DWP Sleman Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual Melalui Metode Gerak dan Lagu

Sleman – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman mengenalkan metode edukasi pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini melalui sarana lagu dan gerak interaktif di TK ABA Karangharjo, Padukuhan Bedilan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Langkah edukasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari program perlindungan anak sejak periode usia emas (golden age). Pembelajaran menggunakan pendekatan lagu yang menyenangkan dinilai efektif membantu anak-anak memahami konsep batasan tubuh serta mengenali area privat yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati, serta dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Sleman Anik Widaryanti, Ketua DWP Kapanewon Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting ‘Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, dan Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati bersama jajaran guru dan murid.

Ketua DWP Kabupaten Sleman, Dewi Indriyati, menjelaskan bahwa penanaman kesadaran diri sejak dini memerlukan metode yang persuasif dan mudah dicerna oleh anak-anak.

“Upaya perlindungan anak dari kekerasan seksual akan lebih mengena melalui lagu yang ceria. Melalui gerak dan lagu ini, harapannya anak akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan serta mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan orang kecuali orang tua atau tenaga medis,” ujar Dewi Indriyati pada Jumat (14/08/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Anik Widaryanti, memaparkan pentingnya pencegahan dan keberanian melapor terkait kasus kekerasan anak dan perempuan. Berdasarkan data pengaduan yang tercatat di Kabupaten Sleman, terdapat 130 kasus kekerasan pada anak dan 156 kasus kekerasan pada orang dewasa.

“Tindakan masyarakat tidak melaporkan kekerasan yang dialami ada kemungkinan karena malu, takut, atau tidak tahu ke mana harus melapor. Perlu diketahui bahwa Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang memberikan layanan konseling psikologi, hukum, serta pendampingan secara gratis,” tutur Anik Widaryanti.

Melalui sinergi antara DWP dan Pemkab Sleman, edukasi pencegahan kekerasan seksual ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta membentengi anak-anak dari ancaman tindakan kekerasan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Griya Winasis, Rumah Kedua SD Negeri Ngemplaksari untuk Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter

Sleman – SD Negeri Ngemplaksari yang berada di di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman mengukuhkan identitas dan keunggulan intitusinya melalui peluncuran branding sekolah bertajuk “Griya Winasis”

Terletak di kawasan yang dikelilingi kebun dan persawahan, SD Negeri Ngemplaksari menjawab tantangan persaingan geografis dengan menghadirkan inovasi lingkungan belajar yang asri, nyaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini menampung sebanyak 106 siswa dengan menerapkan sistem pembelajaran berbasis pengembangan karakter yang komprehensif.

Konsep Griya Winasis ditopang oleh tiga pilar utama, yakni lingkungan sekolah yang asri dan aman, tenaga pendidik yang profesional dan adaptif, serta kurikulum karakter yang diwujudkan melalui program kokurikuler mingguan setiap hari Jumat, pengelolaan sampah terpadu, dan kantin kejujuran.

Kepala SD Negeri Ngemplaksari, Bakir, menjelaskan filosofi di balik penamaan branding sekolah yang kini menjadi fondasi utama dalam mendidik para siswa.

“Griya Winasis mengandung arti rumah kedua yang nyaman dan asri, tempat untuk mendidik generasi anak desa yang cerdas, agamis, bijak, dan berkarakter mulia,” kata Bakir pada Selasa (18/08/2026).

Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter di SD Negeri Ngemplaksari dipraktikkan langsung dalam aktivitas harian, seperti pemilahan sampah anorganik dan organik sejak 2025 serta kantin kejujuran untuk melatih kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian lingkungan.

“Kami meminta guru-guru untuk ikut memviralkan kegiatan yang ada di SD Negeri Ngemplaksari melalui media sosial agar masyarakat semakin mengenal berbagai program positif dan prestasi sekolah,” ujar Bakir.

Melalui branding Griya Winasis dan penguatan program karakter ini, SD Negeri Ngemplaksari optimistis dapat mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, serta siap menjawab tantangan masa depan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




SEKAR-AMARTA Serahkan Papan Sasmita Perkuat Pembelajaran Siswa Disabilitas

Sleman – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyerahkan media pembelajaran inovatif Papan Sasmita sekaligus membentuk Tim Keberlanjutan Sekolah di SLB Bhakti Kencana 1, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Penyerahan media pembelajaran ini diselenggarakan untuk memastikan hasil riset dan pengembangan inovasi mahasiswa tetap dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam mendukung proses belajar peserta didik dengan disabilitas intelektual, meski masa pengabdian kampus telah usai.

Prosesi penyerahan Papan Sasmita berlangsung dalam agenda Srawung SEKAR-AMARTA yang ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala SLB Bhakti Kencana 1 dan Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, serta disaksikan oleh dosen pendamping dan perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB DIY.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY, Lituhayu Sasikirana, menegaskan bahwa keberlanjutan pemanfaatan media pembelajaran menjadi fokus utama dari seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini.

“Kami ingin program ini tidak berhenti ketika masa pelaksanaan PKM selesai. Serah terima Papan Sasmita dan penetapan Tim Keberlanjutan menjadi bentuk komitmen bersama agar media yang telah dikembangkan dapat terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik,” ujar Lituhayu Sasikirana pada Jumat (14/08/2026).

Selain penyerahan produk dan pembentukan tim pengelola di tingkat sekolah, tim mahasiswa UNY juga menyerahkan Individualized Progress Report Card kepada para wali murid. Laporan rinci ini memuat rekam jejak perkembangan anak selama mengikuti program agar proses stimulasi dan pendampingan pembelajaran dapat terus dilanjutkan secara konsisten di rumah.

Melalui sinergi lintas pihak yang melibatkan kalangan perguruan tinggi, pihak sekolah, MKKS SLB DIY, serta orang tua murid, Papan Sasmita diharapkan dapat memperkuat efektivitas pembelajaran inklusif sekaligus mendukung penanaman Pendidikan Khas Kejogjaan bagi peserta didik disabilitas di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Semarakkan HUT ke-81 RI, OSIS MAN 4 Sleman Gelar MAFESTA 2026

Sleman – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Pratisma MAN 4 Sleman menyelenggarakan festival tahunan bertajuk MAFESTA (Manesa Festival Semarak Tujuhbelasan) di lingkungan MAN 4 Sleman, Kabupaten Sleman, pada Kamis (13/08/2026) hingga Jumat (14/08/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “One Nation: Cultural Roots, Heroic Spirits” ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut untuk menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang ini dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk menyalurkan kreativitas, mengasah jiwa kepemimpinan, melatih kerja sama tim, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga madrasah.

Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan lomba poster digital, desain logo MAN Plus Keterampilan, serta jalan sehat bersama para guru dan tenaga kependidikan. Kemeriahan berlanjut dengan ragam perlombaan tradisional antarkelas seperti balap karung trenggiling, makan kerupuk pecah air, lepas kaus kaki, estafet tepung, hingga penataan kebersihan kelas yang dipadukan dengan pengundian doorprize.

Ketua OSIS MAN 4 Sleman, Rezyka, mengapresiasi tinggi antusiasme seluruh siswa yang aktif berpartisipasi dan menjaga kondusivitas acara sepanjang dua hari perhelatan.

“Dua hari event MAFESTA ini seru banget. Suasananya juga meriah dan banyak yang antusias,” ujar Rezyka pada Jumat (14/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia MAFESTA, Dafa Hariwijaya, mengungkapkan rasa bersyukurnya atas kelancaran acara dan berharap ajang ini menjadi pembelajaran berharga bagi kepengurusan OSIS ke depan.

“So far acaranya seru. Semoga kegiatan selanjutnya dapat dipersiapkan dengan lebih matang serta diiringi komunikasi dan kerja sama panitia yang semakin baik,” tutur Dafa Hariwijaya.

Ajang MAFESTA 2026 diakhiri dengan pengumuman pemenang perlombaan dan penyerahan hadiah utama doorprize, yang menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan melalui aktivitas positif di lingkungan sekolah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dharma Wanita Sleman Dukung Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Lewat Program DWP Mengajar

Sleman – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman menggelar kunjungan kerja sekaligus merealisasikan program unggulan “DWP Mengajar” di TK ABA Karangharjo, Padukuhan Bedilan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menyemarakkan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menyambut Hari Ulang Tahun ke-27 DWP. Selain mengajar, pengurus DWP Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan berupa sarana permainan ayunan, alat peraga edukatif, tanaman penghijauan, pupuk kompos, hingga tempat sampah terpilah.

Agenda tersebut dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati, Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Sleman Anik Widaryanti, Ketua DWP Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting ‘Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, serta Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati beserta jajaran guru dan murid.

Kepala TK ABA Karangharjo, Ida Nurhayati, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan sarana prasarana yang disalurkan oleh jajaran pengurus DWP Kabupaten Sleman.

“Terima kasih atas kunjungan, perhatian, dan bantuannya kepada kami. Semoga silaturahmi ini terjalin dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Ida Nurhayati pada Jumat (14/08/2026).

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Sleman, Dewi Indriyati, menjelaskan bahwa aksi sosial ini memadukan tiga program unggulan DWP sekaligus, yakni DWP Mengajar, DWP Hijau, dan DWP Peduli, yang berfokus pada pembentukan karakter serta kepedulian lingkungan sejak dini.

“Pendidikan karakter pada anak usia dini akan berdampak dan terbawa hingga dewasa, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan melalui budaya memilah sampah dari sumbernya. DWP Sleman juga bekerja sama dengan DP3AP2KB Sleman untuk mensukseskan Program Pusat Informasi Sahabat Perempuan (PRISMA) agar memberikan banyak kemanfaatan bagi perempuan di wilayah Kabupaten Sleman,” tutur Dewi Indriyati.

Melalui penanaman nilai kepedulian lingkungan dan penguatan pendidikan karakter ini, DWP Kabupaten Sleman berharap anak-anak usia dini dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berwawasan lingkungan dan berkarakter kuat. (Kusnadi/KIM Berbah)