Perenang Sleman Raih 4 Medali dalam PORDA DIY 2025

Sleman – Atlet renang Kabupaten Sleman, M Naufal Yudha Faris Fadhilan, berhasil mempersembahkan empat medali dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII DIY 2025. Perenang asal Condongcatur ini meraih tiga medali emas dan satu medali perak dalam kompetisi yang berlangsung di kolam renang Bakti Tirto Utomo Kodim 0730/GK.

Naufal, mahasiswa semester VII FIKK UNY, berhasil meraih medali emas pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 4×100 meter gaya bebas mix. Selain itu, ia juga memperoleh medali perak untuk nomor 4×100 meter gaya bebas.

Upacara pengalungan medali telah dilaksanakan pada Kamis (11/9/2025). Prestasi Naufal ini menjadi kebanggaan bagi warga Condongcatur dan Kabupaten Sleman secara keseluruhan.

Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur yang juga Ketua Umum Pengda Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABERSI) DIY, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Naufal.

“Selamat kepada Naufal Yudha Faris Fadhilan atas persembahan 4 medalinya. Semoga ini dapat memotivasi dan menginspirasi generasi muda lainnya,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).

Triyanto, orang tua Naufal yang juga anggota Kodim 0734/Kota Yogyakarta, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi putranya.

“PORDA XVII 2025 ini juga menjadi batu loncatan untuk meraih medali emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional di Semarang yang akan dilaksanakan pada 19-24 September 2025 mendatang,” jelasnya.

Prestasi Naufal tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Sleman, tetapi juga menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berprestasi dalam bidang olahraga. (Wasana/KIM Depok)




PORDA DIY 2025: Cabang Angkat Berat Perebutkan 27 Medali di Sleman

Sleman – Cabang Olahraga Angkat Berat dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII 2025 resmi dibuka di GOR Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (13/9/2025). Pembukaan dilakukan Aprida Agung Priambada mewakili Ketua Umum KONI DIY.

Acara pembukaan dihadiri perwakilan KONI DIY, Ketua Umum Pengurus Daerah Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABERSI) DIY, serta pengurus PABERSI dari Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta beserta jajarannya, sponsor, dan atlet angkat berat se-DIY.

Reno Candra Sangaji, Ketua Umum Pengda PABERSI DIY, menegaskan PORDA bukan hanya sekadar kompetisi tetapi wadah sinergi untuk melahirkan prestasi baru.

“Kita berharap akan lahir bibit-bibit unggul yang bisa membawa nama Jogja ke level nasional bahkan internasional. Semangatnya jelas: Jogja Tangguh, Prestasi Tumbuh,” ujarnya.

Panitia menyediakan 100 porsi bakso dan es teh gratis bagi penonton setiap hari untuk menciptakan nuansa kebersamaan dan mengundang lebih banyak masyarakat menyaksikan pertandingan. Terdapat 9 kelas yang dipertandingkan, terdiri dari 3 kelas putri dan 6 kelas putra, dengan total 27 medali yang diperebutkan.

Aprida Agung Priambada menyampaikan bahwa PORDA DIY XVII 2025 diselenggarakan di Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah utama, dengan 47 cabang olahraga yang venue-nya tersebar di lima kabupaten/kota. Cabor angkat berat diselenggarakan di GOR Condongcatur pada 13-14 September 2025.

“Ajang olahraga dua tahunan ini diikuti atlet yang akan berlaga pada 47 cabang olahraga dengan 51 sub-cabang dan 549 nomor pertandingan. Total medali diperebutkan,” jelas Aprida.

Ditambahkan Aprida, PORDA menjadi ajang strategis untuk menyaring atlet-atlet potensial daerah yang kelak mampu mengukir prestasi di tingkat nasional bahkan internasional, serta membawa nama harum Daerah Istimewa Yogyakarta. (Wasana/KIM Depok)




SMA Negeri 1 Turi Gelar Fun Run untuk Rayakan Haornas 2025

Sleman – SMA Negeri 1 Turi menyelenggarakan Fun Run dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025 pada Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh civitas akademika, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan, staf outsourcing, hingga mahasiswa praktik.

Fun Run ini tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga merupakan perwujudan nyata komitmen sekolah terhadap visinya dalam mewujudkan lulusan berprestasi dan berwawasan global. Acara ini sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif di lingkungan sekolah, serta mengimplementasikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), khususnya kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Menurut panitia penyelenggara, Miftah Thoha Muhaimin, dan Kuntro Hary Nugroho, acara ini bertujuan untuk merayakan momen penting di bidang olahraga nasional, mewadahi minat siswa pada olahraga lari, dan mempererat tali persaudaraan seluruh elemen sekolah.

Acara dimulai dengan doa dan arahan dari Kepala SMA Negeri 1 Turi, Sri Sunardiyanto, dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Heri Untoro, memberangkatkan peserta putri, sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Yuliyanta, memberangkatkan peserta putra lima menit kemudian. Para guru dan staf juga turut serta, berbaur dengan peserta dalam suasana penuh kebersamaan.

Rute Fun Run dimulai dari SMA Negeri 1 Turi menuju utara, melewati Perumahan Gajah Mada, Pedukuhan Dadapan, hingga Polsek Turi, dan berakhir kembali di sekolah. Usai menempuh perjalanan, para peserta disambut dengan pertunjukan tari kreasi, termasuk salah satu tari yang diikutsertakan dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2025.

Di akhir acara, panitia membagikan hadiah kepada para juara. Untuk kategori putri, juara pertama diraih oleh Febriana Fatimatulazzahro (E4), disusul Syifania Chesya (F2.1) dan Rizky Alfifria (F2.2). Pada kategori putra, Axcel Daniswara (F1.3) meraih juara pertama, diikuti Independen Nusa (F2.4) dan Abelta Alesio R (F1.4). Sementara juara umum diraih oleh Ivan Hernawan (Tenaga Kependidikan), Fachri Rizal (Customer Service), dan Yusuf Dwi Santoso (Guru).

Kegiatan Fun Run diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sekolah. Ke depannya, SMA Negeri 1 Turi berencana memperluas partisipasi dengan mengundang alumni dan masyarakat sekitar untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan menjadikan sekolah sebagai pusat kegiatan positif yang bermanfaat bagi komunitas luas. (Arief Hartanto/KIM Turi Kertomandiri)




Petarung Satlat Demak Ijo Raih 3 Medali Cabor Tarung Derajat PORDA DIY XVII 2025

Sleman – Keberhasilan gemilang diraih Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demak Ijo pada ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul. Tiga petarung andalan mereka berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak di cabang olahraga (Cabor) tarung derajat. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan satlat, tetapi sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet muda lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Kang Feriyadi dan Kang Ruslan selaku pelatih di Sekretariat Satlat Demak Ijo, Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Sleman, Kamis (11/9/2025) pihaknya menerjunkan tiga petarungnya di kelas yang berbeda.

Dengan teknik yang matang, stamina yang prima, serta keberanian menghadapi lawan, mereka menunjukkan kelasnya di gelanggang tarung. Dua medali emas berhasil dipersembahkan melalui penampilan penuh determinasi Muhammad Tegar Abdulgani (Kelas 58,1 – 61 kg) dan Kristanti (Kelas 54,1 – 58 kg).  

Sementara satu medali perak diperoleh Mutiara Nur Fauziah Perak yang bertanding di kelas 58,1 – 62 kg. Hal ini menjadi bukti bahwa perjuangan keras selalu bernilai, meski belum mencapai puncak tertinggi.

Menurut Kang Feriyadi, keberhasilan ini diraih bukan secara instan. Ketiga atlet tersebut telah melewati rangkaian latihan intensif, disiplin, dan konsistensi yang dibangun dalam Satlat Demak Ijo. Para pelatih menekankan bahwa kemenangan di PORDA bukan sekadar hasil dari kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan membaca situasi serta mental berjuang yang tidak mudah menyerah. “Inilah nilai-nilai yang sejak lama ditanamkan dalam tradisi tarung derajat,” tandasnya.

Setiap petarung tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk nama baik Satlat dan daerah. Dukungan antar atlet terlihat jelas saat ketiganya saling menyemangati sebelum bertanding maupun saat menghadapi tekanan berat di atas arena. “Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu kunci sukses mereka,” timpal Kang Ruslan.

PORDA DIY XVII di Gunungkidul sendiri menjadi ajang yang dinanti-nanti karena menjadi panggung bagi para atlet daerah untuk unjuk prestasi. Cabor tarung derajat selalu menarik perhatian publik karena penuh dinamika, memadukan kekuatan, kelincahan, dan strategi. Prestasi Satlat Demak Ijo di tahun ini menegaskan eksistensi mereka sebagai salah satu satlat yang patut diperhitungkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai pelatih, mereka mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya capaian ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju target yang lebih besar yaitu ajang kompetisi tarung derajat tingkat nasional. Harapannya, keberhasilan di PORDA dapat menjadi batu loncatan bagi para petarung untuk menembus kejuaraan yang lebih bergengsi dan membawa nama DIY ke kancah nasional.

Catatan sejarah manis telah ditorehkan Satlat Demak Ijo. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa tekad, latihan keras dan kebersamaan mampu mengantarkan seseorang menuju puncak. Demak Ijo kini berdiri tegak sebagai inspirasi, bahwa dari Satlat kecil di Banyuraden, Sleman, lahir petarung-petarung tangguh yang siap mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Catur Kabupaten Sleman Raih 7 Emas dan Jadi Juara Umum PORDA XVII DIY 2025

Sleman – Kontingen atlet catur Kabupaten Sleman mencetak prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025, yang berlangsung pada 2 hingga 7 September 2025 di BMT Dana Insani, Gunungkidul. Tim catur Kabupaten Sleman berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi total 14 medali terdiri dari tujuh emas, dua perak, dan lima perunggu.

Dari total 12 medali emas yang diperebutkan di cabang olahraga catur, Sleman sukses merebut lebih dari setengahnya. Capaian ini sekaligus melampaui target awal kontingen yang hanya menargetkan lima medali emas.

Berikut daftar peraih medali dari kontingen Sleman, medali emas diraih oleh Kenny Horashino Bach untuk kategori Perorangan Catur Standar, Shafira Devi Herfesa dengan ketegori Perorangan Catur Standar dan Catur Kilat, Muhammad Kahfi Maulana kateogir Perorangan Catur Cepat dan Catur Kilat, Tim Beregu Putra ketegori Catur Cepat, dan Tim Beregu Putri kategori Catur Kilat.

Kemudian medali perak diraih oleh Chavi Alisha Egbert Dawan ketegori Perorangan Catur Standar, dan Syifa Aliyya untuk kategori Perorangan Catur Cepat.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Anna Wening kategori Perorangan Catur Cepat, Awang Putra Sembada kategori Perorangan Catur Kilat, Zhendy Afriansyah kategori Perorangan Catur Cepat, Tim Beregu Putri kategori Catur Standar, dan Tim Beregu Putri ketegori Catur Cepat.

Official kontingen Sleman, Ilham Agus Prasetyo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang telah berjuang keras mengharumkan nama daerah.

“Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil dari bakat individu, melainkan buah dari kerja kolektif yang panjang. Semua sudah bekerja keras dan hasil ini sudah melebihi target kami,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengda Percasi DIY, Jumariyanto, mengungkapkan kepuasannya atas kelancaran seluruh pertandingan catur yang digelar selama PORDA.

“Positifnya, di PORDA kali ini banyak daerah yang sudah memainkan pecatur-pecatur muda yang berkualitas. Artinya, pembinaan dan pembibitan di masing-masing daerah sudah sangat bagus dan tinggal dimaksimalkan untuk ke level nasional,” jelasnya.

Dengan raihan ini, Kabupaten Sleman menegaskan dominasinya di cabang olahraga catur dan membuka peluang lebih besar untuk bersaing di ajang yang lebih tinggi di tingkat nasional. (Ilham Agus / KIM Seyegan)