Dukung Tumbuhnya Ekonomi Kreatif Wujudkan Masyarakat Makmur Sejahtera

Kabupaten Sleman kerap kali menjadi objek studi komparasi bagi kabupaten/kota lain di Indonesia. Senin (13/1/2020) ini giliran Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara yang hadir mengunjungi Kabupaten Sleman.
Dipimpin
Bupati Ir Soekirman, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai membawa 45 personel
dalam kunjungannya. Soekirman mengatakan
kedatangan pihaknya bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan urusan
pemerintahan umum Pemerintah Kabupaten Sleman.
“Kami ini datang untuk
belajar karena dari segala apapun mulai dari umurnya, kekayaannya,
keteraturannya pasti Sleman lebih pengalaman,” tutur Soekirman saat
ditemui di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman.
Soekirman bercerita
terjalinnya kerja sama dengan Kabupaten Sleman ini sebelumnya telah dilakukan
melalui penandatangan MoU terkait pemberdayaan wisata desa. “Dulu melalui Dinas
Pariwisata Serdang Bedagai kami belajar pariwisata di Sleman salah satunya di Kecamatan
Ngaglik tentang pengembangan homestay dan kini kami sudah memiliki dua homestay
yang juga telah mendapat perhatian dari Kementerian Desa bahkan rencananya
Menteri Desa akan hadir untuk melihat wisata tani yang ada di Serdang Bedagai,”
tutur pria yang secara pribadi telah mengenal Bupati Sleman, Sri Purnomo sejak
tahun 2008 ini.
Keterbukaan Kabupaten Sleman
sebagai tempat menimba ilmu daerah lain ini diapresiasi oleh Soekirman sehingga
pihaknya dapat menuai inspirasi dari pembangunan di Kabupaten Sleman. “Saya
berharap pertemuan ini bisa membangun networking dan melalui teknologi
informasi yang sudah canggih komunikasi bisa berlanjut mulai hari ini sampai
selama-lamanya, dan proses belajar ini juga bisa berlanjut sehingga bisa
menambah pengetahuan dan keterampilan dari kami,” ujarnya.
Harapan ini tentu disambut
baik oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sri Purnomo menyampaikan bahwa pertemuan formal
ini hanyalah bentuk awal komunikasi antar dua kabupaten. “Kita di era teknologi
komunikasi, awalnya melalui pertemuan formal kemudian lewat grup untuk
berkomunikasi agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di dua
kabupaten ini dapat berjalan sukses,” sambung Sri Purnomo.
Dalam kunjungan kali ini,
tak lupa Sri Purnomo mengenalkan produk-produk asli Sleman kepada para tamu. “Sajian
merupakan hasil dari kebun petani Sleman, seperti kelengkeng, salak pondoh,
rambutan yang dipetik dari kebun rumah dinas jadi kami tidak beli dari luar,”
kelakarnya.
Selain produk hasil bumi Sleman,
Sri Purnomo juga mengenalkan produk olahan UMKM Sleman, seperti bakpia dan keripik
Salak. Produk-produk ini dikatakan Sri Purnomo dipasarkan guna mendukung desa
wisata di Sleman.
“Destinasi wisata di Sleman
pada tahun 2019 pengunjungnya melebihi target, kami awalnya mematok target 10
juta pengunjung dan ternyata di akhir tahun mencapai angka pengunjung,
beberapa desa wisata bahkan belum memberikan laporan pengunjung,” jabar Sri
Purnomo.
Prestasi ini diungkapkan Sri
Purnomo salah satunya karena Sleman membuat kalender event yang dipublikasikan
melalui surat kabar lokal dan media sosial. Selain itu, banyaknya pihak yang
terlibat juga digarisbawahi Sri Purnomo menjadi dukungan terhadap perkembangan
pariwisata di Sleman.
“Banyak yang terlibat dalam pengembangan ini menjadikan ekonomi kreatif bisa tumbuh bagus sehingga bisa membantu mengurangi jurang ekonomi masyarakat Sleman dan masyarakat pun lebih makmur sejahtera,” tukas Sri Purnomo.



