SD N Kaweden Kenalkan Siswa Proses Batik Kayu

Batik Kayu KrebetSleman – SD Negeri Kaweden Mlati Sleman adakan kunjungan dalam rangka belajar diluar kelas di Desa Wisata Batik Kayu Krebet Bantul Kamis (3/12). Kunjungan diikuti sebanyak 57 anak yang merupakan gabungan dari siswa – siswi kelas 5 dan 6 SD N Kaweden.

Guru Kelas 5, Ahmad Faozan menyampaikan kunjungan belajar tersebut untuk melatih siswa – siswi SD N Kaweden mengetahui banyaknya tempat atau usaha yang bisa dirintis sejak kecil. Dan untuk menghapus kejenuhan belajar didalam kelas setiap harinya, tambahnya.

Tak hanya berkunjung, siswa – siswi SD N Kaweden juga diajak untuk mencoba membatik diatas kayu atau sering disebut nyungging. Siswa – siswi diajarkan cara menggambar pola diatas topeng atau guntingan kunci menggunakan pensil.

Setelah selesai menggambar pola, siswa – siswi SD N Kaweden diajak untuk belajar menggunakan canting. Dan, hasil karya siswa siswi SD N Kaweden diberikan pewarnaan sebagai akhir proses pembuatan batik kayu. (wawan scout)




Peran Guru Makin Penting Diera Tanpa Batas

IMG_1105Sleman– Memasuki dunia era tanpa batas, peran guru semakin penting dalam menunjang pembentukan sumberdaya manusia berkualitas. Apalagi tiap tahun  pemerintah melalui Dirjen PMPTK melakukan sertifikasi guru sehingga diharapkan menjadi guru yang profesional dan bermartabat. 

Seorang guru yang profesional akan mendapatkan sertifikat sekaligus tambahan kesejahteraan. Ini sesuatu yang membanggakan sekaligus  suatu tantangan bagi seorang guru yang profesional. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi pada acara resepsi HUT PGRI ke 70 dan hari Guru Nasional 2015. Resepsi dilaksanakan di Gedung Serbaguan Sleman, Kamis (26/11).

Dikatakan Gatot, predikat sebagai guru profesional bukan ditentukan oleh tambahan kesejahteraan atau sertifikat yang diperolehnya akan tetapi ditentukan oleh kemampuan guru untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan seluruh potensi mental dan intelektual yang dimiliki untuk memberikan bekal kepada anak didik dalam bertindak, belajar dan mengatur masa depan sendiri secara aktif dan mandiri.

“Guru adalah  sebagai tulang punggung  pendidikan. Oleh karena itu guru harus mampu menciptakan masyarakat yang berpendidikan (Learning Society),” kata Gatot.

Guru harus mengembangkan jati dirinya sebagai sosok guru profesional, bermartabat, berkompetensi dan memiliki komunikasi yang baik dengan anak didik serta memiliki komitmen yang kuat  terhadap profesinya. Tugas guru bukan lagi knowledge based tetapi lebih menekankan competency based yaitu penguasaan konsep keilmuan dan perekayasaan yang berdasarkan nilai-nilai etika  dan moral.

Konsekuensinya, seorang guru tidak lagi menggunakan komunikasi satu arah yang selama ini dilakukan, melainkan menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga terjadi komunikasi dua arah secara demokratis.




Pemkab Jalin Kerjasama dengan UPN Dibidang Pendidikan

Bertukar Berita AcaraSleman – Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta telah berlangsung di Ruang Rapat Setda B Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (26/11). Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi melakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama dilanjutkan oleh Sari Bahagiarti selaku Rektor UPN ”Veteran”.

Dalam acara tersebut ikut hadir Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Fisip, Wakil Dekan II Fakultas pTeknik Mineral, Ka. Prodi Informatika, Sekretaris LPPM, Ka. Pusat pengabdian masyarakat serta Kabag Kerjasama dan Alumni. Serta dari jajaran aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Sleman dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta dilakukan sebagai komitmen bersama sekaligus menjadi payung hukum bagi kedua belah pihak dalam menjalankan kerja sama.

Ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam nota kesepakatan meliputi, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya, pengabdian kepada masyarakat dan praktek kerja lapangan, kuliah kerja nyata, dan atau kegiatan dengan nama lain yang sejenis.

Dalam sambutannya Gatot  menyampaikan, bahwa dengan ditandatanganinya MoU ini, Pemkab Sleman menaruh harapan besar kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu universitas di wilayah Kabupaten Sleman atas kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Semoga pertemuan ini, menjadi momentum peningkatan pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta kedepan,” kata Gatot.

Sedang Rektor UPN Sari Bahagiarti menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemkab Sleman dan UPN sudah berlangsung sejak lama, sehingga diharapkan dengan adanya penandatanganan kerja sama (MoU) ini dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan kerja sama yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Beliau juga menyampaikan bahwa UPN “Veteran” bertempat di Kabupaten Sleman sehingga UPN “Veteran” akan berkontribusi dalam  pembangunan Kabupaten Sleman sesuai kemampuan dan ranah/porsinya sesuai dengan tata aturan yang berlaku.




Meriahnya Peringatan HUT SMA Islam 1 Gamping

IMG_3223Sleman – Selasa, 24 November 2015 merupakan momen istimewa bagi OSIS SMA ISLAM 1 Gamping. Pasalnya dihari tersebut OSIS SMA Islam 1 Gamping memperingati HUT SMA Islam 1 Gamping ke – 53.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Islam 1 Gamping,  Dra. Riana Hidayati menyampaikan bahwa acara milad SMA Islam 1 Gamping sepenuhnya merupakan kegiatan dari OSIS SMA Islam 1 Gamping melalui arahan pembina osis, Ibu Fitri. Dan, seluruh guru SMA Islam 1 Gamping mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut, tambanya, Selasa (24/11).

Peringatan HUT SMA Islam 1 Gamping ke – 53 dimeriahkan dengan beberapa perlombaan seperti lomba garnisih yaitu lomba menghias makanan, lomba grafity, lomba mading, lomba kebersihan kelas dan taman, serta lomba permainan tradisional. Adapun lomba permainan tradisional seperti dakon, ular naga,dan tarik tambang sebagai pengingat juga melestarikan permainan tradisional yang terlupakan.

Selain perlombaan, OSIS SMA Islam 1 Gamping berkerja sama dengan ekstrakulikuler SMA Islam 1 Gamping menampilkan pentas seni seperti tari dan band. Selain pentas seni oleh siswa – siswi SMA Islam 1 Gamping, HUT SMA Islam 1 Gamping juga dimeriahkan oleh bintang tamu Trigvi band. Trigvi adalah salah satu band dari Gamping yang terbentuk ditahun 2008.

Pembina Osis SMS Islam 1 Gamping, Fitri berharap pelaksanaan kegiatan seperti peringatan milad kali ini kedepannya berjalan lancar dan tidak ada kendala serta lebih baik lagi dari tahun – tahun sebelumnya. Dan, Puncak acara HUT SMA Islam 1 Gamping ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah, Dra. Riana hidayati. (wawan scout)




12 Tim Ikuti Sepak Bola Pelajar

Tendang BolaSleman – Sebanyak 12 tim ikut sepak bola pelajar SMP, SMA dan SMK tingkat Kabupaten Sleman. Kejuaraan tersebut secara resmi dubuka di Stadion Tridadi Sleman, Senin (16/11) dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman. Hadir pada acara tersebut Ketua Koni, Pengurus PSSI, Kadinas Pendididkan, Guru olah raga dan peserta lomba.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan pertandingan sepakbola pelajar tersebut diikuti oleh 6 Tim dari SMA/SMK  dan 6 Tim dari SMP. Untuk pertandingan Tim SMA/SMK di stadion Tridadi Sleman dan untuk Tim SMP bertempat di Lapangan Pendowoharjo, Sleman.

Pertandingan diselenggarakan setengah kompetisi, serta sudah diawali pertandingan pada tanggal 15 November 2015, Tim SMK Muh Moyudan VS SMK Diponegoro Depok dimenangkan SMK Diponegoro dari Depok 2-0.

Menurut Arif, tujuan pertandingan  sepak bola pelajar  SMP/SMA/SMK  ini untuk menyeleksi tim sepak bola Kabupaten Sleman baik SMP maupun SMA/SMK  untuk  mewakili kejuaraan tingkat Provinsi DIY. Sekaligus mencari bibit  atlet sepak bola yang handal serta  ajang silaturahmi  pelajar pemain sepak bola.

Sementara Iswoyo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olah raga ini seyogyanya merupakan media bagi para peserta untuk dapat menyalurkan dan menggali bakat serta potensi yang dimiliki serta menjadi ajang penempaan mental. Kegiatan ini juga menjadi media seleksi dan pembentukan calon-calon atlet khususnya pada bidang sepakbola, sekaligus menjadi media mempererat silahturahmi dan persaudaraan antar siswa sekolah di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan saja, namun juga adanya kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna mempraktekkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih,” kata Iswoyo.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Sehingga akan membentuk  mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Iswoyo mengharapkan kepada para pemain sepakbola agar dapat mempersembahkan performa terbaiknya dalam kejuara ini.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membuka peluang kesempatan yang lebih besar kedepannya. Dan  menghimbau kepada adik-adik peserta kejuaraan sepak bola tingkat Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga nama baik sekolah masing-masing, mengingat adik-adik sekalian merupakan duta sekolah, bertandinglah secara sportif dan maksimal,” pesan Iswoyo.