Jaga Kebugaran Jiwa dan Raga dengan Senam Yoga

Gamping – Guna menjaga kebugaran jiwa dan raga para relawan setelah menunaikan tugas kemanusiaan, Komunitas Kekandhangan Banyuraden berkolaborasi dengan Rumah Inspirasi Jogja (Rumijo) mengadakan kegiatan senam Yoga yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Rabu (6/10/2021) sore. Kegiatan diikuti oleh 10 relawan dibawah arahan langsung  pendiri Rumijo, Filiana Dewi selaku instruktur Yoga.

“Yoga adalah olahraga yang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan secara fisik dan mental karena dapat menjadikan tubuh kita rileks, menghilangkan ketegangan tubuh, dan membuat pikiran tenang, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan apabila dilakukan secara kontinyu,” ucap Dewi dihadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa Yoga sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh, memperbaiki postur tubuh, serta menjadikan tubuh bertambah kuat. Selain itu, dengan melalukan Yoga bisa meningkatkan jangkauan gerak, dan membuat tubuh menjadi lentur bahkan ada gerakan tertentu yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Di sela-sela pelaksanaan senam Yoga, Koordinator Komunitas Kekandhangan, Samastha menyampaikan bahwa para relawan perlu mengikuti senam Yoga agar kebugarannya terjaga. Bahkan dengan melakukan gerakan yoga tertentu seperti ‘plow’ dapat membantu dalam peningkatan sistem metabolisme dan menjaga keseimbangan tubuh.

“Sebetulnya rencana kegiatan senam Yoga ini sudah dirancang beberapa bulan yang lalu. Namun baru terlaksana di bulan Oktober tahun 2021 karena kesibukan para relawan dalam penanganan bencana non alam COVID-19,” ujar Samastha.

Dirinya juga berharap agar senam Yoga dapat dijalankan secara rutin di komunitasnya lantaran sangat berguna bagi kesehatan relawan di segala usia dalam membantu proses pemulihan kebugaran apabila dilakukan secara rutin dan teratur. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bangun Watak Ksatria dengan Olahraga Jemparingan

Turi – Dalam rangka gelar potensi budaya, Kalurahan Mandiri Budaya Bangunkerto menggelar Gladen Climen Jemparingan Mataram di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman, Minggu (3/10/2021). Kegiatan diikuti oleh peserta yang berasal dari beberapa klub Jemparingan gaya Mataraman di Kabupaten Sleman.

Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah adalah olahraga panahan khas Kerajaan Mataram, yang dilakukan dengan duduk bersila, berbeda dengan panahan pada umumnya. Asal usulnya sendiri dapat ditelusuri sejak awal keberadaan Kesultanan Yogyakarta, tepatnya saat masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792). Pada saat itu, Sri Sultan mendorong segenap pengikut dan rakyatnya untuk belajar memanah sebagai sarana membentuk watak ksatria.

Pj. Lurah Bangunkerto, Rachmad Widaryanto, berharap dengan pelaksanaan kegiatan Gladen Climen Jemparingan ini, dapat membantu mengembangkan olahraga dan kebugaran tubuh. “Selain itu, juga untuk sarana membentuk watak ksatria sebagai nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan,” ungkap Rachmad.  

Watak ksatria sendiri terdiri dari sawiji yang bermakna konsentrasi, greget yang bermakna semangat, sengguh yang bermakna rasa percaya, dan ora mingkuh yang bermakna bertanggung jawab.

“Selain olahraga, kegiatan in (Jemparingan) juga menjadi olahrasa yang mengandung nilai filosofi yang sangat dalam dan ini harus dilestarikan dalam masyarakat.  

Pada Jemparingan Gaya Mataram Yogyakarta, pemanah menggunakan jemparing atau anak panah yang terbuat dari bambu, gendawa (busur) yang terbuat dari bambu atau kayu, dan wong-wongan (bandul) yang terbuat dari kain berisi jerami sebagai sasaran. (Arief Hartanto)




Bupati Sleman: Homebase PSS Tetap di Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memanggil manajemen PS Sleman untuk memastikan homebase PSS tetap di Sleman. Kustini juga meminta kepada Direktur Utama PT PS Sleman Marco Garcia Paulo untuk meminta maaf kepada masyarakat Sleman.

“Sore ini melalui telfon, kami minta pak Marco untuk meminta maaf. Dan kami minta dilakukan segera. Serta saya pastikan Homebase PSS tetap di Sleman,” ungkap Kustini usai memanggil manajemen PS Sleman di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (1/10/2021).

Kustini bersama dengan Wakil Bupati, Danang Maharsa dan Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiarta memanggil manajemen PS Sleman yang diwakili Hempri Suyatna, Andi Wardana dan Yoni Arseto di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (1/10/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Kustini meminta penjelasan dari internal manajemen terkait kemarahan suporter laskar Super Elja di media sosial dan kerumunan di Omah PSS beberapa waktu lalu. Kemarahan suporter tersebut, salah satunya diakibatkan statement Marco yang melukai hati para suporter.

“Dari pihak menajemen menyampaikan bahwa itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama. Dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut,” jelas Kustini.

Kustini menyampaikan, statement dari orang nomor satu di PS Sleman itu bukan merupakan statement direksi. Hal itu spontan diucapkan, karena adanya berbagai tekanan dari suporter terkait rentetan hasil buruk yang diterima PSS pada beberapa laga pembuka di kompetisi BRI Liga 1.

“Beliau (Marco) cerita kalau memang sedang tertekan. Tapi tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berfikir positif. Karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga,” tandas Kustini.

Sementara, perwakilan manajemen PS Sleman, Hempri Suyatna menyampaikan hasil buruk yang didapat di beberapa laga awal salah satunya disebabkan minimnya persiapan tim.  “Kita baru berkumpul satu minggu jelang kompetisi, tentu itu sangat mepet sekali. Dan kondisi kita juga dialami tim-tim besar lain yang juga belum maksimal pada beberapa laga awal,” ujar Hempri.

Terkait tuntutan dari berbagai suporter, ditambahkan Hempri jika dari pihak manajemen sudah menyiapkan sejumlah langkah. Tentu langkah tersebut akan diambil dengan melihat hasil pertandingan kedepan.

“Beberapa hari lagi kita sudah ada pertandingan sebelum jeda dan lanjut ke seri berikutnya. Ini tentu tidak mudah, tapi kita sudah membicarakan hal ini di internal,” pungkas Hempri.

Untuk diketahui, Direktur Utama PS Sleman Marco Garcia Paulo menyampaikan akan memindahkan homebase PS Sleman. Hal tersebut diutarakan Marco ketika dihubungi suporter yang menuntut adanya perubahan dalam tubuh manajemen. (Humas Sleman)




Lepas Kontingen PON, Bupati Sleman Harap Para Atlet dapat Beri Kemampuan Terbaik

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengharapkan atlet Sleman yang mewakil DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. Hal ini disampaikan Kustini dalam pelepasan kontingen PON XX Papua Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (28/9/2021) malam.

“Saya juga berpesan agar dapat menjaga nama baik Kabupaten Sleman di mata penyelenggara dan peserta PON XX lainnya, kami doakan saudara-saudara semua dapat menampilkan kemampuan terbaik,” ujar Kustini. 

Menurutnya, kontingen PON DIY asal Kabupaten Sleman kali ini terdiri dari 40 atlet dan 18 pelatih/manajer. Sebagai sebuah tim, Kustini menghimbau kontingen Kabupaten Sleman untuk dapat mengedepankan teamwork serta mengenyampingkan kepentingan atau keinginan pribadi.

“Ingat, saudara-saudara sekalian merupakan satu kesatuan, keberhasilan salah satu merupakan keberhasilan yang lainnya. Diharapkan dengan ini akan tercipta tim yang solid dan kuat,” kata Kustini.

Wakil Ketua I KONI Kabupaten Sleman, Sukiman Hadiwijoyo mengatakan atlet PON DIY dari Kabupaten Sleman bertanding di 19 cabang olahraga (cabor). Dari jumlah tersebut yang sudah berangkat 12 cabor yaitu bilyard, voli pasir, yudo, catur, polo air, renang indah, sepatu roda, gantole, terbang layang, terjun payung, wushu dan taekwondo.

“Menyisakan 7 cabor yang belum berangkat yaitu pencak silat, kempo, tarung derajat, menembak, rugby, binaraga dan bermotor,” jelas Sukiman.

Dalam kesempatan tersebut Sukiman berharap dukungan dan doa masyarakat DIY, khususnya Kabupaten Sleman agar atlet kebanggan Sleman dapat menampilkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Humas Sleman)




Bawakan Senam Kreasi Gugur Gunung, Kontingen Kapanewon Depok Sabet Juara Hiburan 1

Tim Senam Kapanewon Depok berhasil meraih Juara Hiburan 1 dalam Lomba Senam Kreasi Antar Kapanewon yang digelar Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Selasa (28/09/2021).

Bertempat di Gedung Serba Guna Sleman, senam kreasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional (Haornas).

Ajeng Sri Sulistyowati, koordinator kontingen Kapanewon Depok bersama 5 anggota lainnya sukses mengkreasikan Senam Gugur Gunung dan berhak membawa pulang hadiah berupa seperangkat wireless speaker.

“Kontingen Kapanewon Depok tampil nomor undian 6, bersyukur sekali bisa meraih juara untuk kategori Hiburan dan meraih posisi pertama,” terang Ajeng.

Lebih lanjut, Ajeng berharap ke depannya terjalin komunikasi yang baik sehingga ada kekompakan dan kerjasama antarmasyarakat dan pemerintah setempat.

“Harapan saya sebagai instruktur senam di Kapanewon Depok, kalau ada kegiatan senam, bisa memberdayakan kami selaku instruktur senam setempat,” imbuhnya.

Kegiatan ini sendiri merupakan wujud pengembangan olah raga kreasi yang diwujudkan dengan perlombaan olah raga tradisional antar komunitas/kelompok kesenian.

Sementara itu, pihak Kapanewon Depok mengapresisasi capaian tim senam Kapanewon Depok. Melalui Jawatan Sosial, kontingen Kapanewon Depok difasilitasi dengan memberikan bantuan stimulus untuk mendukung dan memberikan semangat kepada kontingen Kapanewon Depok.

“Kita upayakan memfasilitasi mereka, terlebih membawa nama baik Kapanewon Depok. Saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih,” terang Subagya, Panewu Depok saat menerima tim yang baru selesai menjalankan tugas.

Subagya juga berharap agar tim bisa memberikan semangat bagi kelompok senam lain yang ada di Kapanewon Depok untuk selalu berkiprah dan berkreasi. (Andri Afriyanto/KIM Depok)