Lestarikan Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Sleman Dorong Pembentukan Komunitas Olahraga Tradisional

Sleman – Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan permainan serta olahraga tradisional, Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayaan) Kabupaten Sleman menggelar Saresehan Induk Kelompok Masyarakat Kebudayaan. Acara yang terselenggara di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan, pada Sabtu (27/9/2025) ini dihadiri Kapolsek, Danramil, Lurah se-Kapanewon Moyudan, Minggir, dan Godean, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kasubag Perencanaan Dinas Kebudayaan Sleman, Esti Lestari, menjelaskan bahwa pelestarian warisan budaya yang memiliki nilai historis panjang ini perlu diwujudkan dengan langkah nyata, salah satunya melalui pembentukan komunitas permainan dan olahraga tradisional.

Esti juga menambahkan, sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 14.1 Tahun 2018 tentang Nomor Induk Kebudayaan (NIK), dinas memiliki kewenangan untuk memberikan NIK kepada komunitas yang memenuhi syarat. Ia mengajak masyarakat untuk mengajukan permohonan NIK agar komunitas mereka memiliki legalitas.

Sukron Arif Muttaqin, Ketua Komite Permainan dan Olahraga Tradisional (KPOTI) sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sleman, turut memaparkan pentingnya pelestarian ini. Ia menuturkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 800 jenis permainan dan olahraga tradisional yang perlu dikembangkan kembali.

“Di era digital ini, anak-anak sering kali bermain ponsel yang dapat mengurangi karakter sosialnya. Mari kita kenalkan kembali permainan dan olahraga tradisional, karena dari sana akan terbangun jiwa sosial,” ajak Sukron.

Lebih lanjut, Sukron menjelaskan misi KPOTI, yang antara lain meliputi penggalian permainan rakyat, pembakuan olahraga tradisional untuk kompetisi di satuan pendidikan, penanaman nilai Pancasila dan karakter bangsa, serta pengembangan olahraga tradisional sebagai sentra wisata untuk mengangkat perekonomian rakyat melalui produksi alat peraga. (Giek/KIM Moyudan)




Mororejo Fest 2025: Rebobong Lor Juara Umum

TEMPEL – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) atau Mororejo Fest 2025 resmi ditutup dengan meriah pada Sabtu (27/9) malam di Taman Embung Mororejo, Tempel. Perhelatan antar-padukuhan ini mengukuhkan Padukuhan Karanggawang sebagai juara satu cabang bola voli, sementara Padukuhan Rebobong Lor berhasil menyabet gelar juara umum.

Penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Lurah Mororejo, Jaka Ristanta. Dalam sambutannya, Jaka menekankan bahwa Mororejo Fest lebih dari sekadar ajang olahraga.

“Ini juga aktif mendorong perkembangan seni budaya lokal serta pemberdayaan UMKM setempat. Dengan demikian, dapat juga sebagai sarana menjalin kebersamaan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta menjaga kesehatan masyarakat,” tuturnya. Jaka juga memberikan apresiasi khusus kepada Padukuhan Karanggawang yang berhasil mempertahankan gelar juara voli untuk keempat kalinya.

“Semoga prestasi ini menjadi contoh bahwa kerja sama dan kekompakan akan menghasilkan kemenangan,” tambahnya.

Ketua Panitia Mororejo Fest, Umar Syarifuddin, melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak 5 September berjalan sukses berkat dukungan penuh dari pemerintah kalurahan, karang taruna, dan seluruh masyarakat.

“Antusiasme peserta maupun penonton luar biasa,” ujarnya. Ajang ini mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, seperti catur, tenis meja, mini soccer, bola voli, mobile legend, lari 3 km, dan playstation.

Dalam cabang bola voli, Padukuhan Kaliasin meraih juara kedua, disusul Plumbon Lor di posisi ketiga, dan Rebobong Lor di posisi keempat. Sementara itu, Padukuhan Rebobong Lor muncul sebagai juara umum pertama dengan perolehan tiga medali emas. Peringkat kedua juara umum diraih Karanggawang yang mendapatkan dua medali emas dan satu perak, sedangkan posisi ketiga ditempati Padukuhan Domban dengan raihan dua medali emas dan tiga perunggu. Sebagai puncak acara, penutupan Mororejo Fest malam itu dimeriahkan dengan pertunjukan Kesenian Jatilan Sekar Langgeng Budoyo dari Padukuhan Plumbon Lor. Umar berharap ajang tahunan ini akan kembali digelar di tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih meriah. (Sbd/KIM Tempel)




Pembukaan Jogoboyo Cup 1 Porkal Sardonoharjo 2025, Meriahkan Persatuan Lewat Tenis Meja

Sleman – Gelaran perdana Jogoboyo Cup 1 Porkal Sardonoharjo 2025 resmi dibuka di Wahana Krida Gondangan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (27/9/2025). Turnamen tenis meja ini menghadirkan antusiasme tinggi dari masyarakat, dan menjadi salah satu ajang olahraga terbesar dalam rangkaian Porkal Sardonoharjo tahun ini.

Ketua panitia, Agus Sutarto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan Padukuhan Gondangan sebagai tuan rumah.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, khususnya kepada Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Bapak Lurah, dan Jogoboyo yang selalu mendukung. Salut juga untuk warga Padukuhan Gondangan yang telah mempersiapkan acara ini dengan penuh semangat,” ujarnya.

Turnamen ini diikuti oleh 17 tim dari padukuhan se-Kalurahan Sardonoharjo, dan 1 tim pamong kalurahan, dengan total 54 atlet. Agus menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan bukan sekadar mencari juara, melainkan mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta menjunjung tinggi nilai sportifitas.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho dalam sambutannya menyebut Jogoboyo Cup 1 sebagai turnamen tenis meja terbaik dalam sejarah Porkal Sardonoharjo.

“Dulu Sardonoharjo selalu menjadi juara umum di tingkat kecamatan. Harapannya, tahun ini prestasi itu bisa kita rebut kembali,” ungkapnya optimis.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro secara resmi membuka turnamen. Ia menyebut indeks olahraga Kapanewon Ngaglik saat ini berada di posisi nomor dua se-Kabupaten Sleman, sebuah capaian membanggakan.

“Sesuai saran Pak Lurah, tahun ini rencananya juga akan dibuka Pekan Olahraga Kecamatan cabang bola voli. Mari kita tingkatkan semangat olahraga untuk kebersamaan dan prestasi,” pesannya.

Jogoboyo Cup 1 digelar selama dua hari, pada 27–28 September 2025, dengan seluruh pertandingan dipimpin wasit resmi dari PTMSI Yogyakarta. Kehadiran wasit profesional diharapkan menjaga kualitas pertandingan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para atlet lokal.

Masyarakat Gondangan pun tampak antusias menyambut ajang ini. Dukungan warga yang solid menjadikan suasana pembukaan penuh semarak. Turnamen ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi kemajuan olahraga di tingkat kalurahan sekaligus memperkuat Sardonoharjo sebagai lumbung atlet berprestasi.

“Selamat bertanding dengan semangat, junjung tinggi sportifitas, dan jadikan olahraga sebagai jalan mempererat persaudaraan,” tutup Panewu Ngaglik saat membuka turnamen. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Kompetisi Catur Cepat IV U-14 Sukses Digelar di Sleman, Diikuti 46 Peserta dari DIY dan Jateng

Sleman — Kompetisi Catur Cepat IV U-14 kembali sukses digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sleman. Ajang ini diikuti oleh 46 peserta muda berbakat dari 9 kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), Minggu (21/9/2025).

Kompetisi ini merupakan agenda rutin bulanan yang menjadi wadah pembinaan dan unjuk prestasi bagi para pecatur usia dini. Para peserta bertanding mewakili klub masing-masing, hasil dari pembinaan catur yang dilakukan secara aktif di daerah mereka.

Ilham Agus, Ketua Penyelenggara sekaligus perwakilan dari BPC HIPMI Sleman, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus digelar secara masif dan konsisten.

“Kami berharap ke depan semakin banyak anak-anak usia dini yang terlibat dan menjadikan catur sebagai sarana pengembangan karakter dan prestasi,” ujarnya.

Kompetisi ini dimenangkan oleh Bagus Putra Prasetya (Sleman) sebagai Juara 1, disusul oleh Elang Savana (Sleman) di posisi Juara 2, dan Pasha Virendra Arifaisal (Yogyakarta) sebagai Juara 3. Posisi Juara 4 dan Juara 5 masing-masing diraih oleh Rakyan Srinagarawihaya (Surakarta) dan Bastian Ibra Sanjaya (Bantul).

Pada kategori khusus, Zahra Ungu Nadzifa (Yogyakarta) meraih predikat Best Women 1, sedangkan Best Women 2 diberikan kepada Naura Hilda Pramudya (Sleman).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga catur di tingkat daerah mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berprestasi. Diharapkan melalui ajang seperti ini, semakin banyak pecatur andal akan tumbuh dari wilayah DIY dan Jateng, khususnya dari Kabupaten Sleman. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Fun Run dan Senam Massal Warna Perayaan Hari Jadi ke-79 Margoagung, Sleman

Sleman, DI Yogyakarta – Puncak peringatan Hari Jadi (Ridumadining) ke-79 Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, ditutup dengan meriah melalui kegiatan Fun Run dan senam massal pada Minggu (22/9/2025). Sebanyak 76 peserta mengikuti Fun Run, sementara 575 warga dari seluruh padukuhan berpartisipasi dalam senam massal, mencerminkan semangat kebersamaan dan hidup sehat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) yang diselenggarakan setahun sekali. Tahun ini, Porkal menghadirkan berbagai lomba tradisional seperti egrang, balap karung, dan gobaksodor, sebagai upaya melestarikan permainan rakyat yang mulai tergerus zaman.

“Kami ingin memberikan hiburan sekaligus penyegaran bagi masyarakat dan aparat desa, agar semakin semangat bekerja membangun Margoagung yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujar Sugiyatna, Kaur Umum Margoagung dan Ketua Panitia.

Jumali, Ketua Budaya Margoagung, menambahkan bahwa selain lomba olahraga tradisional, perayaan juga diisi dengan lomba jathilan dan lomba masak berbahan tahu. “Ini adalah bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM dan upaya menjadikan Margoagung sebagai kalurahan mandiri budaya,” jelasnya.

Sulistiyono, Ketua Forkom UMKM Margoagung, menyampaikan terima kasih atas keterlibatan UMKM dalam penyediaan konsumsi selama acara. “Sinergi seperti ini sangat penting dan kami harap dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian doorprize dari sponsor, diiringi alunan musik orgen tunggal. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berkembang dan semakin banyak melibatkan partisipasi warga di tahun-tahun mendatang. (Sulistiyono/KIM Seyegan)