Bupati Sleman Berkomitmen Terus Menggerakkan Kreativitas Dan Inovasi Masyarakat

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSi mengatakan, Pemkab Sleman sebagai fasilitator pembangunan daerah, berkomitmen untuk terus menggerakkan kreativitas dan inovasi masyarakat, mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada,  dan meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Bupati menyampaikan hal itu dalam sambutannya acara Penutupan Gelar Kreatifitas Pemuda di Margoagung, Seyegan, Sleman, Minggu (9/3). Pada acara penutupan kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu hadir Menpora KRT Roy Suryo Notonagoro.

Menurut bupati,  salah satu esensi dari otonomi daerah adalah munculnya kemandirian yang digerakkan oleh kreativitas, dan inovasi daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumberdaya yang dimiliki.

Oleh karena itu, katanya, salah satunya  adalah penyelenggaraan gelar kreatifitas pemuda dan gelar budaya ini. “Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan event ini untuk memamerkan, sekaligus menambah kualitas mutu produk lokal hasil kreasi masyarakat Margoagung,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pemuda untuk berkreasi, berinovasi, dan juga berpromosi untuk menampilkan potensi-potensi yang ada di wilayah desa Margoagung.

“Yang lebih penting lagi adalah melalui gelar Karya Kreatifitas Pemuda dan Gelar Budaya ini masyarakat dapat melihat secara nyata hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Desa Margoagung,” ujarnya.

Kegiatan ini, tambahnya, diharapkan menjadi media sosialisasi dan sarana untuk menginformasikan berbagai program, hasil-hasil pembangunan, serta kinerja  penyelenggaraan pemerintah, khususnya di wilayah Desa Margoagung.

Produk yang ditampilkan dalam kegiatan ini meliputi aneka kerajinan, batik, lukisan, kerajinan dari bahan plastik bekas, aneka makanan dan minuman, perikanan, pertanian dari UKM se-Kecamatan Seyegan dan hasil karya pemuda.

Sementara Menpora dalam sambutannya mengayakan bangga dengan kreativitas serta kegiatan pemuda, khususnya Margoagung dan kegiatan inii harus terus ditingkatkan lagi.

Menpora mentutup kegiatan gelar karya kreatifitas pemuda secara resmi  ditandai dengan penyerahan tokoh wayang semar kepada dalang Bambang Wiji Nugroho yang mementaskan wayang kulit semalam suntuk untuk menutup acara gelar karya kreatifitas pemuda.

Pagelaran wayang kulit dhalang Bambang  Wiji Nugroho dengan lakon Pandowo Bangun Projo dimeriahkan bintang tamu Mbokde Beruk dan Dalijo.




Sleman Adakan Lomba Story Telling Untuk Ajarkan Minat Baca

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo menilai kegiatan storytelling  sangat positiif untuk dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk berani tampil menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya di depan publik. “Dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, anak-anak akan dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki dengan lebih optimal,” kata Bupati Sri Purnomo saat penutupan lomba mewarnai dan story telling di halaman Parkir Denggung, Selasa (18/6).

Menurutnya, kegiatan ini perlu juga didukung dengan penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung seperti tersedianya buku-buku berkualitas. Oleh karena itu, ia mengimbau Kantor Perpustakaan Daerah untuk terus mengupdate koleksi buku yang dibutuhkan anak-anak, sehingga mereka tidak kekurangan referensi. Keberadaan perpustakaan di kecamatan dan desa juga perlu diperhatikan dengan menambah kantong-kantong perpustakaaan kecamatan maupun desa agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah dan murah.

Usia anak-anak merupakan masa yang paling baik untuk membentuk kepribadian, kecerdasan emosional, kreativitas dan kemandirian. “Bila anak sudah diperkenalkan dengan ajang-ajang pengembangan kreativitas seperti lomba menggambar dan mewarnai ini, saya yakin anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri,” katanya.

Melalui lomba menggambar dan mewarnai ini, diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak usia dini dan TK untuk mencurahkan kreativitasnya. Selain itu, berkesenian seperti menggambar dan mewarnai, dapat menjadi ajang bagi anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak. “Dengan demikian, anak-anak tersebut nantinya diharapkan dapat survive dalam menghadapi segala masalah hidup, yang kelak akan mereka hadapi,” kata Bupati Sri Purnomo.

Sedangkan kepala Kantor Perpustakaan Daerah kabupaten Sleman Dra. Sri Hartati melaporkan bahwa maksud dan tujuan lomba tersebut untuk menambah nilai-nilai yang merangsang minat baca anak-anak sejak dini, dan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif (pengetahuan, afektif, perasaan) sosial dan aspek konatif (penghayatan) anak-anak. Juga kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi dan imajinasi serta menumbuhkan kegemaran membaca pada anak usia dini dan rajin berkunjung ke perpustakaan. Peserta lomba sebanyak 725 anak baik tingkat PAUD maupun TK.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa bertindak sebagai Juri Heri Kustriyatmo (sanggar Cempaka), Robertus Budi Wuryanto (Sanggar Cempaka) dan Murdiono Efendi, (Pustakawan). Pada kesempatan tersebut ditampilkan pula pendongeng Syakira Divany Wijaya (juara I lomba minat baca tahun 2012 dari SD Model) dan Rayhan Hudatama Khoirurrobi (juara II lomba minat baca tahun 2012 dari SD Keceme 1) serta Kak Adim (pendongeng anak-anak).

Setelah melalui penjurian yang ketat maka terpilih untuk lomba mewarnai tingkat PAUD Juara I Claudia Oktaviani Putri dari PAUD Nusa Indah I, juara II Cyra Lumeira dari Play Group Sakinah Ceria, juara III MJ. Arshavin Albihar dari Pos PAUD Ceria. Juara harapan I Natya dari PAUD Tunas Mulia daan juaraa harapan II M. Ridho Wicaksono dari Kelompok Bermain Putra Handayani. Sementara untuk tingkat TK sebagai juara I Maulana Farrul Neala dari TK. ABA Sleman kota, juara II Nadyia Putri Anggraeni dari TK Kemala Bayangkari, juara III M. Rafa Ramadani, dan juara harapan I Febriani Anggita Putri dari TK. Pusposari IV serta juara harapan II Nabiella Aiya Yudhia dari TK. Kumala Bayangkari.




Bupati Sleman Resmikan SDN Srunen Jadi Sekolah Siaga Bencana

Srunen-300x199

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri meresmikan SDN Srunen, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (4/6), dengan menandatangani prasasti. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu pembangunan kembali gedung sekolah dasar yang rusak akibat terkena letusan gunung Merapi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Media Group beserta seluruh staf dan para donatur yang telah membantu masyarakat Sleman yang tengah berupaya bangkit kembali dari keterpurukan dan berupaya melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca musibah erupsi merap,” katanya.

Bupati menilai bantuan pembangunan SDN Srunen itu memudahkan dan membantu masyarakat, terutama anak-anak di wilayah Srunen dan sekitarnya memperoleh kembali sarana dan prasarana belajar dan bersekolah  yang layak. Dikatakan, direlokasinya SD Srunen ini merupakan upaya untuk memberikan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, yang berada di luar wilayah KRB 3 yang dilarang untuk hunian dan bangunan permanen.

Bupati Sleman berharap SD Srunen ini menjadi SD yang siaga bencana, sekolah yang mampu mambantu melindungi masyarakat, termasuk para guru dan siswa ketika terjadi bencana erupsi Merapi.

Pada saat ini di Cangkringan baru terdapat sekolah yang dinyatakan sebagai sekolah siaga bencana, yakni SMK Muhammadiyah Cangkringan dan SMP Negeri II  Cangkringan. “Kepada para tenaga pendidik di Kecamatan Cangkringan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan anak didik dalam dan memberikan pendidikan mitigasi bencana sehingga anak didik terpola menjadi generasi siaga bencana,” katanya.

Sementara mengenai nilai kerusakan yang terjadi akibat bencana erupsi Merapi tahun 2012 lalu pada fasilitas TK adalah sebesar Rp2,5 milyar dan nilai kerugian sebesar Rp 130,5 juta. Sedangkan, nilai kerusakan pada fasilitas 4 SD adalah sebesar Rp9,76 milyar dan nilai kerugian adalah sebesar Rp526,8 juta. Tidak terdapat fasilitas SMP yang rusak, namun memiliki nilai kerugian kerusakan alat-alat pembelajaran, komoputer, laboratorium IPA dan bahasa  karena debu serta alat-alat olah raga di lapangan yang dikalkulasikan sebesar Rp200 juta. Adapun untuk fasilitas 1 SMK nilai kerusakan sebesar Rp2,676 milyar dan nilai kerugian sebesar Rp 50 juta. Dengan adanya 9 dusun yang tidak layak huni, maka sarana sekolah yang ada di wilayah itu akan dipindahkan  di luar KRB.