Seluruh Desa di Moyudan Siap Bentuk PPID

Sarjono, Camat Moyudan menyampaikan semua desa di wilayah Kecamatan Moyudan siap untuk menerapkan Keterbukaan Informasi Publik. “Memang saat ini belum ada satupun desa yang sudah membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), tapi saat ini semua desa di wilayah Kecamatan Moyudan sudah memiliki website sendiri. Juga sudah ada baliho-baliho di tempat umum yang memuat APBDes,” ujar Sarjono, dalam acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan Komisi Informasi Daerah DIY di Kantor Kecamatan Moyudan, Jumat (26/10).

Sarjono menyambut baik diadakannya sosialisasi ini karena akan bermanfaat bagi aparat desa untuk segera membentuk PPID.

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Sleman yang diwakili Noor Hidayati Zakiah Pramulani menyampaikan tentang visi misi Kabupaten Sleman yang mendukung keterbukaan informasi publik. “Visi Kabupaten Sleman cerdas, penerapannya di antaranya adalah aparat pemerintah bekerja profesional dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi, supaya pelayanankepada masyarakat bisa diberikan dengan cepat dan mudah. Termasuk juga desa sebagai bagian dari Pemkab Sleman,”ungkap Noor Hidayati.

Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik ini diikuti perangkat desa di wilayah Kecamatan Moyudan yang terdiri dari Desa Sumberahayu, Sumbersari, Sumberagung, dan Sumberarum. Selain itu juga diikuti PKK dan Karang Taruna.

Sebagai narasumber adalah Warsono, Wakil Ketua Komisi Informasi Daerah DIY. Warsono menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan badan publik. “Keputusan dan kebijakan yang dibuat berdasarkan partisipasi masyarakat akan lebih akuntabel dan terhindar dari penyimpangan-penyimpangan,” tegas Warsono.




H-5 Penutupan CPNS, Calon Pendaftar Sleman Mulai Ramai

Suasana Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman mulai ramai dipadati pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil. Sampai hari ini, Rabu (10/10) pelamar CPNS sudah tercatat sebanyak 4151 orang yang terdaftar secara online dan sebanyak 2515 orang yang telah memasukkan berkas.

Meskipun pendaftar yang datang untuk melakukan pemberkasan terbilang ramai namun kondisi terpantau lancar dan dapat terlayani.

Terletak dilantai dasar Gedung BKPP Sleman, terdapat 6 loket pelayanan dimana masing-masing adalah loket pelayanan tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidikan yang terpisah antara putra-putri.

Bupati Sleman Sri Purnomo yang ditemui pada saat meninjau loket pendaftaran CPNS menghimbau, untuk dapat memanfaatkan kesempatan dengan maksimal sehingga diharapkan Sleman mendapatkan calon-calon pegawai yang berkualitas. Ia juga menyampaikan bahwa calon pelamar masih memiliki kesempatan sampai tanggal 15 oktober untuk mengupload berkas dan tanggal 16 oktober untuk melengkapi pemberkasan.

Ia menmbahkan, dari 628 fomasi di Sleman pada tahun 2018, Tenaga Kesehatan yang sangat diminati oleh Pelamar di Kabupaten Sleman.

“Hingga sampai hari ini jumlah pendaftar terbanyak adalah tenaga kesehatan sebanyak 1099 orang,” katanya.




Tingkatkan Kemakmuran Rakyat, Pengurus LPMD Desa Nogotirto Resmi Dikukuhkan

Gamping – Kamis (4/10/2018) pukul WIB, Pemerintah Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, melaksanakan pengukuhan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Nogotirto masa bakti 2018 – 2023 di Aula Balai Desa Nogotirto.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Kepala Desa Nogotirto, H. Faizin disaksikan oleh Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi Sosiawan, Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa Nogotirto, M. Wasil, Ketua Tim Penggerak PKK Nogotirto, Ermayanti, Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yuli, Ketua Karang Taruna Nogotirto, Destiawan Dwi, Perangkat Desa, serta 8 kepala Padukuhan di wilayah Desa Nogotirto.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Kesejahteraan desa Nogotirto Suyamto,  Pengurus LPMD yang dikukuhkan sebanyak 11 orang berasal dari unsur tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berkompeten di bidangnya. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Nogotirto Nomor : 20/ tanggal 2 Oktober 2018 ditetapkan sebagai Ketua Sudaryo, Wakil Ketua Muh. Baroi, Sekretaris Dian Amin Anggraeni, serta Bendahara Faris Hizbullah.

Dilengkapi Seksi Prasarana Fisik Suwartija, Seksi Ekonomi Ina Nurlaela, Seksi Sosial Budaya Sri Siswanti, Seksi Agama Musafa, Seksi Pendidikan dan Perpustakaan Arthaluruh Atining D.A, Seksi Olahraga dan Pemuda Triyono, serta Seksi Kesehatan dan Lingkungan Hidup Senu Wiyono.

Menurut Faizin,  LPMD sebagai Lembaga atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat yang difasilitasi Pemerintah melalui musyawarah dan mufakat ini, berfungsi sebagai mitra pemerintah desa dalam menampung dan mewujudkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan.

“Adapun tugas pokok LPMD adalah sebagai mitra kerja Pemerintah Desa untuk merencanakan pembangunan yang didasarkan atas asas musyawarah, menggerakkan dan meningkatkan prakarsa (partisipasi) masyarakat untuk melaksanakan pembangunan secara terpadu, baik yang berasal dari berbagai kegiatan Pemerintah maupun swadaya gotong royong masyarakat, serta menumbuhkan kondisi dinamis masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemakmuran masyarakat Desa,” lanjut orang nomor satu di Nogotirto ini.  (Adnan Nurtjahjo)




Rumah Kreatif BAPAS, Alternatif Pidana Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Dalam rangka pemenuhan dan perlindungan hak anak yang berhadapan dengan hukum, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman launching Rumah Kreatif Badan Pemasyarakatan kelas 1 (BAPAS) Yogyakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (31/7/18).

Program Rumah Kreatif tersebut merupakan kerja sama BAPAS Yogyakarta di Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini DP3AP2KB yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, nasionalisme, keterampilan dan kreativitas anak yang berhadapan dengan hukum serta menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab, kecakapan hidup, harkat dan martabat anak yang berhadapan dengan hukum.

Kepala BAPAS Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna memaparkan terdapat 11 program unggulan yang menjadi ruang lingkup Rumah Kreatif BAPAS Jogja. “Terdapat 11 program unggulan yaitu bidang usaha budi daya lele, telur asin, tanaman pangan dalam pot, kerajinan gerabah (handy craft), pupuk kandang/kompos, bimbingan kewarganegaraan dan pancasila, bimbingan rohani, bimbingan terapi do’a, pijat energi, bimbingan agama dan konseling.” Paparnya.

Kegiatan lanching Rumah Kreatif BAPAS Jogja tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama oleh Kepala DP3AP2KB, Mafilindati Nuraini dan Kepala BAPAS Kelas 1 Yogyakarta yang disaksikan secara langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Gunarso.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya kepada BAPAS Yogyakarta dan DP3AP2KB yang telah bekerja sama dalam mengembangkan inovasi positif terhadap penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Menurut Sri Purnomo kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAPAS Kelas 1 Yogyakarta dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

“(Rumah Kreatif BAPAS Jogja) Semoga benar-benar menjadi dapat menjadi alternatif pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Dan diharapkan ketika nanti anak-anak pulang kembali ke rumahnya mampu menjadi anak yang lebih baik, bermanfaat untuk keluarga juga bagi bangsa dan negara,” ujar Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menjelaskan masa anak-anak merupakan masa perkembangan yang penting baik fisik, mental, maupun sosial. Namun pada kenyataannya, tidak semua anak mampu melalui proses perkembangan tersebut dengan baik sesuai dengan harapan. Tidak sedikit anak-anak yang terjerumus kepada hal-hal negatif dikarenakan beberapa faktor antar lain kurangnya perhatian orangtua dan kurangnya kepedulian sosial di lingkungannya.

Oleh karena itu, Sri Purnomo menilai pentingnya peran orangtua dalam hal ini yang berfungsi sebagai kontrol bagi pergaulan dan perkembangan anak. Dalam hal ini juga Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan upaya-upaya dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum di antaranya pendampingan anak berhadapan dengan hukum, rehabilitasi sosial, dan melakukan MoU antara DP3AP2KB dengan BAPAS Kelas 1 Yogyakarta mengembangkan rumah kreatif yang menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman.




Perbaikan Tak Hanya Fisik Tapi Juga Perilaku

Dinas Pariwisata Sleman bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Sleman, Kepolisian Resor Sleman, dan Indonesia Off-Road Federation (IOF) menggelar pemantauan dan evaluasi kegiatan Wisata Lereng Merapi, Selasa (31/7/18) bertempat di Pos Komunitas Jeep MLCC Umbulharjo, Cangkringan.

Sulton Fatoni, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sleman menyampaikan beberapa evaluasi terkait kelengkapan administrasi, seperti STNK, SIM, dan fisik kendaraan yang dimiliki oleh perwakilan dari total 29 komunitas Jeep kegiatan Wisata Lereng Merapi. “Dari 19 kendaraan yang mewakili yang dicek meliputi administrasi kendaraan, safety, dan kelaikan jalan seperti stir, rem depan, hand rem, dan lain sebagainya,” tutur Sulton.

Sementara itu, tindak lanjut dari proses pemantauan dan evaluasi ini, Dinas Pariwisata Sleman akan melaksanakan pelatihan. “Pelatihan ini nanti akan dibantu oleh IOF ada 29 operator jeep jadi ditargetkan akhir 2018 ini sudah selesai,” beber Sudarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman.

Sudarningsih menambahkan upaya ini ditempuh untuk meningkatkan keahlian driver jeep Wisata Lereng Merapi. “Jadi ada perbaikan-perbaikan tidak hanya kendaraan yang diperiksa tapi juga perilaku dari driver-driver ini,” tandasnya.

Senada dengan Sudarningsih, Kepala Kepolisian Resor Sleman, AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim meminta seluruh komunitas jeep Wisata Lereng Merapi untuk berpartisipasi dan berperan serta dalam proses pelatihan nantinya. “Mari kita sama-sama berperan jangan hanya merasa saya bosnya saya pilotnya semua harus mau bergotong-royong,” ucap Firman.

Firman menggarisbawahi, ada tiga hal penting yang perlu dikuasai oleh para driver jeep, yakni skill, knowledge, dan attitude. “Skill atau keterampilan mengemudi karena jalannya bukan jalan raya butuh skill khusus jadi tidak sembarangan nyetir mobil, lalu pengetahuan tentang tempat wisata, harus tahu tempat wisata mana yang mau dikunjungi, terakhir perilaku kita sebagai tuan rumah, jadilah pemandu wisata yang baik jangan kita lupakan keistimewaan Jogja,” jabar Firman.

Sementara itu, Karimanto, Ketua Merapi Landcruiser Community, salah satu komunitas jeep Wisata Lereng Merapi, menyambut baik upaya Pemkab Sleman ini. “Jadi untuk pembinaan kami memang sangat membutuhkan jadi jika ada teman-teman kami yang belum siap bisa diingatkan,” tutur Karimanto.