Peresmian Academy Mororejo: Sekolah Bola Voli Gratis

Sleman – Pemerintah Kalurahan Mororejo, Tempel resmi meluncurkan sekolah bola voli gratis bernama Academy Mororejo, pada Rabu (10/9/2025). Peresmina berlangsung di Lapangan Bola Voli padukuhan Domban, Mororejo, Tempel, bersamaan dengan bergulirnya event tahunan Mororejo Fest 2025.

Hadir dalam kegiatan ini Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, Panewu Tempel, Dakiri, Kapolsek Tempel, Gunawan Setyabudi, Danramil 04 Tempel, Kapten Infantri Edi Widodo dan sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya Panewu Tempel memberikan apresiasi dan dukungan atas peluncuran sekolah bola voli ini. Ia pun berharap sekolah tersebut dapat memunculkan bibit atlet berkualitas.

“Academy Mororejo ini semoga dapat menjadi wadah pembinaan dan pencetakan atlet bola voli berkualitas baik ditingkat lokal maupun nasional. Melalui atlet atlet berprestasi yang akan dilahirkan dari sekolah ini harapan nya dapat mengharumkan nama Kalurahan Mororejo. Untuk itu apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah Kalurahan Mororejo atas diluncurkannya sekolah bola voli ini dan dari pemerintah Kapanewon Tempel akan selalu memberikan dukungannya,” ungkap Dakiri.

Lurah Mororejo, Jaka Ristanta menjelaskan bahwa sekolah bola voli ini diinisiasi oleh Pemerintah Kalurahan Mororejo untuk dapat memberikan kontribusi bagi munculnya calon atlet atlet muda.

 “Dalam Academy Mororejo ini seluruh siswa dari kelas 3 SD hingga SMA akan dibina secara gratis karena sasaran sekolah bola voli ini membidik siswa dari kalangan pelajar. Mereka nantinya akan diklasifikasikan pemula, remaja, junior dan senior. Pembinaan usia dini ini mengarah pada program jangka panjang,” ujar Jaka.

“Hasil pembinaan atlet di Academy ini diharapkan dapat tembus sebagai atlet nasional. Karena pembinaan olahraga khususnya cabang bola voli tak semudah membalikkan telapak tangan kami datangkan dua pelatih handal yang akan melatih dua kali dalam seminggu dan sudah mulai dilaksanakan sejak 3 Nopember 2024 yang lalu dan tanpa dipungut biaya. Mereka akan melatih dan membina sesuai dengan modul yang sudah disusun sehingga jelas teknik dan target yang dicapai dalam latihan,” sambungnya.

Peluncuran Sekolah Bola Voli Academy Mororejo ditandai dengan pelepasan balon dipimpin Lurah Mororejo. Dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi antara tim putra dan putri Academy Mororejo melawan tim Voly Jago Sinduadi, Mlati, Sleman. (sbd Kim Tempel)




Kontingen Drumband Sleman Siap Berkompetisi di PORDA DIY XVII 2025

Sleman – Kontingen drumband Kabupaten Sleman bersiap mengikuti Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII 2025 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 12 mata lomba drumband akan diselenggarakan di tiga lokasi berbeda, mulai 10 hingga 16 September 2025.

Pertandingan perdana akan dilaksanakan di GOR Siyono pada 10 September, dengan mata lomba Lomba Baris Berbaris (LBB) dan Lomba Unjuk Gelar (LUG). Selanjutnya, Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) akan digelar di Jalan Raya Gunungkidul pada 11–13 September, meliputi kategori putri 4 km, putra 6 km, serta mix 4 km dan 6 km. Kompetisi kemudian berlanjut di Stadion Handayani pada 14–16 September untuk Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) dengan berbagai kategori jarak.

Sebelum berangkat, kontingen Sleman menggelar acara pamitan dan doa bersama di Pendopo DPRD Sleman pada Sabtu (6/9/2025). Lasiman, Ketua Umum Pengurus Kabupaten Persatuan Drumband Indonesia Sleman, menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD Sleman yang menyediakan fasilitas latihan.

“Ini bentuk dukungan nyata bagi kami untuk menargetkan juara umum,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris DPRD Sleman, Muhamad Aji Wibowo serta Ketua II KONI Sleman, Endang Rini Sukamti, yang memberikan motivasi kepada atlet untuk berjuang maksimal. “Prestasi adalah buah dari kerja keras dan disiplin. Berikan yang terbaik untuk daerah kita,” pesan Endang Rini. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Mahasiswa KKN UNY Edukasi Warga Sleman Terkait Penanganan Pertama Cedera

Sleman – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2025 menyelenggarakan sosialisasi penanganan cedera, pemijatan (massage), dan exercise bagi warga Padukuhan Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan yang digelar usai senam rutin warga tersebut berlangsung di Aula Padukuhan Penen pada Minggu (24/8/2025) pagi.

Acara yang ditujukan bagi anggota ‘Club Penen Sehat’ ini menghadirkan Salma Ameliawati, mahasiswa program magister UNY, sebagai narasumber. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKN UNY, Riyan, menekankan pentingnya pengetahuan penanganan cedera dalam aktivitas sehari-hari.

“Penanganan awal cedera sangat krusial karena dapat mencegah kondisi yang lebih serius. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga dapat memahami dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dengan benar,” ujar Riyan.

Salma Ameliawati memaparkan definisi cedera sebagai kerusakan pada tubuh akibat tekanan fisik, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat memengaruhi otot, tulang, sendi, serta jaringan lain. Ia menjelaskan perbedaan antara cedera akut yang terjadi mendadak, seperti akibat jatuh atau benturan, dan cedera kronis yang berkembang secara bertahap akibat cedera akut yang tidak tertangani dengan baik.

“Tubuh perlu aktif digerakkan untuk meminimalisir risiko cedera. Kurang gerak dapat menyebabkan kekakuan, misalnya pada pundak, sementara peradangan yang tidak diobati dengan tuntas juga berpotensi menimbulkan cedera,” jelas Salma.

Sebagai solusi penanganan awal cedera, Salma memperkenalkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Pertama adalah Rest yaitu mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Berikutnya adalah Ice, yaitu mengompres dengan es untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Langkah berikutnya adalah Compression yaitu membalut untuk membatasi pergerakan. Terakhir adalah Elevation dengan meninggikan bagian cedera untuk memperlancar aliran darah.

Salma juga menjawab sejumlah pertanyaan peserta, termasuk mengenai keluhan kesemutan yang sering dialami kelompok lansia. Menurutnya, kesemutan dapat disebabkan oleh kurangnya peregangan, kebugaran tubuh yang menurun, kekurangan vitamin B12, atau dehidrasi.

“Konsumsi makanan kaya vitamin B12, seperti buah bit, serta menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Penting juga untuk mengurangi asupan manis dan minuman bersoda,” tandasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan cedera yang tepat serta penerapan pola hidup sehat. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Jalan Sehat Satukan Warga Salakan di Hari Kemerdekaan

Sleman – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen penting bagi masyarakat di berbagai daerah. Di Padukuhan Salakan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (24/8/2025), kegiatan jalan sehat menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, sekaligus wujud syukur warga atas nikmat kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang bangsa.

Jalan sehat bukan hanya menggerakkan tubuh, namun juga menggerakkan semangat persaudaraan di antara warga. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua bisa turut serta tanpa merasa terbebani. Inilah yang membuat kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merangkul kebersamaan.

Sebagai penanda dimulainya jalan sehat, Dukuh Salakan, Suyana melakukan pengguntingan pita merah putih dihadapan ratusan peserta. Selain manfaat sosial, kegiatan ini membawa dampak positif bagi kesehatan fisik masyarakat. Aktivitas berjalan kaki mampu meningkatkan kebugaran, memperlancar peredaran darah, sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

“Dengan tubuh yang sehat, masyarakat dapat lebih produktif dalam bekerja dan beraktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Menurut Suyana, selain lomba-lomba tradisional, jalan sehat mampu mengumpulkan lebih banyak warga dalam satu kegiatan bersama. Terlebih, disediakan doorprize yang menambah semangat peserta untuk ikut serta hingga garis akhir.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan jalan sehat ini membawa dampak positif dalam kehidupan sosial warga. Mereka yang jarang bertemu bisa bercengkerama, memperkuat hubungan antar tetangga, bahkan mempererat ikatan antar generasi. Semangat gotong royong pun semakin tumbuh karena kegiatan ini dipersiapkan bersama-sama.

Lebih jauh, jalan sehat dalam peringatan kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia ini pun mengandung nilai edukasi. Anak-anak belajar arti persatuan, kebersamaan, sekaligus menghargai perjuangan para pahlawan. Mereka melihat bagaimana orang tua, pemuda, hingga kakek-nenek bisa berjalan bersama dengan semangat yang sama yakni merayakan kemerdekaan dalam kebersamaan.

Tak kalah penting, jalan sehat dengan rute wilayah Padukuhan Salakan menghadirkan suasana gembira yang menyatukan warga. Senyum dan semangat yang terpancar sepanjang perjalanan menjadi energi positif yang menular. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara seremonial saja, tetapi juga dengan kebersamaan yang menyehatkan jiwa dan raga.

Dukuh Salakan, Suyana pun memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang terlibat dalam mempersiapkan acara. Menurutnya, kerja sama ini menunjukkan bahwa warga Salakan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungannya dan mampu menghidupkan semangat kebersamaan dalam peringatan hari kemerdekaan. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi warga Salakan untuk semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Senam dan Jalan Sehat Warga Sombangan Semarakkan HUT RI ke-80

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Muda-Mudi Mekar Arum Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar senam dan jalan sehat pada Minggu (24/8/2025). Kegiatan ini diikuti antusias oleh warga setempat.

Pengibaran bendera start dilakukan oleh Carik Sumbersari Junaidi. Pada kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi generasi muda Sombangan dalam memperingati HUT RI ke-80 melalui berbagai kegiatan, termasuk senam dan jalan sehat.

“Semoga warga Sombangan selalu sehat dan waras,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kalurahan Sumbersari merasa tersanjung dan bangga dengan kemeriahan HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat.

“Hari ini saja ada tujuh padukuhan yang menyelenggarakan kegiatan jalan sehat, sepeda gembira, dan lain-lain. Hal tersebut membuktikan bahwa warga Sumbersari cinta RI dan menghargai para pahlawan kemerdekaan,” pungkasnya.

Kegiatan senam sehat diikuti oleh 296 warga Sombangan, mulai dari balita hingga lansia. Panitia menyediakan berbagai doorprize, dengan hadiah utama satu unit sepeda gunung.

Ketua Panitia Iqbal Dwi Kurniyanto menyampaikan terima kasih kepada warga Sombangan dan sponsor atas partisipasinya. Ia juga mengungkapkan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan rasa cinta tanah air dan memupuk persatuan warga Sombangan.

“Semoga warga Sombangan selalu sehat, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta tetap guyub rukun selamanya,” tuturnya.

Kemeriahan senam dan jalan sehat diakhiri dengan hiburan dari Elekton Erlangga Jaya Yogyakarta. (Giek/KIM Moyudan)