Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Terima Gamelan

Kecamatan Godean telah menerima seperangkat gamelan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Penyerahan gamelan tersebut sudah dilakukan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI kepada Camat Godean Drs Ahmad Yuno Nurkayadi, Sabtu (17/5) malam.

Penyerahan gamelan ini, menurut Sri Purnomo, sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah untuk melestarikan budaya dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang ingin berlatih maupun berkesenian sehingga dapat meningkatkan olah seni potensi masyarakat Godean khususnya.

Karena, nanti masyarakat dapat ikut memanfaatkan gamelan ini semaksimal mungkin dan tentu dengan ikut serta merawat agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.

Hadir pula dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman dan Muspika Godean.

Acara penyerahan gamelan ditandai dengan penyerahan secara simbolis Rebab oleh Bupati Sleman kepada Camat Godean dan penyerahan tokoh wayang Nakulo Sadewo kepada dalang Ki Purnomo, dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Purnomo mengambil lakon Nakulo Sadewo Waris.




Bupati Resmikan Ruang Media Center Sleman

Bupati Resmikan Ruang Media Center Sleman
Bupati Resmikan Ruang Media Center Sleman

Sleman – Usai memimpin apel siaga dinas Hubkominfo Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo juga meresmikan penggunaan ruang Media Center Sembada yang menempati ruang baru di Jl. KRT Pringgodiningrat, Senin (12/5). 

Peresmian ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dilanjutkan dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan The Best Champion Government Category IDSA 2014 oleh Bupati Sleman kepada Kepala Dishubkominfo Drs. Agoes Soesilo Endiarto, .

Bupati Sri Purnomo menyatakan bahwa dirinya sangat bangga dan berterimakasih atas upaya Dishubkominfo selama ini untuk terus berkarya dan memajukan Kabupaten Sleman melalui pemanfaatan TIK.

Namun demikian, Sri Purnomo juga berpesan agar jajaran Dishubkominfo Sleman tidak berpuas diri dan menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan memperbaiki kekurangannya.

Media center Sembada secara resmi beroperasi dan dibuka untuk umum. Media Center Sembada menyediakan fasilitas 14 unit komputer bantuan dari Kementerian Kominfo RI. Ruang Media center dilengkapi dengan akses internat cepat, CCTV, LCD TV dan ruang baca yang nyaman bagi pengunjung.

Media center Sembada dibuka serta dapat dipergunakan secara gratis bagi masyarakat umum, pelajar dan wartawan setiap hari pada jam kerja yaitu mulai pukul pagi hingga pukul sore.

Kepala Dishubkominfo Sleman Drs. Agoes Soesilo Endiarto, menyatakan bahwa media center adalah sarana informasi yang dibuka untuk masyarakat Sleman.

Dirinya menyatakan bahwa media center siap melayani masyarakat dan membuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan sarana media center ini. Terlebih saat ini lokasi media center berada di pinggir jalan dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Bagi masyarakat atau sekolah yang ingin menggunakan ruang media center sebagai tempat pelatihan atau tempat belajar bersama silahkan menghubungi petugas, gratis,” katanya.

 




Bedah Rumah Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman

Sleman – Pada rangkaian hari jadi Kabupaten Sleman ke-98, banyak diisi dengan berbagai kegiatan yang sifatnya sosial, salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat pada masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, adalah rehabilitasi rumah tak layak huni atau program bantuan bedah rumah.  

Kegiatan tersebut berupa bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni.

Bedah rumah tersebut untuk 6 keluarga  di 6 tempat, yaitu di Pangukan Tridadi Sleman, Ngaangkrik, Triharjo Sleman, Kamal Kulon Margodadi Seyegan, Mejing Kidul Ambarketawang Gamping dan dua tempat di pedukuhaan Ngajek Tirtomartani Kalasan.

Nilai bantuan untuk bedah rumah tersebut masing-masing Rp12 juta yang pelaksanaannya telah dimulai tanggal 30 April 2014. Hingga saat ini kondisi bangunan mencapai 30-40%, hal tersebut terjadi karena dikerjakan secara gotong royong tergantung banyak jumlahnya yang mengerjakan.

“Untuk pencairan dana bantuan bedah rumah tidak diberikan sekaligus tetapi dilakukan dalam tiga tahap. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik tanpa ada pemborosaan,” kata Kepala Bagian Adpem Drs. Agung Armawanta, Kamis (8/5).

Lebih lanjut disampaikan Agung Armawanta bahwa kegiatan bedah rumah tersebut dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Sleman, agar masyarakat dapat merasakan semangat kegembiraan dan saling berbagi.




Bupati Sleman Pantau Jalur Evakuasi Merapi

211_20140508074847

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pemantauan jalur evakuasi Merapi di wilayah Cangkringan, Kamis (8/5).

Bupati didampingi oleh Asisten Sekda Bidang  Pembangunan, Dra Suyamsih MPd, Kepala  Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Ir Sapto winarno, Kepala  Dinas DPUP Nurbandi,  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diwakili Heru Saptono (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan).

Pemantauan dilakukan di Jalur evakuasi Geblok-Kaliadem sekitar 3 Km dengan dana BNPB, 1 Km APBD.

Kemudian jalur  Srunen-Bronggang sekitar 5 Km dengan dana BNPB,  wilayah perbatasan pasar Butuh ke utara dikerjakan Pemkab Klaten Jateng, pasar Butuh ke selatan dana BNPB pengerjaan oleh Pemkab Sleman dengan bantuan BPBD Provinsi DIY. Total dana Rp 20,75 miliar dialokasikan melalui Kabupaten  Sleman.

Secara teknis dijelaskan oleh Mirza Anfansury ST MT (Kabid Bina Marga) DPUP, Spesifikasi jalan nantinya sekelas dengan jalan kabupaten dengan kapasitas maksimal 6 ton.

Dengan total dana Rp20,75 miliar tersebut secara keseluruh tahun 2014 ini dialokasikan untuk 4 ruas jalan untuk evakuasi dengan total 8,2 Km. Target jadi DED sudah selesai, dan secepatnya dilakukan pengadaan fisik. Diharapkan pada bulan Juli 2014 pengerjaan sudah dapat dimulai dan September 2014 direncanakan selesai.

Keempat jalur tersebut yaitu, Jambon – Jlapan 1,85 Km, Brongkol-Plumbon 1,58 Km, Koroulon- Joholanang 1,5 Km. Selain jalur evakuasi, Sri Purnomo juga melihat jalur tambang Mbatur-Mbakalan tepi sungai Gendol.




BPBD Sleman Siapkan Skema Alur Evakuasi Dan Tempat Pengungsian

Sleman – BPBD Kabupaten  Sleman telah membuat skema alur evakuasi penduduk bencana Gunung Merapi dan juga  tempat pengungsiannya.

Kepala BPBD Sleman DRs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM mengatakan, selain membuat alur, juga telah membuat skenario penangganan bencana Gunung Merapi, yaitu skenario 10 km  dan  15 km. Dalam skenario ini zonasi sudah jelas, terutama untuk evakuasi yang tidak boleh menyeberangi sungai.

“Pada skema alur tersebut juga telah dimasukkan zona  tempat pengungsian, termasuk jumlah penduduk dan kapasitasnya,” kata Julisetiono di ruang kerjanya.

Untuk zonasi ini, sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan aparat desa setempat. Dari hasil koordinasi tersebut,  konsep yang disodorkan BPBD bisa diterima. Namun begitu,  untuk konsep tetap mengikuti perkembangan yang ada. Terutama untuk barak dan jumlah pengungsian.

“Untuk tempat dan jumlah pengungsian bisa berubah, tergantung dengan situasi di lapangan. Untuk barak ada 19, balai desa 10, dan non barak dan non balai desa ada 6, sehingga total ada 35 tempat pengungsian. Untuk barak kapasitas antara 300-400 orang per barak,”  paparnya.

Selain itu, juga sudah menyiapkan early warning system (EWS) di beberapa titik dan membentuk  forum penanggulangan bencana di tingkat kecamatan. forum tersebut merupakan embrio, yaitu sebagai  unit operasional  bencana dan untuk pelaksanana penanggulangan bencana ada di tingkat desa