Nobar Video Deklarasi, Siswa MAN 4 Sleman Diajak Jadi Bagian dari Solusi

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar kegiatan Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Paham Radikalisme seusai salat Zuhur pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan madrasah yang aman, damai, dan kondusif.

Pelaksanaan deklarasi dilakukan secara serentak melalui nonton bareng (nobar) video deklarasi dari kanal YouTube resmi. Lokasi nobar dibagi menjadi dua tempat dengan pendampingan guru, yaitu siswa putra di lantai dua Masjid An-Najah dan siswa putri di aula lantai satu masjid.

Usai penayangan video, para siswa putra mendapatkan pembekalan serta penguatan dari Ridwan Efendi dan Ahmad Qomarudin Zain. Siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil peran aktif sebagai bagian dari solusi pencegahan perundungan dan kekerasan.

Inisiator penguatan, Ridwan Efendi, menekankan pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, pengendalian diri, serta keberanian untuk melapor jika menemukan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kekuatan seorang pelajar bukan ketika mampu melakukan kekerasan, tetapi ketika mampu mengendalikan diri dan memilih menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” tegas Ridwan Efendi.

Sementara itu, sesi siswa putri berlangsung tertib di bawah pendampingan Acun Elma Yuliani, Isnain Septiani Dhamayanti, serta jajaran guru pendamping lainnya.

Melalui agenda ini, MAN 4 Sleman berharap deklarasi yang digaungkan tidak sebatas seremonial, tetapi terwujud dalam perilaku sehari-hari seluruh siswa yang berakhlak, berprestasi, cinta damai, dan bertanggung jawab. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Tim Adiwiyata Sleman Bina MAN 4 Sleman, Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Sleman – Komitmen MAN 4 Sleman dalam membangun budaya madrasah yang peduli lingkungan terus diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Adiwiyata. Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Adiwiyata Kabupaten Sleman untuk memberikan pembinaan kepada civitas akademika MAN 4 Sleman, Rabu (7/10/2026).

Bimtek yang berlangsung di Aula Masjid An-Najah Lantai 1 tersebut menghadirkan Tri Handayani dari Tim Adiwiyata Kabupaten Sleman sebagai narasumber. Kegiatan diikuti peserta didik kelas XI dan XII untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Tri memberikan pemahaman mengenai konsep, prinsip, dan penerapan program Adiwiyata dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, serta pelestarian keanekaragaman hayati.

Menurut Tri, program Adiwiyata tidak sekadar kegiatan sesaat, tetapi gerakan yang membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah secara konsisten dan berkelanjutan.

“Jika kau cukup peduli pada orang-orang yang masih hidup atau kehidupan di bumi, maka buatlah atau ciptakanlah lingkungan yang lebih baik bagi kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN 4 Sleman, Wahir Tupono, yang mewakili Kepala Madrasah, mengatakan Bimtek Adiwiyata menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dipahami sebagai sebuah program.

“Karena itu, seluruh warga madrasah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Lingkungan madrasah yang terjaga juga diharapkan mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk kesadaran peserta didik untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui pembinaan tersebut, MAN 4 Sleman berharap budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di kalangan seluruh civitas akademika dan menjadi bagian dari kebiasaan madrasah yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Polsek Gamping Perluas Akses Informasi Pendidikan Gratis bagi Siswa SMPN 1 Gamping

Sleman – Sosialisasi penerimaan siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara melalui program beasiswa tahun ajaran 2027/2028 dilakukan untuk memperluas akses informasi pendidikan mengenai peluang pendidikan lanjutan serta membantu mereka mempersiapkan pilihan sekolah secara terarah. Kegiatan yang dipimpin Kanit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Mamik Susanti, bersama Panit Binmas, Aiptu Singgih Sudrajat tersebut diikuti 128 siswa kelas IX SMPN 1 Gamping di ruang laboratorium sekolah, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gamping, Umi Mubarokhah yang didampingi Guru Kurikulum, Sudiyomo menjadi sarana penyampaian informasi kepada siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama.

Menurut Iptu Mamik Susanti, pengenalan peluang pendidikan sejak dini dinilai penting agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi proses penerimaan peserta didik baru.

“Dengan demikian, keputusan melanjutkan pendidikan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang memadai, bukan semata-mata mengikuti pilihan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Selain itu, program beasiswa menjadi informasi penting bagi siswa dan orang tua dalam merencanakan keberlanjutan pendidikan. Pemahaman mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, dan ketentuan penerimaan perlu menjadi perhatian calon peserta agar dapat mempersiapkan tahapan pendaftaran sesuai aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Mamik Susanti menjelaskan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara TA 2027/2028 secara resmi dibuka secara online sejak 28 September 2026 hingga 28 Oktober 2026 bagi siswa kelas IX SMP untuk melanjutkan pendidikan di sekolah berasrama dengan beasiswa penuh 100%.

“Persyaratan administrasi utamanya adalah siswa kelas IX SMP memiliki nilai rapor dari semester 1 sampai 4 rata-rata minimal 80 untuk 3 mata pelajaran utama yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris,” jelasnya.

Sedangkan tahapan seleksi mencakup tryout NST 1  atau Tes Potensi Akademik (TPA) pada 14-15 November 2026, NST 1 atau TPA pada 12-13 Desember 2026, serta Pengumuman NST 1 pada 24 Desember 2026.

Sementara itu, Umi Mubarokhah selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gamping berharap para siswa memperoleh informasi mengenai peluang pendidikan, sekaligus semakin termotivasi untuk merencanakan masa depan sejak dini. Menurutnya, dukungan sekolah, keluarga, dan pihak terkait diperlukan agar setiap siswa dapat menentukan pilihan pendidikan secara matang berdasarkan kemampuan dan cita-citanya.

“Adanya informasi yang lebih luas, siswa akan mampu memanfaatkan peluang yang ada dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya secara terencana,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




PKM Madrasah Aliyah Sleman 2026 Resmi Digelar di MAN 5 Sleman

Sleman – Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Madrasah Aliyah (MA) tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026 resmi digelar di MAN 5 Sleman, Margorejo, Tempel, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (7/10/2026) tersebut diikuti siswa-siswi madrasah aliyah negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.

Pembukaan PKM dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif. Ia mengatakan PKM tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran untuk membentuk karakter, kemandirian, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

“PKM bukan sekadar kompetisi. Ini ruang belajar, menempa karakter, dan mengantarkan talenta madrasah menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Nadhif.

Ketua Panitia PKM MA Sleman, Mucharom, mengatakan penyelenggaraan kegiatan melibatkan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (K2MA), 32 madrasah aliyah, panitia lokal, serta OSIS. Ia berharap seluruh pihak mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

PKM MA Sleman 2026 mempertandingkan 14 cabang kompetisi yang meliputi bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Beberapa perlombaan digelar di lokasi berbeda, antara lain bulu tangkis di GOR Seyegan dan lari sprint 100 meter di Lapangan Keceme.

Cabang yang dipertandingkan di antaranya catur, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, lari sprint, hadroh, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), kaligrafi, nasyid, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Sleman, Elva Tsuroya, meminta OSIS turut mendukung pelayanan peserta dan tamu, khususnya sebagai pemandu serta membantu memastikan informasi dan penunjuk arah tersedia dengan baik. Aspek kesehatan dan kesiapsiagaan juga diperkuat melalui sinergi dengan PMI maupun puskesmas.

Nadhif berharap prestasi siswa madrasah Sleman dapat terus berkembang hingga tingkat DIY.

“Kita bertanggung jawab mengantarkan anak-anak sukses di tingkat DIY,” tegasnya.

PKM MA Sleman 2026 diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, sekaligus meningkatkan prestasi menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dorong Kualitas Layanan PAUD, PC HIMPAUDI Depok Gelar BIMTEK Bedah Tuntas 8 Standar

Sleman – Pengurus Cabang Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PC HIMPAUDI) Kapanewon Depok menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) “Bedah Tuntas 8 Standar PAUD” di Hotel Grand Tjokro, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan pendidik dan pengelola PAUD se-Kapanewon Depok tersebut dibuka secara resmi oleh Panewu Depok, Rahman Harinawan. Agenda ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam menerapkan Standar Nasional Pendidikan PAUD agar pelayanan pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan terarah.

Dalam arahannya, Panewu Depok, Rahman Harinawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PC HIMPAUDI Depok sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan anak usia dini.

“Pemerintah terus berusaha dan berkomitmen untuk memajukan PAUD, terutama dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan,” tegas Rahman Harinawan.

Senada dengan hal tersebut, Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sih Ngatini, memberikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya penguasaan 8 Standar PAUD sebagai fondasi pembentukan karakter anak sejak dini.

“Tetap semangat untuk seluruh pendidik PAUD di Kapanewon Depok. Penguasaan dan penerapan 8 Standar Nasional PAUD secara tuntas adalah kunci utama agar layanan pendidikan yang kita berikan makin berkualitas, terarah, dan berdampak positif bagi generasi penerus,” ujar Sih Ngatini.

Rangkaian bimbingan teknis yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis serta ditutup dengan peragaan yel-yel penuh semangat oleh seluruh peserta. (Sri Rahayu/KIM Depok)