Wujud Cinta Tanah Air, Trihanggo Gelar Lomba Senam Kreasi

Sleman – Sebagai wujud cinta tanah air dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun, serta menjalin silaturahmi antar kelompok senam yang ada di wilayah Kalurahan Trihanggo, Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman menggelar kegiatan perlombaan senam kreasi antar padukuhan di Aula Trihanggo, Minggu (21/8/2022).

Kegiatan lomba senam kreasi yang dibuka secara resmi oleh Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior dihadiri Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Panewu Gamping, Sarjono, dan Carik Trihanggo, Ridhan Wahyuti beserta para Dukuh.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi terselenggaranya kegiatan lomba senam kreasi tersebut. Kegiatan disambut baik masyarakat terlihat dari keceriaan raut wajah peserta yang mengikuti lomba dan antusias penonton yang memberikan semangat saat penampilan peserta dalam perlombaan sehingga terlihat semangat gotong royong dan persatuannya untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia.

“Selain sehat dengan adanya lomba senam kreasi ini juga dapat dijadikan ajang bersilaturahmi masyarakat antar padukuhan sekalurahan Trihanggo. Dengan adanya silaturahmi maka tumbuh rasa toleransi untuk saling menghargai adanya perbedaan dan keberagaman di Kalurahan ini,” tutur Kustini bersemangat.

Kustini juga menyampaikan agar masyarakat menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa berolah raga karena dengan melakukan olahraga yang teratur dan seimbang dapat membuat tubuh tetap sehat dan kuat, serta terhindar dari penyakit, terutama di masa pandemi Covid-19.

Kamituwa Trihanggo, Budik Ariyantono menuturkan bahwa lomba senam kreasi diikuti oleh 12 kelompok senam dari Padukuhan Jambon, Baturan, Mayangan, Nusupan, Kronggahan II, Ngawen, Biru, Salakan, Panggungan, Bedog, Trini, dan Kronggahan I. Penampilan peserta diamati dan dinilai secara langsung oleh Dewan Juri Profesional yang beranggotakan Yeni Yulistiana, Mila Mirhatul Maula, dan Agus Bahar.

Adapun kriteria penilaian peserta senam kreasi dilihat dari kekompakan gerakan dan kreatifitas koreografinya dengan bobot penilaian 50%, ekspresi wajah (10%), kelengkapan anggota (10%), kreasi kostum (10%), serta keharmonisan irama musik dengan gerakan yang dilakukan (20%) dengan durasi waktu maksimal 15 menit setiap penampilan peserta.

Hasil penilaian Dewan Juri memutuskan Juara I diraih oleh kelompok senam Padukuhan Biru, Juara II kelompok senam Padukuhan Baturan, Juara III kelompok senam Padukuhan Bedog. Sedangkan kelompok senam Padukuhan Salakan meraih Juara Harapan I, kelompok senam Padukuhan Ngawen (Juara Harapan II), dan kelompok senam Padukuhan Mayangan mendapat Juara Harapan III. Seluruh pemenang lomba senam kreasi menerima uang pembinaan sesuai dengan peringkat kejuaraan yang diraih. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Meriahkan HUT ke-77 RI, Warga Kembangarum Gelar Jalan Sehat

Dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT ke-77 RI, warga Kembangarum 13 Wetan Kali Donokerto, Kapanewon Turi menggelar kegiatan Jalan Sehat pada Minggu (21/8/2022). Kegiatan dibuka dengan upacara bendera di halaman Masjid Nur Rochman yang dipimpin oleh Anggota DPRD Sleman, Endra Bangsawan.

“Saya mengapresiasi pemuda-pemudi yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan gerak jalan ini. Kegiatan ini selain memupuk persatuan dan kesatuan, juga menjadi bukti bahwa rasa nasionalisme masih tinggi dan harus terus dipertahankan,” ujar Endra.

Selain itu, menurut Endra, kegiatan ini dapat membangkitkan pembangunan, baik ekonomi, kesehatan, serta pembangunan fisik.

Setelah selesai upacara, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat yang mengamil garis start dan finis di halaman Masjid Nur Rachman. Para panitia juga menyediakan door prize berupa payung, alat masak, radio, dan hadiah utama berupa kulkas, yang diundi setelah peserta menyelesaikan jalan sehat. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Api Porda XVI dan Peparda III DIY Tahun 2022 Diambil dari Merapi

Sleman – Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVI dan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) III Tahun 2022 di Kabupaten Sleman segera dimulai. Dimulainya perhelatan ini ditandai dengan pengambilan api pertama torch relay (pawai obor) di Museum Petilasan Mbah Maridjan, Cangkringan, pada Sabtu (20/8/2022).

Proses pengambilan api pertama ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Secara estafet, obor api diserahkan kepada Mantan Atlet Bulu Tangkis asal Sleman, Finarsih.

Finarsih, didampingi Sleman Runners dan tim Dispora, dilepas secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa untuk melakukan pawai obor melintasi seluruh kabupaten kota di DIY dan seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman.

“Pengambilan api ini menandai dimulainya rangkaian acara PORDA XVI dan PEPARDA III DIY Tahun 2022 di Kabupaten Sleman, yang akan diselenggarakan tanggal 1 hingga 9 September 2022. Sedangkan kirab atau pawai api ini adalah representasi dari partisipasi kontingen Kabupaten Kota se- DIY dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Sleman selaku tuan rumah.” Jelas Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo usai menyerahkan obor api untuk dikirab.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa kirab obor api tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan akan disemayamkan di Pendopo Parasamya pada hari ketiga usai prosesi kirab selesai.

“Setelah dikirab, Api Merapi ini nantinya akan digunakan untuk menyalakan kaldron pada acara pembukaan di Stadion Maguwoharjo. Kaldron Api Merapi ini juga akan dinyalakan selama laga tanding PORDA dan PEPARDA berlangsung, yang melambangkan semangat yang tak pernah padam untuk memberikan yang terbaik.”tutur Kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Agung Armawanta menyampaikan bahwa pembambilan api acara PORDA XVI dan PEPARDA III DIY Tahun 2022 ini juga disertai dengan dimulainya rangkaian lain menjelang perhelatan PORDA XVI dan PEPARDA III.

“Bersamaan dengan pengambilan dan kirab api, diselenggarakan pula kegiatan lain sebagai rangkaian dimulainya PORDA XVI dan PEPARDA III DIY Tahun 2022, diantaranya seminar kesehatan mental untuk atlet di pendopo parasamya, diikuti secara luring dan daring,” jelasnya. (Humas Sleman)




Gowes Bareng Setu Legi Promosikan Destinasi Wisata di Sleman

Sleman – Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menggelar Gowes Bareng Sabtu Legi bersama komunitas sepeda yang ada di DIY maupun goweser mandiri pada Sabtu (13/8/2022) dengan Tujuan Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus Bimomartani Ngemplak Sleman.

Gowes mengambil titik start di Halaman Kalurahan Condongcatur jam WIB menyusuri jalanan yang asri menikmati sejuknya udara pagi di Desa Wisata Pancuran tuk bulus yang beralamat di RT 05 RW 18 Tegal, Balong Bimomartani Ngemplak Sleman. Sampai di lokasi, peserta disambut grub karawitan geger budoyo, para pedagang UMKM aneka makanan yang dibuat warga sekitar.

Dukuh Balong, mengucapkan terimakasih kepada para Goweser Setu Legi karena dengan adanya Gowes mempromosikan Destinasi Desa Wisata ini diharapkan bisa mengaet pengunjung khsususnya mereka yang suka bermain air, kolam di pancuran tuk bulus lumayan cukup besar sekitar antara 5 meter dengan panjang kurang lebih 11 meter.

Sementara itu, Pembina Algojo, Reno Candra Sangaji yang juga merupakan Lurah Condongcatur memberikan dana taliasih kepada Dukuh Balong sebagai rasa ikut peduli untuk membangkitkan kembali objek wisata Desa Wisata Pancuran Tuk Bulus, sehingga seiring berangsur hilangnya Covid 19 kedepan dapat menarik dan ramai dikunjungi masyarakat sekitar dan terus meluas menjadi salah satu tujuan wisata minat khusus.

Ia juga menuturkan bahwa Algojo selalu berkomitmen untuk terus mempromosikan tempat wisata yang berada di Kabupaten Sleman. “Bahwa komitmen gowes Setu Legi yang dilaksanakan selapan hari sekali (35 hari) merupakan bentuk komitmen mengunjungi tempat tempat daerah desa wisata khususnya yang ada di Kabupaten Sleman baik wisata yang masih baru atau yang sudah ada tetapi kurang pengungjungnya sehingga perlu dipromosikan kembali salah satunya dengan gowes bareng dari berbagai komunitas sepeda ini karena ikhtiar Algojo yaitu bagaimana dengan bersepeda dapat mengerakkan ekonomi warga di desa desa wisata yang ada,” ujar Reno.

“Semoga destinasi desa wisata Pancuran Tuk Bulus ini dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat, dilakukan penambahan fasilitas dengan bantuan dari dinas pariwisata, swasta dan lainya sehingga dapat mengerakkan perekonomian warga sekitar dengan UMKM  berjualan makanan dan cenderamata lainnya,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)




Perwosi Ngaglik Masyarakatkan Senam Sleman Bangkit melalui Lomba

Ngaglik – Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan RI, Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kapanewon Ngaglik menyelenggarakan Lomba Senam Sleman Bangkit di Pendopo Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (6/8/2022).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan dalam tarian Sleman Bangkit mengandung unsur kearifan lokal, yaitu unsur jathilan dan kubro siswo. “Dulu, setiap kali Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba senam di Pendopo Kabupaten, yang terdengar musik Angguk. Padahal Angguk berasal dari Kulon Progo. Bersyukur sekarang kita memiliki senam yang mengandung unsur seni dari wilayah kabupaten Sleman sendiri yaitu senam Sleman Bangkit,” papar Kustini.

Bupati Sleman ini juga mendorong peserta untuk bangkit dan tetap semangat. “Kita harus bangkit semuanya. Baik UMKM, kesehatan, pendidikan, maupun pariwisata. Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa Sleman punya senam yang tidak kalah bagus dengan senam dari daerah yang lain. Diharapkan masyarakat semua menyadari bahwa senam Sleman bangkit ini milik kita. Pesan saya buat semua peserta, kalah menang tetap semangat, yang penting tetap berolah raga,” ujarnya lagi.

Lomba senam diikuti enam kelompok pamong dan tujuh kelompok umum yang ada di wilayah Kapanewon Ngalik.

Sebagai juara lomba dari kelompok pamong adalah Kalurahan Sariharjo, diikuti juara dua Donoharjo, juara tiga Sinduharjo, juara harapan satu Minomartani, juara harapan dua Sukoharjo, dan juara harapan tiga Sardonoharjo.

Adapun pemenang dari kelompok umum menghasilkan juara pertama Sariharjo, juara dua Sinduharjo, juara tiga Sardonoharjo, juara harapan satu Sukoharjo juara harapan dua Minomartani dan juara harapan tiga Donoharjo.

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih menyampaikan bahwa ide dan kreatifitas kegiatan lomba ini berasal dari Perwosi Kapanewon Ngaglik. “Karena Perwosi Ngaglik juga maka kegiatan ini bisa terselenggara. Kapanewon hanya bisa memfasilitasi untuk rapat koordinasi,” terang Siti Wahyu.

Panewu berharap semoga ajang ini tahun depan bisa diikuti masyarakat yang lebih luas, baik oleh instansi maupun swasta sehingga Senam Bangkit bisa dihafal oleh seluruh masyarakat. (Endarwati/KIM Donoharjo)