Atlet Tekwondo Asal Kalurahan Condongcatur Wakili DIY di PON XXI Aceh – Sumut

Sleman – Atlet muda berprestasi saat ini banyak bermunculan dari Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman. Satu di antaranya adalah Dimas Bagas Prabandaru Wijayatmaka, atlet Taekwondo yang masih menempuh pendidikan S1 Teknologi Informasi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Didampingi ayahnya Sentot Purbawijiyatmaka dan Dukuh Joho, Ratnaningsih, serta warga Jurugsari III Padukuhan Joho, Condongcatur, ia bersilaturahmi sekaligus berpamitan mohon doa restu kepada Lurah Condongcatur, Selasa (3/9/2024).

Pada kesempatan itu, Dimas mohon doa restu akan berangkat ke Medan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI cabang olahraga (cabor) Taekwondo kelas Over 87 kg pada tanggal 9 September 2024. Cabor Taekwondo sendiri akan dipertandingkan mulai tanggal 12 September sampai dengan 16 September 2024.

“ Mohon doa restu dan dukunganya Bapak Lurah dan warga Condongcatur dan warga DIY umumnya, agar dalam pertandingan nanti diberikan kelancaran dan dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Kontingen DIY dari cabang Taekwondo. Semoga ke depan saya bisa meraih juara,” kata Dimas.

Adapun prestasi Dimas sebelumnya, di antaranya medali emas DIY Open atau KEJURNAS WIL 3 tahun 2023, medali perunggu BK PON tahun 2023, dan medali emas Bhayangkara Presisi Tahun 2024. Diketahui, selama ini Dimas dilatih oleh dan sabeum Aditya dan sabeum Lia Mansur.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji memberikan motivasi bagi Dimas agar bisa berprestasi di PON XXI di Aceh – Sumut.

“Jaga kesehatan dan terus berdoa, bersemangat dan jangan setengah-setengah dalam bertanding sehingga nantinya di PON XXI dapat menyumbangkan prestasi terbaik. Sukses untuk Dimas Bagas Prabandaru Wijayatmak dan semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga Condongcatur lainya untuk berprestasi di cabang olahraga maupun bidang lainya,” pesan Reno.

Pada kesempatan itu, doa dan dukungan pun ikut disampaikan Dukuh Joho, Retnaningsih.

“Turut bangga, semangat dan semoga Mas Dimas diberikan kelancaran dan hasil yang maksimal sehingga bisa mengharumkan nama baik Kalurahan Condongcatur dan khususnya Padukuhan Joho,” ucapnya.  (Wasana / Kim Depok)




Jalan Sehat Warga Salakan Pererat Hubungan Antar Warga dan Kenali Wilayah

Rangkaian peringatan hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Padukuhan Salakan ditutup dengan kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan pada hari Minggu (1/8/2024). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat daerah mereka. Melalui rute jalan sehat yang melintasi berbagai sudut padukuhan maka warga bisa lebih mengenal wilayah yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Jalan sehat yang dimulai dengan pengibaran bendera start oleh Dukuh Salakan, Suyana diikuti ratusan warga yang berdomisili di hingga . Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping.

Dengan mendorong warga untuk lebih sering berjalan kaki, diharapkan penggunaan kendaraan bermotor dapat berkurang, sehingga mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar. Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat juga menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui acara ini.

“Hari ini kita akan memulai sebuah kegiatan yang bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Mari kita nikmati setiap langkah yang kita tempuh hari ini dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Dengan memohon ridho Allah SWT, saya nyatakan acara jalan sehat pada hari ini dimulai,” ucap Suyana sambil mengangkat bendera sebagai tanda dimulainya jalan sehat.

Sambil mengelilingi kampung, Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang tepat untuk mempererat hubungan antar warga. Melalui kegiatan bersama maka interaksi sosial antar warga dapat meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan solid. Kebersamaan dalam acara ini diharapkan mampu memperkuat rasa kekeluargaan dan saling peduli di antara warga.

Selain itu, dengan membiasakan pola hidup sehat melalui jalan sehat diharapkan kualitas hidup warga meningkat, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental dan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus dipraktikkan oleh warga.

Suyana berharap kegiatan jalan sehat ini dapat memberikan energi positif bagi semuanya, serta semakin memperkokoh persatuan dan kekompakan warga Salakan sebagai satu keluarga besar demi menjaga kesehatan dan keharmonisan di lingkungan Padukuhan Salakan.

Sebagai bentuk penghargaan bagi warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti acara jalan sehat, panitia kegiatan menyediakan ratusan hadiah berupa peralatan rumah tangga dan perangkat elektronik yang dibagikan kepada peserta melalui pengambilan nomor undian.

Untuk memeriahkan suasana di sela-sela pengundian hadiah, peserta jalan sehat dapat melakukan cek kesehatan berupa tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat dari Posyandu serta menyaksikan pertunjukan seni dan kreativitas warga yang menampilkan bakat dan kreasinya sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.

Lewat sajian pertunjukan seni yang berkualitas dalam kegiatan jalan sehat tidak hanya dipandang sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai wadah yang mendukung perkembangan seni dan budaya sehingga memperkuat citra positif acara dan komunitas di mata warga maupun pihak luar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sebanyak 581 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu INKANAS 2024

Sleman – Sebanyak 581 karateka INKANAS (Institut Karate-Do Nasional) ikuti Ujian Kenaikan Tingkat  Kyu semester 2 tahun 2024 di Markas Polda DIY Jalan Ring Road Utara , Depok, Sleman pada Minggu (1/09/2024).

Ujian kenaikan tingkat diikuti oleh Kohai sabuk putih sebanyak 104, sabuk kuning 193, sabuk hijau 116, sabuk biru 78 dan sabuk coklat 27 , kesemua kohai berasal dari 45 Dojo  di wilayah DIY yaitu Sleman 12 Dojo, kulon Progo 21 Dojo, Kota Yogyakarta 8 Dojo, Bantul 3 Dojo dan Gunung Kidul 2 Dojo.

Ketua penyelenggara, Pranoto menyampaikan bahwa  ujian kenaikan tingkat  dimaksudkan sebagai evaluasi untuk karateka mempraktekkan kamampuan beladiri selama para kohai  melakukan latihan  di Dojo masingmasing.

“UKT ini sekaligus sebagai sarana sejauh mana para kohai memahami dan menyerap teknik karate yang diajarkan para Senpai ,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa UKT kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan  ulang tahun  ke 19 INKANAS  yang jatuh pada tanggal 28 Agustus.

Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan selaku Ketua Umum INKANAS DIY saat membuka acara tersebut menyampaikan pesan agar para karateka peserta ujian bersungguh sungguh dan semangat dalam mengikuti ujian kenaikan tingkat.

“Setiap ujian pasti ada yang harus dikerjakan untuk bisa memastikan apakah para kohai menguasai olah fisik seperti teknik karate. Namun lebih dari itu di dalam karate mengajarkan kita untuk menjadi pribadi dengan karakter yang kuat, pantang menyerah, jujur, disiplin, sportif,  semangat,  memiliki rasa tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika,” kata Suwondo.

Lebih lanjut ia berpesan agar para karateka memiliki jiwa pelindung dan penolong dan pendai untuk mengendalikan diri.

“Beladiri tidak mengajarkan kekerasan, bukan juga untuk disombongkan, karateka harus pandai mengendalikan diri, tidak mudah terpancing amarahnya dan harus memiliki rasa welas asih kepada sesama,” pungkasnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Berhasil Raih Medali di Kejurda Tarung Derajat, Satlat Demakidjo Gelar Tasyakuran

Sleman – Sebagai bentuk perayaan atas pencapaian dari Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demakidjo dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar satuan latihan se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024 pertengahan bulan Agustus ini, maka Komunitas Kekandhangan Banyuraden menyelenggarakan kegiatan tasyakuran yang digelar di Pendapa Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (23/8/2024).

Kegiatan tasyakuran yang dipandu Bakoh Waluyo dihadiri oleh pengurus Komunitas Kekandhangan, Pelatih Tarung Derajat Satlat Demakidjo, para petarung yang didampingi orangtuanya masing-masing, tokoh agama serta tokoh masyarakat Dusun Cokrowijayan.

Dalam sambutan pembukanya, Adnan Iman Nurtjahjo selaku Sekretaris Kekandhangan Banyuraden menuturkan bahwa pihaknya mengucapkan selamat kepada petarung Satlat Demakidjo atas raihan medali sejumlah empat buah dengan rincian satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Apresiasi juga ditujukan terhadap para pelatih yang terdiri dari Kang Feriyadi dan Kang Ruslan yang telah mempersiapkan fisik dan teknik para petarung dalam mengembangkan keterampilan bertarung, serta memastikan kondisi fisik optimal sebelum kejuaraan, termasuk keluarga yang telah memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya.

“Perjuangan, kerja keras, dan dedikasi yang kalian tunjukkan selama ini akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan kalian semua,” ucapnya bersemangat.

Dirinya juga menekankan bahwa medali yang didapat bukan hanya sekadar simbol kemenangan saja, melainkan juga cerminan dari semangat pantang menyerah, disiplin yang tinggi, serta keberanian dalam menghadapi setiap tantangan. Harapannya prestasi hari ini menjadi awal dari banyak kesuksesan lainnya di masa depan.

“Tetaplah rendah hati, teruslah berlatih dengan giat, dan jangan pernah puas dengan apa yang telah diraih. Ingatlah, masih banyak pencapaian yang menanti kalian di kompetisi-kompetisi berikutnya,” pesan Adnan kepada petarung.

Puncak acara ditandai dengan makan bersama di atas daun pisang guna mempererat kebersamaan dan membangun rasa persaudaraan dalam keluarga besar Komunitas Kekandhangan Banyuraden. Tradisi ini tidak hanya menawarkan pengalaman unik dalam menikmati hidangan, tetapi juga menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan. Dengan makanan yang disajikan langsung di atas daun pisang dan dimakan bersama-sama tanpa menggunakan piring dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab sehingga merasa lebih dekat satu sama lain, serta sebagai simbol kerendahan hati dan kesederhanaan.

Di akhir kegiatan dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Ahmad Shofi agar Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi keberhasilan ini dan menjadikan kemenangan sebagai jalan untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan rasa Syukur, dan menumbuhkan semangat untuk terus berjuang lebih baik lagi di masa depan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kenalkan Demokrasi Sejak Muda, PPK Tempel Sosialisasikan Pilkada 2024 ke SMP Negeri 4 Tempel

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Tempel  hadir sebagai narasumber pada acara Pengenalan Demokrasi Sejak Usia Muda yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula SMP Negeri 4 Tempel, Jum’at pagi (23/8/2024).

Ketua PPK Tempel, Hartono pada kesempatan itu menyampaikan materi pengenalan peran generasi muda dalam  kehidupan demokrasi dan implementasinya di lingkungan sekolah.

“Sekolah adalah laboratorium awal bagi para siswa untuk mengenal kehidupan demokrasi, dengan pembiasaan musyawarah mufakat dalam mencari solusi dari sebuah permasalahan, saling menghargai pendapat, dan juga penyelenggaraan pemilihan ketua OSIS, misalnya”.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan diselingi kuis atau pertanyaan berhadiah yang disambut antusias oleh para siswa. Saat sesi diskusi, muncul berbagai pertanyaan kritis dari para siswa yang ingin lebih mengetahui apa dan bagaimana seharusnya kehidupan demokrasi berjalan di lingkungan sekolah.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hartono mengatakan hal itu menjadi awal yang baik bagi siswa untuk peduli terhadap keberlangsungan demokrasi.

“Merupakan suatu awal yang baik, ketika generasi muda kita memiliki kepedulian dan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh apa dan bagaimana seharusnya sebuah proses demokrasi berlangsung, dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali mereka dengan informasi yang benar dan valid,” ungkap Hartono.

Untuk itu Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tempel, Chatarina Lusi Noviyanti sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Meski siswa SMP masih belum memiliki hak memilih di pilkada, namun setidaknya kegiatan tersebut memberikan pemahaman tentang arti demokrasi kepada mereka.

“Demokrasi di sekolah adalah sistem atau prinsip yang mempromosikan partisipasi aktif, keterlibatan, keadilan, dan keputusan bersama antara siswa, guru, dan staf sekolah dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan di lingkungan sekolah,” tutur Chatarina.

“Konsep ini didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi yang melibatkan kebebasan berbicara, penghormatan terhadap hak asasi manusia, keterbukaan terhadap pendapat yang berbeda, dan keadilan. Terima kasih kepada jajaran PPK Kapanewon Tempel yang telah memberikan informasi kepada anak-anak kami,” imbuhnya.

Chatarina menambahkan ada beberapa hal yang bisa diajarkan dalam menerapkan demokrasi di sekolah dengan melibatkan beberapa aspek.

“Antara lain dengan partisipasi siswa dalam berdemokrasi, keterbukaan dan transparansi, keadilan dan persamaan hak,menghargai pendapat dan keragaman dan pembelajaran aktif dan partisipatif,” tandasnya.  (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel)