Kepala SMA Islam 1 Sleman Dilantik, Perkuat Kompetensi Guru dan Mutu Pendidikan

Sleman – Suasana khidmat mewarnai Aula SMA Islam 1 Sleman (SMAIS) Banyuraden, Gamping, Sleman, saat pelantikan kepala sekolah masa bakti 2026/2027 hingga 2029/2030, Selasa (11/8/2026).

Pelantikan dilakukan Ketua Yayasan Pembangunan Islam, Arif Haryono dengan menyerahkan surat keputusan dan menyematkan tanda jabatan kepada Ixwind Umiarti sebagai Kepala SMA Islam 1 Sleman.

Dalam sambutannya, Arif berharap kepemimpinan baru dapat membawa SMA Islam 1 Sleman semakin maju, berkarakter, dan unggul dalam mencetak generasi yang beriman, cerdas, serta berakhlak mulia.

“Kami berharap sekolah mampu mencetak generasi unggul dan berkarakter yang tetap memiliki kecakapan menghadapi perkembangan di era global,” ujarnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan guru yang menghadirkan Pengawas Sekolah, Sutarto. Pembinaan membahas strategi peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan manajemen kelas, serta pentingnya inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran di era digital.

Sutarto menilai tantangan pendidikan saat ini terus berkembang sehingga guru perlu beradaptasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif. Para guru mengikuti kegiatan secara interaktif dan antusias.

Kepala SMA Islam 1 Sleman, Ixwind Umiarti mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat sinergi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai awal kebangkitan bersama. Dengan kebersamaan, dedikasi, dan kerja keras, kita akan menghadirkan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujarnya.

Pelantikan dan pembinaan guru tersebut menjadi momentum bagi SMA Islam 1 Sleman untuk memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan.

(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




KIM Senyum Tempel Umumkan Pemenang Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA 2026

Sleman – Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, mengumumkan pemenang Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA 2026 melalui Surat Keputusan Nomor 007/KIM_TPL/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026. Lomba tersebut menghasilkan lima pemenang.

“Juara I diraih Vini Wijaya, siswa MAN 5 Sleman, melalui karya berjudul Tak Ada Rotan, Akar Bambu pun Jadi: Karya Seni Artistik ala Pak Setyo Nugroho. Juara II diraih Intan Rahma Raisafira dari SMA Ma’arif 1 Sleman dengan karya Jejak Manis Salak dan Ironi Plastik: Pelajar Tempel Buka Suara. Juara III diraih Angelica Alitya Putri dari SMKN 1 Tempel melalui tulisan “Jejak Buk Renteng: Warisan Sejarah yang Tak Henti Menghidupi,” kata Muryono.

“Selanjutnya, Juara IV diraih Risty Isyara Nurindah dari MAN 5 Sleman dengan karya Djamoe Togaku: Racikan dan Warisan Tradisi yang Tak Lekang Termakan Waktu. Juara V diraih Verra Sagita Ningrum dari SMAN 1 Tempel melalui karya Manisnya Harapan di Balik Duri: Generasi Muda dalam Menyelamatkan Salak Pondoh di Kapanewon Tempel,” sambungnya.

Muryono menjelaskan, Vini mengangkat kreativitas seniman Setyo Nugroho yang mengolah akar bambu, yang semula hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar, menjadi karya seni bernilai. Keunikan karya tersebut terletak pada pemanfaatan bentuk alami akar bambu yang kemudian diukir menjadi berbagai karakter, seperti naga dan kepala botak jenaka.

Sementara itu, karya jurnalistik Intan mengangkat kepedulian generasi muda terhadap persoalan sampah plastik yang mencemari lingkungan. Dalam tulisannya, ia menyoroti potensi dampak sampah plastik terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan hasil pertanian.

Karya peserta lainnya turut mengangkat berbagai potensi dan persoalan di Kapanewon Tempel, mulai dari destinasi wisata, UMKM kuliner, kerusakan jalan akibat lalu lintas kendaraan berat, hingga kisah tokoh pahlawan lokal yang turut mengukir sejarah perjuangan kemerdekaan.

Melalui lomba tersebut, KIM Senyum Tempe mendorong pelajar untuk mengenali, mengangkat, dan menyampaikan berbagai potensi maupun persoalan di lingkungan sekitar melalui karya jurnalistik. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




UNY Hadirkan Bus Listrik Dukung Sleman Hijau

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan dua unit Bus Listrik VKTR 8 Meter untuk mendukung mobilitas sivitas akademika sekaligus memperkuat penerapan transportasi ramah lingkungan di Kabupaten Sleman.

PT VKTR Teknologi Mobilitas menyerahkan dua unit bus tersebut kepada UNY di Gedung Rektorat, Selasa (11/8/2026). UNY memanfaatkan armada baru itu sebagai bagian dari peremajaan shuttle kampus sekaligus upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi.

Direktur Direktorat Prasarana, Sarana, dan Aset UNY, Slamet Widodo mengatakan pengadaan bus listrik menjadi salah satu program prioritas dalam meningkatkan layanan mobilitas kampus sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Bus listrik ini memang merupakan salah satu program prioritas sebagai sarana mobilitas sivitas akademika kampus melalui peremajaan shuttle bus, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Bus Listrik VKTR 8 Meter memiliki kapasitas hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk. Kendaraan menggunakan sistem penggerak listrik berkapasitas 210 kWh dengan jarak tempuh hingga 350 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.

Menurut Slamet, penggunaan bus listrik juga mendukung pemanfaatan produk dalam negeri karena memiliki tingkat komponen dalam negeri sekitar 40 persen. UNY berharap kerja sama tersebut dapat berkembang ke bidang lain, termasuk riset dan pengembangan produk.

Kehadiran kendaraan listrik di lingkungan kampus juga memberi ruang edukasi bagi mahasiswa mengenai penerapan teknologi transportasi rendah emisi. Langkah tersebut sejalan dengan upaya UNY membangun lingkungan kampus yang lebih hijau dan efisien.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, A. Ardiansyah Bakrie, mengapresiasi kepercayaan UNY dalam menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari layanan mobilitas kampus.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami berharap kehadiran bus listrik ini tidak hanya mendukung operasional kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

UNY dan VKTR turut menggandeng Laksana sebagai mitra karoseri dalam penyediaan bus tersebut. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan pada bidang pembelajaran, penelitian, inovasi, serta pengembangan teknologi.

Melalui penggunaan dua bus listrik, UNY tidak hanya memperkuat mobilitas internal kampus, tetapi juga menghadirkan praktik transportasi ramah lingkungan yang relevan dengan upaya membangun kawasan pendidikan dan perkotaan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Milad ke-1, PP PAUD Ngaglik Perkuat Kapasitas Guru melalui Pelatihan

Sleman — Persatuan Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Dewan Pimpinan Ranting Ngaglik menggelar peringatan milad ke-1 yang dirangkaikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas guru PAUD. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PP PAUD Kabupaten Sleman serta perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Selasa (11/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari sejumlah tokoh setempat. Panewu Ngaglik, Edi Wibowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendidik PAUD dalam mendukung pendidikan anak usia dini di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Senada dengan hal tersebut, Ibu PAUD Donoharjo, Tri Rahayu berharap momentum milad ke-1 dapat meningkatkan semangat para guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun organisasi di tingkat ranting, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis yang disaksikan oleh tamu undangan dan peserta.

Memasuki sesi pelatihan, Presenter DSN TV sekaligus praktisi MC dan Duta Bahasa, Saviera Ajeng, memberikan materi mengenai wicara publik. Ia menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi pendidik, khususnya dalam menyampaikan materi kepada anak maupun berinteraksi dengan orang tua.

“Kemampuan berbicara merupakan keterampilan yang perlu dikuasai oleh setiap guru. Namun, kemampuan tersebut perlu didukung dengan teknik dan seni penyampaian agar pesan dapat diterima secara efektif dan menarik,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai metode pembelajaran yang menyenangkan yang disampaikan oleh Kak Wawan, pendongeng sekaligus guru inovatif. Peserta diajak memahami berbagai strategi untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi anak usia dini melalui pendekatan bercerita.

Pengurus PP PAUD, Tri Murni mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan Milad ke-1, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpengurus dan pendidik sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pendidik semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan bagi anak,” ujarnya.  (Ajeng KIM DSN)




Guru MAN 4 Sleman Ciptakan Aplikasi Si Manis untuk Permudah Administrasi Digital

Sleman – Transformasi digital terus dikembangkan di MAN 4 Sleman. Salah satunya melalui inovasi aplikasi Si Manis (Mudah, Akurat, Nyaman, Integratif, dan Smart) yang dirancang untuk memudahkan guru dalam mengelola administrasi pembelajaran secara digital.

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh mantan Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 4 Sleman, Triyono. Si Manis mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi guru, mulai dari presensi, jurnal mengajar, data siswa, kegiatan pembelajaran, hingga data alumni dalam satu sistem.

“Semua urusan administrasi mulai dari presensi, jurnal mengajar, data mutasi siswa, hingga data alumni dapat dipantau secara real-time melalui satu aplikasi. Seluruh aktivitas juga terdokumentasi dengan lebih rapi dan mengurangi penggunaan kertas,” ujar Triyono, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah fitur yang tersedia dalam Si Manis antara lain pengelolaan data siswa, jurnal dan presensi kegiatan belajar mengajar, presensi kelas, monitoring kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, pengelolaan aspirasi dan literasi siswa, serta pendataan alumni.

Aplikasi ini juga memungkinkan guru melakukan monitoring berdasarkan rentang waktu tertentu, mulai dari harian, mingguan, bulanan hingga semester. Data dapat ditampilkan berdasarkan kelas maupun individu siswa sesuai kebutuhan pelaporan.

Triyono mengatakan Si Manis dirancang agar mudah digunakan melalui telepon seluler. Dengan demikian, guru dapat mengisi maupun memantau administrasi pembelajaran tanpa harus bergantung pada dokumen fisik.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi administrasi tidak hanya membantu pekerjaan guru, tetapi juga mendukung transparansi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Si Manis bukan hanya memudahkan guru, tetapi juga menjadi jembatan transparansi bagi orang tua dan siswa. Ini menjadi bukti bahwa madrasah serius dalam mengembangkan digitalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani, mengatakan fitur jurnal mengajar sangat membantu dalam mendokumentasikan kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi bukti dukung administrasi dan SKP.

“Jurnal mengajar melalui Si Manis sangat membantu dan mempermudah pekerjaan kami, termasuk dalam menyiapkan bukti dukung SKP,” kata Dwi.

Melalui pengembangan Si Manis, MAN 4 Sleman terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan administrasi pendidikan yang lebih efektif, tertib, dan minim penggunaan kertas. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)