Lumbungrejo Bangun Lapangan Sepak Bola Standar FIFA, Manfaatkan Dana Keistimewaan DIY Rp1,2 Miliar

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman, memulai pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA senilai Rp1,21 miliar. Proyek yang dibiayai dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY Tahun Anggaran 2025 ini dibangun di atas lahan tanah kas desa seluas meter persegi di Bulak Krasakan.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut pemanfaatan lahan kas desa yang telah sesuai dengan tata ruang wilayah.

“Tanah kas desa ini sebelumnya lahan pertanian, namun sudah masuk zona kuning. Pembangunannya juga sejalan dengan rencana lokasi bangunan ikonik penanda keistimewaan DIY yang akan dibangun di lapangan lama,” jelasnya, Senin (29/9/2025).

Proyek dikerjakan oleh CV Aryuka Builder dengan pengawasan dari PT Multi Citra Graha. Masa pengerjaan ditetapkan selama 95 hari kalender, dimulai sejak 1 September dan ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Lapangan baru ini akan memiliki ukuran 50 x 90 meter dengan rumput jenis dactylon. Fasilitas pendukung yang dibangun meliputi jogging track, area parkir, MCK, dan ruang ganti pemain. Pembangunan tribun penonton akan diusulkan pada tahap berikutnya.

Izin pemanfaatan tanah kas desa untuk pembangunan sarana olahraga ini telah diterbitkan oleh Gubernur DIY pada 8 Juli 2025.

Misbah berharap lapangan ini tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya yang mempererat kebersamaan warga.

“Kami ingin lapangan ini melahirkan generasi muda berprestasi di bidang sepak bola dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kalurahan untuk mengoptimalkan Danais demi kesejahteraan warga dan pelestarian nilai keistimewaan.

Panewu Tempel, Dakiri, mengapresiasi inisiatif Kalurahan Lumbungrejo. “Kami berharap pembangunan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, termasuk mendorong perekonomian UMKM lokal di sekitar lokasi,” tegasnya. (sbd/KIM Tempel)




Blekik Juara Tenis Meja Jogoboyo Cup 1 Porkal Sardonoharjo 2025

Sleman – Tim Padukuhan Blekik berhasil menjuarai turnamen tenis meja Jogoboyo Cup 1 Porkal Sardonoharjo 2025 setelah mengalahkan tim Padukuhan Candikarang dalam laga final. Pertandingan final yang digelar di Wahana Krida Gondangan, Minggu (28/9/2025), berlangsung sengit dan disaksikan ratusan penonton.

Ketua Porkal Sardonoharjo 2025, Bayu Kristiyanto, mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir.

“Awalnya kami ragu cabang tenis meja akan banyak peminat, tapi ternyata semua padukuhan ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Dalam turnamen ini, posisi juara ketiga diraih oleh Padukuhan Ngebelgede, sementara Padukuhan Turen berada di posisi keempat. Selain pertandingan yang memukau, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize dari para sponsor yang menambah semarak suasana.

Menurut Bayu, kehadiran semua padukuhan menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu. “Semangat kebersamaan terlihat jelas di arena. Kami berharap Jogoboyo Cup dapat menjadi agenda rutin sebagai wadah silaturahmi sekaligus melahirkan atlet berbakat,” tambahnya.

Suksesnya turnamen ini membuktikan bahwa kerja sama panitia, dukungan warga, dan partisipasi sponsor merupakan kunci keberhasilan sebuah kegiatan. Dengan hasil ini, Blekik berhak membawa pulang Piala Bergilir Jogoboyo. (Andy Ahmad / KIM DSN Ngaglik)




Ruskindar Juarai Catur di Pekan Olahraga Kalurahan Sardonoharjo 2025

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2025 sukses menggelar pertandingan cabang olahraga catur pada Minggu (28/9/2025), dengan partisipasi 55 pecatur dari berbagai padukuhan. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah penting untuk mempererat persatuan dan melatih sportivitas warga.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, saat membuka acara, menegaskan bahwa Porkal adalah sarana menjaga silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Ketua Panitia Porkal Sardonoharjo, Bayu Kristianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Porkal merupakan agenda tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya guna melahirkan atlet-atlet potensial dari tingkat desa,” ujarnya.

Koordinator Cabang Olahraga Catur, Imam Syaiful, mencatat antusiasme peserta yang tinggi tahun ini, dan berharap Porkal dapat menjadi wadah pengembangan prestasi bagi pecatur muda maupun senior di Sardonoharjo.

Setelah melalui pertandingan yang ketat, Ruskindar dari Turen berhasil meraih juara pertama. Imam Saiful W dari Candirejo menempati posisi kedua, sementara Ponidi dari Turen berada di tempat ketiga. Peringkat keempat hingga kesepuluh secara berurutan diraih oleh Marwoto (Candi Dukuh), Agung Dewanta (Candi III), Adit Santosa (Dayakan), Suwarsono (Candirejo), Agus Surawan (Candi Karang), Suparman (Candi Dukuh), dan Syaiful Hamid (Candirejo). Melalui penyelenggaraan pertandingan ini, Porkal Sardonoharjo 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan penguatan semangat olahraga di kalangan masyarakat. (ESK/KIM DSN)




Andalkan Srikandi Muda, Regu Bridge Putri Sleman Raih Emas di PORDA DIY XVII

Sleman – Regu bridge putri Kabupaten Sleman berhasil merebut medali emas dalam nomor beregu putri pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII/2025. Perhelatan yang berlangsung di Gunungkidul pada 11-14 September lalu ini menunjukkan kekuatan mental para pemain muda yang rata-rata berusia 23–25 tahun.

Keenam anggota regu yang terdiri dari Devita Alifia Nurazizah, Lusiana Fahmi Cahyaningtyas, Nuha Khoirunnisa, Annisa Lutfia Hamidah, Octavia Lindyasari, dan Evana Dewi Safira, menunjukkan kekompakan dan ketangguhan mental dalam bersaing dengan pemain-pemain senior.

Devita, salah satu anggota tim, menceritakan pengalamannya dalam acara tasyakuran di Turi, Sabtu (27/9). Ia mengenang masa-masa awal kariernya.

“Saya sudah mulai bermain dalam mini bridge sejak kelas 3 SD di SDN Margorejo, di bawah asuhan guru olahraga Ibu Marsilah,” ujarnya, sambil menunjuk sang mantan guru yang turut hadir. Devita bangga bahwa bibit prestasi yang lahir dari desa bisa berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia melanjutkan, dalam pertandingan PORDA DIY XVII/2025, timnya memainkan 24 papan melawan empat regu lain dari Gunungkidul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Devita mengungkapkan bahwa lawan terberat mereka adalah Kabupaten Gunungkidul, yang berhasil merebut medali perak. Sementara itu, Kota Yogyakarta meraih perunggu. Meski berkompetisi dengan pemain yang lebih senior, tim putri Sleman mampu menunjukkan performa luar biasa dan meraih medali emas. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)




Sabet 4 Emas, Kontingen Bridge Sleman Gelar Tasyakuran Juara Umum PORDA XVII DIY

Sleman – Pengurus Kabupaten Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Sleman menggelar tasyakuran atas keberhasilan kontingennya meraih juara umum pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII/2025. Acara ini berlangsung di Restoran Sajian Kembang Turi, Donoasih, Turi, Sleman, pada Sabtu (27/9).

Ketua I GABSI Sleman, Deddy Aryanto, mengungkapkan rasa syukurnya. Kontingen Bridge Sleman berhasil menyabet empat medali emas dari delapan nomor yang dipertandingkan dalam PORDA yang digelar di Gunungkidul pada 11-14 September lalu. Selain itu, Sleman juga membawa pulang satu medali perak dan lima medali perunggu, mengukuhkan dominasi mereka di cabang olahraga ini.

Empat medali emas tersebut diraih dari nomor beregu putri, beregu putra, pasangan campuran, dan nomor butler putra. Sementara itu, medali emas lainnya tersebar di kontingen Gunungkidul (nomor pasangan putri, butler campuran, dan beregu campuran) serta Kulon Progo (nomor pasangan putra). Medali perak Sleman diperoleh dari nomor beregu campuran, sedangkan lima perunggu berasal dari nomor pasangan putra, pasangan putri, butler campuran, pasangan campuran, dan butler putra.

Dalam sambutannya, Deddy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet dan seluruh insan bridge di Sleman atas kerja keras mereka.

“Pencapaian ini sudah sesuai target yang dibebankan ke kami, dengan empat medali emas,” kata Deddy, seperti dikutip oleh pada tanggal 14 September. Ia optimis masa depan bridge Sleman akan semakin cerah.

“Kita malah dapat empat perunggu,” tambahnya, merujuk pada kelebihan medali dari target.

Optimisme itu didasari oleh makin matangnya para pemain junior untuk naik ke level senior. Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan, kontingen bridge Sleman secara resmi dibubarkan dalam acara tasyakuran tersebut. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)