Wabup Sleman  Dorong Layanan Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemkab Sleman

Sleman – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan menyelenggarakan Puncak Acara Hari Jadi RSUD Prambanan ke-14, Sabtu (2/3) di RSUD Prambanan. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa hadir dalam acara tersebut dan sekaligus melakukan peresmian Gedung Baru RSUD Prambanan secara simbolis dengan memotong pita.

Danang menyampaikan selamat dan apresiasi kepada RSUD Prambanan yang di usia nya sekarang telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Dibarengi dengan peresmian gedung baru untuk rawat inap, menurut Danang tentu menjadi nilai tambah untuk memberikan pelayanan kesehatan prima

“Layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sleman setiap tahunnya. Saya sangat mengapresiasi upaya RSUD Prambanan yang terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh warga masyarakat,” jelas Danang

Lebih lanjut, Danang berharap dengan fasilitas sarana prasarana baru tentu menjadi motivasi seluruh elemen tenaga kesehatan RSUD Prambanan untuk menjawan tantangan kedepan dalam memberikan pelayanan prima dan terbaik bagi warga masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD Prambanan, Wisnu Murti Yani melaporkan tema Hari Jadi tahun ini adalah “Semangat Melayani dengan Hati yang Bahagia”. Rangkaian Hari Jadi dilakukan dengan berbagai acara pelayanan kesehatan seperti Donor Darah diiikuti 50 pendonor, Khitan Massal untuk 26 anak, Bhaksti sosial pemasangan IUD pada 30 akseptor KB, Ambulans Gathering sebanyak 25 peserta dan bantuan sekolah untuk anak-anak SD di sekitar RSUD Prambanan.

“Kami berharap RSUD Prambanan selalu mendapatkan kepercayaan dalam melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jumlah kunjungan rawat jalan tahun 2023 yakni 75 ribu kunjungan. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan tentu kami berusaha semaksimal mungkin melayani dengan baik dan cepat,” jelas Wisnu

Dengan bertambahnya gedung baru tentu kapasitas rawat inap bertambah menjadi 36 tempat tidur untuk kelas 1 sampai 3 dan 9 ruang untuk kelas VIP VVIP.




Dukcapil Sleman Gelar Sisir Adminduk di Sumbersari Moyudan

Sleman – Sesuai Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 470/837/SJ Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan. Selain itu juga atas dasar Peraturan Bupati Sleman Nomor 34.1 Tahun 2022 Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Kabupaten Sleman, maka Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman melakukan Sosialisasi Informasi Rekam Data Administrasi Kepenndudukan ( SISIR ADMINDUK ) Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Kamis (29/2/2024) bertempat di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Acara tersebut selain dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Sleman Susmiarto, juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Panewu Moyudan Harsowasono, Panewu Anom Parjono, Lurah dan Pamong Sumbersari juga perwakilan dari Kapanewon Gamping, Seyegan, Gidean  dan Minggir.

Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kalurahan Sumbersari sudah bisa berjalan dengan baik, tetapi masih juga tetap ada kendala.

“Karena masyarakat pedesaan kadang kurang memperhatikan masalah administrasi kependudukan, kalau mau digunakan kadang baru bingung, misal beda nama atau beda tanggal lahir,” tutur Sukadi.

Sukadi menambahkan bahwa di tahun 2024 Sumbersari juga ditunjuk untuk mengikuti Evaluasi Adminduk yang nanti akan diwakili oleh Padukuhan Nasri, Ngaglik dan Tidur.

“Mohon doa restu dan bimbingan dari Dinas Dukcapil agar nanti bisa mendapat nomor terendah,” Pungkas Sukadi.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman Susmiarto melaporkan bahwa kegiatan SISIR ADMINDUK sudah dimulai sejak tanggal 16 Januari 2023 yang dibuka oleh Bupati Sleman di Kalurahan Margomulyo, Seyegan.

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa pada hari Kamis, 29 Februari 2024 merupakan penutup dari  kegiatan tersebut.

“Kami sudah menyisir di 16 Kapanewon maupun Kalurahan di Kabupaten Sleman dan sudah menghasilkan dokumen kepandudukan,” ungkap Susmiarto.

Susmiarto juga memaparkan bahwa untuk memberikan pelayanan Administrasi Kependudukan telah dilakukan dengan berbagai cara diantaranya untuk memberikan pelayanan bagi pelajar dan pegawai Dukcapil tetap melayani di hari Sabtu minggu pertama pada setiap bulannya, jemput bola ke sekolah-sekolah dan mendatangi ke rumah bagi jompo, sakit berat dan ODGJ ( Orang Dalam Gangguan Jiwa).

“Marilah kita Sesarengan Mbangun Sleman Lewat Layanan Administrasi Prima. Sisir Adminduk maju terus,” ajak Susmiarto.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan spresiasi kepada Dinas Dukcapil dan semua pihak atas terseleggaranya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama, baik Pemerintah Kabupaten, Dukcapil, Kapanewon, Kalurahan, Padukuhan dan seluruh masyarakat,” tutur Danang Maharsa.

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa  setiap warga memiliki beberapa dokumen Administrasi, sewaktu lahir akan mendapat Akta Kelahiran dan KIA, setelah umur 17 tahun mendapatkan KTP, menikah mendapat Surat Nikah, meninggal mendapatkan Akta Kematian, dari semua dokumen tersebut harus sinkron.

Selanjutnya Wakil Bupati Sleman kemudian menyerahkan Buku Agregat Buku Agregat Kependudukan Kabupaten Sleman Semester II tahun 2023 kepada Kapanewon Moyudan, Kapanewon Gamping, Kapanewon Minggir, Kapanewon Godean, dan seluruh Kalurahan di Kapanewon Moyudan. Selain menyerahkan Buku tersebut, Wabub juga secara simbolis menyerahkan Akta Kematian, Akta Kelahiran, dan KIA kepada perwakilan masyarakat yang pada saat itu membuat di tempat tersebut. (Giek-KIM Moyudan)




Jaga Keamanan dan Kondusivitas, FKDM – FPK  Tempel Intensifkan Pemantauan Proses Pemilu

Sleman – Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, mengajak Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan untuk meningkatkan kembali kewaspadaan dini pasca diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pemilu kemaren yang berjalan aman, damai, dan berintegritas tidak memicu terjadinya konflik ditengah masyarakat.

Dalam arahannya, Supardi mengatakan FKDM dan FPK merupakan mitra pemerintah daerah (Kapanewon) dalam menjaga kewaspadaan dini terhadap potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“FKDM dan FPK ini, mata dan telinga pemerintah daerah. Mereka memiliki peran penting dalam mendeteksi dini potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah berlangsung nya Pemilu 2024 umumnya di Kabupaten Sleman dan khususnya Kapanewon Tempel. Intensifkan kembali pemantauan ke lapangan,” ujar Supardi saat membuka rapat koordinasi yang berlangsung di RM Taman Merdiko, Tempel, Sleman pada  Selasa (27/02/2024). 

Sementara Imam Nayoko selaku Ketua FKDM Tempel menambahkan, Pemilu kemarin merupakan pesta demokrasi yang seperti diketahui bersama sudah dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat. 

“Untuk itu, penting bagi kita setelah kemarin memastikan masyarakat aman dan nyaman dalam melaksanakan hak suaranya. Selanjutnya kita harus terus bersinergi hingga saat proses pelaksanaan nya selesai, tidak terjadi konflik baik antar pendukung partai politik ataupun terhadap antar caleg,” ucapnya. 

Sementara H Muhidin, Ketua FPK Tempel bersyukur bahwa dengan adanya kolaborasi dan sinergisitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024  kemaren dapat berjalan dengan lancar dan sukses tanpa gangguan apapun. 

“Syukur Alhamdulillah dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga kita kemaren dapat bersama-sama mewujudkan Pemilu 2024 yang kondusif,” tutupnya.

Adapun jumlah pengurus FKDM yang ada di Kapanewon Tempel yaitu sebanyak 5 anggota yang ditugaskan untuk 8 kalurahan dan 8  orang Pengurus FPK yang di bagi untuk 8 kalurahan (Sbd/KIM Tempel)




Dukcapil Sleman Bersama Kalurahan Caturtunggal Jemput Bola Administrasi Kependudukan

Depok- Dalam upaya meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan dan aktivasi Identitas Kependudukan (IKD), pada Senin (26/02/2024). Kegiatan ini menyasar dua padukuhan yaitu Padukuhan Karanggayam dan Padukuhan Santren.

Jemput bola dilaksanakan di Balai Padukuhan Karanggayam berupa layanan perekaman KTP Elektronik bagi pemula, pembaharuan Kartu Keluarga (KK), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), pembuatan Akta Kelahiran, dan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Masyarakat setempat dapat dengan mengakses layanan administrasi tanpa harus bepergian jauh.

Turut hadir Kepala Seksi Kependudukan Dukcapil Sleman, Kepala Urusan Tata Laksana Caturtunggal, Ketua Tim Penggerak PKK, Dukuh Karanggayam, Dukuh Santren, serta Kader Adminduk dari dua padukuhan.

Kaur tata laksana, Bambang Harjati Susetyo menyampaikan melalui kegiatan ini kita berupaya memudahkan akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen identitas yang valid dan terkini. Dengan dokumen administrasi yang lengkap dapat digunakan masyarakat untuk mengakses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan kepentngan lainnya,” ungkap Bambang.

“Harapannya kerjasama antara Pemerintah Caturtunggal, Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, dan masyarakat dapat berlanjut dalam program-program lain yang mendukung kesejahteraan bersama,” tutupnya. (Oktaviana/KIM Depok)




Bupati Sleman Launching Inovasi Literasi Cendol Manis

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meluncurkan inovasi program litersi Cerita dan Dongeng Literasi Masuk dan Berinteraksi di Sekolah (CENDOL MANIS) yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (27/2). Peresmian inovasi ini dilakukan secara simbolis pleh Bupati Sleman yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Sri Wantini dalam laporannya menyampaikan bahwa inovasi CENDOL MANIS merupakan upaya untuk menumbuhkan dan memupuk budaya literasi di kalangan anak-anak usia dini.

“Tujuan inovasi CENDOL MANIS ini untuk menumbuhkan budaya literasi anak usia dini, mewadahi dan mengembangkan komunitas pendongeng literasi serta membangun kemitraan dengan swasta dan masyarakat dalam pembudayaan literasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Wantini menjelaskan, pelaksanaan program CENDOL MANIS ini dilakukan dengan cara melakukan kunjungan motor keliling perpustakaan ke sekolah atau komunitas dengan membawa pendongeng literasi, menyajikan bahan bacaan untuk anak-anak dan penyampaian pesan-pesan arti pentingnya literasi kepada anak-anak melalui dongeng literasi. Interaksi antara pendongeng, pendamping dan anak-anak diharapkan mengarah pada upaya untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, memahami atau menangkap pesan dari apa yang dibaca atau didengar dari pendongeng. Selain itu juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian mengemukakan pendapat dikalangan anak-anak.

Dalam kegiatan launching ini, Sri Wantini menyebut pihaknya juga melibatkan perwakilan kepala sekolah, guru dan siswa se-Kabupaten Sleman dengan harapan sekolah-sekolah mengetahui dan memahami adanya kegiatan program inovasi CENDOL MANIS.

Usai melaunching inovasi CENDOL MANIS, Bupati Sleman, Kustini menyampaikan dukungannya untuk inovasi program literasi CENDOL MANIS.

Menurut Kustini, inovasi ini menjadi jawaban atas kondisi saat ini yaitu pesatnya digitalisasi yang menjadi tantangan besar dalam mendorong minat baca di kalangan generasi muda.

“Saat ini dibutuhkan solusi menarik agar kegiatan edukasi menjadi lebih menyenangkan. Cendol Manis menjadi sebuah gebrakan kreatif yang dapat menstimulasi minat baca anak,” katanya.

Kustini menilai, menumbuhkan literasi melalui dongeng sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Dongeng penuh pesan moral dinilai mampu membentuk kepribadian anak.

“Melalui dongeng, kita menjadi akrab dengan cerita, buku dan bahkan bebas berimajinasi. Melalui dongeng kita dapat membantu anak-anak berpikir kreatif dan belajar berkomunikasi dengan orang lain. Melalui dongeng kita bahkan dapat menanamkan norma-norma, nilai kebaikan, rasa empati dan sebagainya,” ujar Kustini.