilayah FKDM dan FPK tentang apa yang terjadi dan apa yang akan dikerjakan selanjutnya di wilayah ketugasannya masing masing, khususnya dalam hal menyambut peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan adanya kegiatan Merti Desa dalam bulan Agustus ini.

“Terkait pemilu 2024 FKDM atau pun FPK diharapkan menjadi agen atau kader partisipatif dalam keikutsertaan nya dalam pemilu,” ujar Imam Nayoko selaku Ketua FKDM Tempel.

“Di waktu yang akan datang FKDM mohon perlu kiranya dalam forum ini mengundang panwascam untuk informasi tentang pengawasan pemilu karena berkaitan fungsi nya dalam hal cegah, awasi, dan tindak pelanggaran pemilu,” ungkapnya.

Di akhir laporan nya Imam menyampaikan laporan kondisi malam hari di mana banayk ditemukan lampu jalan dan lampu traffic light mati di berbagai titik.

Sementara itu Muhidin selaku Ketua FPK Tempel juga melaporkan perkembangan mengenai PSHT yang masih dibekukan latihan nya terkait kejadian bentrok bbrp waktu yang lalu, serta mengapresiasi kinerja Kapanewon dalam usaha menurunkan angka kemiskinan di Tempel dan stunting yang masih menjadi pekerjaan besar bersama. (SBD/KIM Tempel)




Porkal Merdikorejo Resmi Ditutup

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Merdikorejo, Kapanewon Tempel resmi ditutup pada Minggu (23/7/2023). Penutupan dilaksanakan di Balai Kalurahan Merdikorejo Tempel dengan kegiatan jalan sehat yang dibuka langsung oleh Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menuturkan bahwa Porkal Merdikorejo diadalan dari tanggal 2-16 Juli 2023, mencakup beberapa cabang olahraga yang diikuti oleh berbagai jenjang usai, mulai dari anak usia 6 tahun, hingga 40 tahun.

“Cabor yang dilombakan meliputi lari maraton, tenis meja, bulutangkis, dan futsal serta ada satu olahraga tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Gobag Sodor,” jelasnya.

“Untuk perolehan medali terbanyak yaitu Soka Binangun yang pertama, kemudian Soka Tegal sebagai yang kedua, dan Dermo-Selorejo di peringkat ketiga,” imbuh Agus.

Penutupan PORKAL Merdikorejo 2023 juga dihadiri Haris Sugiharta, selaku Ketua DPRD kabupaten Sleman, Panewu Tempel, Agus Dwi Maryoto, Panewu Anom Kapanewon Tempel Dyah Purwanti, Kepala Jawatan di kapanewon Tempel, Danramil Tempel, serta Kapolsek Tempel.

“Pemuda adalah sebagai motor penggerak dari kegiatan ini selamat atas terselenggaranya PORKAL ini semoga apa yang telah terlaksana ditahun ini bisa terlaksana kembali ditahun  depan dengan pengalaman yang lebih baik lagi,” ujar Haris Sugiharta

Sementara, Penewu Tempel, Agung Dwi Martoyo berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk kalurahan lainnya di Kapanewon Tempel.

“Selamat dan sukses, semoga Merdikorejo dengan Karang Taruna nya semakin jaya dan menjadi inspirasi untuk teman-teman karang taruna lainnya” ujar Agung. (Sih Budi/KIM Tempel )