Satu Hati Kapanewon Mlati Berikan Bantuan Gerobak Angkringan dan Papan Tulis

Mlati – Kapanewon Mlati melalui Program Inovasi Satu Hati menyerahkan bantuan berupa gerobak angkringan dan papan tulis. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kapanewon Mlati pada Senin (25/11/2024).

Kegiatan ini mengundang dari Tim Inovasi Kabupaten Sleman, Dinas Sosial, Muspika Kapanewon Mlati, akademisi, pelaku usaha, Pilar-pilar sosial, Baznas, Rumah Zakat dan penerima bantuan.

Dalam kerangka sejahterakan Mlati, diberikan bantuan berupa gerobak angkringan sebanyak lima buah. Penerima gerobak angkringan  adalah warga Mlati yang tergolong RTM. Kemudian dalam kerangka cerdaskan Mlati diberikan bantuan berupa papan tulis untuk Lima Belas Paud di wilayah Kapanewon Mlati.

Dalam sambutan sekaligus pemaparannya Arifin selaku Panewu Mlati menyampaikan terkait dengan pelaksanaan Inovasi Satu Hati ini. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di Kapanewon Mlati, dimana masih ada ketimpangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama dengan berbagai stakholder yang ada di wilayah Mlati.

“Persoalan yang sifatnya urgent harus segera ditangani jika menunggu program pemerintah akan kelamaan. Program inovasi ini hadir sebagai jawaban terhadap permasalahan tersebut. Dukungan dari semua pihak tentunya akan menentukan arah keberhasilan program ini. Sebagai contoh untuk kegiatan RTLH, jambanisasi, bantuan posyandu, bantuan paud, bantuan sembako, bantuan untuk anak yatim, dan beberapa skema bantuan lain niscaya terlaksana tanpa uluran dari pihak-pihak yang peduli,” sambungnya.

Suwarni, selaku penerima bantuan berupa jambanisasi menyampaikan apresisasi atas bantuan yang telah diberikan.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami selaku penyandang disabilitas. Bantuan ini memberikan kemudahan terhadap keterbatasaan akses kami. Kedepannya semoga program ini akan terus memberikan manfaat bagi warga lainnya yang membutuhkan,” imbuhnya.

Eksan selaku Dukuh Gedongan juga pelaksana kegiatan RTLH di padukuhannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pengampu program ini. Program ini sangat bermanfaat dan sangat membantu sekali bagi masyarakat yang membutuhkan.

” Program ini sangat membantu, memberikan nafas segar bagi masyarakat yang membutuhkan. Harapan kedepannya kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan hal terbaik untuk masyarakat Kapanewon Mlati,” tandasnya.

Dari Tim Inovasi Kabupaten Sleman Yudi menuturkan terkait dengan pelaksanaan Inovasi Satu Hati yang begitu luar biasa. Apresisasi atas kerja tim dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beberapa kapanewon memang sudah melaksanakan inovasi, namun baru di Mlati ini inovasi mengangkat permasalahan sehatkan, cerdaskan, dan makmurkan. Tentunya ini Inovasi yang luar biasa,” tuturnya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Panewu yang sudah mencetuskan program ini. Dan pada kenyataannya sudah menampakkan hasilnya. Bahkan sudah banyak dari pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ini melalui dana CSR-nya,” pungkasnya.

Inovasi Satu Hati Kapanewon Mlati memberikan warna baru terhadap penyelesauan permasalahan sosial masyarakat. Kegiatan ini dapat berjalan dengan adanya dukungan dan saling bersinerginya berbagai pihak. Baik itu pilar-pilar sosial, pelaku usaha dan pemerintah. Manfaatnya juga telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Masuki Hari Tenang, APK di Gamping Mulai Dicopoti

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman bersama Jagabaya dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) setempat melaksanakan kegiatan pencopotan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 pada Minggu (24/11/2024) dengan menyisir APK yang terpasang di sepanjang jalan Siliwangi dan jalan Kabupaten Sleman di wilayah Padukuhan Salakan, Bedog, Ngawen, Kronggahan I, dan Kronggahan II.

Pencopotan Alat Peraga Kampanye dilakukan karena telah memasuki masa tenang sesuai dengan program dan jadwal kegiatan kampanye pemilihan yang tertuang dalam lampiran I Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 tahun 2024 tentang kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota.

Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga netralitas dan menegakkan aturan pemilihan di wilayahnya. Menurutnya, Suasana hari tenang yang kondusif penting untuk mengurangi potensi konflik atau perselisihan antar pendukung pasangan calon. Dengan mencopot APK, ketegangan antar pendukung dapat diminimalkan, serta menciptakan lingkungan yang lebih damai menjelang pemungutan suara.

“Kami bekerjasama dengan Jagabaya dan Satlinmas untuk memastikan tidak ada Alat Peraga Kampanye yang masih terpasang di hari tenang,” ujarnya.

Proses pencopotan yang dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai pengampu keamanan serta didampingi Pengawas Pemilu tingkat kalurahan dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga sore hari. Alat Peraga Kampanye yang dicopot meliputi spanduk, baliho, dan rontek. Kegiatan dilaksanakan karena hari tenang adalah masa dimana segala bentuk kegiatan kampanye, termasuk pemasangan APK dilarang dipasang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini untuk memberikan waktu kepada pemilih agar dapat merenungkan pilihannya tanpa pengaruh kampanye yang berlangsung hingga detik terakhir.

Pencopotan APK tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang hari pemungutan suara yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Adnan pun berharap seluruh tim kampanye dan masyarakat untuk mematuhi peraturan yang berlaku demi menciptakan pemilihan yang damai dan demokratis di wilayahnya.

Keberadaan Satlinmas dan Jagabaya dalam kegiatan ini turut membantu memastikan kelancaran proses pencopotan tanpa ada gangguan dari pihak yang berkepentingan. Jagabaya Trihanggo, Suyana WH, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah ini demi menciptakan suasana hari tenang yang damai dan kondusif.

Adapun hasil pencopotan didapatkan Alat Peraga Kampanye sebanyak 136 buah dengan rincian rontek sebanyak 32 buah (Paslon 1) dan 91 buah (Paslon 2), baliho sebanyak 3 buah (Paslon 1) dan 7 buah (Paslon 2), serta sebanyak 3 buah spanduk dari Paslon 2.

“Pencopotan APK di hari tenang seperti ini penting dilakukan agar peserta kampanye tetap tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga,” tegas Suyana.

Barang-barang tersebut setelah didata selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut. Kegiatan ini juga memberikan pesan kepada masyarakat bahwa peraturan pemilihan harus dihormati oleh semua pihak.

Di akhir kegiatan, Adnan selaku Ketua PPS Trihanggo berharap kegiatan ini sebagai pengingat bagi seluruh tim kampanye peserta pemilihan agar lebih mematuhi aturan. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau dan melaporkan jika masih ada alat peraga kampanye yang masih terpasang di wilayahnya.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 dapat berjalan dengan lebih tertib, adil, dan demokratis sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi seluruh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




PPK Gamping Gelar Rakor Pendistribusian Logistik dan Rekapitulasi Perolehan Suara

Sleman – Guna memastikan seluruh tahapan pemilihan, terutama yang berhubungan dengan pendistribusian logistik dan rekapitulasi suara dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal maka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Gamping menggelar rapat koordinasi terkait logistik dan rekapitulasi perolehan hasil pemungutan suara pada tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 yang berlangsung di Ruang Rapat Wirasuta Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Kamis (21/11/2024).

Rapat yang dibuka oleh Ketua PPK Gamping, Abdul Kariem dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Subilal, Perwakilan dari Koramil 17/Gamping, Sertu Dawamiyanto, Ketua dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta sekretariatnya se-Kapanewon Gamping, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Gamping, Jagabaya, aparat keamanan dari kepolisian Sektor Gamping dan Komando Rayon Militer 17/Gamping, Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, serta Jawatan Praja Kapanewon Gamping.

Ketua PPK Kapanewon Gamping, Abdul Kariem dalam sambutannya menyampaikan pentingnya koordinasi yang matang terkait distribusi logistik pemilihan mulai dari gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman ke PPS hingga dari PPK Kembali ke gudang KPU Kabupaten Sleman untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi di lapangan.

“Kami ingin memastikan distribusi logistik berjalan tepat waktu dan rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan secara transparan dan sesuai aturan,” ujar kariem.

Poin utama yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi pendistribusian surat suara, pengadaan alat perlengkapan Tempat Pemungutan Suara, serta prosedur pengamanan logistik selama tahapan pemilihan dalam kondisi cuaca hujan yang dapat menghambat distribusi logistik. Selain itu, disampaikan pula oleh masing-masing ketua PPS perihal tempat penyimpanan kotak suara di kalurahan sebelum didistribusikan ke masing-masing TPS pada 26 November 2024 mendatang.

Kapolsek Gamping, AKP Subilal yang turut hadir memastikan pihaknya siap memberikan dukungan keamanan selama proses pendistribusian kotak suara berlangsung hingga hari pemungutan suara.

Berdasarkan keterangannya, pihak Kepolisian Sektor Gamping menyiapkan perkuatan pengamanan antara lain36 personil sebagai pengamanan TPS, 18 personil bertugas mobiling atau piket, serta 8 personil bertugas siaga di markas komando.

“Kami akan mengerahkan personel di lokasi-lokasi strategis, termasuk di sekitar TPS demi memastikan situasi tetap kondusif,” ujar AKP Subilal dihadapan peserta rapat.

Sebagai pungkasan, Tamzis Sarwana selaku Panewu Gamping menekankan bahwa suksesnya penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024 di wilayah Kapanewon Gamping membutuhkan sinergi yang kuat dan Kerjasama antara seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PPK, PPS, hingga aparat keamanan dan pengawas pemilu.

Ia pun menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penanganan logistik pemilihan. Menurutnya, kelancaran distribusi logistik, terutama surat suara dan perlengkapan TPS akan sangat mempengaruhi keberhasilan penyelenggaraan pemilihan di tingkat akar rumput.

“Kita semua memiliki tugas mulia memastikan pesta demokrasi ini berjalan aman dan lancar. Semoga upaya hari ini menjadi langkah awal yang baik demi mewujudkan pemilihan yang berkualitas khususnya di Gamping,” tutup Tamzis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Ciptakan Pilkada Damai, Pemkab Sleman Gelar Diskusi Kerukunan Antar Pemuka Agama

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Dialog Kerukunan Antar Pemuka Agama pada Selasa (19/11) di Puri Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai komitmen Pemkab Sleman untuk mewujudkan suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rukun dan damai. Penjabat sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo hadir memberikan arahan kepada peserta diskusi.

Pada kesempatan itu, Kusno menyampaikan secara umum kondisi Kabupaten Sleman menjelang pelaksanaan Pilkada hingga saat ini tetap kondusif. Meski begitu, ia mengajak pemuka agama untuk tetap berperan aktif mewujudkan kerukunan umat beragama khususnya jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dalam suasana rukun dan damai.

“Yang perlu saya tekankan saat ini adalah bahwa seluruh proses panjang demokrasi ini harus bermuara pada kondisi Sleman yang lebih baik. Mari kita jaga agar pelaksanaan Pilkada nantinya terhindar dari kegaduhan politik sehingga dapat terus memperbaiki proses tatanan sosial Sleman,” jelas Kusno.

Pjs. Bupati Sleman menambahkan, Sleman yang menjadi rumah bersama bagi masyarakat dari beragam daerah tidak terlepas dari potensi terpengaruh berbagai isu negatif. Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat menyikapi dinamika politik secara bijaksana, dengan mengembalikan semua proses demokrasi kepada regulasi politik dan birokrasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Kesbangpol Sleman, Achmad Raharjo melalui keterangannya menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pemuka agama di Kabupaten Sleman terkait Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan Pilkada yang cerdas.

“Juga memberikan pemahaman terkait sinergitas, penguatan moderasi beragama, dan sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama untuk mewujudkan Pilkada yang damai,” begitu keterangannya.

Dengan Dialog Kerukunan Antar Pemuka Agama, Achmad berharap pemuka agama dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sadar dan aktif, dalam menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.




Hadiri HUT ke 47 RSUD Sleman, Pjs Bupati Sleman Resmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan

Sleman – Pejabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 47 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman pada Selasa, (19/11) di Aula Pronojiwo RSUD Sleman. Pjs Bupati Sleman pada kesempatan tersebut juga turut meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan atau RP3 yang bekerjasama dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kusno berharap di usia RSUD Sleman ke 47 ini kedepan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat maupun memberikan perlindungan kerja bagi karyawannya secara lebih baik. Ia juga mengapresiasi RSUD Sleman atas pencapaian baik dalam hal infrastruktur, fasilitas, tenaga medis, maupun jenis pelayanannya.

“Saya berpesan sekaligus menugaskan RSUD Sleman agar tetap bekerja keras untuk selalu berbenah dan berinovasi, untuk memberikan excellence services bagi masyarakat,” kata Kusno

Lebih lanjut, Kusno mengatakan HUT kali ini memiliki makna tersendiri karena pada saat ini RSUD Sleman telah memiliki Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3). Ia berharap keberadaan RP3 ini menjadi bentuk komitmen RSUD Sleman dalam pemenuhan hak dan perlindungan bagi pekerja perempuan.

Sementara itu, Direktur RSUD Sleman, Novita Krisnaeni melaporkan RSUD Sleman di usia ke 47 telah banyak mengalami perkembangan dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat. RSUD Sleman telah memiliki layanan baru, yaitu Layanan ‘Code Stroke’, Bedah Anak, Bedah Onkologi, Bedah Syaraf, dan Klinik estetika ‘Kamaratik. Penambahan alat baru seperti, Mammografi sebagai skrining payudara, MRI 1,5 tesla, CT SCAN 128 slice, dan Laser Holmium untuk permasalahan batu ginjal.

“Tak terasa RSUD Sleman sudah berusia 47 tahun, ini sebuah perjalan panjang untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan, terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik serta beberapa prestasi telah diraih,” ujar Novita

Kendati demikian, dalam waktu dekat RSUD Sleman juga akan membangun gedung baru, untuk difungsikan sebagai IGD, Cath Lab, ICVCU, Stroke center dan gedung rawat inap. Pada tahun 2025, akan ada layanan baru, yaitu klinik Endokrinologi dan Klinik Fertilitas.

RSUD Sleman juga meraih beberapa prestasi. Tahun ini, 3 tenaga kesehatan RSUD Sleman mendapatkan juara Lomba Nakes Teladan tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan sejak tahun 2021 RSUD Sleman mendapatkan Peringkat ‘Biru’ dari Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan, RSUD Sleman juga mendapatkan nilai ‘A’ sebagai Unit Penyelenggara pelayanan Publik Kategori “Pelayanan Prima” tahun 2023 oleh Kementrian PANRB.

HUT RSUD Sleman ke 47 ini mengambil tema “Saras Sarira Angrabuk Yuswa” yang bermakna bahwa menjaga anugerah tubuh yang sehat, menjadi sebuah tanda syukur atas anugrah jiwa dan raga kepada sang pencipta dan dengan tubuh yang sehat akan memberi makna lebih pada usia kita.

Rangkaian acara HUT RSUD Sleman sudah dilakukan sejak bulan September dengan berbagai rangkaian seperti perlombaan, kegiatan Bakti Sosial, seperti Operasi Katarak Gratis, Oprasi Bibir Sumbing dan Langit-langit gratis, Santunan kepada Panti Asuhan, dan khitan Masal dengan menggandeng stake holder terkait dimana hal ini merupakan bentuk coorporate sosial responsibility (CSR) dari RSUD Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Pjs Bupati Sleman juga meninjau Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan yang ada di RSUD Sleman dilanjutkan dengan meninjau Bank Sampah ‘Bersemi’ (BErsih Resik SEhat Menambah nilai EkonomI), yang di dalamnya terdapat rumah pupuk kompos untuk mengolah sampah organik di RSUD Sleman.