Diguyur Hujan, Ratusan Warga Berbah Tetap Antusias Ikuti Jalan Sehat Sambut Sumpah Pemuda 2025

Sleman – Ratusan warga Padukuhan Baran, Kalitirto, Berbah, menunjukkan semangat tinggi dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 2025. Meskipun diguyur hujan, mereka tetap antusias mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan Karang Taruna setempat pada Minggu (26/10/2025).

Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat melintasi rute di sekitar padukuhan. Bendera start dikibarkan oleh Dukuh Baran, Ryan Putra Pratama, ., yang mewakili Lurah Kalitirto.

Dalam sambutannya, Ryan menyampaikan pesan Lurah Kalitirto agar masyarakat selalu mengenang kembali nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda, seperti cinta tanah air, persatuan, dan rela berkorban.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong semangat warga untuk mencintai kampung, memperkuat semangat membangun, serta menumbuhkan kreativitas pemuda,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah dengan pembagian ratusan hadiah hiburan. Hadiah utama berupa lemari es dua pintu dimenangkan oleh Parjinem, warga RT 004 RW 006 Kepuh Baran. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Lima Pesilat MAN 4 Sleman Raih Medali di Kejuaraan Antarpelajar

Sleman – Lima atlet pencak silat dari MAN 4 Sleman berhasil menyabet satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dalam Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar se-Kabupaten Sleman. Kejuaraan berlangsung pada Rabu (22/10/2025) hingga Sabtu (25/10/2025) di Gedung Olah Raga (GOR) BPMP DIY, Tirtomartani, Kalasan.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari tim pencak silat MAN 4 Sleman yang terdiri dari tujuh atlet dan tiga pembimbing.

“Alhamdulillah, tim pencak silat kita meraih sejumlah medali. Semangat anak-anak bertanding memberikan hasil,” ujar Nira Intan Sari, Ketua Tim Pencak Silat, saat memberikan laporan kepada Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Minggu (26/10/2025).

Medali emas diraih oleh Mufidatul Halwa (XI C) di Kelas D Putri. Medali perak disumbangkan oleh Gusti Bimo Suryo Atmojo (XI A) di Kelas 2 Putra. Sementara tiga medali perunggu diperoleh oleh Reinata Nafiza Arrahma Cesya di Kelas A Putri, Galih Bima Ramadhan (XI A) di Kelas J Putra, dan Azzahra Dara Puspita (XI B) di nomor Tunggal Putri.

Atas raihan ini, Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, memberikan apresiasi. “

Luar biasa semangat pesilat kita, semoga menginspirasi siswa-siswi yang lain, bahwa dengan kesungguhan dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil,” ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Edy Suparyanto, menambahkan bahwa pencak silat adalah salah satu ekstrakurikuler yang banyak diminati siswa. Ia menyebut, para pesilat tekun berlatih bahkan di luar jam yang ditentukan.

“Berkat ketekunan dan kesungguhan, para pesilat meraih prestasi,” kata Edy.

Prestasi para pesilat ini juga mendapat apresiasi dari segenap guru dan pegawai, termasuk Guru Mata Pelajaran Kimia, Musfirah.

“Selamat bagi para juara dan pelatihnya. Semoga ke depan lebih sukses lagi,” ujarnya. (Edy/KIM Moyudan)




Wamen Viva Yoga Ajak Generasi Muda Ikut Program Transmigrasi Lewat Ajang Lari

Sleman – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menegaskan transmigrasi kini memasuki era baru dengan paradigma yang lebih partisipatif, produktif, dan selaras dengan pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Transmigrasi Jogja Run 2025 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/10/2025).

Ajang lari publik ini digelar sebagai bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi untuk memperkenalkan wajah baru transmigrasi, khususnya kepada generasi muda. Diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di DIY, Viva Yoga tak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga turut berlari bersama peserta di rute 5 kilometer. Ia berhasil menyelesaikan lari dalam 36 menit, menunjukkan komitmennya sebagai pejabat publik yang terjun langsung dalam sosialisasi program.

“Kegiatan ini adalah bagian dari sosialisasi kepada masyarakat bahwa Kementerian Transmigrasi telah melakukan transformasi dengan paradigma baru,” ujarnya.

Menurut Viva Yoga, paradigma baru ini mencakup sejumlah program inovatif seperti Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Karya Nusa, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, dan Transmigrasi Gotong Royong. Semua program ini dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Ia menjelaskan, transformasi tersebut merupakan amanat dari Presiden untuk menjadikan Kementerian Transmigrasi sebagai institusi yang berperan langsung dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara. “Kami berharap program-program transmigrasi dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Viva Yoga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kawasan transmigrasi yang berdaya saing. Ia menambahkan, transmigrasi tidak lagi sekadar pemindahan penduduk, melainkan gerakan pembangunan terintegrasi yang melibatkan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga secara khusus mengajak generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peran melalui program Transmigrasi Patriot yang akan dimulai pada 2026. Program ini akan melibatkan sekitar mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) yang akan ditempatkan di delapan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

“Kalau mau kabur aja dulu, boleh. Tapi kaburnya di kawasan transmigrasi,” ujarnya berseloroh.

Melalui Transmigrasi Patriot, para mahasiswa tidak hanya akan menimba ilmu, tetapi juga berbagi pengetahuan dan mendampingi masyarakat. “Dengan begitu, kawasan transmigrasi bisa berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” imbuhnya.

Viva Yoga juga menyebut, Transmigrasi Jogja Run 2025 ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan isu transmigrasi kepada publik dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif. Pendekatan berbasis partisipasi publik ini diharapkan dapat memperkuat citra transmigrasi sebagai gerakan kemanusiaan dan pembangunan.

“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, melihat transmigrasi sebagai ruang kontribusi nyata bagi bangsa. Transmigrasi hari ini bukan lagi memindahkan orang, tetapi memindahkan semangat, ilmu, dan peluang ke wilayah-wilayah yang potensial,” tegasnya.

Kegiatan Transmigrasi Jogja Run 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi nasional Kementerian Transmigrasi dalam memperkenalkan paradigma baru yang lebih terbuka dan inovatif.

“Melalui kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan publik, transmigrasi diharapkan menjadi instrumen pemerataan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Opening Ceremony Semi Turnamen Wakil Bupati Cup 2025 Berlangsung Meriah

Sleman – Lapangan ERBECE, Padukuhan Bulusan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik dipenuhi sorak-sorai penonton dalam opening ceremony Semi Turnamen Wakil Bupati Cup 2025. Kegiatan olahraga bergengsi ini diikuti oleh 16 tim putra dan 16 tim putri dari seluruh Kabupaten Sleman, dan tim tamu dari Kabupaten Wonosari.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Panewu Ngaglik, Kapolsek Ngaglik, Danramil Ngaglik, Lurah dan Pamong se-Kapanewon Ngaglik. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan olahraga, khususnya cabang bola voli di Sleman.

Ketua Panitia, Didik Kristadi yang juga menjabat sebagai Dukuh Bulusan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari dua ajang besar sebelumnya, yakni Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) dan Panewu Ngaglik Cup.

“Kami ingin menjadikan Lapangan ERBECE sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan membangun semangat sportivitas,” ungkap Didik Kristadi, Kamis (23/10/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengapresiasi kerja keras panitia dan antusiasme masyarakat Bulusan.

 “Turnamen Wakil Bupati Cup 2025 ini akan menjadi kegiatan rutin di Lapangan ERBECE Bulusan. Olahraga voli kini sudah sangat digemari masyarakat dan terbukti mampu menjadi pemersatu,” ujarnya.

“Saya salut kepada seluruh warga Bulusan yang dalam waktu berdekatan dapat menyelenggarakan tiga event besar sekaligus. Nantinya juga akan tampil para juara Porkal se-Kabupaten Sleman,” tandas Danang disambut tepuk tangan meriah.

Pembukaan turnamen malam ini menjadi bukti nyata bahwa Sardonoharjo dan masyarakat Ngaglik semakin solid dalam memajukan bidang olahraga dan membangun semangat kebersamaan.

Turnamen Wakil Bupati Cup 2025 diharapkan dapat melahirkan bibit atlet voli muda yang berprestasi serta menjadi momentum memperkuat sinergi antar-kalurahan di Sleman. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Sardonoharjo Borong Gelar Juara Voli Panewu Ngaglik Cup 2025

Sleman – Kalurahan Sardonoharjo mendominasi ajang Turnamen Bola Voli Panewu Ngaglik Cup 2025 dengan merebut gelar juara di kategori putra dan putri. Keberhasilan ini terukir setelah tim voli putra Sardonoharjo mengalahkan Sinduharjo 3-1 dalam laga final yang berlangsung di Lapangan Voli Bulusan, Sardonoharjo, pada Selasa (21/10/2025) dini hari.

Pertandingan final putra berlangsung sengit dan memikat ratusan penonton yang rela bertahan meski sempat diguyur hujan deras. Kedua tim menampilkan permainan yang atraktif dan strategi matang, namun tim tuan rumah berhasil mengunci kemenangan setelah pertarungan empat set yang ketat.

Prestasi ini semakin lengkap setelah sehari sebelumnya, tim voli putri Sardonoharjo juga menunjukkan performa luar biasa dengan menjuarai kategori putri. Sempat tertinggal 0-2 dari Sariharjo, tim putri Sardonoharjo berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2, memastikan gelar juara.

Panewu Anom Ngaglik, Heronimus Heru Bharanti, mengapresiasi semangat seluruh peserta dan penyelenggaraan turnamen ini.

“Ini bukan hanya kemenangan untuk Sardonoharjo, tapi kemenangan untuk semua enam kalurahan di Kapanewon Ngaglik. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bertugas dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Sardonoharjo atas keberhasilan mengawinkan gelar juara putra dan putri.

“Semoga tahun depan Panewu Ngaglik Cup dapat terlaksana dengan persiapan yang lebih matang,” harapnya.

Dengan raihan gemilang ini, Sardonoharjo tidak hanya menorehkan prestasi di kancah olahraga lokal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan sportivitas masyarakat Ngaglik dalam perhelatan tahunan yang penuh gengsi. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)