Tiga siswa MAN 1 Sleman Juarai Lomba Lari Hot Sprint Contest Tahun 2022

Tiga siswa MAN 1 Sleman berhasil menjuarai lomba lari  Hot Sprint Contest (HSC) seri 2 tahun 2022. Lomba yang diselenggarakan Persatuan Atlet Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sleman. Lomba yang memperebutkan piala Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sleman berlangsung di stadion atletik Tridadi Sleman, Minggu (29/5/2022). 

Dua orang siswa MAN 1 Sleman, Zaky Zanuar (X MIPA 1)  juara 1 kategori lomba lari putra SMA/MAN jarak 1000 m dengan waktu tempuh 3 menit 32 detik, dan di kategori yang sama, Huthama Ahmad Taha (X MIPA 1) juara 3 dengan waktu tempuh 3 menit 44 detik. Dan satu orang siswa, Rafael Maulana Supandang (X IIk) meraih juara 3 kategori lomba lari putra SMA/MAN jarak 100m.

“Alhamdulillah, saya bersyukur berhasil menjuarai lomba lari ini, mohon doa restu Bapak/Ibu guru semoga bisa meraih juara di ajang yang lebih tinggi,” ungkap Zaky. Sementara itu Farai merasa belum puas karena baru barada di urutan ketiga.  Ia bertekad untuk berusaha latihan lagi agar menjadi lebih baik di ajang kompetisi berikutnya.

Sementara itu Sutarlip, Guru olahraga sekaligus pembimbing bersyukur dan mengapresiasi keberhasilan anak didiknya dalam ajang lomba lari Hot Sprint Contest  seri2 tahun 2022. 

“Alhamdulillah, atas kerja keras anak-anak yang laur biasa, tiga siswa berhasil meraih juara, yang sebelumnya pada seri 1, yang digelar (31/1) baru satu anak, yang berhasil  meraih juara,”  kata Tarlip. (smn)




Permainan Tradisional Sebagai Bukti Identitas Peradaban Bangsa Indonesia

Permainan olahraga tradisional merupakan sebuah identitas peradaban Bangsa Indonesia. Permaianan tersebut bukan hanya sekedar olahraga, tetapi dapat menunjukkan karakter sebuah bangsa, yaitu kerja sama. Hal tersebut yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman saat membuka kegiatan lomba permainan dan olahraga tradisional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di Lapangan Pemkab Sleman, Rabu (25/5/2022).

“Esensinya olahraga permainan tradisional adalah membangun kebersamaan, selaras dengan tema hari ulang tahun atau hari jadi Kabupaten Sleman yaitu Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah,” kata Aji.

Menurut Aji, Sesarengan Mbangun Sleman tersebut memiliki dasar kebersamaan dan kegotong-royongan. “Hal tersebut bisa dilatih, bisa divisualisasikan dalam permainan tradisional ini,” tambah Aji.

Permainan tradisional, lanjut Aji, sangat membutuhkan interaksi antar individu untuk dimainkan. Artinya, dengan memainkan permainan tradisional dapat membangun kebersamaan dan memahami perasaan orang lain, sehingga dapat memupuk rasa untuk menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Mudah-mudahan, gumregahnya para peserta yang ikut permainan tradisional ini menjadi inspirasi masyarakat luas untuk tidak lupa dengan jati diri bangsa sebagai bangsa yang bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya,” ujar Aji.

Dispora Sleman sendiri menggelar lomba permainan dan olahraga tradisional dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sleman yang jatuh pada 15 Mei 2022 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang berada di Kabupaten Sleman. Ada beberapa nomor lomba yang diadakan, diantaranya adalah Lomba Halang Rintang (Gobak Sodor), Egrang, Lomba Balap Karung, dan Lomba Senam Kreasi Sleman Bangkit.




Rayakan Pancawarsa, Komunitas Sepeda Algojo Gelar Gowes Bareng ke Destinasi Wisata Sleman

Sleman – Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menyelenggarakan acara peringatan ulang tahun ke-5 tahun (pancawarsa) dengan melakukan gowes bareng yang mengambil start di halaman Kalurahan Condongcatur dan Finis di Objek Wisata Kali Opak Tujuh Bulan Tamanmartani Kalasan Sleman, Minggu (15/5/2022). Acara gowes bareng ini dihadiri pejabat pemerintah, pemilik usaha, tokoh masyarakat dan instansi lainya serta 68 Komunitas Gowes DIY

Sekda Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, sebelum pengibaran bendera start memberikan sambutan ucapan selamat ulang tahun kepada komunitas sepeda Algojo, yang ulang tahunnya berbarengan dengan hari jadi Kabupaten Sleman ke-106. Ia juga mengajak masyarakat senantiasa berolahraga untuk menjaga kesehatan.

“Salah satunya olahraga bersepeda yang praktis dan menyenangkan apalagi sambil berekreasi di objek wisata untuk refresing menikmati udara pagi dan pemandangan alam,” kata Harda.

Menempuh jarak sekitar 15 Km, peserta gowes dipandu Marshal yang mengarahkan dan menjaga setiap persimpangan jalan untuk memudahkan para peserta. Iring-iringan juga dikawal oleh mobil penjaring, dan Ambulans dari RS. Condongcatur, Pemerintah Condongcatur, dan Ambulans RCC, BNN Sleman dalam menyusuri jalanan persawahan menuju objek wisata Kali Opak tujuh bulan.

Pada garis finis, panitia membagikan kupon undian berhadiah 8 sepeda dan doorprize menarik lainnya. Para peserta juga bisa menikmati jajanan Snack ala pos pit pakem dan bakso pak bro, sambil menikmati hiburan organ tunggal.

Pembina Algojo, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa tujuan digelarnya gowes bareng perayaan 5 tahun Algojo ini sebagai ajang silaturahmi para goweser DIY untuk nglumpuke balung pisah. “Mengambil finis di Kali Opak Tujuh Bulan untuk ikut mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sleman, para Goweser mempunyai semangat yang sama selalu menjaga kekokampakan karena memiliki prinsip Sedularan Saklawase,” kata Reno.

Sementara itu, Mantan Bupati Sleman periode 2010-2021, Sri Purnomo, selaku tokoh masyarakat Sleman berharap di usia yang ke 5 ini, Komunitas Algojo dapat senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan, serta dapat terus bermanfaat bagi anggota, masyarakat dan lingkunganya. Pada kesempatan ini Sri Purnomo, juga memberikan bantuan dana sebesar Rp. .

Pada kesempatan ini, Algojo juga melakukan kegiatan sosial dengan memberikan bingkisan dan amplop uang kepada 20 anak yatim/piatu/warga kurang mampu warga sekitar sebagai wujud ikut berbagi kebahagian kepada mereka. (Wasana/KIM Depok)




Lakukan Audiensi dengan Bupati, PDBI Sleman Optimis Rebut Juara Umum Porda DIY 2022

Sleman – Dalam rangka menyongsong Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY yang berlangsung di Kabupaten Sleman, Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sleman mengadakan audiensi dengan Bupati Sleman pada Jumat (1/4/2022). Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Sleman tersebut, Abdul Kadir, Ketua PDBI Sleman diterima langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Abdul Kadir pada kesempatan tersebut menyampaikan persiapan yang dilakukan oleh PDBI Sleman dalam menyambut Porda 2022.

“Kami terus meningkatkan intensitas latihan termasuk bulan Ramadan tetap dilakukan serta melakukan TC dan menargetkan juara umum dari 10 mata lomba drum band yang dipertandingkan di PORDA 2022 di Kab Sleman pada bulan September mendatang,” ujar Abdul.

Namun demikian, Abdul Kadir menyampaikan bahwa pihaknya masih mengalami kendala dalam persiapan, yaitu peralatan yang dimiliki sudah tidak layak. “Mohon dukungan Bupati Sleman untuk peralatan baru dengan bahan carbonat, bahan lebih ringan dan representative,” kata Abdul lagi.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya untuk segenap pengurus dan atlet PDBI Sleman yang telah giat berlatih untuk menyambut penyelenggaraan Porda DIY.

“Porda tidak hanya even olahraga bergengsi bagi Kabupaten yang menjadi tuan rumah, lebih dari pada itu Porda juga merupakan sarana untuk menggalakkan kompetisi olahraga, serta menjaring bibit-bibit unggul daerah,” kata Kustini. (Arief Hartanto)




Pemkab Sleman Resmi Luncurkan Jingle, Logo dan Maskot Porda XVI dan Peparda III DIY Tahun 2022

Sleman – Pemerintah Kabupaten resmi luncurkan jingle, logo dan maskot Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI dan Pekan Paralimpic Daerah (Peparda) III tahun 2022, Kamis (31/3).

Peluncurkan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Ketua KONI DIY Djoko Pekik, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman Agung Armawanta bertempat di Gedung Serbaguna Pemda Sleman.

Dalam laporannya, Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta menyampaikan bahwa peluncuran jingle, logo dan maskot tersebut  dilakukan setelah sebelumnya Dispora Sleman menyelenggarakan lomba jingle, logo dan maskot Porda XVI dan Peparda III.

“Pada hari ini dijadwalkan peluncuran jingle, logo dan Maskot, yang merupakan pilihan terbaik karya peserta lomba,” jelas Agung.

Agung menilai, dipilihnya karya terbaik peserta lomba sebagai jingle, logo Maskot Porda XVI dan Peparda III ini sebagai upaya dalam melibatkan masyarakat sleman dan sebagai upaya mensosialisasikan perhelatan Porda dan Peparda yang akan berlangsung di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap animo masyarakat Sleman yang terlah berpartisipasi menyemarakkan even PORDA melalui keikutsertaannya dalam lomba Desain Logo, Maskot dan Jinggle PORDA.

“Perhelatan besar olahraga ini merupakan kerja bersama pemerintah, insan olahraga dan seluruh masyarakat Sleman. Untuk itu saya sangat mengapresiasi animo masyarakat Sleman yang telah berpartisipasi menyemarakkan even Porda melalui keikutsertaannya dalam lomba – lomba ini,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini mengatakan Porda tidak hanya even olahraga bergengsi bagi Kabupaten yang menjadi tuan rumah, lebih daripada itu Porda juga merupakan sarana untuk menggalakkan kompetisi olahraga, serta menjaring bibit-bibit unggul daerah.

Dalam kesempatan tersebut juga Kustini menjelaskan bahwa logo dan maskot Porda DIY XVI dan Peparda DIY III terpilih yang di-launching, mengusung nama SI ELJA (Elang Jawa). Menurut Kustini Maskot SI ELJA (Elang Jawa) merupakan simbol dari satwa endemik dari Kabupaten Sleman yang dinilai mampu mewakili semangat juang Sleman. 

“Maskot ini menggenakan kostum Parijotho yang merupakan batik khas Kabupaten Sleman. Parijotho sendiri merupakan flora khas dari kawasan lereng Gunung Merapi,” jelasnya.

Selain peluncuran jingle, logo dan Maskot, dalam kesempatan tersebut juga Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Bersama dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan hadiah kepada juara I masing-masing lomba Desain Logo, Maskot dan Jinggle Porda. (Humas Sleman)