UN Hari Pertamadi Sleman Lancar 2 Siswa Absen

Sleman, – Ujian nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK sederajat di Sleman berlangsung serentak mulai Senin (14/4) hingga Rabu (16/4).  Selama tiga hari, setiap mata pelajaran disajikan dalam 20 variasi soal. Artinya, setiap peserta dalam satu ruangan akan mengerjakan soal yang berbeda.

Hari pertama UN di Sleman berlangsung lancar, jumlah peserta yang tercatat sebanyak 4923 siswa SMA dan 6842 siswa SMK.

“Untuk sementara yang sudah lapor dan absen tidak hadir mengikuti ujian sebanyak 2 orang dengan alasan sakit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH, usai melakukan pemantauan UN di sejumlah sekolah, Senin (14/4).

Dikatakan Arif, sejak awal pihaknya sudah mengimbau agar seluruh peserta UN percaya diri. Tidak usah terpengaruh oleh jawaban palsu yang tidak jelas dari mana asalnya. “Kami mengharapkan kepada seluruh siswa untuk belajar saja dengan sungguh-sungguh,” kata Arif.

Kepada para orangtua siswa juga diharapkan memberi dukungan dan perhatian bagi anaknya selama masa UN. “Orangtua siswa juga kami mohon memberikan dukungan kepada putra-putrinya supaya sukses dalam mengikuti ujian akhir nasional,” tutur Arif.




Tujuh Siswa Tuna Netra Ikuti UN

Sleman, InfoPublik – Sebanyak tujuh siswa tuna netra mengikuti Ujian Nasional (UN) di MAN Maguwoharjo Depok Sleman, Senin (14/4). Dalam pelaksanaannya tujuh siswa tersebut  dibagi dalam dua ruangan, sesuai dengan jurusan masing-masing.

Ketujuh siswa ini mengerjakan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di ruangan IX dan X. Mereka tampak serius mendengarkan soal yang dibacakan guru, sedangkan dua pengawas duduk di kursi depan kelas.

Kepala Sekolah MAN Maguwoharjo, Drs Aris Fu’ad mengungkapkan, untuk peserta tuna netra memang soalnya dibacakan oleh guru pendamping. Meskipun disediakan soal dengan huruf braille, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan ke Kanwil Dikpora DIY agar soal bisa dibacakan saja.

Menurut Aris, ada beberapa pertimbangan mengapa sekolah meminta soalnya dibacakan. Selama tiga tahun mereka belajar di MAN, para siswa ini lebih familiar jika soal atau materi pelajaran dibacakan.

“Selain itu, mereka juga lebih akrab dengan audio dibandingkan membaca huruf braille. Tapi mereka tetap bisa membaca dengan huruf braille, termasuk disediakan soal ujiannya,” kata Aris.

Secara keseluruhan di MAN Maguwoharjo ada 141 siswa dari tiga jurusan, IPA, IPS dan keagamaan. Selain itu, sekolah juga mendapat tambahan empat siswa dari sekolah lain.




Soal UN Di Kabupaten Sleman Dijaga 24 Jam

Sleman,  – Untuk menjaga keamanan soal UN di Kabupaten Sleman, petugas dari kepolisian bersama petugas pokja melakukan pengamanan pintu secara berlapis. Hal ini sebagai langkah untuk mencegah kebocoran soal.

Ketua Pokja 3 Kabupaten Sleman Dra Hermintarsih mengatakan, untuk pengamaan dilakukan petugas pokja bersama kepolisian 24 jam. Untuk petugas pokja setiap shiftnya 8 jam ada 3 petugas. “Sedangkan untuk petugas kepolisian setiap shif 12 jam ada 2 petugas,” ujarnya di sela-sela pengamanan, Minggu (13/4).

Terkait soal UN, disebutnya Sabtu (12/4) sudah sampai ke Pokja 3 di SMAN 1 Sleman. Jumlah soal tersebut sesuai dengan jumlah peserta UN yakni siswa dan disimpan di gudang SMAN 1 Sleman dengan pengamanan dua lapis yang dijaga ketat pihak petugas pokja maupun kepolisian.

“Satu kunci saya bawa dan pintu yang lain dibawa polisi. Sehingga untuk membuka pintu harus bersama-sama dan baru akan kita buka pagi harinya sebelum pelaksanaan UN dilakukan. Dengan pengamanan berlapis ini akan menjamin tak ada kebocoran soal,” tegas Hermintarsih.




Pengawas UN SMA/SMK Di Sleman Lebih Banyak Dari Perguruan Tinggi

Sleman, – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan, pada pelaksanaan Ujian  Nasional (UN) tahun ini, jumlah pengawas UN yang berasal dari perguruan tinggi lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu setiap sekolah hanya satu, sekarang didasarkan pada jumlah ruangan,” kata Arif di kantornya, Jumat (11/4).

Menurut Arif, kalau sekolah punya ruangan [ujian] satu sampai tiga akan punya satu pengawas dari perguruan tinggi. Kalau jumlah ruangannya empat sampai 10 pengawasnya dua, dan seterusnya.

Secara keseluruhan, Disdikpora Sleman menyiapkan 582 pengawas UN SMA dan 782 pengawas UN SMK. Pengawas dari perguruan tinggi di Sleman diwakili oleh pihak Universitas Gadjah Mada. Sementara pengawas dari tingkat sekolah akan dilakukan secara silang.

“Pengawas dari sekolah lain tidak akan membantu siswa. Diharapkan ada asas objektivitas,” kata Arif.

Selain itu, Disdikpora juga akan membuka posko UN guna mendukung kelancaran program tersebut. “Apa saja bisa dilaporkan masyarakat dan siapapun yang menemukan pelanggaran selama UN berlangsung,” ungkap Arif Haryono.

Laporan pengaduan yang masuk ke posko akan ditindaklanjuti dengan melihat porsi kewenangan penanganan.

“Kami lihat dulu apakah itu kewenangan sekolah, pokja, atau Disdik Provinsi,” kata Arif.

Arif  memaparkan, tahun lalu tidak ada laporan terkait pelanggaran, hanya laporan bahwa beberapa siswa berhalangan mengikuti ujian.

Arif juga  berharap hasil UN tahun ini lebih optimal. Hal tersebut mengacu pada angka kelulusan tahun 2013 yang terbilang tinggi. SMA lulus 99,88 persen dan SMK 99,97 persen.

Sementara soal distribusi soal UN dikatakan Arif soal UN tingkat SMA sederajat di Kabupaten Sleman didistribusikan secara serentak melalui kelompok kerja (pokja) atau sub rayon, Sabtu (12/4).

“Di Sleman terdapat lima pokja untuk SMK dan empat pokja untuk SMA yang tersebar di wilayah Kecamatan Depok, Kalasan, Ngaglik, Sleman, Tempel, dan Godean,” kata Arif.

Sekolah yang ditunjuk sebagai pokja antara lain SMA Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Godean, SMA Negeri 1 Sleman, SMA Negeri 2 Ngaglik, SMA Negeri 1 Kalasan, SMK Negeri 1 Kalasan, SMK Negeri 1 Tempel, SMK Negeri 1 Depok, dan SMK Negeri 2 Depok. Soal akan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.




Dikpora Sleman Distribusikan Soal UN SMA/SMK 12 April

Sleman,  – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga  (Dikpora) Kabupaten Sleman akan melakukan distribusi soal ujian nasional (UN) SMA/SMK melalui sembilan kelompok kerja (pokja), dan pendistribusiannya akan dilakukan secara serentak.

Kepala Dikpora Kabupaten Sleman Arief Haryono, Jumat (11/4), menyampaikan bahwa distribusi naskah akan mulai dilaksanakan pada hari Sabtu (12/4) besok ke pokja.

Distribusi soal UN SMA/SMK ini akan dilakukan secara serentak.  Lima pokja untuk SMK dan empat pokja untuk SMA. Untuk mengamankan soal UN, petugas akan didampingi aparat kepolisian.

Pelaksanaan UN SMA/SMK di Sleman akan diselenggarakan pada tanggal 14-17 April 2014. Jumlah peserta ujian SMA mencapai   siswa dari 56 sekolah. Mereka akan mengikuti ujian di 44 sekolah karena pelaksanaan UN di 12 sekolah digabungkan. Sleman menyediakan 582 orang untuk mengawasi UN SMA.

Ujian nasional tingkat SMK akan diikuti siswa dari 54 sekolah. Namun, penyelenggara UN hanya 48 SMK. “Ujian di enam sekolah bergabung dengan sekolah lain karena belum akreditasi,” ujar Arif. Sebanyak 782 orang disiapkan menjadi pengawas ujian SMK.

Sementara itu, peserta yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra akan mendapatkan soal dengan huruf braille. Sebanyak enam siswa SMA terdata akan mengerjakan soal dengan huruf braille. Mereka dapat mengikuti ujian dengan tambahan waktu 45 menit.