Porsadin, Ajang Pengembangan Minat dan Bakat Santri Madrasah Diniyah

Sleman – Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) menjadi ajang pengembangan dan peningkatan bakat dan minat santri Madrasah Diniyah (Madin) kembali digelar di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan ajang perlombaan bagi Madin se-Kabupaten Sleman yang telah dilaksanakan sebanyak 5 kali.

Porsadin tingkat Kabupaten Sleman ini diikuti oleh seluruh Madin yang terdata dalam Kementrian Agama Kabupaten Sleman. Perlombaan yang digelar di Pondok Pesantren Ki Hajar Dewantara yang beralamatkan di Jaten, Bimomartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta pada hari Minggu (31/7/2022). Sebanyak 198 peserta lomba terlihat antusias mengikuti dan menyaksikan lomba tersebut sampai selesai acara.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Sleman, Kepala BAZNAS, Panewu Kapanewon Ngemplak, Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Ngemplak dan sederet tamu undangan lainnya.

“Porsadin di Kabupaten Sleman merupakan seleksi awal  yang selanjutnya bagi yang juara berhak untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi dan berlanjut  pada tingkat Nasional,” demikian disampaikan oleh Mardiansyah selaku  FKDT Kabupaten Sleman, Minggu (31/7/2022).

Labih lanjut, ditegaskan pula oleh Sangaji selaku Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Sleman menegaskan bahwa peran Madin dalam mencerdaskan kehidupan  bangsa adalah hal yang  sangat nyata terutama dalam meningkatkan akhlak generasi penerus perjuangan agama. “Oleh karena itu, guna mencetak generasi Islam yang paripurna dan memiliki akhlak baik, ini merupakan  prioritas juga tugas utama Madrasah Diniyah,” ungkapnya.

Sakhirin, selaku Panitia PORSADIN  menyampaikan, bahwa kegiatan ini terdiri dari 10 cabang lomba, yakni Lomba Tahfidz Juz amma, Cerdas cermat Diniyah, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, MTQ Murrotal wal Imla, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint 60 meter, Lari Sprint 60 meter.

“Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat santri   untuk senantiasa belajar ilmu agama di madin,” ujar Sakhirin. (Ajeng/KIM Ngaglik)




Ribuan Peserta Lari Bersama di Stadion Maguwoharjo

Sleman – Lebih dari 1000 peserta mengikuti acara penutupan HVR (Hybrid Virtual Run) yang diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Minggu (24/7/2022).

Penutupan HVR ini diisi dengan senam Sleman Bangkit dilanjutkan lari bersama mengitari Stadion Maguwoharjo. Para peserta berasal dari berbagai kalangan baik dari pemerintah, lembaga pemerintah maupun non pemerintah, civitas akademika, pelaku UMKM, maupun masyarakat umum.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Hybrid Virtual Run yang diinisiasi oleh Profesor Suhono sebagai Ketua Pembina Komunitas Pecinta Sleman Sejati. “Kebersamaan antara pemerintah, lembaga, civitas akademika, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat akan membawa Sleman menjadi semakin maju lagi,” kata Kustini.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutan virtualnya menyampaikan sangat mendukung kegiatan Sleman Bangkit sebagai langkah nyata untuk menghadapi kondisi dunia yang sedang menghadapi tantangan baik kesehatan ekonomi hingga lingkungan.

“Pendigitalan dan pencerdasan di segala bidang merupakan hikmah Covid-19 yang sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa. Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi gerakan digitalisasi dan pencerdasan pada program Sleman Bangkit khususnya untuk sektor UKM, pariwisata, dan olahraga seperti lari, yang dapat tercatat dan tersimpan dengan aplikasi yang ada pada telepon genggam,” jelas Sakti Wahyu Trenggono lagi.

Usai dilaksanakan lari bersama, juga dilakukan penyerahan trofi, piala, dan uang pembinaan untuk para pemenang lomba. Sebagai Best Runner individual male 21 K atas nama I Arif Pusdika dengan jarak 46,12 km waktu tempuh menit kecepatan 27,28 km.

Best Runner Individual Female 21 K atas nama Tri Cahyani B dengan jarak tempuh 134,76 km waktu menit kecepatan 15,29 km. Best Runner Team Male @21 K Tim Cooldown dengan jarak 102,9 km, waktu tempuh menit kecepatan 6,9 km. Adapun Best Tim of Female 21 K diraih Tim Run48 dengan jarak km waktu m3nit dan kecepatan 12,68 km (Endarwati/KIM Donoharjo)




Normalisasi Lapangan Ganjuran Condongcatur

Pemerintah Kalurahan Condongcatur pada tahun 2022 ini melakukan penataan lapangan sepak bola Ganjuran dengan normalisasi lapangan dengan proses penurunan alat berat yang telah dimulai hari Rabu (20/07/2022).

Pada tahap pertama ini akan akan dilakukan normalisasi pekerjaan menggunakan alat berat antara lain pemerataan tanah, pembuatan sumur resapan, pembuatan saluran drainase di pinggir lapangan, dan penanaman rumput lapangan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa pada tahap awal ini akan ditargetkan selesai sekitar 3 bulan.

“Ke depannya diharapkan Lapangan Ganjuran yang terletak di Padukuhan Manukan, Condongcatur ini dapat menjadi standar lapangan sepak bola yang akan dilengkapi bench pemain dan jika memungkinkan akan dilengkapi tribun penonton dan kamar mandi serta ruang ganti juga area parkir,” tambah Reno. (Wasana/KIM Depok)




Bupati Ajak Semua Pihak Majukan Sleman

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan Kabupaten Sleman sangat terbuka dengan ide-ide dan gagasan dari pihak manapun dalam rangka memajukan daerahnya.

“Pemda Sleman langsung mengapresiasi dan mendukung kegiatan Sleman Bangkit, UMKM Bangkit, Pariwisata Bangkit, dan PSS Bangkit. Sleman selalu welcome terhadap siapapun. Kita harus bisa mengangkat Sleman yang sudah bagus ini, di antaranya melalui kegiatan Fun Run yang akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kustini Sri Purnomo saat mengikuti Hybrid Virtual Run yang diselenggarakan di Wisdom Park UGM, Kabupaten Sleman, Minggu (17/7/2022).

Hybrid Virtual Run merupakan acara yang digagas Prof. Suhono dari komunitas Pecinta Sleman Sejati. Konsepnya adalah memajukan pariwisata dan UMKM melalui lomba-lomba, salah satunya lomba lari ini.

Sementara itu Rektor UGM periode 2017-2022 Prof. Panut Mulyono menyampaikan optimismenya bahwa kegiatan Hybrid Virtual Run yang digagas di Jogja ini akan semakin meluas dan besar.

Prof. Panut juga menyampaikan ide-ide kreatifnya terkait pariwisata dan UMKM. “Agar lebih mudah untuk memperkenalkan kepada wisatawan domestik dan mancanegara, maka spot-spot wisata perlu dikemas dalam cerita yang dipublikasikan dengan baik melalui media sosial, media elektronik, dan media cetak. Sudah banyak bukti tempat wisata yang dulu sepi setelah dipublikasikan dengan baik maka menjadi tujuan wisata yang luar biasa ramai,” ujar Prof. Panut.

Menurut Prof. Panut, dengan banyaknya orang yang datang untuk berwisata diharapkan juga mereka akan membeli produk UMKM. Demikian pula dengan kehadiran mahasiswa ke Sleman, mereka membutuhkan makanan dan aneka kebutuhan yang dapat mendorong produk UMKM baik pangan, sandang, dan penyedia kebutuhan lain menjadi laku.

Rektor UGM ini juga menyampaikan bahwa di 4 hektar area UGM saat ini sedang dibuat super creative hub atau Gelanggang Inovasi dan Kreativitas. Ada tiga zona di dalamnya, yaitu zona kepemimpinan, zona kewirausahaan, dan zona seni budaya. Bangunan tersebut akan memfasilitasi pertemuan para mahasiswa dengan berbagai pihak dari luar kampus yang ingin mengembangkan potensi dan talenta di berbagai bidang, tidak terkecuali terkait pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Kabupaten Sleman tentu akan mendapat banyak manfaat dari keberadaan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas tersebut. “Terima kasih Ibu Bupati, atas bantuannya dalam pengurusan IMB. Berkat bantuan Ibu Bupati semua menjadi lancar. Harapannya, kita dapat membuat berbagai kegiatan atau event yang besar dan bersifat global di Sleman, dan semoga Sleman menjadi rujukan bagi kabupaten lain di Jogja dan wilayah lain,” pungkas Panut. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Bupati Sleman Dukung Hybrid Virtual Run

Ngaglik – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman mendukung semua pihak yang hendak mengembangkan Kabupaten Sleman. Ini disampaikan saat audiensi dengan Komunitas Pecinta Sleman Sejati di Ruang Rapat Bupati Sleman, Kabupaten Sleman, Jumat (8/7/2022).

Komunitas Pecinta Sleman Sejati berinisiatif menyelenggarakan Hybrid Virtual Run dan Digitalisasi UMKM. “Hybrid Virtual Run salah satu kegiatan di mana setiap olahraga hasilkan peningkatan UMKM. Setiap UMKM hasilkan peningkatan ekonomi,” kata Kustini Sri Purnomo.

Profesor Suhono, Pembina Pecinta Sleman Sejati menyampaikan bahwa tuntutan digitalisasi telah memasuki berbagai lini kehidupan termasuk dalam kegiatan olah raga.

“Semoga Sleman bisa menjadi inspirator , inisiator dan pengembangan digitalisasi di semua sektor yg bisa meningkatkan kualitas hidup. Sleman menjadi contoh dan sekaligus sebagai laboratorium kehidupan melalui sinergi pemerintah, industri, akademia, dan masyarakat umum,” jelas Prof. Suhono.

Hybrid Virtual Run telah dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada 26 Juni lalu di Lapangan Denggung Sleman. Rangkaian acaranya antara lain Mini Fun Run 17 Juli di Wisdom Park UGM serta penutupan pada 24 Juli di Lapangan Maguwoharjo yang akan diisi dengan penyerahan trofi kejuaraan lomba Hybrid Virtual Run, kegiatan lari bersama, pentas kesenian rakyat, dan bazar UMKM.

Selain itu juga ada webinar tentang Digitalisasi Olah Raga pada 14 Juli dengan pembicara di antaranya Gatot Dewa Broto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olah Raga tahun 2021-2021; Prof Dr Ali Gufron Mukti, MSc, PHd, AAk, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ratu Tisha Destria, Wakil Presiden ASEAN Football Federation; dan Andhy Wardana Putra, Direktur Utama PT Persatuan Sepakbola Sleman. (Endarwati/KIM Donoharjo)