Perkuat Respons Darurat Medis, Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo Sleman Hadirkan Ambulans Desa Baru

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi mengoperasikan unit ambulans baru sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan. Kendaraan layanan sosial yang kini terparkir di halaman kantor kalurahan tersebut disiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam menangani kondisi darurat serta mempercepat akses rujukan medis bagi seluruh warga Sardonoharjo pada Senin (22/12/2025).

Pengadaan unit ambulans ini merupakan realisasi dari komitmen pemerintah kalurahan dalam merespons kebutuhan masyarakat akan transportasi medis yang cepat dan memadai. Selama ini, kecepatan waktu tanggap atau response time menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan nyawa pasien dalam kondisi kritis. Dengan adanya unit baru ini, diharapkan hambatan geografis maupun keterbatasan transportasi bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis segera dapat teratasi.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini bukan sekadar menambah aset kendaraan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah kepada rakyatnya. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Harjuno juga menginstruksikan jajarannya agar pengelolaan operasional ambulans dilakukan secara profesional dan siaga selama 24 jam.

“Ambulans ini kami hadirkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Sardonoharjo. Harapannya, fasilitas ini dapat digunakan secara maksimal, terutama saat kondisi darurat, sehingga penanganan kesehatan warga bisa lebih cepat dan tepat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan medis hanya karena kendala transportasi,” ujar Harjuno Wiwoho saat meninjau unit kendaraan tersebut.

Selain untuk rujukan pasien ke rumah sakit, ambulans desa ini juga difungsikan untuk berbagai kebutuhan sosial lainnya yang mendesak. Harjuno mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda hingga relawan kesehatan, untuk turut serta menjaga dan merawat fasilitas publik ini. Ia berharap adanya rasa memiliki dari warga agar ambulans tersebut selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Harjuno menambahkan bahwa sistem pemanggilan ambulans akan dibuat sesederhana mungkin agar memudahkan warga lanjut usia maupun mereka yang sedang dalam tekanan situasi darurat. Pemerintah kalurahan juga telah menyiapkan pengemudi khusus yang memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama guna mendampingi pasien selama dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Petugas operasional sudah kami latih agar tidak hanya sekadar mengemudi, tetapi juga paham prosedur keselamatan pasien di dalam kendaraan. Intinya, kami ingin memberikan rasa aman kepada warga bahwa pemerintah kalurahan hadir di tengah kesulitan mereka,” tutur Harjuno Wiwoho memperkuat pernyataannya.

Hadirnya ambulans baru ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo dalam memperkuat sistem ketahanan sosial dan kesehatan di tingkat lokal. Inovasi layanan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga, sekaligus menjadi standar baru dalam pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan jiwa di wilayah Kabupaten Sleman. (ESK/KIM DSN Sardonoharjo)




Perkuat Akses Desa Wisata Kaliklangsi, Pembangunan Jalan Cor Blok di Jamblangan Resmi Dimulai

Sleman – Infrastruktur pedesaan di wilayah Kalurahan Margomulyo, Seyegan, kini terus bersolek demi mendukung sektor pertanian dan pariwisata lokal. Pembangunan jalan cor blok di kawasan Babrik, Padukuhan Jamblangan, resmi dimulai pada Minggu (21/12/2025). Proyek strategis ini dirancang untuk meningkatkan kualitas akses menuju Desa Wisata Kaliklangsi sekaligus menaikkan status jalur tersebut menjadi jalan usaha tani yang lebih representatif.

Pekerjaan fisik jalan ini mencakup panjang 90 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan mencapai 12 sentimeter. Proyek yang direncanakan rampung dalam waktu enam hari ini mengusung konsep pemberdayaan dengan melibatkan tenaga kerja sepenuhnya dari masyarakat sekitar. Langkah ini diambil agar dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur tersebut dapat langsung dirasakan oleh warga lokal sejak masa pengerjaan dimulai.

Pembangunan jalan cor blok tersebut dibiayai melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pokok Pikiran Dewan dengan total anggaran sebesar Rp30 juta. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sukamto selaku anggota DPRD Kabupaten Sleman sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan infrastruktur di tingkat pedesaan. Pada hari pertama pelaksanaan, para kader dan tokoh masyarakat di wilayah Margomulyo turut hadir menyaksikan dimulainya pengerjaan jalan tersebut.

Sukamto dalam keterangannya menekankan bahwa pembangunan jalan cor blok ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Ia menilai akses jalan yang layak akan mempermudah mobilitas hasil bumi dan meningkatkan kenyamanan para pelancong yang berkunjung ke Desa Wisata Kaliklangsi. Menurutnya, dampak jangka panjang dari proyek ini adalah terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan melalui sektor tani dan wisata.

“Akses jalan yang baik akan mempermudah mobilitas hasil pertanian dan mendukung aktivitas desa wisata. Dampaknya bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pendapatan masyarakat secara nyata. Kami ingin warga memiliki sarana yang memadai untuk memasarkan potensi desanya ke luar,” ujar Sukamto saat memberikan keterangan terkait dimulainya proyek tersebut.

Senada dengan itu, Suyanto sebagai salah satu warga Padukuhan Jamblangan mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan ini. Ia menyebut selama ini warga mendambakan jalur yang lebih kuat agar proses pengangkutan hasil panen tidak terkendala, terutama saat musim hujan. Dengan kondisi jalan yang lebih kokoh, warga optimistis biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan dan kerusakan hasil panen selama perjalanan bisa diminimalisir.

“Dengan jalan yang lebih bagus, kami lebih mudah membawa hasil tani dan tamu wisata juga lebih nyaman datang. Ini sangat membantu ekonomi warga karena kendaraan angkut kini bisa masuk lebih dekat ke lahan. Harapan kami, pembangunan seperti ini bisa terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan,” kata Suyanto dengan penuh apresiasi.

Keberadaan jalan cor blok ini memang memiliki fungsi ganda yang sangat strategis. Sebagai jalan usaha tani, jalur ini memudahkan masuknya sarana produksi seperti pupuk dan alat mesin pertanian ke area persawahan. Sementara di sisi pariwisata, jalan ini memperkuat konektivitas kawasan yang pada akhirnya membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari jasa transportasi lokal, kuliner, hingga usaha pendukung pariwisata lainnya. Pembangunan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aspirasi masyarakat dan dukungan pemerintah dalam membangun desa yang lebih berdaya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Ekosistem Halal, HUT ke-78 Tegaltirto Buka Layanan Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tegaltirto melalui Forum Kalurahan (Forkal) UMKM menyediakan fasilitas pendampingan pengurusan sertifikat halal secara cuma-cuma dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kalurahan Tegaltirto. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kadisono, Berbah, Sleman, pada Sabtu, 20 Desember 2025 tersebut menjadi magnet bagi para pelaku usaha kecil yang ingin meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

Ketua Forkal Tegaltirto, Bawono, atau yang akrab disapa Pak Bhe, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan kepercayaan penuh untuk mengelola bazar UMKM dalam peringatan tahun ini. Puluhan tenda kerucut telah disiapkan untuk menampung berbagai produk mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga wahana permainan anak. Selain menjadi ajang jual beli, bazar ini dimanfaatkan sebagai pusat edukasi legalitas usaha melalui kehadiran pojok layanan konsultasi perizinan.

“Kami menyiapkan pojok layanan ini secara khusus untuk membantu para pelaku usaha atau masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai perizinan usaha. Di sini mereka bisa mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB hingga mendapatkan pendampingan langsung untuk pengurusan sertifikat halal. Harapannya, setelah acara ini selesai, produk-produk warga Tegaltirto sudah memiliki legalitas yang lengkap,” ujar Bawono saat meninjau lokasi bazar.

Pendamping Proses Produk Halal (PPH) asal Sompilan, Siti Hanifah, turut hadir memberikan edukasi langsung kepada para pedagang. Ia menjelaskan bahwa PPH merupakan tenaga profesional yang bertugas membantu Usaha Mikro Kecil (UMK) mendapatkan sertifikat halal melalui skema self declare. Proses pendampingan ini mencakup verifikasi bahan, peninjauan proses produksi, hingga pendaftaran secara digital melalui sistem SiHalal yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Siti Hanifah menekankan bahwa sertifikat halal kini bukan lagi sekadar label, melainkan kebutuhan pokok bagi pelaku usaha untuk membangun kepercayaan konsumen, terutama di bidang kuliner. Menurutnya, kepemilikan sertifikat ini akan memperkuat ekosistem halal di Indonesia dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Ia juga menambahkan bahwa produk non-makanan seperti aksesori fesyen yang bersentuhan langsung dengan kulit juga sebaiknya memiliki jaminan kehalalan.

“Pelaku usaha yang sudah memiliki sertifikat halal akan mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen, terutama untuk usaha kuliner. Namun, jenis usaha lain juga sebaiknya mulai mengurus sertifikat ini, seperti produk fesyen dan aksesori yang bersinggungan dengan anggota badan. Kami ingin memastikan produk UMK kita tidak hanya laku, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pembelinya,” kata Siti Hanifah menjelaskan pentingnya sertifikasi tersebut.

Lebih lanjut, Siti Hanifah memaparkan bahwa untuk menjadi seorang pendamping halal, seseorang harus memenuhi kualifikasi ketat, termasuk memiliki Sertifikat Pelatihan Pendamping yang diakui oleh BPJPH. Saat ini, Kalurahan Tegaltirto telah memiliki lima orang tenaga pendamping yang siap melayani warga. Ia menegaskan bahwa layanan ini tidak terbatas hanya pada saat perayaan hari jadi saja, melainkan tersedia setiap saat bagi warga yang membutuhkan bantuan legalitas usaha.

“Di Kalurahan Tegaltirto kami memiliki lima orang pendamping yang selalu siap sedia. Tugas kami tidak hanya mendampingi pengurusan sertifikat halal hari ini saja, tetapi juga legalitas usaha lainnya seperti NIB secara berkelanjutan. Jadi, masyarakat jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi kapan saja demi kemajuan usahanya,” pungkas Siti Hanifah menutup pembicaraan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Milad ke-54, SD Muhammadiyah Kayen Sleman Gelar Khitan Massal untuk Masyarakat Umum

Sleman – SD Muhammadiyah Kayen yang berlokasi di Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memperingati milad ke-54 dengan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pada Jumat (19/12/2025), sekolah ini menyelenggarakan kegiatan khitan massal sebagai bentuk pengabdian serta implementasi nyata dari peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam menghadirkan layanan yang inklusif bagi warga sekitar.

Aksi sosial ini diikuti oleh 12 anak dari berbagai wilayah dan terlaksana berkat sinergi dengan tim medis dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Seluruh tindakan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan menerapkan standar pelayanan kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh proses khitan berlangsung secara tertib, aman, serta menjamin kenyamanan bagi para peserta anak-anak.

Kepala SD Muhammadiyah Kayen, Estri Rukmiyanti, menjelaskan bahwa peringatan milad tahun ini dirancang agar tidak hanya bersifat seremonial semata. Pihak sekolah ingin menonjolkan fungsi sosial institusi pendidikan di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang. Menurutnya, sekolah harus menjadi pusat dakwah yang mampu menjawab persoalan sosial di lingkungannya.

“Khitan massal ini merupakan wujud layanan sosial sekaligus dakwah nyata yang memberikan kemanfaatan langsung kepada masyarakat. Kami membuka kegiatan ini untuk umum sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan kepedulian sosial bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan,” ujar Estri Rukmiyanti di sela-sela kegiatan.

Estri menambahkan bahwa kolaborasi antara SD Muhammadiyah Kayen dan PKU Muhammadiyah Gamping mencerminkan integrasi nilai pendidikan dan kesehatan yang harmonis. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat terus memperkuat kualitas layanan publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Muhammadiyah sebagai organisasi yang profesional dan berkelanjutan dalam melayani umat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan layanan khitan secara gratis. Sebagai bentuk apresiasi dan upaya menghibur anak-anak agar tidak tegang, panitia juga memberikan bingkisan berupa tas jinjing, makanan ringan, hingga uang saku. Kelancaran acara ini juga didukung penuh oleh para kader Muhammadiyah, organisasi otonom, serta relawan yang sigap menciptakan suasana kondusif dan ramah anak di lokasi sekolah.

Estri Rukmiyanti menegaskan bahwa SD Muhammadiyah Kayen akan terus menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap tanggung jawab sosial. Ia berjanji akan terus mengembangkan program-program kemaslahatan lainnya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas, tidak hanya melalui prestasi akademik siswa, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang berdampak nyata,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Talk Show Akreditasi Berkala Perkuat Komitmen Transformasi Perpusda Sleman

Sleman – Talk show mengenai pentingnya akreditasi secara berkala bagi perpustakaan daerah (Perpusda) digelar oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman bersama Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan perpustakaan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (18/12/2025) menjadi ruang dialog strategis untuk menyamakan persepsi terkait standar pengelolaan perpustakaan yang sesuai dengan Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pedoman Akreditasi Perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi memandu jalannya diskusi bersama Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional, Chaidir Amir, dan Budi Kurniawan yang mengupas perihal akreditasi secara berkala serta perlunya perubahan konsep perpustakaan seiring perkembangan teknologi informasi saat ini.

Dalam perbincangannya, Budi Kurniawan menegaskan bahwa akreditasi berkala bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen evaluatif untuk memastikan layanan perpustakaan berjalan profesional, terukur, dan berkelanjutan.

“Akreditasi menjadi tolok ukur kualitas tata kelola, koleksi, layanan, serta sumber daya manusia perpustakaan,” tandasnya.

Lewat talk show ini, pengunjung dan pegawai perpustakaan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai indikator dan instrumen penilaian akreditasi yang digunakan oleh pemerintah pusat. Budi menyampaikan bahwa kesesuaian terhadap standar nasional merupakan syarat utama agar perpustakaan daerah mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Budi pun menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah dan pengelola perpustakaan dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil akreditasi. Menurutnya, hasil penilaian tidak berhenti pada nilai, tetapi harus diimplementasikan dalam bentuk perbaikan sistem layanan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kompetensi pustakawan.

Selain membahas aspek teknis akreditasi, talk show ini menyoroti perubahan paradigma perpustakaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang disarankan oleh Chaidir Amir.

“Sebaiknya, perpustakaan tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman koleksi buku, melainkan sebagai pusat pembelajaran, literasi digital, dan ruang kolaborasi masyarakat,” ujarnya.

Chaidir pun menuturkan bahwa transformasi konsep perpustakaan menjadi keharusan agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu memperluas akses layanan, mempercepat penyebaran informasi, serta meningkatkan daya tarik perpustakaan bagi masyarakat luas.

Dalam diskusi tersebut, Chaidir mendorong perpustakaan daerah Sleman untuk mengintegrasikan layanan digital tanpa meninggalkan fungsi dasar perpustakaan sebagai penjaga pengetahuan. Perpaduan antara koleksi cetak dan digital dinilai sebagai pendekatan ideal dalam menghadapi tantangan era informasi.

Talk show menjadi sarana berbagi praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan modern, termasuk inovasi layanan berbasis teknologi, penguatan literasi informasi, serta pengembangan ruang perpustakaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan sosial.

Dengan pengelolaan sesuai standar nasional dan konsep perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perpustakaan daerah Sleman diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan dan berperan optimal dalam mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)