Kabupaten Asmat Papua Pelajari Kinerja Pemerintah Desa Argomulyo

Cangkringan
– Rabu (18/9/2019) bertempat di Gedung Balai Desa Argomulyo Kecamatan
Cangkringan, Pemerintah Desa Argomulyo menerima kunjungan kerja dari 46 Kepala
Kampung Kabupaten Asmat Papua.

Nampak
seluruh Dukuh, lembaga desa, BPD, dan Pemerintah Desa Argomulyo hadir dalam
menyambut tamu dari Asmat Papua.

Yustus
Gakom selaku Staf Pemerintahan Kabupaten Asmat menyampaikan salam persahabatan
kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa Argomulyo.

Yustus
Gakom dalam kesempatan tersebut mengenalkan Kabupaten Asmat yang luas wilayah mencapai
km2 dengan 23 distrik atau kecamatan dan 224 kampung atau desa.

“Maksud
dan tujuan acara kunjungan kerja ke Desa Argomulyo adalah sebagai kegiatan studi
banding bagaimana kegiatan pemerintah Desa Argomulyo menjalankan setiap
kegiatan pemerintahan,” tukas Yustus.

Yustus
juga mengaku pihaknya ingin belajar bagaimana cara pembuatan keputusan Kepala
Desa dan kinerja yan dilakukan oleh setiap Kepala Seksi dan Kepala Urusan dalam
Pemerintahan Desa Argomulyo.

Menanggapi
kehadiran tamu dair Kabupaten Asmat Papua ini, Kepala Bidang Kelembagaan Desa
PMD Kabupaten Sleman, Agung Indarjo menyampaikan rasa apresiasinya.

“Sebuah
kehormatan yang besar saudara-saudara dari Kabupaten Asmat berkunjung studi banding
di Kabupaten Sleman ini,” ujarnya.

Agung
menjelaskan, kegiatan Pemerintahan Desa di Kabupaten Sleman berjalan dengan menggunakan
anggaran dana desa untuk membiayai seluruh kegiatannya.

Dikatakannya
juga bahwa sebagian besar anggaran dana desa juga dipergunakan untuk
pembangunan fisik dan sisanya untuk pemberdayaan masyarakat. (KIM
Cangkringan/Marmansyah)




Pemilihan Anggota BPD Sinduharjo Utamakan Kualitas

Ngaglik – Menjelang pemilihan anggota BPD di wilayah Desa Sinduharjo, Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja berharap orang-orang yang mengisi posisi BPD adalah mereka yang mau dan mampu. Ini agar kualitas BPD semakin baik. Demikian disampaikannya di sela-sela sambutan dalam acara Sosialisasi Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kepada perangkat desa, rt, dan rw, Kamis (5/9/2019) di Balai Desa Sinduharjo.

Sosialisasi
yang berlangsung tiga hari dari Selasa (3/9/2019) ini dikatakan Sudarja untuk
mengenalkan proses pemilihan BPD.

“Sesuai
dengan jumlah penduduk Desa Sinduharjo sekitar 13ribu maka anggota BPD
ditetapkan sejumlah 9 orang dengan ketentuan minimal 1 orang perempuan,”
imbuhnya.

Faisal
Nur Achmad, Sekretaris Desa Sinduharjo selaku Ketua Panitia Pemilihan
menambahkan dalam rangka pemilihan BPD Desa Sinduharjo, Pemerintah Desa Sinduharjo
membuat buat 3 daerah pemilihan (dapil).

“3
orang dari dapil I meliputi Padukuhan Taraman, Ngemplak, Pedak, Gadingan, Dukuh,
Gentan, Nglaban, Palgading, Tamvakan, 2 orang dapil II meliputi Padukuhan
Lojajar, Ngentak, Jaban, Dayu, Prujakan, 3 orang dapil III meliputi Padukuhan
Banteng, Ngabean Kulon, Ngabean Wetan, dan 1 orang dari unsur perempuan yang
dipilih melalui forum perempuan,” jabar Faisal. (KIM Ngaglik/Spn)




Kenduri Peringati HUT RI

Cangkringan – Warga Padukuhan Kebur Kidul, Desa Argomulyo,
Kecamatan Cangkringan melaksanakan syukuran atas kemerdekaan Republik Indonesia
dengan menggelar doa bersama dan kenduri, Jumat (16/8/2019). Kenduri ini selalu
dilaksanakan setiap tanggal 16 Agustus setiap tahunnya.

Sudarman selaku Rois Padukuhan menyampaikan bahwa
kemerdekaan adalah hal sangat mahal yang harus dibayar dengan harta, jiwa dan raga
dalam merebut dan mewujudkannya.

“Mari perbanyak rasa syukur karena kita hidup di Indonesia
sebagai bangsa yang merdeka, karena masih banyak negara di luar sana yang masih
ada konflik peperangan, sehingga nikmat sebagai bangsa yang merdeka adalah nikmat
yang harus terus disyukuri,” ujar Sudarman.

Sudarman juga mengajak warga untuk mendoakan seluruh pahlawan
yang sudah berjuang dan gugur dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Tak lupa
ajakan untuk mengisi kemerdekaan dengan terus menjaga kerukunan dan ikut
berperan dalam setiap pembangunan Indonesia.

“Mengisi kemerdekaan itu adalah perjuangan yang tidak kalah berat, oleh karena itu mari kita pupuk semangat kekeluargaan agar tercipta suasana yang kondusif,” pungkas Sudarman.(KIM Cangkringan/*)




Detik-detik Proklamasi di Ngaglik

Ngaglik – Pemerintah Kecamatan Ngaglik menggelar upacara
bendera peringatan hari ulang tahun ke 74 kemerdekaan RI di Lapangan Donoharjo,
Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (17/8/2019).

Upacara bendera berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Subagya selaku Camat Ngaglik dan dipimpin oleh Komandan Iptu Fachri Setyono, anggota Polsek Ngaglik.

Rasa nasionalisme dan patriotisme semakin kental saat
peringatan detik-detik proklamasi yang ditandai dengan bunyi sirine dan
dentuman meriam 17 kali kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi
oleh Kepala Desa Donoharjo, Hadi Rintoko.

Suasana semakin khidmat ketika Paskibra yang terbagi dalam
formasi yang membentuk angka 17, 8 dan 45 memasuki arena upacara. Inspektur
upacara kemudian menyerahkan bendera kepada 
Mienerve Chairunnisa Adhitya Putri siswi SMAN I Ngaglik sebagai anggota
formasi 8 yang dikawal oleh 4 orang Bregodo. Selanjutnya bendera merah putih diserahkan
dan dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korps musik dari SD
Karitas, Nandan, Sariharjo, Ngaglik. Pengawal bendera adalah pasukan bregada
yang merupakan pasukan Kraton sebagai wujud keistimewaan DIY.

Ditemui seusai upacara bendera, Kasi Trantib Kecamatan
Ngaglik, Bara Hernowo Natali selaku koordinator pelaksanaan upacara mengatakan
bahwa pelaksanaan upacara adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kemeriahan
gebyar HUT RI di Ngaglik, dan pelaksanaan upacara dilakukan secara bergilir di
tiap-tiap desa. Tahun ini Desa Donoharjo dipilih sebagai tempat pelaksanaan
upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI. “Hal tersebut dimaksudkan agar
masyarakat secara merata dapat merasakan kemeriahan dan kekhidmatan serta
memaknai kemerdekaan yang sesungguhnya jadi tidak terpusat hanya di satu titik
saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bara Hernowo mengatakan bahwa tujuan upacara
bendera peringatan HUT RI antara lain untuk mengenang dan menghargai jasa jasa
para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu
adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan rasa cinta
tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia serta sebagai upaya refleksi diri
agar bisa melakukan sesuatu yang lebih baik bagi Indonesia dan menghargai jasa
pahlawan yang terdahulu membebaskan bangsa ini dari penjajahan.

Peserta upacara ini terdiri dari siswa siswi SD, SMP, SMA sederajat, Satlinmas, para relawan, KORPRI, guru TK dan PAUD, anggota Polsek, Koramil, FKPM, dan Pramuka. Hadir pula sebagai tamu undangan di kursi kehormatan Komandan Koramil,  Kapolsek, Kepala Desa Donoharjo, Sariharjo, Sinduharjo, Sardonoharjo, Sukoharjo, Minomartani, PKK, staf pemerintah kecamatan dan desa, anggota BPD, ketua KIM, LVRI, FKUB dan instansi terkait yang berada di wilayah Ngaglik, serta turut diundang pula orang tua dari anggota Paskibra. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Linmas Berperan Aktif Tak Hanya Jelang Pemilu

Ngaglik –Menjadi
Perlindungan Masyarakat (Linmas) itu tidak harus kondang yang penting temandang
(bergerak-red). Pernyataan ini disampaikan Bara Hernowo Natali,
Kasi Trantib Kecamatan Ngaglik dalam momen pembentukan pengurus Linmas Desa
Sardonoharjo yang baru pada Jumat (16/8/2019) di Mrisen, Sardonoharjo.

Disampaikannya,
Linmas diharapkan selalu dapat berbuat kebaikan dan membantu masyarakat sesuai
tugas pokok dan fungsinya yang tercantum dalam Permendagri nomor 84 tahun 2014.
“Ada lima yaitu dalam kebencanaan, deteksi dini, keamanan, evakuasi korban
kebakaran, serta menjadi koordinator dapur umum jika terjadi bencana,” jabar
Bara.

Cahyo Wening, selaku
Kasatlinmas menambahkan dengan regenerasi Linmas ini diharapkan dapat membuat
berbagai program kegiatan, tidak hanya menjelang Pemilu tetapi dapat berperan
aktif di setiap kegiatan yang ada di Desa Sardonoharjo.

“Ada
beberapa kegiatan yg bisa dilaksanakan sebagai contoh setiap satu bulan sekali
diadakan patroli bersama Polsek, Koramil dan SatPol PP ke berbagai pos ronda di
wilayah desa,”tambah Wening. (KIM Ngaglik/ESK)