16 Padukuhan Ikuti Technical Meeting Tenis Meja Porkal Sardonoharjo 2026

Sleman – Sebanyak 16 dari 18 padukuhan di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, mengikuti Technical Meeting (TM) cabang olahraga tenis meja Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026. Kegiatan yang berlangsung di Wahana Kridha Gondangan, Senin (14/9/2026), tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan pelaksanaan pertandingan kategori beregu dan tunggal berjalan sesuai aturan, transparan, dan sportif.

Technical Meeting diikuti perwakilan kontingen dari masing-masing padukuhan. Selain menjadi forum penyampaian informasi teknis, kegiatan tersebut juga menjadi ruang koordinasi antara panitia dan peserta untuk menyamakan pemahaman mengenai syarat dan ketentuan pertandingan, peraturan permainan, sistem kompetisi, hingga pembagian bagan pertandingan.

Dalam kegiatan tersebut, Verandyta dari Galaxy Star hadir sebagai narasumber yang memberikan penjelasan terkait peraturan dan teknis permainan tenis meja. Materi yang disampaikan menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta sebelum memasuki pertandingan.

Penjelasan mencakup ketentuan dan teknis permainan yang perlu dipahami oleh para peserta. Dengan adanya pemaparan tersebut, kontingen diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan yang akan digunakan dalam pelaksanaan pertandingan.

Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi tanya jawab. Forum tersebut dimanfaatkan untuk melakukan klarifikasi terhadap berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pertandingan tenis meja Porkal Sardonoharjo 2026.

Ketua RT 03 sekaligus perwakilan panitia lokal di Padukuhan Gondangan, Renanta Bima, mengatakan Technical Meeting diperlukan agar seluruh peserta memahami ketentuan yang berlaku sebelum pertandingan dimulai.

Menurutnya, melalui TM para peserta diharapkan mengetahui secara jelas syarat dan ketentuan Porkal untuk cabang olahraga tenis meja. Dengan demikian, setiap kontingen memiliki pemahaman yang sama mengenai hal-hal yang harus dipenuhi dan dipatuhi selama kompetisi.

“Technical Meeting ini diharapkan dapat membuat para peserta mengetahui syarat dan ketentuan Porkal cabang olahraga tenis meja yang berlaku,” ujar Bima.

Ia menambahkan, TM juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengetahui peraturan terbaru tenis meja yang mengacu pada ketentuan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan International Table Tennis Federation (ITTF).

Selain persoalan aturan permainan, aspek transparansi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan TM. Panitia melakukan pengundian bagan pertandingan untuk kategori beregu dan tunggal secara bersama-sama dengan perwakilan peserta.

Bima menyampaikan bahwa pengundian tersebut dilakukan agar pembagian bagan turnamen dapat diketahui peserta secara detail dan berlangsung secara transparan.

“Pembagian bagan turnamen dilakukan melalui pengundian secara bersama-sama, sehingga peserta dapat mengetahui pembagian pertandingan secara detail dan transparan,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Dukuh Gondangan, sambutan panitia, serta sambutan Jagabaya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Verandyta dari Galaxy Star, sesi tanya jawab, pemaparan peraturan oleh panitia lokal tenis meja, serta pengundian bagan pertandingan kategori beregu dan tunggal.

Partisipasi 16 padukuhan dalam cabang olahraga tenis meja menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Porkal Sardonoharjo 2026. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan potensi atlet di tingkat kalurahan, tetapi juga mempertemukan masyarakat antarpadukuhan dalam suasana kompetisi yang menjunjung sportivitas.

Melalui Technical Meeting, panitia berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama terhadap peraturan dan mekanisme pertandingan. Persiapan teknis tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kompetisi yang tertib, adil, transparan, dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan.

Porkal Sardonoharjo 2026 pada akhirnya tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga dan pembinaan atlet berbasis masyarakat di tingkat kalurahan. (Egi Prayoga – KIM DSN NGAGLIK)




Latih Mental Bertanding, 33 Pecatur Cilik Ikuti Kompetisi Catur Usia Dini Kabupaten Sleman

Sleman – Sebanyak 33 pecatur cilik jenjang SD/MI sederajat mengikuti Kompetisi Catur Klub Olahraga Usia Dini Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Ajang pembinan atlet muda ini berlangsung di Ruang Pangripta Bappeda Sleman pada Senin (14/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026) mulai pukul WIB.

Para peserta merupakan siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD yang mewakili berbagai klub catur dan kapanewon di Kabupaten Sleman. Kompetisi diselenggarakan berdasarkan jadwal resmi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman melalui surat dispensasi Nomor guna menjaring bakat-bakat muda secara terarah dan berjenjang.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menegaskan bahwa kejuaraan tingkat usia dini ini menjadi investasi jangka panjang untuk mengasah mentalitas, tingkat konsentrasi, serta kemampuan analisis anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bermain catur, tetapi juga belajar bagaimana berpikir, mengambil keputusan, berkonsentrasi, mengendalikan emosi, dan menghargai lawan. Karena itu, kompetisi usia dini seperti ini sangat penting sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus pembinaan atlet. Hari ini kita tidak sedang hanya mencari siapa yang menjadi juara, tetapi melihat proses tumbuhnya pecatur-pecatur muda Sleman,” ujar Nuradi Indrawijaya.

Ia menambahkan bahwa jam terbang melalui pengalaman bertanding langsung menjadi faktor penentu kematangan atlet di masa depan agar mampu membawa nama harum Sleman dan DIY di level nasional maupun internasional.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agustin Eni. Pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi ini sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem olahraga daerah yang berkesinambungan.

Melalui sinergi antara PERCASI dan Pemkab Sleman, kompetisi catur usia dini ini diharapkan dapat terus mencetak bibit unggul yang siap dibina secara konsisten menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi. (Kusnadi/KIM Berbah)




Jaga Kondusivitas Porkal Sardonoharjo 2026, 18 Padukuhan Penandatanganan Komitmen Bersama

Sleman – Perwakilan dari 18 padukuhan di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi menandatangani komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026. Prosesi penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian Opening Ceremony Porkal di Lapangan Bola Voli Blekik, Sleman pada Minggu (13/9/2026) malam.

Aksi kesepakatan yang disaksikan langsung oleh Panewu Ngaglik, Lurah Sardonoharjo, serta jajaran pejabat terkait tersebut menjadi pijakan penting agar ajang kompetisi olahraga antarwilayah ini terhindar dari potensi gesekan dan tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.

Lurah Sardonoharjo menegaskan bahwa Porkal bukan sekadar panggung untuk merebut medali, melainkan sarana memperkuat tali silaturahmi serta ruang pembinaan karakter bagi para atlet muda di tingkat akar rumput.

“Porkal ini merupakan sarana pembinaan awal atlet sekaligus wadah untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga keguyuban, dan memperkuat rasa persaudaraan antarwarga di Kalurahan Sardonoharjo,” ujar Lurah Sardonoharjo.

Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh jajaran Pemerintah Kapanewon Ngaglik. Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, mengapresiasi kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat dan pengurus padukuhan yang mau terlibat aktif dalam menjamin kondusivitas wilayah selama ajang berlangsung.

“Melalui komitmen bersama ini, kita ingin memastikan bahwa kompetisi olahraga di Sardonoharjo berjalan dengan aman, tertib, dan bernilai sportivitas tinggi, sehingga persaudaraan warga tetap terjaga,” kata Edi Wibowo.

Dengan kesepakatan yang melibatkan seluruh padukuhan ini, rangkaian pertandingan Porkal Sardonoharjo 2026 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi sekaligus memperkokoh kohesi sosial masyarakat di wilayah Ngaglik. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Panggung Baru Talenta Muda, PS Condongcatur Resmi Meluncurkan Skuad untuk Liga Seri A 2026

Sleman – Persatuan Sepak Bola Condongcatur (PSCC) resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad pemain yang akan mengarungi kompetisi Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026. Acara peluncuran tim berlangsung penuh antusias di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman pada Minggu (13/9/2026) sore.

Agenda ini dihadiri sekitar 40 tamu undangan, mencakup Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Condongcatur Budi Arto, jajaran pengurus kalurahan, manajemen, tim pelatih, serta para pemain. Peluncuran ini menjadi penanda kesiapan PS Condongcatur menjelang bergulirnya kompetisi PSSI Sleman pada pertengahan September 2026.

Dalam sambutannya, Plt Lurah Condongcatur Budi Arto menegaskan bahwa peluncuran tim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam memupuk kedisiplinan dan kebanggaan lokal warga Condongcatur.

“Launching ini merupakan momentum untuk membangun semangat sportivitas, persatuan, disiplin, kerja sama, serta kebanggaan masyarakat Condongcatur. Bermainlah dengan hati, berjuang dengan disiplin, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah takut bermimpi menjadi juara,” kata Budi Arto.

Ia juga berharap PS Condongcatur mampu memposisikan diri sebagai duta wilayah yang tidak hanya memburu kemenangan di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi etika pertandingan.

Manajer PS Condongcatur, Daris Wicaksono, menjelaskan bahwa pembentukan skuad diawali dari seleksi terbuka pada pertengahan Agustus 2026 yang diikuti oleh 95 pendaftar. Dari proses penyaringan ketat tersebut, terpilih 28 pemain dengan komposisi 90 persen dihuni oleh talenta muda. Skuad ini kian solid dengan kehadiran eks penjaga gawang PSS Sleman, Agung Prasetya, serta deretan pemain bertalenta lainnya.

“Agung Prasetya diharapkan mampu mengangkat mental bertanding sekaligus membagikan pengalaman dan memberikan tuntunan kepada para pemain muda. Kami akan berusaha tampil maksimal agar dapat memberikan prestasi yang membanggakan bagi warga Condongcatur,” ujar Daris Wicaksono.

Di bawah komando pelatih kepala Fajar Subekti, PS Condongcatur siap bersaing dengan delapan klub peserta Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 lainnya, di antaranya PS MKJ, PS Tunas Ngaglik, Porab Balecatur, PS Pemda, PS Palma, CMB Berbah, TGP Godean, dan AMS Seyegan.

Ketua PS Condongcatur, Sahid Fahrudin, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur serta jajaran sponsor. Ia menekankan bahwa fokus utama klub tetap pada pembinaan pemain muda asli wilayah agar dapat menembus kompetisi sepak bola di tingkat daerah hingga nasional.

“Tahun demi tahun telah dilewati PSCC. Tahun ini mari kita persembahkan yang terbaik bagi masyarakat Condongcatur, terutama melalui pembinaan sepak bola dan pengembangan talenta pemain muda,” tutur Sahid Fahrudin. (Wasana/KIM Depok)




Diikuti 641 Atlet, Porkal Sardonoharjo 2026 Resmi Dibuka untuk Jaring Bibit Berprestasi

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026 resmi dibuka di Lapangan Bola Voli Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu (13/9/2026) malam. Pembukaan diawali dengan prosesi pemukulan gong oleh Panewu Ngaglik Edi Wibowo pada pukul WIB yang menandai dimulainya ajang olah raga tahunan tingkat kalurahan tersebut.

Porkal Sardonoharjo 2026 disambut antusias oleh warga setempat dengan melibatkan sebanyak 641 atlet yang berasal dari berbagai wilayah padukuhan se-Kalurahan Sardonoharjo. Para atlet tersebut siap berlaga dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dalam sambutannya, Lurah Sardonoharjo menyampaikan selamat datang dan mengapresiasi keikutsertaan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa ajang Porkal difungsikan sebagai fondasi awal pembinaan atlet muda berprestasi sekaligus wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Olahraga Porkal ini salah satu untuk pembinaan awal atlet, selain sebagai sarana silaturahmi, guyub rukun, dan mempererat persaudaraan,” ujar Lurah Sardonoharjo.

Penyelenggaraan Porkal diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan juga ruang pengembangan potensi generasi muda dari tingkat lokal menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, dan nilai kebersamaan menjadi fokus utama selama kompetisi berlangsung.

Rangkaian pertandingan Porkal Sardonoharjo 2026 dijadwalkan akan terus bergulir memadukan semangat kompetisi di lapangan dengan penguatan kohesi sosial masyarakat di tingkat kalurahan. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)