Bebek Restorasi, Kisah Mahasiswa UNY yang Biayai Kuliah Mandiri dari Bengkel Motor Klasik

Sleman – Deru mesin tua terdengar saban hari dari sebuah garasi sederhana di Padukuhan Gesikan, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Di lokasi tersebut, seorang pemuda bernama Dana Brata Fitriawan Kusuma tekun merestorasi berbagai sepeda motor klasik melalui usahanya yang diberi nama Bebek Restorasi pada Senin (27/07/2026). Usaha otomotif yang ditekuni sejak duduk di bangku SMK ini tidak hanya menghidupkan kembali kendaraan retro, tetapi juga mampu membiayai pendidikannya hingga lulus sarjana dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Perjalanan bisnis tersebut dirintis Dana sejak 2018 ketika melihat tingginya minat masyarakat terhadap sepeda motor retro. Berbekal keterampilan otomotif, ia mulai menerima pengerjaan restorasi untuk berbagai tipe motor legendaris, seperti Honda C-70, Astrea 800, Astrea Prima, Astrea Grand, Honda Win, hingga Honda Supra X.
“Saat itu saya masih SMK dan melihat peluangnya menarik. Prinsip restorasi adalah membuat kendaraan kembali seperti baru, sesuai bentuk aslinya,” ujar Dana Brata Fitriawan Kusuma.
Proses restorasi membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Dalam sebulan, bengkelnya hanya membatasi pengerjaan maksimal empat unit motor dengan durasi pengerjaan dua minggu hingga satu bulan per unit. Biaya jasa pengerjaan dipatok berkisar Rp6 juta hingga Rp7 juta di luar penggantian suku cadang. Dari ketekunan tersebut, putra pasangan Windu Nurdiantoro dan Ndari Apriani ini berhasil membiayai seluruh biaya perkuliahannya di Program Studi Teknik Manufaktur UNY secara mandiri.
Kerja kerasnya kian membuah hasil manis ketika ia berhasil menyabet Juara Pertama Tingkat Nasional dalam Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi pada 2022 lalu.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana teknik, Dana bertekad mengembangkan Bebek Restorasi menjadi bengkel yang lebih besar dan profesional guna membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia membuktikan bahwa keterampilan, ketekunan, dan kerja keras di ruang bengkel mampu merakit masa depan yang mandiri. (Athiful/KIM Depok)



