Pemkal Mororejo Gelar Pembinaan Relawan GISA dan Launching Inovasi Kependudukan

Sleman – Guna mewujudkan Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), Pemerintah Kalurahan Mororejo launching inovasi layanan “PAMOR SERASI”, di Kantor Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel, pada Senin pagi (29/07/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Mororejo, Jaka Ristanta beserta jajarannya. Setelah meresmikan launching inovasi Pamor Serasi, Jaka menyampaikan kepada relawan GISA untuk lebih memahami  wilayah padukuhan, dengan masyarakatnya dan kondisinya bisa membantu Kalurahan untuk melaporkan peristiwa kependudukan warganya dan menyampaikan informasi kepada warganya terkait kependudukan.

“”PAMOR SERASI”   ini adalah Pelayanan  Pengurusan Akte Kelahiran dan Akte Kematian terlambat Mororejo Selasa Rabu Siang. Inovasi kependudukan ini dimaksudkan untuk melayani warga yang mencari akte kelahiran dan akte kematian yang terlambat pelaporan dan pengurusan aktenya,” demikian ungkap Jaka.

“Pelaporan penyampaian dokumen berkasnya di layani hari Selasa dan Rabu siang. Kenapa harus Selasa dan Rabu, dikarenakan pada hari Kamisnya berkas yang sudah di-input dan di-upload di Posyanduk (Pos Pelayanan Kependudukan) pada hari Kamisnya itu bisa segera diteruskan ke Dinas Dukcapil Sleman. Pelayanan ini kami maksudkan agar registrasi terkait peristiwa kependudukan bisa tersusun rapi,” sambungnya.

Pembinaan ini menghadirkan dua orang narasumber dari Kapanewon Tempel, yaitu Kasie Jawatan Umum Bidang Pelayanan Umum, Siti Haryanti, bersama staf Bidang Pelayanan Umum, Ponidi. Pada kesempatan itu, Siti menyampaikan tentang inovasi pelayanan kependudukan.

“Selain dengan program inovasi seperti Pamor Serasi ini, pelayanan di Kalurahan Mororejo khususnya Bidang Pelayanan Kependudukan akan terus berbenah dan menambah inovasi lagi, agar masyarakat bisa terlayani dengan baik. Dokumen kependudukan salah satunya adalah akte, baik itu akte kelahiran maupun akte kematian sangat penting dan wajib dimiliki oleh semua penduduk,” tuturnya.

“Kegunaan akte kelahiran sangat penting digunakan di bidang pendidikan, perkawinan, pekerjaan. Begitu juga akte kematian, untuk warga yang terdapat anggota keluarga yang sudah meninggal, akte kematian diperlukan untuk pengurusan pertanahan, updating data pemilihan umum,” sambung Siti.

Hal ini juga dipertegas oleh Ponidi. Ia menuturkan, keakuratan data kependudukan  menjadi ujung tombak keberhasilan Kalurahan.

“Untuk itu tindak lanjut dari pembentukan Relawan GISA pada bulan Juni bulan lalu adalah dengan memberikan pembinaan Relawan GISA. Di mana ketugasannya adalah membantu kalurahan di tingkat padukuhan untuk melaporkan dan mencatat peristiwa kependudukan, baik itu lahir, mati, datang dan pindah warga,” ungkapnya.

“Kalurahan bisa melaporkan peristiwa kependudukan jika ada Lukadesi di Wilayah Mororejo yang di sebut Lukatronik. Jika terdapat warga yang meninggal pada hari kerja selain Kalurahan melaporkan melalui Lukadesi Capil Sleman, juga meneruskan berkas dokumen ke Kapanewon Tempel. Sehingga selain warga yang meninggal dibuatkan akte kematian dari Dukcapil Sleman, dari kapanewon juga membuatkan Kartu Keluarga dan EKTP untuk ahli waris dalam satu KK yang berstatus suami/ istri,” pungkas Ponidi. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Pemkal Pondokrejo Lakukan Jemput Bola Layanan Pendaftaran IKD

Sleman – Kalurahan Pondokrejo bekerjasama dengan Kapanewon Tempel melaksanakan Sosialisasi dan jemput bola pelayanan registrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat umum di Padukuhan Jlapan, Kalurahan Pondokrejo, pada Senin (29/07/2024) .

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepala Urusan  Tata Laksana Kalurahan Pondokrejo, Suci Rokhani. Dalam penjelasannya, Suci mengungkapkan dengan adanya layanan jemput bola ini diharapkan dapat memberikan identitas kependudukan bagi masyarakat dalam aplikasi digital.

“Dengan adanya layanan jemput bola pendaftaran Identitas Kependudukan Digital ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang membahagiakan bagi masyarakat, serta dapat memberikan Identitas Kependudukan Digital yang merepresentasikan penduduk dalam aplikasi digital yang melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk dan memastikan identitas tersebut merupakan orang yang bersangkutan,” ungkap nya.

Pelaksanaan layanan IKD kali ini dihadiri dan dimanfaatkan oleh 35 peserta IKD. Di mana ada 45 perubahan Kartu Keluarga, dan 25 warga melakukan penggantian KTP karena rusak.

Apabila masih ada warga yang belum bisa dilayani melalui jemput bola kali ini, dapat mendaftarkan diri pada layanan pada jemput bola IKD selanjutnya, atau mendaftar di Kapanewon maupun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman pada hari dan jam kerja. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Bupati Sleman Dorong Anggota IPHI dan MTP Berperan Aktif di Tengah Masyarakat

Sleman – Jumat (26/7), Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri Pengajian Tahun Baru Muharram 1446 H bersama pengurus Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati itu juga dilakukan penyerahan santunan yatim dan piatu kepada 6 perwakilan duafa, pelajar tingkat SMP dan SMA.

Ketua PD IPHI Sleman, Noor Hamid menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriah, sekaligus menjadi pengingat bagi para pengurus terkait tugas dan amanah yang harus diselesaikan. Untuk penyerahan santunan, Noor Hamid menjelaskan terdapat 53 bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Kami harap melalui kegiatan ini dapat terus meningkatkan silaturahmi dan juga meningkatkan program yang telah ditetapkan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga santunan yang diserahkan juga dapat menjadi manfaat bagi seluruh penerima manfaat,” jelas Noor Hamid.

Bupati Kustini menerangkan, Keberadaan IPHI dan Majelis Taklim Perempuan (MTP) Kabupaten Sleman memiliki peran penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan diantara umat Islam dalam aktivitas sosial keagamaan, ekonomi, hingga pembentukan akhlak umat. Bupati mendorong agar anggota IPHI dan MTP dapat berperan aktif dalam melestarikan nilai kemabruran haji.

“Saya menghimbau IPHI dan MTP Kabupaten Sleman untuk memotivasi seluruh anggotanya agar ikut berperan aktif dan mengambil bagian dalam upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai kemabruran haji serta pembentukan akhlak umat,” kata Bupati.       

Kustini juga menyampaikan agar pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menyusun berbagai program dan kegiatan yang dapat menjawab dan mengatasi berbagai persoalan. Dengan demikian, Bupati berharap keharmonisan, kebersamaan dan kekompakan IPHI dan MTP  Kabupaten Sleman dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Serahkan Beasiswa Sleman Pintar untuk 570 Penerima

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan Program Beasiswa Sleman Pintar kepada 570 penerima beasiswa pada Minggu (28/7) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Program ini adalah upaya memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak keluarga miskin, rentan miskin dan PKH yang memiliki semangat untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Adapun program ini bekerjasama dengan 3 Universitas di Kabupaten Sleman yakni Universitas AMIKOM, Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Polbangtan.

Kustini menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya dalam memutus mata rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang berkualitas ia berharap dapat mengangkat derajat keluarga dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Program ini merupakan upaya yang dilakukan Pemkab Sleman untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak Sleman yang berprestasi untuk meneruskan pendidikan hingga ke bangku perkuliahan. Saya harap penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meraih masa depan lebih baik,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan bahwa pendidikan tidak sebatas pendidikan formal di bangku perkuliahan melainkan juga kemampuan sosial dan berorganisasi yang menjadi bekal penting dalam memasuki dunia kerja. Sebelum mengakhiri sambutannya, Kustini berterimakasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan program ini terkhusus 3 universitas yang telah bekerjasama demi kemajuan SDM Sleman.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi melaporkan bahwa jumlah penerima beasiswa ini yakni Universitas Amikom Yogyakarta angkatan 2022 sebanyak 120 mahasiswa, angkatan 2023 sebanyak 118 mahasiswa serta angkatan 2024 berjumlah 120 mahasiswa. Kemudian Universitas Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2023 sebanyak 91 mahasiswa, angkatan 2024 berjumlah 117 mahasiwa serta Polbangtan angkatan 2023 sebanyak 4 mahasiswa.

“Adapun total anggaran untuk mewujudkan program beasiswa Sleman Pintar ini sebesar 7,8 miliar yang tentunya untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman yakni terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” kata Mustadi. (Humas Sleman)




Berdayakan Masyarakat, Sardonoharjo Luncurkan Media Center dan Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif

Sleman – Bertempat di Aula Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Sabtu (27/07/2024) diadakan Peluncuran Media Center dan Forum Pendamping Desa ekonomi, sebagai wujud kebijakan Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo untuk pemberdayaan dan sinkronisasi ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Pamong Kalurhaan , Lembaga Kalurahan , Kapanewon, Polsek dan Pendamping Desa. Sebagai Narasumber dan Pembicara adalah Hashim Djojohadikusumo, Guru Besar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Agus Moh. Najib, Pendiri Universitas AMIKOM M. Suyanto, Founder PT IBIMA Made Dana Tangkas, Ketua Yayasan GSI Iskandar Zulkarnain, Founder PT Appsku Aplikasi Indonesia Denny Aries.

Gunawan selaku penggagas Media Center Sardonoharjo mengatakan bahwa Media Center akan fokus kepada 3 hal yaitu peningkatan ekonomi masyarakat , pelayanan pemerintah desa dan pengembangan ekonomi kreatif lewat UMKM , pelatuhan dan pendampingan serta program marketpalce mulai dari Desa.

Sementara itu, Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya mengatakan semua pihak mengembangkan Media Center ini sebagai eksistensi lembaga baru dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, agar UMKM dan Bumkal semakin naik kelas.

Narasumber lain juga memberikan semangat bahwa pembangunan sumber daya manusia desa adalah bagaimana para orangtua bisa berkerja dan mendapatkan  pendapatan untuk keluarga serta bisa memberikan pendidikan yang tinggi dan nantinya bisa membantu keluarga dan berperan untuk pembangunan desa.

Sementara itu Agus memberikan apresiasi kepada terbentuknya Media Center Sardonoharjo.

“Ini sesuai dengan perintah dalam pembukaan UUD 1945 bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat akan memperkuat ekonomi nasional, juga bisa menjadi contoh untuk desa desa lainnya di Indonesia,” ungkap Agus.

Narasumber berikutnya Iskandar Zulkarnain, memberikan saran tentang bagaimana tata kelola keuangan yang baik, unsur kebersamaan dan keterbukaan adalah kunci pengembangan usaha semakin besar dan berkembang.

Sebagai narasumber pamungkas Denny Aries yang sering membina UMKM di Indonesia menyampaikan aplikasi keuangan digital, agar nanti bisa mempermudah pembinaan, pemberdayaan dalam bentuk marketpalce , sehingga nantinya dengan teknologi digital akan mempermudah, tertib serta profesional. (Eka Sastra/KIM DSN).