Gatot Serahkan SPPT PBB P2

Pj Bupati Serahkan SPTSleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan diselenggarakannya kegiatan penyampaian SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) kepada Pemerintah Desa dan wajib pajak selektif diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk taat membayar PBB.

“Saya harapkan kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Sleman, terutama yang menjadi wajib pajak PBB, agar menjadi panutan dan teladan masyarakat, dengan membayar kewajibannya di awal waktu. Ajaklah masyarakat di lingkungan saudara untuk taat membayar PBB,” kata Gatot disela-sela penyampaian SPPT PBB di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (6/1).

Menurut Gatot kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masya­rakat yang sangat besar terhadap pelak­sa­naan pembangunan di Kabupaten Sleman. Namun demikian kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan.

Untuk mendukung kesuksesan pembayaran PBB P2 oleh masyarakat, perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme aparatur pajak termasuk kecepatan penyampaian SPPT PBB kepada para wajib pajak. Dengan penyampaian SPPT PBB lebih awal, diharapkan lebih mendorong para wajib pajak untuk sesegera mungkin membayar pajak.

“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh Kepala Desa untuk segera mendistribusikan SPPT PBB ini kepada para Dukuh, dan turut serta memantau pembayaran PBB masyarakat sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” kata Gatot.

Gatot  juga berharap pokok ketetapan PBB P2 pada tahun 2016 ini dapat tercapai sepenuhnya, mengingat saat ini PBB telah menjadi bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Untuk itu seluruh aparat terutama aparat di Dinas Pendapatan Daerah, untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya.

“Jika ada masyarakat yang mengajukan keberatan dan keringanan pajak terhutang, saya berharap dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Dengan langkah tersebut diharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar PBB akan semakin meningkat,” tuturnya.

Sementara Kepala Dipenda Sleman, Hardo Kiswoyo SE MSi menyampaikan bahwa pada tahun 2015 lalu realisasi atas ketetapan pokok akhir PBB P2 belum terealisasi 100%. Dimana pokok ketetapan akhir pada tahun 2015 sebesar Rp 70,5 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak buah realisasinya baru mencapai Rp 53,9 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak buah, atau sebesar 76,43 % dari pokok ketetapan akhir.

Sedangkan untuk tahun 2016 ini, pokok ketetapan massal sebesar Rp 76,3 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak buah. Untuk pembayaran P2 dapat dilakukan pada 3 bank tempat pembayaran yakni BPD, BRI Syariah dan Bank Mandiri.

Selanjutnya dilakukan penyerahan secara simbolis SPPT PBB Kepada Desa serta penyerahan SPPT kepada wajib pajak selektif sebanyak 100 WB yang secara simbolis diserahkan kepada 10 perwakilan yakni Hartono Mall, Hyatt Hotel, Amplaz, JCM, Angkasa Pura, Hotel Royal Ambarukmo, Mustika Princes Hotel, UII/JIH, STIE YKPN, Rich Hotel dan PT Indoland/Mataram.




Disbudpar Lirik Wisata Minapadi di Seyegan

Pengunjung Memberi MakanSleman – Meski baru saja dikembangkan di Sleman, sektor pertanian minapadi mulai dilirik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman untuk dijadikan destinasi wisata baru di Sleman.

“Metode pertanian minapadi di wilayah Seyegan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bidang pariwisata,” kata Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Senin (4/1).

Ada unsur rekreatif dan dikembangkan potensi wisata terapi dari keberadaan pertanian mina padi itu. Namun perlu pendukung lain seperti penyediaan fasilitas gazebo dan olahan kuliner ikan yang‬ dibudidayakan.‬

Ayu juga mengatakan metode pertanian yang menggabungkan cocok tanam padi dengan budidaya ikan itu belum banyak ditemui di daerah lain. Dengan demikian, minapadi dinilai dapat menarik minat wisata di Kabupaten Sleman.

“Potensi minapadi sebagai lokasi wisata sangat besar. Sebab budidaya ikan serta padi cukup jarang ditemui, sehingga masyarakat cukup antusias melihat sistem bercocoktanam ini,” tutur Ayu.

Menurut Ayu  ketika masyarakat mengunjungi minapadi, akan mendapatkan pemandangan hamparan sawah dan gerombolan ikan yang berenang di antara tanaman padi. Dengan demikian, wisata ini dinilai ampuh untuk dijadikan rujukan untuk melepas stres setelah disibukkan dengan rutinitas kerja setiap hari.

Selain itu, minapadi juga dapat menjadi wisata edukasi bagi anak-anak sekolah  agar lebih dekat dengan profesi petani.

“Melihat sawah dan memberikan makan ikan ini bisa jadi penghilang stres. Tanpa menganggu lahan budidaya, perlu juga ada pelibatan petani yang berinteraksi dengan pengunjung untuk edukasi,” papar Ayu.

Sementara menurut Ketua Kelompok Tani Murakabi Cibuk Kidul yang menerapkan minapadi, Sigit, hasil panen meningkat dengan sistem minapadi. Pada pertanian padi biasa, ia mampu menghasilkan gabah kering sebanyak 7 kuintal/hektar. Namun dengan minapadi,  panen padi mencapai 9,3 kuintal/hektar. Untuk ikan sekali panen 5,4 kuintal nila/1000 meter persegi.‬

‪”Panen padi meningkat. Ada panen ikan juga yang bisa dijual,” kata Sigit yang telah menerapkan minapadi sejak 2011 itu.‬

‪Dia menuturkan penebaran ikan harus dilakukan pada waktu yang benar-benar ideal yakni setelah tangkai padi cukup kuat dan besar pada usia 17 sampai 20 hari. Jika lahannya diberi air dan ikan saat usia padi masih sangat muda, padi bisa terserang hama. Dicontohkan saat dikejar waktu proyek ujicoba dari FAO, penebaran ikan saat padi usia 10 hari, akibatnya ada serangan hama keong. Namun kini sudah dapat diatasi.‬




Pelantikan Pembimbing dan Pengurus Kwarcab Sleman

IMG_2726Sleman – Pengukuhan Majelis Pembimbing Cabang Sleman dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman Masa Bakti 2015 – 2020 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (19/12). Pengukuhan dilakukan oleh GKR Mangkubumi selaku Ketua Kwartir Daerah Pramuka DIY.

Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman, Ir Gatot Saptadi menyampaikan dalam pramuka bukan isi pelajaran yang terpenting melainkan untuk melahirkan dan menanamkan kebiasaan – kebiasaan yang benar. Hal ini terwujud dalam regu/pasukan penggalang mereka dibimbing untuk kerjasama dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan, tambahnya

 Adapun Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Sleman yang telah dilantik meliputi  Pejabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sleman. Dengan anggota dari Kwartir Ranting, Camat, Orari, PMI, dan Dinas se-Kabupaten Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono, SH dilantik menjadi Ketua Kwartir Cabang Sleman masa bakti 2015 – 2020 yang sebelumnya dijabat oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Drs. Agoes Soesilo Endiarto,.

Dalam kesempatan tersebut, Kwarda DIY, GKR Mangkubumi menyampaikan sesuai Satya Pramuka ke dua menolong sesama hidup dan turut serta mebangun masyarakat. untuk membentuk kepribadian beriman bertaqwa berakhlak mulia taat hukum dan disiplin menjadi modal spirit utuk terus berkarya dan berbakti.

GKR Mangkubumi juga berharap lima tahun kedepan gerakan pramuka didominasi oleh kaum muda, sedangkan senior diharapkan mampu membimbing generasi muda agar tidak melenceng dari tujuan utamanya.

Selain itu, Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari SMP N 4 Pakem dan ketrampilan tari dari SLB N 1 Sleman.***




Masyarakat Seyegan Sleman Berhasil Kembangkan Mina Padi

Sleman – Masyarakat di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman berhasil mengembangkan budi daya ikan air tawar di lahan sawah pertanian padi atau mina padi. Panen perdana budidaya mina padi di Dusun Kandangan, Desa Margodadi, Seyegan, Sleman dilakukan oleh Perwakilan FAO Indonesia Mark Smulder, Dirjen Perikanan Budi Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto, Kepala Badan Ketahanan Pangan Garjito Budi, Rabu (16/12).

Menurut konsultan mina padi, Dr Fajar Basuki dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, keuntungan total bersih mina padi mencapai Rp 2,4 juta per meter persegi atau Rp24 juta per hektare. Sementara kalau padi saja hanya Rp1 juta per meter persegi atau Rp10 juta per hektare.

Dikatakan Fajar, kelebihan mina padi tidak perlu “matun” atau penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang.

“Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkembang,” katanya.

Menurut Fajar, hama tikus juga tidak masuk ke lahan padi karena ada genangan air. Kemudian mina padi juga tidak mengurangi jumlah rumpun padi, produk padi bisa mencapai delapan ton per hektare, sedangkan kalau padi saja kurang dari enam ton per hektare.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan pihaknya mengembangkan dua dusun di Kecamatan Seyegan sebagai sentra mina padi.

“Metode mina padi ini dikembangkan di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Desa Cibuk Kidul, Desa Margoluwih. Saat ini sudah ada sekitar 25 hektare sawah yang dikelola sebagai mina padi,” kata Widi.

Menurut Widi dalam metode ini petani dianjurkan menggunakan padi varietas Ciherang dan ikan yang dibudidayakan jenis ikan nila.

“Ada kemungkinan ke depan ikan yang dibudidayakan jenis lainnya, seperti gurami,” katanya.

Widi menambahkan, dalam mengembangkan metode mina padi tersebut pihaknya bekerja sama dengan badan dunia FAO dan masyarakat.

“Anggaran untuk `pilot project` mina padi ini berasal dari APBD Sleman senilai Rp1,3 miliar dan bantuan melalui FAO senilai RP975 juta lebih serta dana swadaya masyarakat Rp345 juta,” katanya.

Sedangkan perwakilan dari FAO Indonesia, Mark Smulder yang dalam kesempatan tersebut mengajak perwakilan dari 15 negara menyatakan bahwa metode mina padi yang dikembangkan di Seyegan Sleman ini sangat “excellent”.

“Ini dapat menjadi percontohan budi daya mina padi di daerah-daerah dan negara lainnya,” katanya.




‪LKKS Sleman Ujung Tombak Penanganan Masalah Sosial‬

Sleman – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sleman merupakan ujung tombak penanganan masalah sosial di daerah Sleman.

‪”Lembaga yang memiliki andil besar dalam mencari solusi berbagai permasalahan sosial, adalah Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS),” kata  Plt Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno pada Musyawarah Daerah Lembaga LKKS Kabupaten Sleman, Senin (14/12).

‪Menurut dia, seiring dengan semakin meningkatnya perkembangan dan dinamika masyarakat, maka berbagai permasalahan sosial juga mengalami perkembangan yang semakin kompleks.‬

‪”Karena itu seluruh pengurus LKKS Sleman diharapkan untuk senantiasa mengembangkan wawasan, kemampuan dan kreatifitasnya, sehingga berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Sleman dapat segera dicarikan solusinya secara tepat,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, berbagai fenomena sosial, baik yang positif maupun negatif, terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat.‬

‪”Kondisi tersebut sudah barang tentu sangat memerlukan adanya perhatian, agar ketentraman, keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat tidak terganggu,” katanya.‬

‪Lebih lanjut disampaikan, di samping itu seluruh anggota LKKS Kabupaten Sleman dituntut untuk mampu menciptakan hubungan yang serasi dan terpadu dengan berbagai lembaga maupun instansi lain.‬

‪Apabila terdapat keterpaduan gerak kreatifitas antara organisasi-organisasi sosial seperti LKKS dengan lembaga-lembaga lain, termasuk dengan para dermawan sosial maupun para pengusaha, mampu diciptakan, maka berbagai permasalahan sosial akan mampu segera terentaskan secara mandiri.‬

‪Ditambahkan pula, untuk mengatasi permasalahan pendanaan, diharapkan anggota LKKS jangan hanya menggantungkan kepada pemerintah maupun lembaga lain, namun hendaknya mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuannya sendiri.‬

‪”Gali dana sosial dengan pendekatan profit dan kewirausahaan. Selama ini, pemasukan dana sosial terkesan tidak optimal, karena ada satu konotasi yang menggambarkan bahwa kerja sosial, senantiasa menghasilkan respon atau bantuan yang bersifat suka rela dan seadanya. Perlu dikembangkan, pendekatan profit dan kewira usahaan guna memompa penggalian dana-dana sosial,” tambah Iswoyo.‬

‪Ketua LKKS Kabupaten Sleman Nyadi Kasmoredjo mengatakan bahwa peserta dalam musda tersebut sebanyak 144 orang yang terdiri dari pengurus/utusan dari organisasi sosial Kabupaten Sleman, pengurus LKKS Kabupaten Slemaan dan SKPD terkait.‬

‪”Musda juga akan melakukan pemilihan pengurus baru periode 2016-220,” katanya.