Mengusung Moto “SALIMAR”, MPP Sleman Hadir sebagai Pelayanan Publik Terintegrasi

Sleman –  Mal
Pelayanan Publik (MPP) Sleman telah resmi diluncurkan di halaman depan kantor
DPMPPT Sleman, Rabu (15/05/2019) bertepatan dengan hari jadi ke-103 tahun kabupaten
Sleman. 

Pada tanggal 27 Maret 2019 lalu, Bupati Sleman telah
menandatangani komitmen dengan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi untuk membentuk Mal Pelayanan Publik di lingkungan Sleman. Mal
Pelayanan Publik ini adalah wujud realisasi komitmen tersebut.

Pada acara peluncuran ini berkumandang jingle MPP Sleman. Dalam
jingle tersebut disebutkan moto dari Mal Pelayanan Publik Sleman serta
kemudahan-kemudahan yang akan diperoleh disana. Moto Mal Pelayanan Publik
Sleman adalah SALIMAR (Solusi, Aman, Lancar, Inovatif, Mudah, Akuntabel, dan
Responsif).

Pelayanan yang diberikan oleh MPP diharapkan mudah, cepat,
adil, aman, dan terarah. Selain itu MPP Sleman memberikan kemudahan bagi
masyarakat mendapatkan untuk mendapatkan pelayanan publik yang terintegrasi
dalam satu tempat atau konsep pelayanan satu pintu sehingga masyarakat tidak
perlu menghabiskan waktu ke kantor masing-masing dinas. Mal Pelayanan Publik
Sleman telah menampung 13 instansi beserta 103 jenis pelayanan.

Hal ini senada dengan yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Diah Natalisa dalam sambutannya yang mengatakan bahwa tugas MPP Sleman tidak hanya memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan aman sesuai dengan moto yang diusung. “Tetapi juga harus mampu menjawab tantangan di masa depan yakni mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan itu sendiri, sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tidak menurun,” ujar Diah Natalisa.

Mal Pelayanan Publik Sleman menampung 13 instansi dan 103 jenis pelayanan. Ketigabelas instansi tersebut adalah gabungan dari perangkat daerah Kabupaten Sleman dan instansi lain. Dari pemerintah kabupaten Sleman ada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Dinas Kesehatan.

Sedangkan instansi lainnya adalah Bank Pembangunan Daerah
DIY (BPD DIY) Cabang Sleman, Polres Sleman, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sleman,
BPJS Ketenagakerjaan Cabang DIY, Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Sleman, Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman, Kantor Pelayanan Pajak Daerah Pemda
DIY di Sleman, Gerai Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Bank BRI. Semua instansi
ini membuka loket pelayanan di Mal Pelayanan Publik setiap hari.(Rep Bilqis)




Upacara Hari Jadi Kabupaten Sleman di Kecamatan Ngaglik

“Pengetan ridumadosipun engkang kaping103 Kabupaten
Sleman, Kecamatan Ngaglik siaga katindakaken,” demikian laporan Eddy
Indrayana selaku komandan upacara di Kantor Kecamatan Ngaglik, Rabu,
(15/5/2019).

Kegiatan upacara kali ini di kecamatan Ngaglik tidak seperti
biasanya, selain berbahasa Jawa, semua peserta upacara juga memakai pakaian
adat Jawa Mataram kecuali anggota TNI-Polri yang sedang berdinas. Momen
istimewa ini hanya terjadi setiap 15 Mei, karena tanggal tersebut merupakan
hari jadi ke-103 Kabupaten Sleman.

Camat Ngaglik, Subagyo membacakan sambutan Bupati Sleman
yang mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu kembali membangun Sleman
setelah usainya pesta demokrasi pemilu serentak 2019.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Camat Ngaglik dan
dihadiri oleh Forum Komunikasi Kecamatan Ngaglik, Camat, Polsek, Koramil, Yandik,
Puskesmas, KUA, Perangkat desa dan tamu undangan lainya.(KIM Sinduharjo/SPN)




Integrasikan Pelayanan Publik dalam Satu Aplikasi

Sleman – Strategi untuk mewujudkan Sleman sebagai kabupaten cerdas terus diformulasikan, salah satunya ialah pembentukan aplikasi online pada masing-masing program yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sleman. Terkait hal itu Widiyawan, Direktur Sistem dan Sumberdaya Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan masukan terhadap beberapa inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Sleman untuk menuju smart city. Masukan Widyawan ini dia utarakan dalam Paparan Implementasi Program Smartcity, Rabu (08/05/2019) di Sleman Smart Room Diskominfo Sleman.

Widiyawan mengatakan bahwa pengimplementasian
program smart city dengan melakukan
pengintegrasian dari beberapa perangkat pelayanan publik dalam satu aplikasi,
telah sesuai dengan visi misi Sleman. Namun yang terpenting dalam melakukan
integrasi ialah harus adanya kebijakan yang jelas. Misalnya dalam hal membuat
aplikasi harus ada kebijakan mengenai pihak yang berhak membuatnya.

Widiyawan juga memberikan contoh terkait dengan
pengintegrasian dari beragam pelayanan publik dalam satu aplikasi yang akan
diciptakan nantinya. “Contoh UGM, aplikasinya satu bernama SIMASTER. Disitu
berisi semua bentuk pelayanan kampus. Seperti pelayanan Kuliah Kerja Nyata,
pajak, hibah penelitian, dan lain sebagainya. Dimana semua itu tersedia dalam
satu pintu,” tukasnya.

Sebagai evaluator, Widiyawan menambahkan beberapa
masukan terhadap pemerintah kabupaten Sleman mengenai program Smart City ke depannya.
Di antaranya pertama harus ada keselarasan antara kebutuhan/problem Sleman
dengan aplikasi yang dikembangkan. Kedua perlu ada kurasi aplikasi/sistem.
Ketiga penting untuk melakukan smart
branding.
Keempat ialah input problem, dapat dilakukan menggunakan analisis
media, contohnya Lapor Sleman. Dan yang terakhir adalah untuk air minum dan air
limbah dapat menggunakan sensor Internet of Things (loT) dalam
pemantauan di tempat yang diprioritaskan.

Selain Widyawan dari UGM, Paparan Implementasi Program Smartcity kali ini diisi dengan paparan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengenai program smart city yang berjalan di lingkungan masing-masing.

Dibuka pertama oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dengan penyampaian tiga poin utama yakni smart government, smart branding, dan smart living, yang diwujudkan dalam tiga program diantaranya sistem informasi tata ruang, geoportal, serta sistem informasi rekomendasi tanah desa dan kesultanan.

Dilanjutkan oleh Dinas
Lingkungan Hidup, dengan menguraikan bahwa pihak mereka juga telah melakukan
beberapa inovasi terkait dengan Smart
Regency
diantaranya ialah pembentukan kelompok sampah mandiri, pelayanan
sistem Lapor Sleman, pengelolaan website, pembayaran retribusi sampah secara
online, dan patroli sampah liar. Beberapa inovasi tersebut telah berbasis online/menggunakan
aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat agar tidak perlu datang ke
DLH.

Terakhir BKPP memaparkan
bahwa mereka telah menghadirkan sejumlah program yang juga berbasis aplikasi.
Salah satunya ialah pengembangan sistem informasi pegawai dan mutasi pegawai
berbasis web dan aplikasi android.(Rep Bilqis)




Mal Pelayanan Publik Sleman, Semua Pelayanan Publik dalam Satu Tempat

Sleman – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sleman yang
bertempat di gedung DPMPPT (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan
Terpadu), Beran, Tridadi, Sleman, mulai diujicobakan sejak Senin (6/5/2019).
Uji coba ini sengaja dilakukan untuk melihat efektivitas dari pengimplementasian
Mal Pelayanan Publik pada masyarakat Sleman dan sekitarnya.

Soft launching atau uji coba tersebut dihadiri oleh masyarakat
dari berbagai kalangan yang sedang mengurus beragam keperluan administrasi. Salah
satunya ialah Rosa, yang sengaja datang untuk mengurus surat perizinan pendirian
hotel di Sleman. Ia mengaku telah dua kali datang ke gedung DPMPPT Sleman ini.
Yang pertama memasukan surat pengantar, lalu seminggu kemudian ia datang
kembali untuk mengurus surat izin pendirian hotel sekaligus melakukan wawancara
perihal prosedur pendirian hotel di Kabupaten Sleman.

Rosa mengaku jika keberadaan Mal Pelayanan Publik ini sangat
membantu disebabkan adanya penyatuan berbagai instansi perangkat daerah dalam
satu gedung yang memudahkan publik menyelesaikan segala keperluannya di satu
tempat. Selain itu juga lokasi dari Mal Pelayanan Publik itu sendiri yang mudah
dijangkau, di tepi Jalan Magelang.

Namun kekurangannya ialah, antrian yang dirasa lama oleh
para pengunjung. “Antrian disini membludak, jadi nunggunya lama. Saya di sini
sudah 45 menit,” tuturnya.

Masing-masing loket disi oleh pelayanan dari berbagai
institusi, diantaranya pelayanan pembuatan kartu identitas anak dan perekaman
e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pelayanan BPJS Kesehatan
dan BPJS Ketenagkerjaan, Bank BPD DIY, pembayaran pajak kendaraan bermotor oleh
Samsat Sleman, dan pembuatan IMB. Selain itu juga ada loket Surat Pernyataan
Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dari Dinas
Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kantor Pelayanan Pajak
Pratama, SIM Corner oleh Polres Sleman, dan Pelayanan Izin Usaha Jasa
Konstruksi dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pada salah satu corner dipajang beragam hasil olahan dari
UMKM Sleman meliputi kain batik dan tas batik. Selain itu Mal Pelayanan Publik ini
juga dilengkapi fasilitas umum seperti toilet, musholla, dan ruang bermain
anak.

Untuk menunjang kinerja para pegawai, diselipkan pula kotak saran agar pengunjung dapat memberikan masukan ataupun kritik terhadap Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sleman. Meskipun masih dalam tahap uji coba, namun antusiasme dari masyarakat sangat tinggi. Mal Pelayanan Publik ini pun masih terus dalam tahap penyempurnan, sebelum peluncuran perdananya pada 15 Mei nanti.(Rep Bilqis)




Sertijab Camat untuk Cangkringan yang “Mandaliyemjukti”

Cangkringan – Pemerintah Kecamatan Cangkringan melaksanakan serahterima jabatan pergantian camat dari Mustadi kepada Suparmono di The Cangkringan Jogja Villa & Spa, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (30/4/ 2019).

Mustadi menyampaikan kesannya selama menjabat sebagai Camat
Cangkringan. “Satu tahun dua bulan bersama warga Cangkringan memang dirasa
tidak lama namun rasa kebersamaan sangat terasa sangat akrab dengan semua
eleman masyarakat dan seluruh pemerintah desa dan musyawarah pimpinan kecamatan,
sehingga seluruh kegiatan berjalan dengan sangat baik,” ungkap Mustadi.

Lebih jauh Mustadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pemerintah desa se-Cangkringan atas semangat bahu membahu membangun Cangkringan. “Rasanya keringat belum kering dalam mengemban tugas namun pada tanggal 22 April lalu saya mendapat SK untuk mengemban tugas baru sebagai Camat Kecamatan Sleman. Semoga apa yang sudah direncanakan agar dilanjutkan serta kesiap siagaan penanganan bencana terus dipupuk, kegiatan budaya juga semakin diperhatikan,” imbuh Mustadi.  Mustadi memungkasi sambutannya dengan harapan semoga Kecamatan Cangkringan tetap “Mandaliyemjukti” (aman terkendali  ayem tentrem sejuk di hati) .

Kepala Desa Argomulyo, Darjono, mewakili masyarakat Desa
Argomulyo mengatakan perpindahan tugas Camat ini dirasakan oleh warga
Cangkringan sangat mendadak. “Setelah kesibukan yang sangat padat terkait
dengan Pemilu, upacara boyong songsong kapanewon (pindahnya gedung kecamatan
baru). Kami berharap semoga di tempat yang baru pak Mustadi selamat dan sukses
dalam menjalankan tugasnya,” kata Darjono.

Darjono mengucapkan terimakasih atas dediaksi dan kinerja Mustadi
selama menjabat sebagai camat di Cangkringan, 
dan atas nama warga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan
warga. Selanjutnya Darjono berharap agar komunikasi dengan Mustadi tetap
terjalin sebagai keluarga.

Suparmono sebagai camat baru memperkenalkan diri dengan
“Pram”. “Biar gampang diingat dan kesannya lebih muda,” kelakar Suparmono.
“Sebelum serah terima jabatan ini saya selama seminggu ini muter-muter
Cangkringan agar lebih kenal dengan wilayah. Kita akan bekerjasama dan bimbinglah
saya untuk bisa menjalankan tugas baru di Cangkringan,” kata Suparmono. (KIM
Cangkringan/Marman)