Perangkat Daerah Harus Punya Etika

Perangkat desa dalam posisi sebagai birokrat harus mempunyai
etika. Demikian disampaikan Camat Seyegan, R. Budi Pramono, saat kegiatan pengambilan
sumpah jabatan dan pelantikan perangkat Desa Margodadi, serta serah terima jabatan
Kepala Seksi Pemerintahan, Dukuh Jagalan, dan Dukuh Grogol, Rabu (22/4/2020) di
Gedung Pertemuan Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

Kepada calon terlantik, Budi Pramono memberi contoh tentang
filosofi bahwa perangkat desa di masa lalu disebut sebagai pangreh projo
atau yang lebih bermakna sebagai memerintah, sedangkan di masa sekarang disebut
pamong projo yang dimaknai sebagai melayani, baik masyarakat, instansi
terkait, stake holder, maupun pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, Camat Seyegan menerangkan bahwa desa sebagai
subsistem tidak mengambil langkah sendiri.

“Otonomi desa ini harus dimaknai yang lebih baik,” ujar Budi
Pramono.

Tak hanya itu, Camat Seyegan juga mengharuskan perangkat
desa mempunyai kompetensi yang meliputi 3 aspek yaitu skill, knowledge,
dan attitude.

“Ketiganya ini yang harus dituangkan dalam memberikan
pelayanan,” tandasnya.

Pengambilan sumpah dilakukan oleh Subandi, Kepala Desa
Margodadi kepada tiga perangkat terlantik, yaitu Kepala Seksi Pemerintahan,
Agus Sulistiyanto, Dukuh Grogol, Candra Setyawan Brata, dan Dukuh Jagalan,
Amiek Ratnaningsih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kemenag Imbau Masyarakat Tarawih dan Tadarus di Rumah

Sleman – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan 1 Syawal di tengah pandemi Covid-19. Melalui surat edaran tersebut, Menteri Agama RI, Fachrul Razi mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan salat tarawih berjemaah di masjid untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Sa’ban Nuroni, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman saat jumpa pers, Rabu (15/4/2020) di Pendopo Parasamya, Setda Sleman.

Sa’ban Nuroni menyampaikan bahwa masyarakat diminta
menjalankan ibadah tarawih pun tadarus di rumah masing-masing bersama keluarga
agar terhindar dari kerumunan. Hal ini pun berlaku untuk kegiatan seperti buka
bersama.

“Pelaksanaan ibadah lainnya yang menyebabkan terkumpulnya massa adalah pembagian zakat. Dalam panduan tersebut panitia tidak membagi kupon tetapi panitia yang membagikan zakat ke tempatnya masing-masing. Pesantren kilat juga harus dilakukan dengan model daring,” tukasnya.

Sa’ban mengatakan bahwa surat edaran ini akan terus menjadi panduan masyarakat hingga Idul Fitri nanti.

“Pelaksanaan salat Idul Fitri juga tidak dilaksanakan seperti biasa, melainkan dilaksanakan di rumah masing-masing,” tambahnya.

Akan tetapi menurut Sa’ban, surat edaran tersebut bisa saja ditutup apabila pada saat bulan puasa kondisi sudah dinyatakan aman dari Covid-19.

Sa’ban Nuroni berharap surat edaran dari pemerintah yang diteruskan kepada kepala KUA, takmir masjid, dan organisasi masa Islam se-Kabupaten Sleman ini dapat membuat masyarakat tenang dalam melaksanakan ibadah puasa.

“Tanpa ada kekhawatiran dan kita dapat bersama-sama melawan
Covid-19 ini,” tuturnya. (Rep Septyan)




Pembangunan Sleman Prioritaskan Pemulihan Kondisi Ekonomi dan Sosial

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar konferensi video Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Kamis (9/4/2020) di Sleman Smart Room Dinas Kominfo Sleman.

Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman ini menggunakan aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri oleh kepala perangkat daerah dan Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Musrenbang ini merupakan salah satu program dari Pemerintah
Kabupaten Sleman yang harus tetap dilaksanakan demi kesinambungan masalah
pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman.

 “Melalui perencanaan yang baik, saya harapkan menjadi pendorong terselenggaranya proses penyusunan penganggaran tahun 2021 yang tepat waktu, maksimal, dan tepat sasaran,” tutur Sri Purnomo.

Tidak dimungkiri bahwa mewabahnya Covid-19 ini dikatakan Sri Purnomo telah mempengaruhi kondisi perekonomian dan memberikan dampak sosial yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Untuk memulihkan kondisi perekonomian dan kondisi sosial
masyarakat yang terdampak oleh wabah Covid-19 tersebut membutuhkan waktu dan
dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Pemulihan kondisi sosial dan perekonomian masyarakat menurut
Sri Purnomo akan menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Hal ini
sesuai dengan tema perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2021 yaitu
mengoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat
Sleman yang berbudaya.

Berdasarkan dengan hal tersebut, melalui Musrenbang ini Sri Purnomo pun mengimbau kepada jajaran eksekutif, jajaran wakil-wakil rakyat, maupun dari sebagian masyarakat Kabupaten Sleman untuk berpartisipasi aktif memberikan masukan-masukan agar pembangunan di tahun 2021 bisa berjalan maksimal dan baik. (Rep Septyan)




Panwasludes Gamping Resmi Dilantik Siap Awasi Tahapan Pemilihan

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) Gamping menyelenggarakan kegiatan pelantikan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Desa (Panwasludes) di hadapan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman bertempat di Ruang Rapat Balai Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Jumat (13/3/2020).

Prosesi pelantikan dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Sleman, Arjuna Al-Ikhsan Siregar, Kepala Sekretariat Panwaslucam Gamping, Harley Benyamin Joshua, Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu. , Babinsa Trihanggo, Sertu. Sugiyono, Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Pengambilan sumpah dan janji sebagai panwasludes dipimpin oleh Ketua Panwaslucam Gamping, Kusyamto didampingi Rohaniwan yang juga menjabat Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, Imam Syafingi dilanjutkan pembacaan Pakta Integritas oleh perwakilan Panwasludes terlantik dari Balecatur, Suranto di hadapan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Arjuna Al-Ikhsan Siregar menegaskan bahwa konteks kerawanan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ini tidak hanya dipotret dari aspek keamanan saja karena kualitas pemilihan yang baik juga ditentukan oleh aspek pelaksanaan, aspek penyelenggara, dan teknis di lapangan, termasuk partisipasi peserta dan pemilih turut menentukan tingkat kerawanan.

“Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan di Sleman yang memiliki indeks kerawanan pemilu di peringkat 37 nasional dan peringkat 10 di Pulau Jawa. Indeks kerawanan ini merupakan alat bantu untuk betugas di lapangan. Panwasludes adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat, harus mengetahui bagaimana mencegah terjadinya pelanggaran di masyarakat, dan melakukan sosialisasi terhadap peserta pemilu dan masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran. Panwasludes harus mengantisipasi pelanggaran, dan berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu Muspika, dan PPK sebagai mitra penyelenggara pemilihan,” ungkap Arjuna.

Sesuai dengan lampiran Keputusan Panwaslucam Gamping Nomor : tanggal 13 Maret 2020 daftar nama Panwasludes terlantik adalah Suranto (Desa Balecatur), Wancono (Desa Ambarketawang), Rizal Hartono (Desa Banyuraden), Anggita Pramono Djati (Desa Nogotirto), serta Suci Dwi Prastiwi (Desa Trihanggo) yang bertugas mulai 13 Maret 2020 hingga berakhirnya tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Sleman Lakukan Berbagai Persiapan Sambut E-Voting Pilkades

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menempuh pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 29 Maret mendatang.

Anggota Tim Teknis Utama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman, Aldrin Yudha Pradana menjelaskan bahwa saat ini persiapan untuk Pilkades dengan e-Voting sampai pada tahap menguji fungsi dan menseting alat sejumlah unit.

“Kita melaksanakan sosialisasi ke desa sampai ke tingkat
padukuhan, setelah itu ada pelatihan Tim Teknis Lapangan,” katanya saat kegiatan
monitoring di Stadion Maguwoharjo, Kamis (12/3/2020).

Ia menyebutkan, Tim Teknis Utama berjumlah 59 orang termasuk
dirinya membawahi personel Tim Teknis Lapangan.

“Kemarin sudah berjalan pelatihan Tenaga Teknis Lapangan (TTL) di Kampus Amikom dan juga melakukan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke anggota KPPS di desa masing-masing yang berjumlah 49 desa,” ucapnya menambahkan bentuk persiapan dari seluruh tim Pilkades.

Menurut Aldrin, yang dilakukannya di Stadion Maguwo
merupakan persiapan seting alat untuk membuat surat suara, konfigurasi alat,
sampai uji coba fungsi alat. Pun, ada sertifikasi kepada TTL sebanyak 200 TTL
per hari yang dikatakannya akan berlangsung sampai dengan 6 hari.

Berbagai persiapan ini dikatakan Aldrin agar pelaksanaan
Pilkades 2020 dengan e-Voting dapat berjalan lancar sesuai dengan apa yang
diharapkan.

“Konsep e-Voting ini juga akan memudahkan masyarakat dalam
memilih gambar, selain itu e-Voting juga bisa meminimalisasi kecurangan. Hal
ini juga bertujuan untuk mewujudkan Sleman menjadi Smart Regency,” tambahnya. (Rep
Septyan)