Launching Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak, Dukung Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Sleman – Kapanewon Ngemplak meluncurkan program Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak (S2B2N) sebagai bagian dari upaya menciptakan transisi yang menyenangkan bagi anak-anak dari PAUD ke SD, Jumat (7/2/2025). Acara yang berlangsung di Kantor Kapanewon Ngemplak ini diinisiasi oleh Pokja Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak sebagai tindak lanjut dari Lomba Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak se-Kabupaten Sleman, di mana Ngemplak berhasil meraih juara kedua pada tahun 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh 180 anak, terdiri dari 120 anak PAUD dan 60 siswa SD kelas 1, yang didampingi oleh 36 guru PAUD dan SD. Dengan mengusung tema “Apresiasi Ngemplak Melalui Gerakan Badan Menuju Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan,” acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak, terutama dalam masa transisi mereka ke jenjang pendidikan dasar.

Panewu Ngemplak, Dakiri, mengapresiasi pencapaian yang diraih serta pentingnya kegiatan ini bagi perkembangan anak usia dini.

“Kami berharap melalui senam sehat ini, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sri Suharmi, selaku Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak, menekankan pentingnya kolaborasi antara PAUD dan SD.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara PAUD dan SD, sehingga transisi anak-anak dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Senyum ceria yang menghiasi wajah mereka menciptakan suasana positif sepanjang acara.

Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak diharapkan dapat membantu membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar acara seremonial, program ini merupakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kapanewon Ngemplak. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Jalan Sehat Semarakkan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Gamping

Sleman – Ribuan peserta jalan sehat yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping memadati Lapangan Sepak Bola Banyuraden, Minggu pagi (26/1/25) untuk menyemarakkan peringatan Hari Lahir (Harlah) yang ke-102 Nahdlatul Ulama. Kegiatan bertemakan ‘Bekerja Bersama Umat Untuk Indonesia Maslahat’ menjadi momentum mempererat kebersamaan di antara masyarakat.

Peserta jalan sehat berdatangan sejak pukul WIB. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Rute yang menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer mengitari wilayah padukuhan Kanoman, Patran, Modinan dan Cokorowijayan.

Hadir sebagai tamu undangan sekaligus peserta jalan sehat antara lain Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Herman Budi Pramono Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten (Infanteri) Wahyani, Panit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Ipda Mamik Susanti, dan Lurah Banyuraden, Sudarisman.

Ketua Panitia, Muhammad Ulil Absor dalam sambutannya mengungkapkan event jalan sehat ini ditujukan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar warga Banyuraden dan sekitarnya. Menurutnya momentum ini sangat istimewa karena mengingatkan pada perjalanan panjang Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pengibaran bendera start dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Herman Budi Pramono yang menandakan dimulainya jalan sehat. Dalam keterangannya, Ia mengapresiasi Nahdlatul Ulama yang terus berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa.

“NU tidak hanya menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai agama, tapi juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi,” tuturnya.

Selain jalan sehat, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti bazar Usaha Mikro Kecil Menengah, hiburan hadroh, pemeriksaan kesehatan gratis mennggunakan metode quantum resonance magnetic analyzer dan pembagian doorprize. Beragam hadiah menarik, seperti sepeda, lemari es, mesin cuci, televisi LED, kompor gas, dan berbagai barang lainnya disediakan oleh panitia untuk memotivasi semangat para peserta.

Sorak gembira terdengar saat nomor undian pemenang doorprize diumumkan. Salah satu peserta, Damar Susilo yang beruntung membawa pulang kompor gas dua tungku mengaku sangat bersyukur. “Alhamdulillah, ini rezeki yang tidak disangka-sangka. Semoga NU terus maju dan memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja sama antara panitia, pihak pemerintah, dan para donator. Dukungan dari Barisan Ansor Serbaguna dan masyarakat sekitar yang tergabung dalam komunitas Jaga Warga Banyuraden pun sangat dirasakan, terutama dalam menjaga keamanan pesertajalan sehat agar tidak mengganggu lalu lintas di jalanan umum.

Akhirnya, Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun mengungkapkan jalan sehat menjadi momentum untuk mengingatkan kepada warga Nahdliyin tentang pentingnya menjaga tubuh yang sehat, karena dengan fisik yang kuat akan semakin giat dalam beribadah dan mengabdi kepada masyarakat.

“Mari jadikan Harlah ke-102 ini sebagai momen refleksi dan tekad untuk terus memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ajaknya.

Dengan semangat kebersamaan dalam peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Banyuraden ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi dan solidaritas dapat terus dirawat untuk kemajuan bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Buka HIPMI Fun Billiard, Danang Harap HIPMI Solid dan Lahir Atlet-atlet Billiard Berprestasi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka turnamen HIPMI Fun Billiard pada Selasa (14/1). Turnamen billiard antar anggota HIPMI se-DIY ini diselenggarakan di The Garden, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Hadir pula pada acara tersebut Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Aditya Bima Santosa, perwakilan KONI DIY Jani Sulistyo, Ketua Umum BPC HIPMI Sleman, Haryo Arif Primanto.

Dalam sambutannya, Danang mendukung serta mengapresiasi turnamen yang digelar oleh HIPMI ini. Diharapkan melalui kegiatan ini HIPMI semakin solid, serta dapat bersinergi dengan Pemkab Sleman untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Sleman.

“Saat ini billiard adalah salah satu olahraga yang digemari masyarakat, ini bisa kita dorong agar nanti bisa lahir atlet-atlet billiard yang berprestasi. Ini positif, dari pada anak-anak itu berkegiatan lain yang susah diawasi dan bisa melakukan hal negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.

Sementara Ketua panitia turnamen HIPMI Fun Billiard, Ilham, menyampaikan turnamen ini baru pertama kali diadakan. Ada sebanyak 24 peserta yang ikut serta dalam turnamen ini. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan solidaritas antar anggota HIPMI.

“Terima kasih Pemkab Sleman, bapak Wakil Bupati, yang telah mensupport setiap kegiatan-kegiatan HIPMI, termasuk kegiatan kita hari ini,” ungkapnya.




Melihat Kesenian Peksimoi, Tarian yang Memadukan Seni Islami, Olahraga dan Beladiri

Sleman – Dusun Soka Wetan yang berada di Kalurahan Merdikorejo, Tempel menjadi tempat lahirnya kesenian  berwujud tari yang dipadu dengan musik serta gerak badan yang berirama dengan sentuhan dan syair Islami. Adalah Peksimoi seni tradisi bernuansa Islam.

“Peksi Moi sendiri berasal  singkatan Persatuan Kesenian Islam, Main, Olahraga, Bela Diri. Dalam sejarahnya jenis tarian ini dipopulerkan pertama kalinya oleh K.H. Nahrowi, yang merupakan seorang ulama dari Ploso Kuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, pada tahun 1964,” tutur Pujo sukirno salah satu sesepuh Soka Wetan dan penggerak Peksi Moi, Senin (6/1/2025).

Pujo menggamarkan bahwa tarian ini sendiri sebagai sebuah bentuk hiburan masyarakat dengan memadukan bait-bait syair Islami dihiasi dengan gerakan yang indah, luwes dan dinamis serta memiliki visi menyiarkan agama Islam dengan pendekatan budaya .

“Gerakan tangan yang gemulai dan dipadukan dengan seni bela diri khas Jawa berhasil memikat masyarakat setempat untuk mendalami agama Islam yang di syiarkan para kyai. Ajakan kebaikan yang berisi syair islami serta shalawat Nabi menjadi nyanyian utama yang menyertai tari peksimoi,” jelas Pujo.

“Syair terbagi dua yaitu syair berbahasa Arab yang diambil dari buku Tlodo Barzanji berisikan dakwah pendidikan Islam. Sementara yang lain menggunakan bahasa Indonesia yang berisi ucapan selamat datang dan terima kasih,” ungkapnya.

Tarian dibawakan secara berkelompok ini diiringi oleh para pemain musik yang juga bertugas sebagai pelantun syair.

Dalam setiap kali pertunjukannya, alat musik seperti 3 buah rebana dan sebuah beduk (jedor) menjadi instrumen yang selalu mendampingi tari peksimoi.

Dalam penampilan peksi moi, terdapat 12 hingga 16 orang penari, bersama dengan empat orang pemusik yang memainkan gendang (satu orang) dan rebana/terbang (tiga orang), dan juga dua orang penyanyi.

Kostum para pemain berupa baju berwarna putih dibalut rompi berwarna biru, jingga dan ungu. Di bagian perut memakai stagen; ikat kepala dengan variasi bulu, celana berwarna hitam dibalut dengan jarik motif parang.

Sebagai tambahan juga digelar permainan obor api dalam atraksi yang semakin mengundang kekaguman dari para penonton. (Arief Hartanto/KIM Turi)




KORMI Pasuruan Pelajari Strategi Pengelolaan KORMI Kabupaten Sleman

Sleman – Keterbukaan serta kekompakan dan semangat  pengurus menjadi kunci dalam mengelola kegiatan KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman. Hal tersebut yang dikatakan oleh Ketua KORMI Sleman, Suparman APP saat menerima kunjungan Pengurus KORMI Kabupaten Pasuruan di Sekretariat KORMI jalan Palagan  Km 10.3, Rejodani ,Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta pada Sabtu (21/12/2024).

“Kami berupaya untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi baik ada atau tidak ada anggaran. Kami berupaya agar tetap kuat, mengedepankan kekeluargaan dengan berkumpul secara informal di sekretariat. Kami juga masih dalam proses belajar jadi kita tukar pengetahuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Suparman APP juga menjelaskan tentang sejarah berdirinya KORMI Kabupaten Sleman.

“KORMI Kabupaten Sleman ,Kepengurusannya berasal dari unsur masyarakat biasa, bukan dari unsur  ASN ,kami mempunyai amanah tugas membantu pemerintah dalam pengembangan dan membudayakan  olahraga masyarakat serta  mengawal program Pemerintah Sleman salah satunya  menuju Sleman Sehat ,” ujarnya.

“Tahun 2021 sd 2022 belum ada dana dari Pemerintah Daerah kami mengawali dengan gotong royong dari internal pengurus ,serta menggali potensi di lingkungan sekitar. Tahun 2023 baru mendapatkan dana hibah 750 juta dan Tahun 2024 mendapatkan dana hibah kembali 500 juta,” tambah Suparman. (Endarwati/KIM Donoharjo)