Kompetisi Catur Cepat Sleman 2025: Asah Bakat, Cetak Prestasi Atlet Muda

Sleman — Sebanyak 85 atlet muda dari berbagai wilayah di Sleman menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Kompetisi I Catur Cepat Sleman 2025, yang digelar pada Minggu (6/7/2025), bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Lantai 3 Kantor Bupati Sleman. Mengusung tema “Wujudkan Mimpi, Meraih Prestasi”, ajang ini menjadi panggung penting untuk pembinaan atlet usia dini dan remaja.

Kompetisi ini dibagi dalam dua kategori yaitu Kategori A untuk usia 13–18 tahun dengan 46 peserta, serta Kategori B untuk usia 12 tahun ke bawah dengan 39 peserta

Pertandingan dilaksanakan secara maraton selama satu hari, dari pagi hingga sore, dan memperebutkan gelar Juara 1, 2, 3, serta Harapan I dan II di masing-masing kategori.

Ketua Panitia, Ilham Agus Prasetyo, menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan uji kemampuan.

“Kegiatan ini adalah uji taruna bagi atlet usia dini dan remaja untuk terus mengasah prestasi di berbagai level, mulai daerah hingga nasional,” ujarnya.

Apresiasi datang dari para orang tua peserta. Budi, salah satu orang tua atlet, menekankan pentingnya kontinuitas kegiatan serupa.

“Kegiatan seperti ini harus rutin digelar agar dapat membangun mental tanding dan mematangkan potensi anak sejak dini,” ujarnya. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Menuju Indonesia Bugar 2045, KORMI DIY Gelar Latihan Bersama Bio Energy Power

Sleman — Dalam upaya mendukung program nasional Menuju Indonesia Bugar 2045, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Komunitas Beres Indonesia (KBI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Bersama (Latbergab) Senam Bio Energy Power, Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan wisata Jogja Agro Park (JAP), Kalurahan Kemiri, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, dan diikuti oleh sekitar 35 Rumah Sehat dari berbagai wilayah di DIY.

Ribuan peserta memadati lokasi sejak pagi hari dengan penuh semangat. Mereka tampil seragam mengenakan kaos merah dan celana putih, sementara para pelatih menggunakan kaos putih dan celana hitam. Pelatih perempuan tampak kompak mengenakan jilbab merah, menciptakan suasana latihan yang rapi dan profesional.

Latihan ini bukan hanya sekadar olahraga fisik, tetapi juga menjadi momen silaturahmi antar Rumah Sehat, penguatan jejaring komunitas, serta ajang berbagi semangat hidup sehat. Nuansa kekeluargaan dan rekreatif terasa kental di tengah sesi senam yang dipandu instruktur berpengalaman.

Beragam fasilitas juga disiapkan oleh panitia, mulai dari snack, makan siang, voucher belanja, doorprize menarik, hiburan, hingga spot foto yang instagramable. Seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus motivasi bagi peserta untuk terus menjalani gaya hidup sehat.

Ketua Rumah Sehat Candi 3 Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Edisam Taufik, mengungkapkan apresiasinya. “Saya merasa sangat berbahagia bisa hadir di Latihan Bersama ini. Ini momentum luar biasa untuk memperkuat jaringan komunitas dan membangun semangat hidup sehat secara kolektif,” ujarnya.

Senada, Dukuh Candi 3, Irvan Wildana, menekankan pentingnya kegiatan positif seperti ini. “Bio Energy Power sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan berkumpul, bergerak bersama, kita tidak hanya meningkatkan imun, tetapi juga mempererat persaudaraan,” katanya.

Senam Bio Energy Power sendiri merupakan olahraga olah gerak dan olah napas yang memanfaatkan energi alami tubuh. Gerakan dalam senam ini bertujuan menyeimbangkan energi, memperbaiki metabolisme, serta meningkatkan vitalitas tubuh secara alami.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat visi KORMI DIY dalam memasyarakatkan olahraga rekreasi sebagai aktivitas yang murah, menyenangkan, dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Latihan Bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kalurahan dan komunitas lain di DIY untuk terus aktif, sehat, dan bahagia menuju Indonesia Bugar 2045. ESK – KIM DSN




Pemkab Sleman Berikan Penghargaan untuk Atlet Berprestasi POPDA 2025

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada para atlet pelajar yang berprestasi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY Tahun 2025. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, dalam acara yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (1/7/2025).

Kontingen Kabupaten Sleman berhasil meraih peringkat kedua dalam POPDA DIY 2025 dengan total perolehan 259 medali, terdiri dari 72 medali emas, 88 medali perak, dan 99 medali perunggu.

Dalam sambutannya, Susmiarto menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan para atlet pelajar yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sleman di tingkat provinsi.

“Ini capaian yang patut dibanggakan. Di tengah persaingan ketat antar pelajar se-DIY, para atlet Sleman menunjukkan potensi besar, semangat juang tinggi, dan komitmen luar biasa dalam meraih prestasi terbaik,” ujar Susmiarto.

Ia berharap, penghargaan yang diberikan Pemkab Sleman ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi di masa depan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap prestasi anak-anak muda Sleman. Semoga bisa menjadi pemicu semangat untuk meraih prestasi lebih tinggi, bahkan hingga tingkat nasional,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Heru Saptono, menjelaskan bahwa penghargaan ini bertujuan memberikan motivasi kepada para insan olahraga, khususnya atlet pelajar dan pelatih, agar terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga di Sleman.

“Total atlet pelajar kontingen Sleman berjumlah 333 orang dari 33 cabang olahraga. Mereka didampingi oleh 59 pelatih dari 18 cabang olahraga,” jelas Heru.

Beberapa cabang olahraga yang berhasil meraih gelar juara umum antara lain Catur, Taekwondo, Menembak, Woodball, Wushu, dan Sepak Takraw. Sebagai bentuk apresiasi, atlet dan pelatih peraih medali emas mendapatkan penghargaan sebesar Rp3 juta, medali perak Rp2 juta, dan medali perunggu Rp1,5 juta.




Tim Sleman Sabet Juara 2 dan 3 di Liga Catur Yunior Jateng-DIY

Sleman — Kontingen Kabupaten Sleman meraih prestasi membanggakan dalam ajang Liga Catur Yunior Beregu Campuran Jawa Tengah, yang digelar di Pendopo Pangayoman, Rumah Dinas Bupati Temanggung, pada Minggu (29/6/2025). Dua tim asal Sleman sukses menyabet juara dua dan tiga, menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah.

Kejuaraan ini diikuti oleh 22 tim dengan total 88 peserta dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertandingan berlangsung kompetitif, dengan atmosfer penuh semangat dan sportivitas.

Tim Sleman mengirimkan tujuh tim sebagai perwakilan. Hasil gemilang diraih oleh Sembada 1 yang meraih juara dua, serta Sembada 2 di posisi juara tiga. Sementara juara pertama diraih oleh tim asal Jawa Tengah, 64 Squares.

Ilhan Agus Prasetyo, selaku official Tim Sleman, menyampaikan pentingnya kompetisi seperti ini bagi para atlet usia dini.

“Atlet pelajar perlu diberikan ruang untuk bertanding agar berkembang secara kuantitas dan kualitas. Liga ini sangat baik untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus mental bertanding,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang memberikan apresiasi kepada para peserta.

“Tetap semangat untuk terus berproses dan bermimpi meraih prestasi,” pesan Bupati kepada para atlet muda.

Liga Catur Yunior ini merupakan turnamen berjenjang. Putaran ketiga dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kontingen Sleman pun berkomitmen terus melakukan pembinaan dan pendampingan, guna mencetak atlet-atlet muda berprestasi di kancah regional dan nasional. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Kejurkab Catur Sleman 2025: Dari Sleman untuk Dunia

Sleman— Kejuaraan Catur Kabupaten (Kejurkab) Sleman 2025 menjadi ajang pembuktian semangat dan potensi generasi muda dalam meraih prestasi. Bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, turnamen ini diikuti oleh 130 peserta dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Mengusung tema “Langkah Emas Menuju Papan Juara – Wujudkan Mimpi, Taklukkan Strategi,” kejuaraan diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Sleman. Sebanyak 14 kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok A hingga G, untuk putra dan putri.

Suasana kompetitif dan penuh sportivitas terlihat sepanjang pertandingan. Para peserta, mulai dari pemula hingga atlet berpengalaman, menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tiap langkah catur yang dimainkan.

“Kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi membuka ruang bagi lahirnya pecatur muda berbakat yang dapat mengharumkan nama Sleman dan Indonesia,” ujar Ketua Panitia, Ilham Agus Prasetyo, Minggu (22/6/2025).

Kejurkab ini merupakan program tahunan PERCASI Sleman yang bertujuan melakukan pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial. Salah satu inspirasi utama kegiatan ini adalah Shafira Devi Herfesa, atlet catur asal Sleman yang telah menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Sleman, serta organisasi dan pelaku usaha seperti HIPMI Sleman, Bank Sleman, BPD DIY, DRW Skincare, Hara Chicken, PDAM Sleman, dan lainnya.

Media partner RRI serta tim teknis dari wasit, relawan, dan panitia turut memberikan kontribusi signifikan.

Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi kepada PERCASI Sleman atas inisiatif dan kemandiriannya dalam menyelenggarakan kejuaraan ini di tengah keterbatasan anggaran.

“Ini bukti bahwa prestasi bisa tumbuh dari kolaborasi. Dunia usaha dan komunitas dapat menjadi tulang punggung pembinaan olahraga daerah,” ujar Gustan.

Ia juga mendorong agar ke depan, ajang olahraga seperti ini bisa bersinergi lebih kuat dengan Dinas Pariwisata, PHRI, dan HIPMI agar catur tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata lokal.

Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurkab Catur Sleman menjadi investasi bagi masa depan. Melalui catur, peserta belajar tentang strategi, kesabaran, dan ketekunan. Harapannya, dari ajang ini akan lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dari aula sederhana ini, mimpi besar dimulai,” kata Ilham. “Catur adalah perjalanan panjang—dan Sleman telah memulainya dengan langkah berani,” pungkasnya. (Ilham Agus/KIM Seyegan)