Polsek Gamping Edukasi Siswa SMK Putra Samodera Bijak Bermedia Digital dan Waspadai Jerat Judi Online

Sleman – Judi online tidak hanya mengancam kondisi finansial, namun juga dapat merusak masa depan generasi muda. Kemudahan akses melalui telepon pintar dan berbagai platform digital membuat pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi dan penguatan literasi digital agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian.

Kanit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Mamik Susanti, mengingatkan para pelajar untuk tidak menjadikan judi online sebagai jalan pintas memperoleh keuntungan. Pesan tersebut disampaikan di hadapan 43 siswa kelas X SMK Putra Samodera Tahun Ajaran 2026–2027 di Sekolah yang berlokasi di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (29/7/2026).

Menurut Iptu Mamik, judi online memiliki daya rusak yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Bermula dari rasa penasaran atau sekadar mencoba, seseorang dapat terjebak dalam pola permainan berulang karena tergiur keuntungan instan. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi kecanduan yang sulit dikendalikan.

Ia menegaskan, para pelajar harus memahami bahwa keuntungan yang ditawarkan dalam judi online hanyalah umpan. Di balik iming-iming kemenangan, terdapat risiko kerugian yang dapat berdampak panjang terhadap kehidupan seseorang. Ketika mengalami kekalahan, pemain sering kali terdorong untuk kembali bermain dengan harapan mendapatkan kembali uang yang telah hilang.

“Jangan pernah mencoba judi online hanya karena penasaran atau ingin mendapatkan uang dengan cepat. Sekali mencoba bisa menjadi pintu masuk untuk terus bermain. Jangan sampai masa depan kalian rusak hanya karena tergiur keuntungan sesaat,” tandas Iptu Mamik di hadapan para siswa.

Dampak judi online, lanjut dia, juga tidak berhenti pada persoalan kehilangan uang. Ketika seseorang mulai kecanduan, persoalan tersebut dapat memicu konflik dalam keluarga, mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi akademik, hingga memengaruhi hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya judi online perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda yang sehari-hari dekat dengan teknologi dan media sosial. Penguatan literasi digital diperlukan agar pelajar mampu mengenali konten, iklan, maupun ajakan yang mengarah pada perjudian serta memahami risiko di baliknya.

Senada hal tersebut, Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto mengajak para siswa SMK Putra Samodera untuk berani menolak segala bentuk ajakan judi online dan tidak ikut menyebarkan tautan maupun konten yang berkaitan dengan perjudian. Ia pun mendorong siswa untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan dan merancang masa depan.

“Upaya pencegahan ini membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Lewat edukasi yang konsisten serta pengawasan yang tepat, maka generasi muda memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Masa depan pelajar harus dibangun melalui pendidikan, kerja keras, dan prestasi, bukan dipertaruhkan dalam permainan judi online yang berisiko merusak kehidupan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




KIM Senyum Tempel Serahkan Buletin Karya Siswa Hasil Program KIM Goes To School

Sleman – Sebagai tindak lanjut program KIM Goes To School yang diselenggarakan pada pertengahan Juli 2026, KIM Senyum Tempel menyerahkan Buletin UMKM Kita edisi khusus yang memuat 15 karya tulis terbaik siswa kelas VIII dan IX SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Sleman.

Penyerahan buletin dilaksanakan di ruang kepala sekolah, Selasa (28/7/2026), oleh Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, kepada Kepala SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Widayatun.

Buletin tersebut diterbitkan sebagai bentuk apresiasi atas hasil belajar siswa setelah mengikuti pelatihan jurnalistik dan praktik menulis dalam program KIM Goes To School. Sebanyak 15 karya terpilih merupakan hasil seleksi dari puluhan naskah yang ditulis peserta selama kegiatan berlangsung.

Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, mengatakan program KIM Goes To School tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi dan melahirkan generasi penulis muda sejak usia sekolah.

“Kami berharap dari sekolah ini lahir penulis-penulis muda yang kelak mampu memperkaya khazanah literasi daerah maupun nasional,” ujarnya.

Muryono menambahkan, kemampuan menulis menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital karena mampu melatih cara berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Ia juga menyampaikan bahwa KIM Senyum Tempel siap mendampingi siswa yang ingin terus mengembangkan kemampuan menulis melalui komunitas KIM Junior. Melalui wadah tersebut, para siswa dapat memperoleh pendampingan, berdiskusi, serta berkesempatan mempublikasikan karya pada berbagai media yang dikelola KIM.

“Semoga langkah kecil ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya membaca dan menulis di Kapanewon Tempel,” tambahnya.

Kelima belas karya yang diterbitkan mengangkat beragam tema yang dekat dengan kehidupan remaja. Beberapa tulisan mengulas kehidupan sekolah, kuliner lokal, dan potensi wisata daerah. Ada pula karya yang mengangkat kisah perjuangan membantu keluarga, pentingnya keberanian menolak ajakan merokok, hingga sosok-sosok inspiratif di lingkungan sekitar.

Keberagaman tema tersebut menunjukkan kepekaan para siswa dalam mengamati lingkungan serta menuangkannya ke dalam tulisan yang komunikatif dan inspiratif. Melalui program ini, KIM Senyum Tempel berharap budaya literasi di kalangan pelajar terus berkembang sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penyampai informasi positif bagi masyarakat. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




35 Guru Muhammadiyah Sleman Ikuti Diklat Calon Kepala Sekolah

Sleman – Sebanyak 35 guru Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Sleman mengikuti Pendidikan Khusus Calon Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang diselenggarakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa–Sabtu (28 Juli–1 Agustus 2026).

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan calon pemimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah.

Keikutsertaan para guru dari Kabupaten Sleman diharapkan memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan. Peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung mutu layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Sleman.

Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, mengatakan pendidikan khusus calon kepala sekolah merupakan program pelatihan kepemimpinan strategis. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan, menyeleksi, dan membekali calon kepala sekolah serta kepala madrasah Muhammadiyah di seluruh DIY.

“Program ini membekali calon kepala sekolah dan kepala madrasah agar memiliki kompetensi manajerial, spiritual, dan kepemimpinan yang unggul,” katanya.

Menurut dia, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab mengelola administrasi dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga harus mampu memimpin, mengembangkan lembaga, serta membangun budaya pendidikan yang berkualitas.

Achmad menjelaskan, pendidikan khusus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah meneruskan pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, agar para kader bersedia merawat persyarikatan dan mengembangkan sekolah.

“Kita diharapkan menjadi kader yang bersedia merawat Muhammadiyah dan merawat sekolah. Jangan pernah merasa lelah untuk terus berjuang bersama di persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian pendidikan hingga selesai agar memperoleh bekal yang memadai sebelum menerima amanah sebagai kepala sekolah atau kepala madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, para guru Muhammadiyah dari Kabupaten Sleman diharapkan mampu menjadi pemimpin pendidikan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Penguatan kapasitas calon kepala sekolah itu sekaligus diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




SMP Muhammadiyah 3 Depok Salurkan Beasiswa Rp28 Juta kepada 50 Murid

Sleman – SMP Muhammadiyah 3 Depok menyalurkan beasiswa pendidikan senilai total Rp28 juta kepada 50 murid pada awal tahun ajaran 2026/2027. Beasiswa tersebut diserahkan saat upacara bendera, Senin (27/7/2026).

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Hasanudin, menyampaikan, bahwa sekolah menyalurkan bantuan melalui tiga program, yakni Beasiswa Prestasi, Beasiswa Berdikari, dan Beasiswa Mentari.

“Masing-masing program menyasar murid dengan prestasi dan latar belakang kebutuhan yang berbeda,” ujarnya.

Sebanyak enam murid menerima Beasiswa Prestasi karena memiliki capaian di bidang akademik maupun nonakademik. Sementara itu, 30 murid memperoleh Beasiswa Berdikari yang bersumber dari program Koin Surgamu.

“Adapun 14 murid menerima Beasiswa Mentari melalui kerja sama SMP Muhammadiyah 3 Depok dengan LazisMu Depok,” katanya.

Hasanudin pun mendorong para murid untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, penyaluran beasiswa tidak hanya membantu keberlanjutan pendidikan para penerima, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar bagi seluruh murid.

“Program tersebut diharapkan mendorong para murid untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat, terutama dalam mengembangkan kemampuan akademik, nonakademik, minat, dan bakat,” katanya.

Melalui penyaluran beasiswa tersebut, lanjut Hasanudin, SMP Muhammadiyah 3 Depok berupaya memperluas dukungan pendidikan sekaligus membangun budaya belajar, kepedulian, dan semangat berprestasi di lingkungan sekolah. (Athiful/KIM Depok)




SMP Muhammadiyah 2 Prambanan Gandeng Polsek Prambanan Perkuat Disiplin dan Kesadaran Hukum Siswa

Sleman – SMP Muhammadiyah 2 Prambanan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Prambanan untuk menghadirkan personel kepolisian sebagai pembina upacara di sekolah tersebut, Selasa (28/7/2026).

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Eko Priyantoro, mengatakan koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pembinaan disiplin dan kesadaran hukum para siswa.

Menurutnya, Polsek Prambanan nantinya akan memberikan pembinaan dan penyuluhan langsung mengenai tertib berlalu lintas, pencegahan kenakalan remaja, serta bahaya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini kami arahkan untuk menjaga kedisiplinan siswa sejak dini sekaligus memberikan pemahaman hukum yang ramah bagi anak dan remaja,” katanya.

Eko menegaskan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sekolah juga penting untuk mencegah para siswa terlibat dalam tindakan kriminalitas, geng motor, kekerasan, maupun perilaku menyimpang lainnya.

“Kami berharap penyampaian materi melalui kegiatan upacara dapat membuat pesan tentang kedisiplinan, keamanan, dan kepatuhan terhadap hukum lebih mudah dipahami para siswa,” ujarnya.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Eko berharap para siswa SMP Muhammadiyah 2 Prambanan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. (Athiful/KIM Depok)