Perluas Wawasan Global, SD Muhammadiyah Condongcatur Lepas Kontingen Pramuka ke Tiga Negara

Sleman – Kepala Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Condongcatur, Estri Rukmiyanti, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen International Scout Camp (ISC) 2026 di Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, pada Sabtu (18/07/2026). Sebanyak 15 siswa terpilih yang didampingi oleh dua guru pendamping bertolak untuk mengikuti ajang kepanduan tingkat internasional di Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Rangkaian kegiatan perkemahan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, yakni mulai Sabtu (18/07/2026) hingga Senin (27/07/2026). Partisipasi aktif para siswa dalam ISC 2026 ini menjadi bagian dari program strategis sekolah untuk memperluas wawasan global, memperkuat kemandirian, serta mengasah keterampilan sosial siswa dalam berinteraksi di lingkungan internasional melalui media gerakan kepramukaan.

Estri Rukmiyanti menegaskan bahwa keikutsertaan para muridnya dalam ajang Lintas Negara ini tidak hanya bertujuan untuk menimba pengalaman belajar baru, melainkan juga membawa misi diplomasi budaya untuk membawa nama harum daerah di kancah dunia.

“Kami harap anak-anak kami mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, serta membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai negara. Kami berpesan kepada anak-anak untuk selalu menjaga nama baik sekolah, Kabupaten Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama mengikuti ISC 2026 di tiga negara tersebut,” ujar Estri Rukmiyanti saat melepas keberangkatan para siswa di Bandara YIA pada Sabtu (18/07/2026).

Selama sepuluh hari pelaksanaan perkemahan, para peserta akan dihadapkan pada berbagai simulasi dan agenda kepanduan yang dirancang khusus untuk menggembleng jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, serta pemahaman interkultural bersama ratusan anggota pramuka lain dari berbagai belahan dunia.

Melalui keikutsertaan dalam perkemahan internasional ini, pihak sekolah optimistis bahwa pengalaman berharga yang didapat akan membentuk karakter siswa yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan berwawasan global. Estri menekankan bahwa bekal kepemimpinan dan kemandirian yang diasah sejak usia sekolah dasar akan menjadi fondasi penting bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa di masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Gedung Agung Jadi Sarana Edukasi Sejarah Siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman

Sleman – Kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pemahaman sejarah serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Mengusung semangat pembelajaran di luar kelas, SMK Muhammadiyah 1 Sleman mengajak para siswanya mendatangi salah satu situs bersejarah nasional tersebut pada Jumat (17/07/2026).

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Afifuddin, menyampaikan bahwa Gedung Agung tidak hanya berfungsi sebagai simbol pemerintahan nasional, melainkan memuat nilai-nilai historis penting dalam rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia.

“Keberadaan Gedung Agung perlu dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami akar sejarah lahirnya republik,” ujar Afifuddin.

Afifuddin menjelaskan bahwa Gedung Agung memiliki makna filosofis tersendiri sebagai tempat yang menyaksikan masa-masa kritis awal kemerdekaan. Yogyakarta sempat menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia dan menjadi saksi bisu berbagai momen penting bangsa, termasuk tempat kelahiran Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Ia berharap penjelajahan langsung ke Gedung Agung mampu menghadirkan ruang pembelajaran kontekstual yang dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara nyata, suatu pengalaman yang tidak didapatkan siswa jika hanya membaca buku pelajaran di ruang kelas.

“Dengan melihat langsung lokasi bersejarah, siswa dapat memahami perjalanan bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap perjuangan para pendiri negara,” kata Afifuddin.

Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan literasi sejarah, serta memperluas metode pembelajaran kontekstual bagi para pelajar.

“Melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah, siswa diharapkan memiliki wawasan kebangsaan yang lebih kuat, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang menghargai sejarah dan mampu menjaga jati diri bangsa,” tegas Afifuddin. (Athiful/KIM Depok)




Kunjungi Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 1 Sleman Perkuat Literasi Wawasan Kebangsaan

Sleman – Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Selain menjadi pusat referensi sejarah dan kebangsaan, perpustakaan tersebut hadir sebagai ruang belajar interaktif yang mendorong para peserta didik untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Momen berharga ini dimanfaatkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Sleman melalui kegiatan kunjungan pembelajaran di luar kelas yang dilaksanakan pada Jumat (17/07/2026). Agenda ini dirancang secara khusus untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memupuk rasa nasionalisme para siswa.

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Afifuddin, menyampaikan bahwa kemampuan literasi merupakan bekal krusial yang wajib dimiliki oleh peserta didik, khususnya di jenjang sekolah menengah kejuruan. Menurutnya, penguasaan literasi akan melengkapi kecakapan vokasi sehingga para lulusan tidak hanya unggul secara keterampilan teknis, melainkan juga piawai dalam menganalisis informasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman.

“Literasi harus menjadi budaya di kalangan siswa SMK. Mereka tidak cukup hanya memiliki keterampilan vokasi, tetapi juga perlu memperluas wawasan melalui membaca dan memahami berbagai sumber pengetahuan,” ujar Afifuddin.

Selama agenda kunjungan berlangsung, para siswa diajak untuk mengeksplorasi secara langsung berbagai koleksi literatur berharga. Koleksi tersebut mencakup catatan sejarah perjuangan bangsa, rekam jejak perjalanan pemerintahan Indonesia, hingga referensi penting mengenai kepemimpinan nasional.

Afifuddin menjelaskan bahwa literasi era modern tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan dasar membaca dan menulis, melainkan mencakup daya kritis dalam menyaring informasi serta memanfaatkannya untuk memecahkan berbagai persoalan nyata.

“Selama kunjungan siswa dikenalkan dengan berbagai koleksi literatur yang memuat sejarah perjuangan bangsa, perjalanan pemerintahan, serta berbagai referensi tentang kepemimpinan nasional. Kami ingin siswa memiliki kebiasaan belajar yang kuat. Dengan budaya literasi yang baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan lanjutan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat,” kata Afifuddin.

Melalui pengalaman belajar langsung di Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta ini, generasi muda di Kabupaten Sleman diharapkan semakin menyadari bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam membangun pengetahuan, membentuk karakter unggul, serta meningkatkan daya saing di masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Psikolog Istiana Tajudin Ajak Guru Ubah Kebiasaan Scrolling Generasi Alpha Menjadi Schooling

Sleman – Psikolog Istiana Tajudin mengajak para tenaga pendidik untuk mengubah kebiasaan scrolling di kalangan generasi Alpha menjadi proses schooling yang lebih bermakna. Menurutnya, metode pembelajaran saat ini perlu memadukan penyesuaian karakter peserta didik di era digital dengan pembentukan karakter serta kedekatan emosional yang kuat.

Pesan penting tersebut disampaikan Istiana Tajudin dalam paparannya yang bertajuk “Dari Scrolling ke Schooling: Menembus Layar, Menyentuh Hati Gen Alpha”. Agenda ini menjadi bagian dari Workshop Persiapan Pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027 SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang diselenggarakan di Hotel Wijaya 2 Kaliurang pada Jumat (17/07/2026) hingga Sabtu (18/07/2026).

Dalam penjelasannya, Istiana Tajudin menerangkan bahwa generasi Alpha memiliki karakteristik dan pola belajar yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Anak-anak masa kini cenderung lebih cepat menyerap informasi yang disajikan dalam bentuk visual, video berdurasi singkat, serta melalui aktivitas yang interaktif.

“Karena itu, guru dituntut lebih adaptif dalam merancang proses pembelajaran agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Istiana Tajudin.

Ia menegaskan bahwa kecenderungan siswa dalam mengakses konten digital tidak semestinya dipandang sebagai rintangan dalam pendidikan, melainkan dapat dioptimalkan sebagai media pembelajaran yang efektif. Integrasi video edukatif, metode gamification, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dinilai mampu mendongkrak partisipasi siswa secara aktif di kelas.

Di samping pemanfaatan teknologi, Istiana Tajudin mendorong para guru untuk mulai mengimplementasikan pendekatan deep learning atau pembelajaran yang mendalam dan bermakna.

“Melalui metode tersebut, siswa diajak mengeksplorasi konsep, memecahkan masalah, serta menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada hafalan,” kata Istiana Tajudin.

Ia juga menggarisbawahi krusialnya menjaga keseimbangan antara interaksi di dunia maya dan kehidupan nyata. Manajemen durasi penggunaan gawai, porsi aktivitas fisik, serta penguatan literasi digital dianggap sebagai kunci utama untuk mencetak peserta didik yang kritis, sehat, dan bertanggung jawab.

Istiana Tajudin memungkas penjelasannya dengan mengingatkan bahwa kunci keberhasilan pendidikan digital tidak semata-mata terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada kemampuan guru dalam menjalin ikatan emosional yang hangat dengan para muridnya.

“Dengan pendekatan tersebut proses belajar tidak sekadar berlangsung di depan layar, melainkan mampu menyentuh hati dan membentuk karakter generasi Alpha,” tuturnya. (Athiful/KIM Depok)




Cegah Cyber Bullying, SMP Muhammadiyah 1 Prambanan Edukasi Siswa Lewat Nobar Film

Sleman – SMP Muhammadiyah 1 Prambanan mengajak para peserta didiknya untuk memahami bahaya perundungan digital (cyber bullying) melalui kegiatan nonton bersama (nobar) film berjudul Cyber Bullying. Agenda tersebut berlangsung di layar lebar CGV Cinemas Transmart, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (17/07/2026).

Kegiatan nobar ini diselenggarakan sebagai langkah nyata sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, sekaligus membekali para siswa menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi. Melalui tayangan film tersebut, para pelajar diajak menyaksikan secara langsung dampak buruk perundungan di dunia maya serta pentingnya bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

Film Cyber Bullying sendiri mengisahkan tentang Neira, seorang siswi SMP berprestasi yang mengalami tekanan psikologis berat setelah video konfrontasinya dengan teman sekolah tersebar luas di platform digital. Peristiwa tersebut menjadikan Neira korban perundungan siber yang berdampak serius pada kesehatan mentalnya, mulai dari munculnya rasa malu, tekanan jiwa, hingga hilangnya semangat hidup.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati Rofiatun Sahifah, menegaskan bahwa pihak sekolah memikul tanggung jawab moral untuk mendampingi para siswa agar mampu membentengi diri di tengah pesatnya era digital.

“SMP Muhammadiyah 1 Prambanan hadir di tengah-tengah para generasi Indonesia. Dengan gempuran teknologi yang semakin pesat, salah satu bekal yang kami berikan adalah mendampingi dan menguatkan karakter mereka,” kata Daswati Rofiatun Sahifah.

Ia menilai bahwa ancaman cyber bullying dapat menyasar siapa saja tanpa mengenal batas wilayah, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Oleh sebab itu, edukasi mengenai etika digital dan bahaya perundungan siber menjadi hal yang krusial untuk terus disampaikan kepada generasi muda.

Menurut Daswati, agenda nobar ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat kampanye lingkungan digital yang sehat, sejalan dengan program yang sebelumnya telah digalakkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

“Cyber bullying tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi pedesaan pun berpeluang terkena. Maka, melalui nonton bareng film Cyber Bullying ini menjadi momen baik untuk membekali siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Prambanan,” ujarnya.

Daswati menegaskan komitmen sekolahnya untuk terus mencetak peserta didik yang berkarakter kuat, berprestasi, serta siap menjadi pelopor dalam menciptakan ruang digital yang aman dan positif.

“SMP Muhammadiyah 1 Prambanan mencetak karakter saleh, multitalenta, mendunia, serta siap mengawal gerakan setop bullying,” tegasnya.

Melalui kegiatan edukasi interaktif ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki rasa empati, saling menghargai sesama, dan aktif menciptakan iklim interaksi digital yang kondusif di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (Athiful/KIM Depok)