Kirab Merdeka SMP Ma’arif Gamping Kenalkan Keberagaman Budaya Nusantara

Sleman – Suasana meriah mewarnai halaman SMP Ma’arif Gamping, Jumat (14/8/2026). Seluruh siswa dan guru mengikuti Kirab Merdeka dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Membangun Keindahan dan Keharmonisan Nusantara”, para peserta tampil mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dan pakaian profesi. Dengan penuh semangat, peserta mengikuti kirab mengelilingi lingkungan sekolah.

Kepala SMP Ma’arif Gamping, Ratna Isti Pratiwi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi SMP Ma’arif Gamping sebagai sekolah budaya yang memiliki visi Berilmu, Berbudaya, Religius, Terampil, dan Nasionalis.

“Kali ini kami implementasikan dalam bentuk kirab budaya. Harapan kami anak mengenal keindahan budaya, dalam wujud harmoni Nusantara,” ujarnya.

Ratna mengatakan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menanamkan karakter nasionalisme kepada siswa. Melalui pengenalan keberagaman budaya Indonesia, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki jiwa patriotisme sekaligus menghargai perbedaan.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wijang Wahyu Wiwoho. Ia mengatakan kegiatan Kirab Merdeka menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diberikan kepada siswa melalui pengalaman secara langsung.

“Kemajuan negara, dan suksesnya pembangunan, berawal dari adanya persatuan, kesatuan, dan kegotongroyongan,” tegas Wijang.

Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pembelajaran juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

“Proses pendidikan bukan hanya melalui meja belajar, tetapi juga diwujudkan dengan kegiatan nyata. Dengan praktik langsung akan lebih memberikan kesan dan mudah teringat sepanjang masa,” pungkasnya.

Kirab Merdeka SMP Ma’arif Gamping menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang memadukan semangat nasionalisme dengan pengenalan kekayaan budaya bangsa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Nusantara. (Giek/ KIM Moyudan)




Ulang Janji Pramuka, 34 Kepala Sekolah se-Pakem Perkuat Komitmen Pengabdian

Sleman – Suasana khidmat mewarnai Upacara Ulang Janji Pramuka yang digelar di Aula 2 MAN 4 Sleman, Kamis malam (13/8/2026). Sebanyak 34 peserta yang mayoritas merupakan kepala sekolah dan madrasah se-Kapanewon Pakem mengikuti kegiatan sebagai momentum refleksi sekaligus memperbarui komitmen dalam pengabdian kepramukaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi Gerakan Pramuka untuk mengingat kembali nilai dan janji yang telah diikrarkan, sekaligus memperkuat semangat para pembina dalam membentuk karakter generasi muda.

Pembina Pramuka MAN 4 Sleman, Satria Pradana mengatakan Ulang Janji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk melakukan refleksi atas pengabdian yang telah dilakukan sekaligus memperbarui komitmen terhadap Gerakan Pramuka.

“Di sinilah kita mematri komitmen, memperbarui semangat, dan menyegarkan ikatan batin terhadap janji moral yang pernah kita ucapkan. Ini juga menjadi ajang evaluasi pengabdian, menilai sejauh mana kesungguhan kita dalam mengamalkan nilai-nilai luhur kepramukaan bagi masyarakat dan negara,” tegas Satria.

Menurutnya, tradisi tersebut diwujudkan melalui upacara renungan dan pengucapan kembali kode kehormatan Tri Satya. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan terus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pakem, B. Belariantata mengapresiasi kekhidmatan dan kesungguhan para pembina yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap semangat yang diperbarui melalui Ulang Janji dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Semoga kita semua tetap kompak, solid, dan penuh dedikasi dalam menunaikan tugas kepramukaan. Karena dari sinilah, dari kesatuan langkah kita, generasi muda yang tangguh dan berkarakter akan lahir,” pesannya.

Melalui Ulang Janji Pramuka, para kepala sekolah dan madrasah di Kapanewon Pakem diharapkan semakin kuat dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan, khususnya dalam pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda yang tangguh.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman Perluas Akses Pengisian Kendaraan Listrik

Sleman – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman terus melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik masyarakat.

Pemanfaatan fasilitas tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan pengguna terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Kabupaten Sleman.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan masyarakat dari berbagai wilayah telah memanfaatkan SPKLU yang terbuka untuk umum tersebut.

Keberadaan fasilitas pengisian cepat serta lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu pendukung pemanfaatannya.

“Pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan SPKLU terus bertambah. Kondisi ini menunjukkan bahwa fasilitas pengisian daya semakin dibutuhkan seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem pengisian konvensional sehingga membantu pengguna menghemat waktu.

Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sekolah sekaligus memanfaatkan keberadaan SPKLU sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik. Siswa dapat mengenal perkembangan teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, hingga pengelolaan fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan industri otomotif.

Fungsi tersebut dinilai relevan dengan pendidikan vokasi yang perlu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik diharapkan memperoleh wawasan mengenai teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri transportasi.

“SMK Muhammadiyah 2 Sleman juga melakukan perawatan fasilitas secara berkala untuk menjaga keamanan dan keandalan layanan,” katanya.

Menurutnya, layanan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan SPKLU secara nyaman sekaligus menjaga performa perangkat pengisian daya.

“Kami berharap fasilitas ini terus memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal teknologi otomotif yang terus berkembang,” katanya.

Melalui pengoperasian SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman turut memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan transportasi masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Tiga Mahasiswa UNY Raih Juara 1 Kompetisi Paper Nasional dengan Inovasi Berdikari Guide

Sleman – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Paper Nasional dalam ajang Carvenos x APPSANTI 2026 yang diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah.

Ketua Tim Kompetisi, Rajif Muzamil Rohman bersama dua anggota Lula Nurfadilah dan Tias Isnawati berhasil memukau dewan juri melalui kajian tentang resiliensi sosial remaja di tengah masyarakat risiko dengan menggunakan perspektif sosiolog Jerman, Ulrich Beck.

Berdasarkan kajian tersebut, tim mengembangkan inovasi bernama Berdikari Guide, sebuah platform berbasis personalized roadmap. Platform tersebut dirancang untuk membantu remaja mengenali potensi diri, menyusun rencana pengembangan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai perubahan sosial.

Rajif mengatakan tema tersebut dipilih karena remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika ekonomi.

“Berdikari Guide kami kembangkan sebagai pendamping bagi remaja untuk mengenali potensi diri, menentukan arah pengembangan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna diharapkan dapat membantu remaja membangun kemampuan adaptasi dan ketahanan sosial secara lebih terarah.

Kompetisi Paper Nasional Carvenos x APPSANTI 2026 mengusung tema “Navigating Social Change Through Innovation and Humanity”. Para peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi naskah sebelum melaju ke babak final untuk mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri.

Capaian tersebut menambah prestasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNY di tingkat nasional sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa mengembangkan kajian akademik menjadi gagasan inovatif yang relevan dengan persoalan sosial. (Athiful/KIM Depok)




FGM Sleman Dikukuhkan, Perkuat Kolaborasi Guru Muhammadiyah Periode 2026–2030

Sleman – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), bersamaan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan diikuti sekitar 120 kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Surakhmad, yang diwakili Mujiyono, dan Sri Maryani.

Berdasarkan SK Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus FGM Daerah Sleman Periode 2026–2030, Hasanuddin Salimi dipercaya sebagai Ketua FGM Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Mujiyono menegaskan pentingnya FGM sebagai ruang bersama bagi guru untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah. Menurutnya, pengembangan pendidikan harus didasarkan pada kebutuhan nyata masing-masing sekolah melalui pemetaan, penentuan prioritas, serta penguatan potensi yang dimiliki.

Ia juga mendorong guru untuk terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mengembangkan program Muhammadiyah Teacher Digital untuk meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, serta Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna mendorong budaya riset dan inovasi.

“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegas Mujiyono.

Selain pengukuhan, kegiatan diisi penguatan kepala sekolah dengan menghadirkan Prof. Dr. Dody Hartanto sebagai narasumber. Ia membawakan materi “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.”

Susunan pengurus inti FGM Sleman periode 2026–2030 terdiri atas Hasanuddin Salimi sebagai ketua, Nurul Muslichatin sebagai Wakil Ketua Bidang SD/MI, Hendro Sucipto sebagai Wakil Ketua Bidang SMP, dan Sigit Rohmadiantoro sebagai Wakil Ketua Bidang SMA/SMK. Sekretaris dijabat Sri Nurul ., Wakil Sekretaris Suryatmanto, Bendahara Siti Latifah, dan Wakil Bendahara Wakhid Effendi.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi guru dan sekolah Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkemajuan di Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)