Incar Medali ANC 2025, Tim Futsal Putra Smadita Mantapkan Persiapan

Sleman – Tim Futsal SMA Angkasa Adisutjipto (Smadita) Yogyakarta terus menggeber persiapan menjelang turnamen Axis National Cup (ANC) 2025 yang akan digelar di GOR Pangukan, Tridadi, Sleman, pada 1-3 Agustus 2025 mendatang.

Dengan progres latihan maksimal, pihak tim memasang target meraih medali kejuaraan dalam gelaran futsal antar SMA/SMK sederajat se-DIY tersebut.

Pelatih Tim Futsal Putra Smadita, Gabriel Nathan Wungow mengatakan bahwa fokus utama saat ini tertuju pada persiapan fase pra-eliminary ANC 2025 yang mulai digelar dua bulan mendatang.

“Persiapan kami hampir rampung. Sekarang tinggal mematangkan beberapa aspek teknis sebelum tampil perdana di fase pra-eliminary nanti,” ungkap Coach Gebby, sapaan akrabnya, pada Selasa (17/6/2025).

Sebagai bagian dari strategi pematangan tim, skuad tim Futsal Putra Smadita telah menjalani beberapa kali laga uji coba. Hasilnya cukup memuaskan dengan beberapa kemenangan dan juga kekalahan.

Coach Gebby menilai, uji coba semacam ini penting untuk mengukur kekompakan, kesiapan, dan efektivitas permainan tim yang akan bertanding.

“Uji coba seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan performa tim,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan, latihan rutin yang seperti saat ini dilakukan menjadi momentum penting sebagai ajang evaluasi, dan diharapkan dapat mengasah kemampuan antarpemain dan memperkuat kerja sama tim.

“Kami berharap anak-anak ini nanti dapat menunjukkan performa maksimal dan semangat juang yang tinggi saat berlaga,” katanya.

Secara fisik, Coach Gebby mengatakan kondisi pemain saat ini sudah siap untuk berkompetisi.

Ia juga turut mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah yang disebutnya cukup membantu dan mendukung keberlangsungan tim Futsal Putra Smadita, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. (Athiful/KIM Depok)




Lapangan Klidon, Pusat Olahraga dan Penggerak Ekonomi Warga Sukoharjo

Sukoharjo — Kalurahan Sukoharjo kini memiliki ikon baru yang menjadi kebanggaan warganya. Lapangan Klidon, yang sebelumnya hanya berupa lahan terbuka biasa, telah disulap menjadi kawasan multifungsi yang menjadi pusat aktivitas olahraga dan ekonomi masyarakat. Berada di lokasi strategis, lapangan ini kini menjadi ruang publik favorit warga dari berbagai kalangan.

Setiap pagi dan sore, Lapangan Klidon selalu ramai dikunjungi. Udara sejuk, fasilitas yang memadai, serta lingkungan yang bersih menjadikan tempat ini ideal untuk berolahraga, bersosialisasi, hingga berjualan. Warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, memanfaatkan area ini untuk jogging, bermain, atau sekadar bersantai bersama keluarga.

Fasilitas utama kawasan ini adalah lapangan sepak bola berstandar lokal yang aktif digunakan untuk latihan dan pertandingan persahabatan antar pedukuhan. Di sisi timur, tersedia lapangan voli yang kerap dimanfaatkan oleh komunitas olahraga, terutama pada akhir pekan.

Untuk olahraga ringan, tersedia jogging track mengelilingi lapangan dengan jalur tertata dan penerangan memadai. Jogging track ini menjadi pilihan favorit warga untuk berjalan santai sambil bercengkerama.

Lebih dari sekadar fasilitas olahraga, Lapangan Klidon juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal. Di sekeliling kawasan, puluhan pelaku UMKM diberi ruang untuk berjualan aneka produk, seperti makanan tradisional, minuman sehat, kerajinan tangan, hingga perlengkapan olahraga. Hal ini menciptakan perputaran ekonomi baru yang menghidupkan lingkungan desa.

“Dulu kami hanya berjualan dari rumah. Sekarang dengan adanya lapangan ini, pengunjung lebih ramai dan hasil jualan pun meningkat,” ujar Wati, salah satu pelaku UMKM yang rutin berjualan makanan ringan di kawasan tersebut, Jumat (31/5/2025).

Pengelolaan kawasan juga memperhatikan kenyamanan dan kebersihan. Tersedia toilet umum, tempat istirahat, dan tempat sampah di berbagai titik, menjadikan Lapangan Klidon ramah bagi seluruh pengunjung.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subroto, menjelaskan bahwa pengembangan Lapangan Klidon merupakan bagian dari program strategis desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Lapangan Klidon kami rancang sebagai ruang publik yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Ini adalah wujud nyata semangat kolaborasi warga,” ungkapnya.

Ke depan, pemerintah kalurahan merencanakan pengembangan lebih lanjut, seperti pembangunan taman bermain anak, area pertunjukan seni, hingga pelatihan terpadu bagi pelaku UMKM. Lapangan Klidon diharapkan menjadi model pengembangan desa berbasis potensi lokal yang bisa ditiru wilayah lain.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif warga, Lapangan Klidon telah membuktikan bahwa desa bisa memiliki kawasan publik yang fungsional, estetis, dan berdampak luas. Kini, Lapangan Klidon bukan sekadar tempat berolahraga, tapi telah menjadi pusat kehidupan sosial yang menggerakkan harapan baru bagi Kalurahan Sukoharjo. (ESK – KIM DSN)




Satlat Demak Ijo Sukses di POPDA DIY 2025, Tiga Medali Dibawa Pulang

Sleman – Suasana Gedung Olahraga Among Raga Yogyakarta bergemuruh oleh sorakan penonton saat para petarung tarung derajat unjuk kemampuan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2025, Minggu (25/5/2025). Di tengah ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-DIY, Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demak Ijo dari Banyuraden, Gamping, Sleman mencuri perhatian dengan prestasi gemilang.

Satlat Demak Ijo mengirimkan tiga atlet muda dan berhasil memboyong satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Capaian ini menjadi bukti dedikasi tinggi dan semangat juang luar biasa dari para petarung muda binaan satlat tersebut.

Medali emas diraih oleh Muhammad Tegar Abdul Gani, siswa SMKN 4 Yogyakarta, yang tampil dominan di kelas 58,1–61 kg putra. Dalam laga final, Tegar menang mutlak atas lawannya dari Kulon Progo melalui kombinasi teknik pukulan dan tendangan khas tarung derajat yang presisi dan agresif.

“Saya persembahkan medali ini untuk pelatih dan keluarga besar Satlat Demak Ijo. Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa,” ungkap Tegar dengan mata berkaca-kaca usai pertandingan.

Medali perak diraih oleh Mutiara Nur Fauziah, juga siswa SMKN 4 Yogyakarta, yang turun di kelas 54,1–58 kg putri. Meski kalah tipis di babak final, Mutiara menunjukkan penampilan yang mengesankan. Sementara itu, Kristanti, siswi SMPN 8 Yogyakarta, sukses meraih medali perunggu di kelas 45,1–50 kg putri, menambah kebanggaan bagi tim Demak Ijo.

Ketiga atlet ini menjadi inspirasi bagi pelajar lain di DIY. Mereka membuktikan bahwa dengan tekad kuat, latihan disiplin, dan bimbingan yang tepat, prestasi bisa diraih meski berasal dari lingkungan latihan yang sederhana.

Usai penyerahan medali, pelatih Satlat Demak Ijo, Kang Feriyadi dan Kang Ruslan, mengungkapkan rasa bangga mereka. Feriyadi yang juga bertugas sebagai juri menyebut capaian ini sebagai buah dari latihan intensif selama berbulan-bulan.

“Yang kami latih bukan hanya fisik, tapi juga mental dan karakter. Mereka harus siap bertarung, tetapi tetap rendah hati,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pelatih, atlet, dan dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan tim.

Meski fasilitas latihan di Satlat Demak Ijo tergolong sederhana, hal itu tak menjadi penghalang. Menurut Feriyadi, kunci kesuksesan terletak pada semangat, rasa memiliki, dan kekompakan tim. “Bukan alat mewah yang menentukan, tapi semangat tempur dan tekad yang tak mudah goyah,” tambahnya.

Senada, Kang Ruslan menyebut keberhasilan Satlat Demak Ijo di POPDA DIY 2025 sebagai bukti bahwa prestasi bukan milik mereka yang memiliki fasilitas lengkap saja. “Ini milik mereka yang gigih, kompak, dan punya mental baja,” katanya.

Ia menegaskan bahwa filosofi latihan yang dipegang Satlat Demak Ijo mengacu pada ajaran Aa Boxer, pendiri tarung derajat: “Aku adalah petarung. Aku tidak akan menyerah. Aku akan terus maju.” Nilai ini ditanamkan sejak dini hingga melekat dalam karakter setiap anggota.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Satlat Demak Ijo sebagai salah satu pusat pembinaan tarung derajat terbaik di Yogyakarta. Mereka tak hanya mencetak juara, tapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa sportivitas tinggi. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Pemkab Sleman Lepas 410 Atlet Pelajar untuk Berlaga di POPDA 2025

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi melepas kontingen atlet pelajar yang akan berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2025. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (16/5).

Sebanyak 410 atlet pelajar dan 100 pelatih akan mewakili Sleman untuk bertanding dalam 33 cabang olahraga. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono, menjelaskan bahwa seluruh kontingen telah melalui proses seleksi dan pembinaan melalui program Pemusatan Latihan Atlet Pelajar Daerah (PLAPD).

“Kontingen Sleman telah dipersiapkan dengan baik. Mereka telah menjalani pelatihan intensif dan pembinaan yang terstruktur. Tahun ini, kami menargetkan perolehan 81 medali emas dari total 294 emas yang diperebutkan, atau sekitar 28 persen, guna mempertahankan gelar juara umum tahun lalu,” ujar Heru.

POPDA 2025 akan memperebutkan 294 medali emas, 294 perak, dan 432 perunggu, menjadi ajang penting dalam peta prestasi olahraga pelajar se-DIY.

Sementara itu, Sekda Sleman, Susmiarto, menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada para atlet muda. Ia menyebut keberangkatan kontingen sebagai simbol kepercayaan masyarakat Sleman kepada generasi muda untuk berjuang, menjunjung sportivitas, dan membawa pulang prestasi.

“POPDA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga arena pembentukan karakter. Melalui ajang ini, kami ingin mencetak pelajar yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing tinggi,” ucap Susmiarto.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan semangat sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya dinilai dari medali, tetapi juga dari nilai-nilai moral yang terbentuk selama proses bertanding.

“Melalui POPDA ini, kami berharap lahir bibit-bibit atlet berbakat dari Sleman yang akan dibina lebih lanjut dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.




Koni Sleman Berikan Tali Asih Kepada Atlet Peraih Medali Pon XXI Aceh-Sumatera Utara

Sleman – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dalam acara di Pendopo Parasamya, Sleman, Jumat (9/5/2025). Gelaran PON XXI sendiri berlangsung dari 9 September hingga 20 September 2024.

Ketua KONI Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan bahwa tali asih diberikan kepada atlet peraih emas, perak, dan perunggu baik perorangan maupun beregu yang berkedudukan di Sleman.

“Penghargaan ini bentuk dukungan untuk memacu semangat atlet dalam menghadapi kompetisi selanjutnya,” kata Joko.

“Tali asih ini diharapkan memacu semangat atlet jelang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY ke-17 tahun 2025 di Gunungkidul,” kata Joko.

Joko mengatakan bahwa pemberian tali asih untuk memotivasi para atlet menjelang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY ke-17 tahun 2025 di Gunungkidul.

“Semoga dengan ini bisa menambah semangat atlet dan bisa mempertahankan gelar  juara umum di porda yang akan datang,” kata Joko.

Sedangkan Wakil Ketua II KONI DIY, Nolik Maryono memberikan apresiasi kepada atlet dari Kabupaten Sleman yang telah berkontribusi dalam PON XXI ACEH-SUMUT 2024 lalu.

“Sleman memberi kotribusi besar atas raihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menempati peringkat 9 nasional di PON XXI dengan total 29 emas, 35 perak, dan 53 perunggu. Sleman berkontribusi lebih dari 50%, dengan 16 emas, 20 perak, dan 26 perunggu dari 162 atlet dari 23 cabang olahraga,” kata Nolik.

Nolik juga mengatakan raihan tersebut menjadi modal penting atlet dari Kabupaten Sleman untuk PORDA DIY mendatang.

“Hasil ini membuktikan pembinaan atlet oleh KONI Sleman berhasil,” kata Nolik.

Nolik menambahkan bahwa Sleman berpeluang kembali menjadi juara umum karena mendapatkan keuntungan dengan jumlah altet yang didaftarkan dan letak venue untuk gelaran PORDA DIY.

“Kabupaten Sleman telah mendaftarkan 1061 atlet dan merupakan kontingen terbesar untuk PORDA DIY. Dan beberapa venue akan berlokasi di Kabupaten Sleman yang artinya Sleman bisa menjadi tuan rumah untuk PORD DIY,” kata Nolik.

PORDA DIY 2025 dijadwalkan pada 9–19 September 2025, dengan upacara pembukaan di Stadion Handayani, Gunungkidul, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi atlet.

“Ini menjadi kebanggaan masyarakat Sleman, DIY, dan pemerintah daerah. Kami berpesan agar atlet terus semangat dan giat berlatih untuk meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” kata Susmiarto.

Susmiarto mengatakan bahwa semangat ini sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati 2025–2030, yakni meningkatkan SDM yang produktif, berkualitas, dan berkarakter melalui pendidikan dan pelatihan.

“Pelatihan olahraga adalah bagian dari pembentukan SDM unggul. Ini tercermin dari indeks kebugaran Sleman sebesar 3,9 di atas rata-rata nasional 3,4.” kata Susmiarto.

Fasilitas olahraga dan pelatih berkualitas dari pemerintah dan perguruan tinggi di Sleman juga disebut sebagai faktor pendukung.

“Dengan modal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman optimis mampu meraih juara umum di PORDA DIY 2025,” tutup Susmiarto.

Tali asih diberikan kepada atlet peraih medali emas sebesar ,00, medali perak ,00, dan medali perunggu ,00.