Segudang Prestasi Angkat Besi Salma Ayu Balqis

Salma
Ayu Balqis adalah
atlet angkat besi perempuan Kabupaten Sleman
dengan segudang prestasi. Dara kelahiran 9 September
1997 ini mulai mengenal angkat besi dari kelas 5 SD saat bermain di rumah salah
temannya yang memiliki alat kebugaran.

Awalnya, Salma tidak dizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti lomba angkat besi, namun dengan tekadnya ia mampu membuktikan bahwa ia memiliki bakat di olahraga tersebut. “Pertamanya itu nggak boleh sama bapakku, terus ikut-ikut iseng gitu lama-lama kok dapat juara, pertama ikut tingkat Kabupaten juara, bapakku langsung ‘ow ya udah ada bakat ini bisa lanjut,’ terus ke tingkat provinsi juara lagi, akhirnya sama bapakku dibolehin. Pertama nggak boleh juga sih, takutnya nanti pertumbuhannya jadi terhambat mungkin ya,” ungkap Salma saat ditemui, Rabu, (23/10/2019).

Selain itu, motivasi awal Salma untuk terus mengembangkan bakatnya adalah berkat piagam-piagam penghargaan yang ia peroleh dari tahun 2009 sampai 2011. Piagam ini ternyata memudahkan Salma saat dirinya masuk ke SMP karena mendapatkan tambahan nilai dari piagam tersebut.

Di ajang terbaru, Salma berhasil meraih Juara 2 dan mendapatkan medali perak pada Pekan Olahraga Daerah XV PABBSI Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 Oktober lalu. Salma dengan berat badan 60 kg dan tinggi 166 cm berhasil mengangkat beban seberat 67 kg pada angkatan ketiga. Sebelumnya ia berhasil di angkatan kedua 63 kg dan sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 61 kg karena kehabisan waktu.

Salma yang tinggal di Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, rutin berlatih di Ranger Fitness Pangukan tiga kali seminggu pagi dan sore, dan ditambah menjadi lima kali seminggu ketika akan menghadapi lomba. Untuk kendala yang ia hadapi saat latihan salah satunya adalah mood. “Kadang kalo moodnya lagi nggak baik itu mempengaruhi waktu latihan, biasanya segitu kuat tapi kalo lagi nggak mood itu segitu jadi nggak kuat,” aku Salma.

Ada juga perasaan takut akan cedera. Salma sendiri pernah mengalami cedera punggung dan tangan. “Pernah punggung tulang ekor pernah, itu satu minggu sebelum aku PORDA tahun 2017, sudah aku bawa ke tukang pijat kemanapun aja sampai nyerah. Katanya kalau ini nggak sembuh dibawa ke dokter aja. Itu aku sudah nangis, sudah sia-sia ini latihanku, akhirnya aku cuma bisa berharap semoga besok pas lomba nggak sakit, terus disemprot pakai apa itu biar nggak kerasa sakitnya, Alhamdulillah dapat juara 1,” ungkapnya.

Banyak
prestasi yang telah diukir oleh atlet ini diantaranya adalah Juara 2 angkat
besi putri kelas 40kg tahun 2009, Peringkat 12 Nasional kelas 44 kg yunior tahun
2010, Juara 1 angkat berat putri kelas 40 kg tahun 2010, Juara 1 angkat besi
putri kelas 53 kg tahun 2011, Juara 2 Angkat besi senior putri 44 kg tahun
2011, Juara 3 angkat besi putri kelas 53 kg tahun 2013, Juara 2 angkat besi
putri kelas 57 kg tahun 2013, Juara 1 angkat besi putri kelas 58 kg tahun 2013,
Juara 1 angkat besi putri kelas 53 kg tahun 2015, Juara 1 kelas 63 kg angkat
besi putri tahun 2017.

Salma
yang pernah menjadi pelatih di PORDA tingkat pelajar ini berharap kepada
seluruh juniornya agar tetap semangat, selalu menjaga kesehatan, atur pola
makan, serta bisa menyeimbangkan antara latihan dan istirahat. (Rep Anis)




Pordes, Ajang Pembinaan Sekaligus Persahabatan

Ngaglik – Pekan Olahraga Desa (Pordes) Sardonoharjo Tahun 2019 resmi dibuka di Lapangan RBC Pedukuhan Bulusan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (18/10/2019). Dihadiri oleh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, dan Muspika Kecamatan Ngaglik, Pordes Sardonoharjo ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa didampingi Camat Ngaglik, Kapolsek dan Danramil ditandai dengan pemukulan gong dan pemukulan bola voli pertama.

Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan harapannya pada pelaksanaan Pordes ini. “Pelaksanaan pordes setiap tahunnya diharapkan mampu membawa manfaat kepada masyarakat. Fungsi dari pelaksanaan pordes ini yang pertama adalah fungsi pembinaan jadi kita membina potensi generasi muda kita. Yang kedua adalah fungsi persahabatan, dengan kegiatan kompetisi ini kita mengharapkan persahabatan atau rasa kekeluargaan kita semakin kuat,” ujar Harjuno Wiwoho.

Pordes Sardonoharjo tahun ini bertema ”Melalui Pordes Sportivitas dalam Berolahraga”. Cabang olahraga yang dipertandingkan tahun ini adalah bola voli, bulutangkis, catur, futsal dan atletik. Peserta lomba seluruh cabang berasal dari masing-masing pedukuhan yang ada di Desa Sardonoharjo.

Camat Ngaglik, Subagyo menyampaikan selamat kepada Desa Sardonoharjo yang bisa melaksanakan Pordes tahun ini dan menyampaikan apresiasinya kepada karang taruna yang menjadi panitia pordes.”Semoga bisa memunculkan atlet yg berprestasi,” harap Subagyo.

Setelah acara pembukaan langsung dilanjutkan dengan pertandingan pertama cabang bola voli antara Pedukuhan Blekik yang berhadapan dengan Pedukuhan Wonosobo di pertandingan pertama, kemudian dilanjutkan Pedukuhan Gondangan melawan Pedukuhan Pencarsari. Pordes Desa Sardonoharjo ini akan berlangsung hingga 30 Oktober 2019. (KIM Sardonoharjo/ESK)




Tambah Frekuensi Latihan, Dojo Donoharjo Siap Hadapi Kejurda 2019

Ngaglik
– Menghadapi laga di Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2019, Karate Tunas Bangsa (KTB)
Dojo Donoharjo gencar melaksanakan persiapan di antaranya dengan meningkatkan
frekuensi latihan dari yang semula 2 kali menjadi 3 kali seminggu.

Dikatakan
Senpai Eko, Pelatih Karate Dojo Donoharjo saat ditemui seusai latihan di Aula
Balai Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu (13/10/2019), hal dilakukan agar
para atlet menampilkan semangat dan performa terbaiknya saat pertandingan
nanti.

Kejurda
INKANAS (Institut Karatedo Nasional) 2019, lanjut Eko, akan dilaksanakan pada Sabtu
(9/11/2019) bertempat di Gelora Olahraga (GOR) Klebengan, Depok, Sleman. Acara
yang digelar oleh FORKI (Federasi Olah raga Karate Indonesia), perguruan
INKANAS DIY beserta Polisi Daerah (Polda) DIY ini memperebutkan piala Kapolda
dan beberapa penghargaan bergengsi lainnya.

Kejurda
karate tersebut adalah kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh atlet karate di
bawah naungan perguruan INKANAS yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di
wilayah DIY sehingga diperlukan persiapan fisik, teknik, dan mental yang lebih
memadai.

“Dojo
Donoharjo saat ini memiliki lebih dari 100 kohai dengan rentang umur 5-20 tahun,
pada Kejurda nanti akan menurunkan 23 atlet terbaiknya dengan ambil bagian di
kumite (tanding) dan kata (seni). Kita berharap mendapatkan penghargaan di
setiap nomor yang dipertandingkan,” kata senpai Eko.

Senpai
Eko berharap olah raga bela diri asal Jepang ini akan semakin digemari khalayak
luas terutama para kawula muda dengan harapan semakin terwujud generasi yang
kuat, berani, tangguh, disiplin, dan jujur.

“Dengan
keikutsertaan di event bergengsi ini diharapkan dapat melihat potensi para
atlet dengan harapan melahirkan atlet karate berprestasi yang dapat
mengharumkan nama daerah,” imbuhnya. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)




Manajemen PS Sardonoharjo Siapkan Tim untuk Hadapi Divisi 1 ASKAB 2019/2020

Ngaglik – Manajemen PS Sardonoharjo Ngaglik Sleman mempersiapkan
tim menghadapi Divisi 1 ASKAB PS Sleman. Ini merupakan tanggapan atas pernyataan
PS Sleman yang akan menggulirkan kompetisi Divisi 1 pada bulan Oktober
mendatang.

Manager PS Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, memastikan pihak manajemen bersiap melakukan pembentukan tim baru.  “Pemain yang bergabung nanti merupakan pemain yang diharapkan dapat membawa PS Sardonoharjo menjadi juara,” lanjut Harjuno saat ditemui Senin (30/9/2019) di Banyu Wening Resto Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Selanjutnya Harjuno menjelaskan bahwa kompetisi Divisi 1
adalah hal yang penting bagi PS Sardonoharjo dalam kancah sepak bola nasional.

“Hasil dari kompetisi yang digelar oleh PS Sleman tersebut
menjadi penentu posisi PS Sardonoharjo dalam dunia persepakbolaan di Indonesia
musim selanjutnya,” tambah Harjuno.

Basuki selaku Pelatih PS Sardonoharjo mengatakan sembari
mengikuti turnamen, pihak manajemen juga mempersiapkan skuat untuk menghadapi
kompetisi ini. “Kami akui persiapan menghadapi kompetisi lebih serius
dikarenakan kompetisi membutuhkan waktu panjang dibandingkan dengan
turnamen,” ungkapnya. (KIM Sardonoharjo/ESK)




Karang Taruna Desa Sindumartani Siap Sukseskan Pordes

Ngemplak –
Menyambut Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2019 yang sebentar lagi akan
dilaksanakan, Desa Sindumartani melakukan sosialisasi di Aula Balai Desa
Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (23/9/2019). Cabang olahraga yang akan dipertandingkan adalah bulutangkis, maraton,
catur, tenis meja, sepakbola mini,
dan cabang olahraga unggulan bola voli yang akan memperebutkan piala Wakil Bupati Sleman.

Sosialisasi ini mengundang karang taruna, tokoh masyarakat, dan tokoh olahraga yang berada di Desa Sindumartani. Karang Taruna Karya Remaja Desa Sindumartani didapuk sebagai panitia pordes yang rencananya akan dimulai tanggal 2 Oktober dan acara puncaknya digelar tanggal 27 Oktober 2019.

“Acara pordes
diselenggarakan dalam rangka membangun rasa kekeluargaan antar padukuhan
sehingga harapannya setiap warga dapat mengikuti dengan baik, sehingga tidak
ada perdebatan maupun permasalahan yang timbul akibat pertandingan yang
diselenggarakan. Selain itu sebagai wadah menjaring bakat olahraga bagi
masyarakat khususnya remaja yang ada di Sindumartani ini,” ujar Midiyono,
Kepala Desa Sindumartani saat memberikan sosialisasi.

Pordes yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini selalu melibatkan karang taruna sebagai panitia. Dalam pordes kali ini, panitia menekankan persyaratan khusus yaitu harus ada pemain U19 (di bawah 19 tahun) di setiap cabang olahraga, yang tujuannya untuk menjaring atlet-atlet berbakat yang ada di Desa Sindumartani sehingga dapat diajukan dalam ajang pekan olahraga di tingkat lebih tinggi seperti di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Midiyono mengharapkan peran aktif masyarakat dari berbagai dusun dalam mensukseskan acara Pordes nantinya. “Selalu menjaga sportifitas antar pemain dan penonton selalu ditekankan kepada warga masyarakat, agar nantinya acara pordes dapat berlangsung dengan aman dan tertib seperti yang diharapkan,” pungkas Midiyono.(Eva Nurlaili)