Pemkab Sleman Kembali Raih Nilai Tinggi Dalam Pengawasan Eksternal Kearsipan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali raih nilai tertinggi dalam pengawasan eksternal kearsipan tingkat DIY yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Laporan audit hasil pengawasan eksternal diserahkan oleh Kepala DPAD DIY, Monika Nur Lastiyani kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Smartroom Bupati Sleman, Senin (21/11/2022).

Pelaksanaan audit pengawasan eksternal ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Tim Pengawasan Eksternal DPAD DIY dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) setiap tahunnya.

Kepala DPAD DIY, Monika Nur Lastiyani menyampaikan bahwa dalam laporan audit eksternal hasil pengawasan kearsipan, Pemkab Sleman meraih nilai . Ia menyebut pada tahun 2022, nilai yang diraih oleh Pemkab Sleman mengalami kenaikan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadi nilai paling tinggi di tingkat DIY.

“Dari laporan audit eksternal, Pemkab Sleman mendapatkan nilai , jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada peningkatan yang luar biasa,” jelasnya.

Monika menjelaskan bahwa pada tahun 2022 ini terdapat perubahan dalam pengawasan yang dilakukan. Pada tahun sebelumnya, pengawasan internal dan eksternal dilakukan kepada 5 OPD terbaik, sementara tahun ini, hanya 2 OPD terbaik yang dilakukan pengawasan. Hal tersebut menurutnya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Kabupaten/Kota.

Adapun indikator dalam pengawasan eksternal ini antara lain berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, dan empat pilar regulasi kearsipan yaitu tata naskah, sistem klasifikasi, dan Jadwal Retensi Arsip (JRA).

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa capaian yang diraih oleh Pemkab Sleman tidak lepas dari kerja keras banyak pihak, termasuk pendampingan dari propinsi dan ANRI.

Lebih lanjut Kustini menegaskan bahwa capaian tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kinerja kearsipan.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih untuk semua pihak yang telah bekerja keras. Kami juga terus berupaya untuk melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Kustini. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Dorong Kalurahan untuk Terus Berinovasi dalam Melayani Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, menghadiri Evaluasi Kalurahan Inovatif di Kalurahan Margokaton, Seyegan pada Senin (21/11/2022). Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memfasilitasi munculnya berbagai inovasi dari seluruh Kalurahan di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati  didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Samsul Bakri, menyimak paparan dari Lurah Margokaton, Anggit Bimanyu, terkait inovasi yang telah diluncurkan. Anggit mejelaskan, saat ini Kalurahan Margokaton telah menerapkan sistem informasi pelayanan masyarakat berbasis digital.

Anggit menilai, pelayanan berbasis digital dapat mempercepat dan mempermudah layanan kepada masyarakat yang tidak memiliki waktu lebih untuk hadir langsung ke kantor Kalurahan, terutama dalam mengurus keperluan surat menyurat. Dengan demikian masyarakat kini dapat mengakses layanan tersebut melalui situs . Kemudian, masyarakat hanya tinggal mengambil dokumen fisik di kantor Kalurahan.

“Pada layanan berbasis IT tersebut, warga bisa mendapatkan suart keterangan penghasilan, surat izin keramaian, surat keterangan domisili, surat pengantar SKCK, surat keterangan usaha, surat keterangan pra-nikah, dan akta kelahiran serta akta kematian,” papar Anggit.

Untuk mempermudah warga dalam mengakses situs tersebut, pemerintah Kalurahan Margokaton juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi melalui film pendek. Tayangan tersebut, kini bisa disebarluaskan kepada masyarakat melalui grup WhatsApp, sehingga informasi pun semakin mudah diterima dan dipahami masyarakat.

Di sisi lain, dalam pemberdayaan masyarakat, Anggit menerangkan Kalurahan Margokaton menghasilkan produk unggulan seperti batik, olahan sabut kelapa, dan produksi olahan lele. Dari potensi yang dimiliki, daerah tersebut juga telah dikenal sebagai pemasok lele terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap agar inovasi yang telah dilakukan kalurahan dapat menjadi daya dukung bagi peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kustini juga mendorong seluruh jajaran Kalurahan untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

”Untuk mewujudkan inovasi layanan diperlukan berbagai ide, gagasan maupun pemikiran dalam pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh Lurah dan Panewu serta seluruh jajaran Kalurahan untuk terus berprogres dalam berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kustini.

Evaluasi Kalurahan Inovatif dilaksanakan mulai dari tahap seleksi tingkat Kapanewon yang telah dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 2 November lalu. Kemudian Panewu mengusulkan Kalurahan dengan nilai tertinggi kepada Bupati melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan. Kemudian penilaian dilanjutkan pada seleksi tingkat Kabupaten. Penilaian kalurahan inovatif akan dilaksanakan secara langsung oleh tim evaluasi. (Humas Sleman)




Manfaatkan Sistem Drive Thru, Uji Kendaraan di Sleman Sekarang Hanya 30 Menit

Sleman – Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman luncurkan layanan pengujian kendaraan secara drive thru 30. Layanan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, pada Senin (21/11/2022) di Kantor Dinas Perhubungan Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana melaporkan, layanan pengujian kendaraan secara drive thru 30 merupakan inovasi untuk memberikan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Dengan mengusung slogan Santun atau pemeriksaan tanpa mudhun, nantinya masyarakat tidak perlu turun dari kendaraan untuk mendapatkan layanan pemeriksanaan kendaraan.

“Pengguna tinggal mendaftar melalui aplikasi Sikresno, dan mendapat id billing. Kemudian bisa bayar secara online. Nantinya akan mendapatkan nomor antrian yang disampaikan melalui telepon genggam. Sehingga layanan ini tidak membuat tumpukan antrian di lokasi,” jelas Arip.

Dilanjutkan Arip, dengan mengusung konsep Drive Thru 30, ditargetkan layanan dapat diselesaikan selama 30 menit. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan peluncuran layanan ini juga menjadi upaya untuk menemukan solusi atas keterbatasan lahan parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman saat masyarakat akan melakukan uji berkala kendaraannya. Di samping itu, diharapkan layanan pemerikasaan kendaraan juga lebih disiplin dan membuat masyarakat lebih nyaman.

“Dengan slogan Santun yang sudah disampaikan tadi, sekaligus menjadi penyemangat bagi aparat pemeriksan uji kendaraan yang mengandung harapan Sopan, Akuntabel dan akurat, Netral, Transparan dan Tepat waktu, Unggul, Nyaman,” kata Kustini.

Bupati turut berharap, agar program pelayanan ujian berkala kendaraan bermotor drive thru 30 ini dapat terus berjalan dan semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Usai meresmikan dengan pemotongan buntalan bunga, Bupati dengan Didampingi Kepala Dinas Perhubungan sekaligus meninjau proses layanan ujian berkala kendaraan drive thru 30 menit. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meninjau langsung sistem yang digunakan dalam layanan drive thru 30.




Takmir Masjid Juga Harus Ikut Dalam Program BPJS Ketenangakerjaan

Sleman – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Kapanewon Ngaglik bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Pentingnya BPJS Ketenangakerjaan bagi para takmir masjid di Kapanewon Ngaglik, bertempat di Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Ngaglik Sleman, Minggu (20/11/2022).

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Totok Suparwoto menuturkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 70 Takmir Masjid se-Kapanewon Ngaglik. Dirinya berharap, dengan adanya sosialisasi ini, seluruh takmir masjid yang ada di Kapanewon Ngaglik dapat terdaftar di BPJS Ketenangakerjaan.

“Semoga pertemuan ini banyak manfaat utamanya para takmir yang nantinya bisa mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman,” ungkap Totok.

Sementara itu, Suripto, Wakil Ketua DMI Ngaglik mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan program DMI hasil kerja sama dengan BPJS Ketenangakerjaan.

“Ini merupakan realisasi program DMI. Kerjasama antara DMI dan BPJS Ketenagakerjaan segera direalisasikan dengan pengumpulan data awal calon penerima mafaat yaitu para takmir mssjid dan musala,” ungkap Suripto.

Sosialisasi sendiri disampaikan langsung oleh Seno Setiyo Nugroho, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Seno memaparkan tentang apa itu program BPJS Ketenangakerjaan, dan bagaimana sistem keanggotaan dan pembayarannya.

“Prinsipnya lebih luas dan menyeluruh dan dalam iuran tujuannya adalah gotong royong  ditanggung bersama baik yang mampu membantu yang tidak mampu. Sehingga pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan akan menjamin beberapa jaminan yang akan ditanggung khususnya kecelakaan kerja dan kematian dalam rangka melaksanakan pekerjaaanya,” ungkap Seno.

Salah satu yang ditekankan oleh Seno adalah Takmir Masjid diharap dapat ikut serta didata dan didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai acara pamungkas Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman yang disampaikan Seno Setiyo Nugroho sebagai Wakil dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman.

“Karena Pemerintah memandang bahwa Marbot,Imam dan Muazin masjid dan musala itu harus dijamin karena para relawan masjid ini bekerja untuk kemakmuran masjid, maka penerintah membantu mengupayakan Marbot dan Imam masjid untuk mendapatkan layanan BPJS Ketenagakerjaan . Untuk itu pertemuan ini sosialisasi sekaligus Pendataan Calon Penerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Marbot dan Imam atau Muadzin,” ungkap Seno. (Suripto/KIM Ngaglik)




Pemkab Sleman Kenalkan Pahlawan Pada Anak Lewat Lomba Mewarnai

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (20/11/2022) di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, menerangkan kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini diikuti oleh sebanyak 120 anak. Kegiatan ini dimaksudkan agar anak memahami nilai perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi tanah air yang kita cintai bersama.

“Ini baru pertama kali diadakan, ternyata antusias orang tua banyak sekali, tapi kita batasi 120 peserta. Semoga tahun depan bisa meningkat sampai 300 peserta,” kata Eko.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sangat menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Dinas Sosial Sleman tersebut. Melalui lomba mewarnai ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mengenal para pahlawan yang telah berjuang demi meraih kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

“Dengan begitu, para generasi penerus ini akan terus mengenang jasa para pahlawan, serta bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Di samping itu, menurutnya lomba mewarnai ini juga dapat mendorong budaya literasi kepada anak melalui kegiatan yang menyenangkan. Sehingga diharapkan nantinya dapat menjadi generasi hebat dan berprestasi sesuai minat dan ketrampilannya masing-masing. (Humas Sleman)