Lomba Senam Ibu-Ibu Antar RT Meriahkan HUT RI ke-80 di Padukuhan Sedogan

Sleman – Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, menggelar Lomba Senam Ibu-Ibu Antar RT dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang semula direncanakan di Halaman Kavling RT 04 terpaksa dipindahkan ke Balai Warga Sedogan akibat hujan deras pada Minggu (3/8) pukul WIB.

Lomba ini diikuti perwakilan ibu-ibu dari seluruh RT di Padukuhan Sedogan dengan penampilan penuh semangat dan kekompakan. Berbalut kostum senam warna-warni, para peserta menampilkan gerakan energik diiringi musik yang memompa semangat. Sorak-sorai penonton turut memeriahkan suasana.

Aisyah Putri Wulansari, Dukuh Sedogan, menyatakan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi.

“Senam tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga. Ini wujud nyata semangat ‘sehat bersama, kuat bersama’ dalam menyambut kemerdekaan,” ujar Aisyah.

Ia menambahkan, kegiatan ini membuktikan semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui gaya hidup sehat dan solidaritas warga.

Dewan juri, termasuk Nur Priyati yang juga instruktur senam, menilai peserta berdasarkan kekompakan gerakan, ekspresi, kreativitas kostum, dan energi.

“Saya bangga melihat antusiasme ibu-ibu Sedogan. Selain semangatnya tinggi, kreativitas kostum dan formasi gerak mereka sangat menghibur dan inspiratif,” kata Nur.

Ia berharap lomba ini memotivasi ibu-ibu untuk tetap aktif menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kebersamaan sosial.

Handayani, peserta dari RT 005, berbagi pengalamannya mengikuti lomba. “Proses latihan melelahkan tapi menyenangkan. Kami berkumpul hampir setiap sore, berlatih sambil tertawa. Yang terpenting bukan menang atau kalah, tapi kebersamaan yang terjalin,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan setiap tahun agar ibu-ibu tetap aktif dan sehat.

RT 01 keluar sebagai juara pertama berkat gerakan kompak, formasi rapi, dan kostum kreatif. Wiwik, salah satu anggota tim, mengungkapkan kebanggaannya.

“Kami berlatih hampir setiap malam meski usia sudah tidak muda lagi. Kemenangan ini buah dari kerja sama dan semangat kami,” tuturnya.

Selain RT 01, RT 05 dan RT 04 masing-masing meraih juara kedua dan ketiga. Lomba ditutup dengan penyerahan hadiah sebagai apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. (Ais/KIM Ceria Lumbungrejo)




Revolution Academy Sleman Raih 10 Medali di Kejurnas Taekwondo Walikota Cup XII 2025

Sleman – Revolution Academy dari Kabupaten Sleman mencatat prestasi gemilang dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grade C Taekwondo Walikota Cup XII 2025 yang digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Selama dua hari kompetisi (2-3/8), dojang ini berhasil membawa pulang total 10 medali, terdiri dari 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Kejuaraan yang diikuti 750 atlet dari berbagai provinsi ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Rudy Kushardijanto. Danang Dwi Asmoro dari KONI DIY menyatakan bahwa event ini menjadi ajang penting untuk menjaring bakat-bakat baru taekwondo dalam persiapan menghadapi berbagai kompetisi daerah maupun nasional.

Tim Revolution Academy mengirimkan 10 atlet terbaiknya yang didampingi oleh pelatih Arif Yudhi dan Arjun Uswatan. Prestasi terbaik ditunjukkan oleh Jihan Makaila Wibawa (MTsN 3 Sleman) yang meraih emas di kategori Kyorugi Cadet U55 kg, bersama tiga atlet lainnya yaitu Anindya Rachel Mahendra, Hanif Darpa Athaya, dan Mutiara Ramadhani yang masing-masing meraih emas di kategori berbeda.

Dr. Nurulia Hidayah, penasihat Revolution Taekwondo Academy, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini. “Hasil ini membuktikan kerja keras para atlet selama latihan. Kami berharap ini bisa memacu semangat mereka untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Keberhasilan Revolution Academy tidak hanya menjadi kebanggaan tim pelatih, tetapi juga bagi sekolah-sekolah asal para atlet dan orang tua mereka. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Revolution Academy sebagai salah satu dojang taekwondo terkemuka di wilayah Sleman yang mampu bersaing di tingkat nasional. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Prestasi Membanggakan, Atlet Taekwondo Sleman Borong Medali di Kapolri Cup VI 2025

Sleman – Delegasi atlet taekwondo Kabupaten Sleman berhasil menorehkan prestasi gemilang dikancah nasional. Dalam kejuaraan taekwondo Pekan Olahraga Nasional (PON) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Cup VI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Olah Raga Jatidiri Semarang, kontingen Sleman berhasil menyabet dua medali emas dan tiga medali perak. Hal tersebut dikatakan Pelatih Tim Revolution Sleman, Arifin Yudi di kediamannya Sambisari, Ngemplak, Sleman, Selasa (29/7/2025).

Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian anak asuhnya yang mampu bersaing di antara ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, dan umum se-Indonesia yang mempertandingkan Poomse (Jurus) dan Kyorugi (Pertarungan). Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari latihan panjang yang dijalani para atlet secara konsisten selama beberapa bulan terakhir.

“Capaian ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar taekwondo Sleman, namun juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga di daerah terus menunjukkan hasil positif,” ucap Yudi.

Tim Revolution meraih medali emas lewat atlet asal Kalasan, Savira Rizky Kusuma Wardhani yang bertanding di Kategori Kyorugi Putri U62 kg, dan atlet asal Berbah, Arjun Uswatun Khori Safitri kategori Kyorugi Senior Putri U67 kg.

Sedangkan medali perak didapatkan dari atlet asal Kalasan, Dhelfiana Pramudya Wardhani di kategori Kyorugi Senior Putri U49 kg. Kemduian atlet asal Depok, Rivaldo Jaka Pradana Putra di kategori Kyorugi Senior Putra U80 kg, dan atlet asal Prambanan, Arfa’ni Darojatun yang turun di Kategori Poomsae Senior Putri.

Yudi juga menyoroti pentingnya kerja sama yang erat antara pelatih, orang tua, dojang (aula latihan), dan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari ekosistem pembinaan yang sehat dan kolaboratif.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua yang selalu mendampingi, dojang yang konsisten melatih dari usia dini, dan dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman adalah kunci sukses kita hari ini,” tegasnya.

Harapannya, prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi atlet lain di Sleman agar terus berlatih dan tidak cepat puas. Target pada kejuaraan berikutnya, Sleman bisa memperluas capaian dengan lebih banyak nomor yang diikuti dan medali yang diraih.

“Ini baru awal. Kami ingin membawa atlet Sleman tembus ke pelatnas, dan kelak berdiri di podium internasional mengibarkan Merah Putih,” ungkapnya optimistis.

Sementara itu, Savira Rizky Kusuma Wardhani yang mendampingi Arifin Yudi mengaku sangat bersyukur dan terharu atas pencapaiannya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai mimpi yang jadi kenyataan setelah perjuangan panjang dan latihan keras selama berbulan-bulan.

“Rasanya campur aduk, antara bangga dan bahagia. Setiap hari saya latihan dengan target ini, jadi ketika akhirnya bisa berdiri di podium tertinggi, rasanya seperti tidak percaya,” ujarnya dengan mata berbinar.

Akhirnya, Yudi berharap momen ini menjadi awal kebangkitan olahraga bela diri di Sleman. Pihaknya akan terus konsisten membina, mengevaluasi, dan mendampingi para atlet agar bisa naik ke level internasional.

“Medali hanyalah symbol, yang paling penting adalah membangun generasi muda Sleman yang sehat, tangguh, dan membawa harum nama daerahnya,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Gateball Kian Digemari, Sleman Jadi Ladang Subur Perkembangannya

Sleman – Olahraga Gateball kini mulai melanda Sleman. Hampir seluruh kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman memiliki setidaknya satu lapangan rumput, bahkan beberapa lebih dari satu, yang menjadi faktor pendukung utama pesatnya perkembangan olahraga ini.

“Gateball yang masuk ke Jogja sekitar tahun 2008 kini berkembang pesat,” ujar Surayati Supangat, pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sleman, di sela-sela kegiatan latihan di Lapangan Pemda Sleman, Sabtu (26/7/2025).

Gateball dikenal sebagai olahraga ringan yang tidak membatasi usia maupun jenis kelamin. “Justru yang paling menarik, tua-muda, laki-laki-perempuan bisa membaur dan main bersama,” ujar Surayati, pensiunan arkeolog dari Dinas Kebudayaan, yang masih aktif bermain di usia senja.

Menurutnya, selain di Lapangan Pemda Sleman, aktivitas serupa juga rutin dilakukan di Alun-Alun Denggung dan beberapa lapangan lain di wilayah Sleman. Olahraga ini telah menjadi media pertemuan lintas usia dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Gateball berasal dari olahraga Croquet dari Perancis, yang kemudian diadaptasi menjadi permainan baru oleh seorang veteran perang Jepang pada tahun 1947. Permainan ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1974, diperkenalkan oleh turis Jepang di Bali. Kini, Gateball telah diakui KONI, dipertandingkan sebagai exhibition sport di PON, dan direncanakan masuk dalam ajang SEA Games mendatang.

Permainan ini melibatkan dua regu, masing-masing memainkan bola berwarna merah dan putih. Bola yang lebih berat dari bola tenis dipukul menggunakan tongkat khusus melewati serangkaian gawang kecil. Meskipun tampak sederhana, permainan ini membutuhkan strategi dan kerja sama tim yang kuat.

Dengan karakteristiknya yang inklusif dan ringan, Gateball tak hanya menjadi olahraga baru di Sleman, tetapi juga sarana interaksi sosial yang menyenangkan dan edukatif. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Atlet Karate Kyokushin KORMI Berpamitan Minta Doa Restu Lurah Condongcatur

Sleman – Saat ini banyak bibit-bibit berprestasi dari Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, yang menjadi atlet nasional dan dunia dari berbagai bidang olahraga.

Terbaru, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii atlet karate Kyokushin didampingi orang tuanya dan Dukuh Joho berpamitan dan meminta doa restu kepada Lurah Condongcatur, Jumat (25/7/2025).

Pada kesempatan itu, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii mohon doa restu mengikuti kejuaraan Fornas ke VIII 2025 yang akan di selengarakan di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 28 – 29 Juli 2025

“Mohon doa restu dan dukunganya Bapak Lurah dan segenap warga Condongcatur dan warga DIY umumnya agar dalam pertandingan nanti diberikan kelancaran dan dapat mempersembahkan hasil yang terbaik untuk Kontingen DIY dan menjadi juara Tristan dan Celena,” ucap Arjuna Tristan Nirwasita.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji memberikan motivasi dan arahan bagi Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii yang akan berlaga di Nusa Tenggara Barat.

“Selamat dan sukses untuk dua atlet kebanggaan Condongcatur yang akan bertanding di Nusa Tenggara Barat. Bertandinglah dengan semangat, sportivitas, dan mental juara dan selalu jaga nama baik daerah,” ujarnya.

“Tunjukkan sikap santun, disiplin, dan pantang menyerah. Kami seluruh warga Condongcatur bangga dan akan terus mendoakan keberhasilan kalian. Bawa pulang prestasi, buktikan Condongcatur bisa,” tandas Reno.

Lurah Condongcatur juga memberikan sumbangan uang secara pribadi sekadar untuk penyemangat dan motivasi kedua atlet tersebut. (Wasana / KIM Depok)