Raih Juara II Tingkat Kabupaten, Polisi Cilik SD Muhammadiyah Pakem Hibur Warga di Hari Ber-Muhammadiyah

Sleman – Penampilan atraktif dan energik dari kelompok Polisi Cilik (Pocil) SD Muhammadiyah Pakem sukses memeriahkan peringatan Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang digelar di Museum Gunung Merapi (MGM), Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Aksi disiplin dan kompak yang disuguhkan para siswa ini berhasil memukau ribuan jamaah serta tamu undangan yang hadir.

Kelompok Pocil SD Muhammadiyah Pakem tersebut merupakan tim berprestasi yang sebelumnya meraih Juara II pada ajang Lomba Polisi Cilik Polresta Sleman yang berlangsung di GOR Pangukan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (31/10/2025). Dalam perhelatan tahun lalu yang diikuti oleh 11 Sekolah Dasar se-Kabupaten Sleman tersebut, tim ini sukses memeragakan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), 12 gerakan lalu lintas, senam lalu lintas, serta variasi formasi hanya dalam kurun waktu 15 menit.

Pada penampilannya di area Museum Gunung Merapi, pleton yang beranggotakan 28 siswa kelas V ini tampil dipimpin oleh Komandan Pleton (Danton) Latifa Nur Rahma. Gerakan yang rapi dan tegas berkali-kali memancing apresiasi serta tepuk tangan meriah dari ribuan penonton.

Keberhasilan dan kedisiplinan para siswa dalam memperagakan gerakan tak lepas dari pembentukan karakter serta dukungan sinergis berbagai pihak, mulai dari pendampingan jajaran Polsek Pakem, bimbingan berkala dari alumni, hingga dukungan jajaran guru dan orang tua murid.

Perwakilan tim pendamping menjelaskan bahwa pembentukan Polisi Cilik di lingkungan sekolah memiliki nilai strategis yang melampaui batas ajang kompetisi biasa.

“Pocil bukan sekadar lomba baris-berbaris, tetapi menjadi wadah untuk membentuk mental, kedisiplinan, serta karakter generasi muda agar dapat tumbuh menjadi penerus bangsa yang berakhlak, beretika, serta memiliki semangat persahabatan yang tinggi,” ujar perwakilan tim pendamping.

Penampilan membanggakan ini menegaskan peran lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya fokus membina capaian akademik dan keagamaan, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan cinta tanah air. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Matangkan Persiapan, KIM Senyum Tempel Siap Gelar Lomba Jurnalistik Pelajar Tingkat SMA

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel mematangkan seluruh persiapan teknis pelaksanaan “Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA se-Kapanewon Tempel” melalui rapat koordinasi panitia di Joglo Ojo Lali, Padukuhan Sedogan, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (31/07/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, tersebut diselenggarakan untuk memastikan kesiapan ajang penulisan berita bagi generasi muda di wilayah setempat.

Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/08/2026) mendatang ini mengusung tema “Peristiwa dan Potensi Tempel dari Sudut Pandang Pelajar”. Panitia mengundang seluruh sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kapanewon Tempel untuk berpartisipasi dengan mengirimkan hingga lima siswa terbaiknya sebagai kontestan.

Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, menjelaskan bahwa lomba ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi, melatih kepekaan sosial, serta melatih keterampilan mengolah fakta secara objektif bagi para pelajar.

“Lomba ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar, sekaligus melatih kemampuan mengamati, menggali informasi, serta menyajikan fakta secara objektif dan menarik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap berbagai peristiwa, potensi, dan kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Muryono.

Guna memotivasi para peserta, panitia menyediakan hadiah uang pembinaan berkisar antara hingga beserta piagam penghargaan bagi lima karya terbaik. Selain itu, sepuluh karya tulisan terbaik akan dipublikasikan secara khusus dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang sebagai bentuk apresiasi dan ruang karya bagi jurnalis muda.

Dalam rapat persiapan tersebut, panitia menetapkan mekanisme penilaian, jadwal pelaksanaan, hingga rencana pemberian materi pembekalan teknik penulisan berita sebelum peserta terjun melakukan peliputan. Surat undangan resmi beserta petunjuk teknis pelaksanaan lomba akan segera didistribusikan ke seluruh sekolah di Kapanewon Tempel agar setiap satuan pendidikan dapat mempersiapkan perwakilannya secara maksimal. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




35 Calon Kepala Sekolah Muhammadiyah Sleman Ikuti Pembekalan Penguatan Budaya Sekolah

Sleman – Sebanyak 35 calon kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman mengikuti program pembekalan mengenai penguatan budaya sekolah di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali para calon pemimpin sekolah agar mampu membangun fondasi lingkungan pendidikan Muhammadiyah yang adaptif, berkarakter, dan berkemajuan.

Hadir sebagai narasumber, akademisi Universitas Negeri Yogyakarta, Tsania Nur Diyana, memaparkan bahwa budaya sekolah memegang peranan krusial dalam membentuk pola kerja, respons terhadap tantangan, penanganan masalah, hingga pencapaian tujuan pendidikan secara berkelanjutan.

“Sekolah yang kuat bukan sekolah yang tidak pernah menghadapi masalah, tetapi sekolah yang memiliki budaya sehingga setiap warganya tahu bagaimana bersikap ketika masalah datang,” ujar Tsania Nur Diyana dalam pemaparannya.

Ia menerangkan bahwa budaya sekolah tidak sebatas diukur dari aspek fisik seperti simbol, atribut seragam, fasilitas, maupun tata tertib tertulis. Lebih jauh dari itu, budaya sekolah tumbuh dari internalisasi nilai-nilai keimanan, norma, serta kebiasaan positif yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh civitas akademika.

“Kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun keteladanan, menanamkan nilai keislaman, serta menggerakkan guru dan tenaga kependidikan agar memiliki budaya kerja yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, para calon kepala sekolah diharapkan tidak hanya siap menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang meneladani nilai-nilai keislaman dan menggerakkan seluruh potensi sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Mutu Pendidikan, Akademisi UNY Dorong Sekolah Muhammadiyah Petakan Talenta Guru

Sleman – Akademisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabar Nurohman, mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman untuk memperkuat pemetaan talenta guru dan tenaga kependidikan. Langkah ini dinilai strategis sebagai fondasi utama dalam merancang pengembangan sumber daya manusia yang terarah, adil, dan berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan di hadapan 35 calon kepala sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sleman dalam kegiatan pembekalan yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026).

dalam pemaparannya, Sabar Nurohman menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam memetakan potensi, tingkat kompetensi, hingga kinerja setiap tenaga pendidik sebelum menyusun berbagai program pengembangan SDM.

“Sekolah hebat dibangun oleh sumber daya manusia yang unggul, bukan sekadar gedung yang megah. Kepala sekolah harus mampu mengenali kebutuhan, potensi, dan kesenjangan kompetensi di sekolahnya,” ujar Sabar Nurohman.

Ia menerangkan bahwa proses pemetaan harus didasarkan pada data terukur, mulai dari rasio jumlah peserta didik, kebutuhan rombongan belajar, beban mengajar, hingga kompetensi riil guru dan tenaga kependidikan di lapangan.

“Hasilnya dapat menjadi dasar penugasan, pelatihan, pendampingan, dan pengembangan karier,” tutur Sabar Nurohman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa guru yang menunjukkan potensi dan kinerja tinggi dapat dipersiapkan sebagai calon pemimpin masa depan. Sedangkan bagi guru yang masih memerlukan peningkatan kapasitas, sekolah wajib memberikan pendampingan yang presisi sesuai kebutuhan.

“Pengembangan sumber daya manusia juga dapat diperkuat melalui coaching, mentoring, observasi sejawat, komunitas belajar, serta evaluasi dan umpan balik secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui pembekalan ini, para calon kepala sekolah diharapkan memiliki modal kepemimpinan yang profesional dalam mengelola tenaga pendidik berbasis data, sehingga mampu meningkatkan mutu serta daya saing sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Mutu Sekolah Muhammadiyah, Akademisi UIN Sunan Kalijaga Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Transformatif

Sleman – Kepemimpinan transformatif menjadi kunci utama dalam menggerakkan perubahan dan memperkuat budaya mutu sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Kepala sekolah dituntut memiliki visi yang kuat, keteladanan, serta kemampuan dalam memberdayakan seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Achmad Muhammad, saat memberikan pembekalan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026).

Dalam pemaparannya, Achmad Muhammad menjelaskan perbedaan mendasar antara fungsi manajemen dan kepemimpinan dalam mengelola lembaga pendidikan. Menurutnya, manajemen berfokus pada keteraturan dan konsistensi, sementara kepemimpinan berperan strategis dalam menentukan arah, membangun visi, menyatukan warga sekolah, serta menciptakan inovasi perubahan.

“Kepemimpinan berurusan dengan perubahan, sedangkan manajemen berurusan dengan kompleksitas. Kepemimpinan transformatif tersebut tidak hanya menghasilkan perubahan, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja sekolah secara berkelanjutan,” ujar Achmad Muhammad.

Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin yang transformatif harus hadir memberikan motivasi, meningkatkan kompetensi anggota tim, serta peka terhadap kebutuhan setiap individu di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang terdiri dari para kepala sekolah diajak menganalisis berbagai tantangan kepemimpinan, memetakan potensi diri, serta mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi budaya sekolah saat ini dengan keadaan ideal yang diharapkan.

“Peserta juga akan menyusun rencana aksi perubahan untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” tutur Achmad Muhammad.

Ia memaparkan bahwa proses transformasi sekolah harus diawali dari kemampuan membaca dinamika perubahan, mengenali potensi internal, menentukan arah strategis, hingga melakukan evaluasi terukur dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pembekalan ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman diharapkan dapat melahirkan figur kepala sekolah yang adaptif, visioner, dan Mampu menggerakkan seluruh sumber daya pendidikan demi meningkatkan kualitas serta daya saing sekolah. (Athiful/KIM Depok)