SMP Muhammadiyah 1 Depok Meriahkan Parade Drumband Kaliurang 2026

Sleman — Tim drumband Genderang Jendral Sudirman dari SMP Muhammadiyah 1 Depok tampil memukau dalam gelaran Parade Drumband Kaliurang 2026 yang berlangsung di Kawasan Wisata Kaliurang, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Minggu (30/08/2026). Penampilan apik para siswa tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan bakat bermusik sekaligus mengasah kedisiplinan dan kekompakan di ruang publik.

Keikutsertaan sekolah ini menyedot perhatian wisatawan dan warga setempat. Berpadu dengan deretan kontestan lain dari kalangan pelajar hingga komunitas drumband se-Kabupaten Sleman, tim Genderang Jendral Sudirman menunjukkan harmoni nada dan formasi yang terstruktur.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok, Abidin Fuadi, mengutarakan bahwa partisipasi dalam ajang seni ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membangun karakter serta rasa percaya diri siswa di luar proses belajar mengajar harian.

“Drumband melatih siswa untuk disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai proses. Nilai-nilai tersebut penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung perkembangan potensi mereka. Kami ingin siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mereka,” ujar Abidin Fuadi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif para pelajar dalam kegiatan kesenian daerah turut memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif di Kabupaten Sleman. Pihak sekolah berharap pengalaman tampil di tempat umum ini dapat memicu semangat para siswa untuk terus mengasah minat, bakat, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Kapolsek Gamping Bekali 345 Taruna Baru STPN Perihal Pentingnya Kamtibmas

Sleman – Sebanyak 345 taruna baru Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta mendapat pembekalan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Taruna Baru (PKKTB) Tahun Akademik 2026/2027 di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).

Pembekalan yang berlangsung mulai pukul WIB di Pendopo Kampus Politeknik Agraria STPN, Banyuraden, Kapanewon Gamping, tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran taruna baru mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan kampus maupun masyarakat.

AKP Bowo Susilo dalam materinya menekankan bahwa terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga kampus. Kesadaran untuk mengenali dan mencegah potensi gangguan keamanan perlu dibangun sejak taruna mulai menjalani kehidupan akademik.

“Keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Taruna sebagai bagian dari lingkungan kampus dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tandasnya di hadapan para taruna.

Ia pun mengingatkan para taruna agar membangun karakter disiplin dan bertanggung jawab selama menjalani pendidikan. Kepatuhan terhadap aturan, sikap saling menghormati, serta kemampuan menjaga perilaku di lingkungan sosial menjadi modal penting bagi taruna dalam membangun kehidupan kampus yang tertib.

Menurut AKP Bowo Susilo, kesadaran hukum perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan aktivitas generasi muda di ruang digital. Para taruna diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah terhasut, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik maupun merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Institusi pendidikan punya posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, sekaligus memiliki kepedulian sosial dan kesadaran terhadap keamanan lingkungan. Karena itu, para taruna harus ikut menjaga nama baik almamater serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan produktif,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, AKP Bowo Susilo didampingi Kepala Unit Binmas Polsek Gamping, Iptu Mamik Susanti bersama Kepala Seksi Umum Polsek Gamping, Aiptu Anton guna memperkuat sinergi kepolisian dengan Politeknik Agraria STPN dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

“Jadilah taruna yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga diri serta lingkungan. Jangan mudah terprovokasi, baik oleh informasi di lingkungan sekitar maupun di media sosial. Gunakan masa pendidikan ini untuk membangun karakter dan prestasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan nanti dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pesan AKP Bowo. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pesta Siaga Jadi Ruang Pembentukan Karakter, 384 Anak Tempel Asah Keterampilan dan Kreativitas

Sleman — Pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Bagi ratusan Pramuka Siaga di Kapanewon Tempel, pembelajaran juga dilakukan melalui permainan, kerja sama, kreativitas, dan pengalaman dalam kegiatan kepramukaan.

Semangat tersebut terlihat dalam Pesta Siaga Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Tempel yang digelar di Lapangan Mororejo, Kapanewon Tempel, Rabu (26/8/2026). Kegiatan diikuti 384 Pramuka Siaga dari 24 Gugus Depan (Gudep) SD/MI se-Kapanewon Tempel yang terbagi dalam 48 barung, terdiri atas 24 barung putra dan 24 barung putri.

Mengusung tema “Siaga Gembira, Semangat, Inovatif, dan Terampil” (Siaga Gesit), kegiatan dirancang tidak sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengasah keberanian, kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan kemampuan bekerja sama.

Kegiatan dibuka Panewu Tempel sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Ka Mabiran) Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

“Melalui semangat Gesit, para Pramuka Siaga diharapkan tidak hanya gembira dalam bermain, tetapi juga terlatih menjadi pribadi yang tangguh, inovatif, dan berkarakter mulia demi masa depan bangsa,” ujar Rasyid.

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai permainan edukatif yang memadukan ketangkasan, keterampilan, kreativitas, dan kekompakan. Mereka juga menampilkan seni dan budaya yang mendorong keberanian tampil serta kemampuan bekerja dalam kelompok.

Nilai disiplin, gotong royong, sportivitas, dan tanggung jawab dipraktikkan melalui permainan dan kompetisi yang sehat. Interaksi antarpeserta dari berbagai sekolah juga menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas pengalaman sosial anak.

Kegiatan mendapat dukungan Forkopimcam dan unsur Mabiran Tempel, Lurah Mororejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala sekolah selaku Ka Mabigus SD/MI se-Kapanewon Tempel. Turut mendampingi Andalan Cabang Urusan Pembinaan Pramuka Siaga Kwartir Cabang Sleman, Praja Mulyantoro.

Pesta Siaga diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang ceria, terampil, adaptif, dan berkarakter. Melalui permainan dan kompetisi, anak-anak belajar nilai-nilai yang menjadi bekal dalam menghadapi tantangan kehidupan.

(SBD/KIM Tempel)




Maulid Nabi di MAN 4 Sleman Tekankan Pentingnya Akhlak dan Adab

Sleman –Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Najah MAN 4 Sleman saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang diikuti siswa dan guru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya akhlak dan adab dalam kehidupan generasi muda.

Kegiatan yang digagas Pengurus ROHIS dan OSIS MAN 4 Sleman tersebut menghadirkan penceramah dr. Yogi Tri Sumarno. Dalam tausiyahnya, Yogi mengajak para siswa untuk merenungkan makna menjadi generasi yang unggul, tidak hanya dari sisi kecerdasan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

“Kecerdasan tanpa akhlak bagaikan tubuh tanpa ruh,” tegasnya.

Yogi kemudian mengisahkan hadis dalam Arbain Nawawi tentang seorang lelaki berpakaian putih bersih yang datang dan duduk di dekat Rasulullah SAW untuk menuntut ilmu. Menurutnya, kisah tersebut mengandung pesan mengenai pentingnya kesucian hati dan adab dalam mencari ilmu.

“Ilmu itu suci. Maka hanya hati dan sikap yang suci pula yang mampu menerimanya dengan sempurna. Saat menuntut ilmu, bersihkan diri. Saat bertemu guru, dekatkan hati. Itulah adab yang sering kita lupakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk tetap menghormati guru di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup. Menurutnya, sikap hormat kepada guru merupakan bagian penting dalam proses memperoleh ilmu.

Peringatan Maulid Nabi tersebut turut diisi pembacaan shalawat oleh Hadroh Shoutushofa dan doa bersama. Pembina OSIS MAN 4 Sleman, Agus Musthofah mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran siswa agar meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Penting untuk menjaga adab dan etika dalam menuntut ilmu. Jadilah generasi hebat, berilmu, beretika dan berakhlak, serta memiliki semangat pantang menyerah untuk meraih impian,” tegas Agus.

Lebih lanjut, Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ROHIS, OSIS, pembina, guru, dan pegawai. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya madrasah membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

“Melalui kegiatan ini MAN 4 Sleman berupaya untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia, karena masa depan dimulai dari adab hari ini,” tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian siswa melalui kebiasaan menjaga kebersihan, menghormati guru dan orang tua, membangun sikap positif, serta peduli terhadap sesama.

(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pawai Kemerdekaan TK Harapan Gandok Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air Sejak Dini

Sleman – Sebanyak 58 anak TK Harapan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, mengikuti pawai kemerdekaan bertajuk “Langkah Ceria, Semangat Merdeka”, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai cinta Tanah Air sejak usia dini.

Pawai berlangsung pukul hingga WIB dengan menyusuri sejumlah ruas jalan di sekitar Padukuhan Gandok. Dalam kegiatan tersebut, para peserta didampingi enam guru dan karyawan serta enam pengurus komite atau orang tua murid.

Mengenakan seragam batik sekolah bernuansa Merah Putih dan membawa bendera kecil Merah Putih, anak-anak berjalan dengan penuh keceriaan menyusuri lingkungan sekitar sekolah. Meski dikemas secara sederhana, pawai berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Selain untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, pawai tersebut dikemas sebagai pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Melalui pengalaman langsung, anak-anak dikenalkan pada nilai kebersamaan, kedisiplinan, keberanian, serta rasa bangga terhadap bangsa dan negara.

Kepala TK Harapan Gandok, Meini Tri Utami, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan konsep sederhana dan menyenangkan agar pesan tentang kemerdekaan dapat diterima anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Peringatan kemerdekaan kami hadirkan dengan cara yang sederhana, ceria, dan menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak. Melalui pawai ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga menjadi anak Indonesia sekaligus mengenalkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan cinta Tanah Air sejak usia dini,” ujarnya.

Meini berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak tidak berhenti pada kemeriahan perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.

“Harapannya, semangat kemerdekaan ini dapat tumbuh dalam diri anak-anak dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” tandasnya.

Usai mengikuti pawai, anak-anak kembali ke sekolah untuk mengikuti makan bersama dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan cerita tentang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Melalui kegiatan bercerita tersebut, peserta didik diperkenalkan pada perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. (Wasana / KIM Depok)