Pemkab Sleman Resmikan 3 Proyek Infrastruktur Tahun 2024

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman meresmikan tiga proyek infrastruktur tahun 2024. Ketiga proyek tersebut diresmikan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Museum Gunungapi Merapi (MGM), pada Kamis (19/12).

Kepala DPUPKP Sleman Mirza Anfansury menyampaikan bahwa pada kesempatan tersebut, Pemkab Sleman meresmikan tiga proyek diantaranya, rehabilitasi MGM tahap 2 yang merupakan program penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta urusan kebudayaan.

“Pekerjaan rehabilitasi Gedung MGM Tahap 2 di tahun 2024 ini merupakan lanjutan pekerjaan rehab Tahap 1 yang dilaksanakan pada tahun 2023, yang meliputi pekerjaan plafond, screeding plat dak, penutup atap, pekerjaan instalasi lampu, pekerjaan perbaikan instalasi air bersih, pengecatan dinding luar dan dalam serta pekerjaan genset,” ungkapnya.

Kemudian, proyek lain yang diresmikan dalam kesempatan tersebut yaitu peningkatan Jalan Blembem – Tanen untuk mendukung kelancaran transportasi, terutama untuk mendukung pengembangan destinasi wisata prioritas. Mirza menuturkan, peningkatan jalan Blembem – Tanen ini meliputi pelebaran jalan yang sebelumnya 4 meter menjadi 5,5 meter untuk mencapai standar yang lebih baik, pengaspalan jalan dengan dua lapisan, yaitu AC-BC dan AC-WC, serta pembangunan bangunan pendukung seperti talud dan saluran di beberapa titik yang diperlukan.

“Proyek ini juga mencakup penggantian gorong-gorong dan pembuatan bahu jalan dengan beton fc’ 15 MPa untuk meningkatkan kualitas jalan secara keseluruhan dan mendukung kelancaran transportasi,” jelasnya.

Sedangkan proyek ketiga yang diresmikan yaitu peningkatan Jembatan Gajah Kuning yang menghubungkan Kalurahan Trimulyo dan Pandowoharjo Kapanewon Sleman pada ruas jalan Kadisoko – Krandon.

Adapun lingkup pekerjaan peningkatan Jembatan Gajahkuning ini mencakup beberapa bagian penting, seperti pembangunan pondasi bawah jembatan dengan struktur foot plat, abutment dengan struktur beton bertulang, badan jembatan dengan struktur balok T, serta pembangunan bangunan pendukung seperti talud sayap jembatan dan talud sayap jalan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi atas peresmian tiga proyek infrastruktur Pemkab Sleman di penghujung tahun 2024.

Kustini menilai selesainya rehabilitasi MGM ini dapat memberi dampak positif untuk peningkatan layanan edukasi vulkanologi sekaligus dapat memberikan manfaat lebih luas bagi seluruh masyarakat Sleman.

“Rehabilitasi MGM merupakan salah satu upaya kami dalam memperkuat konsep orientasi sumbu filosofi Yogyakarta. Melalui MGM, diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat tentang tata nilai keagungan budaya Jawa dalam filosofi Hamemayu Hayuning Bawono,” jelas Kustini.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan Kustini atas pembangunan Jalan Blembem -Tanen dan Jembatan Gajah Kuning.

Ia berharap Peningkatan jalan dan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mendukung kelancaran transportasi dan pengembangan destinasi wisata prioritas.




Kunjungi Museum Petilasan Mbah Maridjan, Menteri Kebudayaan Dorong Museum Berkembang dan Naik Level

Sleman – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengunjungi Museum Petilasan Mbah Maridjan yang terletak di Dusun Kinahrejo, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, pada Selasa (3/12).

Tiba di kawasan Cangkringan, Menteri Kebudayaan RI didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, melanjutkan perjalanan menuju Museum Petilasan Mbah Maridjan menggunakan jeep lava tour.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui secara langsung bagaimana kondisi dan proses dibangunnya Museum Petilasan Mbah Maridjan sebagai Museum Tematik.

“Selain silaturahmi, kami juga ingin melihat langsung dan mengetahui bagaimana Museum Petilasan Mbah Maridjan ini baik dari prosesnya, termasuk sisi historinya,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan ingin memberikan dukungan agar Museum dapat berkembang dan naik kelas. Dukungan tersebut menurutnya dapat dilakukan dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Sleman.

“Saya kira ini (keberadaan museum) sangat penting baik dari sisi histori, juga menjadi sebuah pelajaran yang berharga, literasi dan edukasi khususnya untuk masyarakat sekitar kawasan Gunung Merapi. Mudah – mudahan kita nanti bisa bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sleman dan juga para pegiat museum untuk mendigitalkan sehingga masyarakat indonesia bisa mengenang historinya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Menteri Kebudayaan beserta jajarannya yang melakukan kunjungan di Sleman khususnya di Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Menurutnya, kedatangan Menteri Kebudayaan di Sleman ini merupakan sebuah kehormatan khususnya untuk keluarga Mbah Maridjan yang berinisiasi membangun Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Danang juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung segala upaya yang dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Sleman, salah satunya pelestarian museum. Untuk itu, ia juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Sleman dapat segera terwujud.

“Pada prinsipnya, Pemkab Sleman tentu akan terus mendukung segala upaya yang muaranya pada pelestarian kebudayaan di wilayah Kabupaten Sleman. Saya berharap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Sleman ini segera terwujud sehingga dapat semakin meningkatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman,” pungkasnya.




Resmi Ditutup, PPD Sleman Raih Omzet Hingga 2 Miliar

Sleman – PPD (Pameran Potensi Daerah) Kabupaten Sleman tahun 2024 resmi ditutup pada hari Sabtu (9/11). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 1 November 2024 di lapangan Denggung ini ditutup secara simbolis oleh Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo, didampingi pejabat terkait.

Kusno menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan agenda tahunan ini. Dikatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman untuk mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Sleman, serta untuk meningkatkan dinamika perekonomian masyarakat Sleman.

“Saya minta untuk pelaksanaan PPD berikutnya keberhasilannya tidak diukur dari nilai transaksi saja, tetapi juga penilaian kepuasan pengunjung dan peserta pameran perlu diukur dan digunakan sebagai feedback penyelenggaraan PPD tahun selanjutnya,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Tina Hastani, PPD kali ini diikuti sebanyak 269 stan, terdiri dari stan instansi pemerintah, instansi swasta, BUMN, BUMD, serta koperasi dan UMKM dari seluruh kapanewon.

Lebih lanjut ia menyebut jumlah kunjungan PPD Kabupaten Sleman tahun 2024 hingga Sabtu (9/11) siang sebanyak pengunjung. Jumlah ini dua kali lipat dari yang ditargetkan yakni 30 ribu pengunjung. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah omzet yang mencapai 2,2 miliar rupiah, dua kali lipat dari target awal 1,1 miliar rupiah.

“Jadi jumlah kunjungan dan omzet tercapai 200% dari yang ditargetkan,” ujarnya.

Pada acara penutupan tersebut Pjs Bupati Sleman dan jajarannya juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba, diantaranya lomba video pertunjukan rakyat antar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), lomba ngonten, lomba gunungan, lomba mobil hias, dan lomba stan.




Melihat Perayaan Budaya Candiloka di Candi Banyunibo Prambanan

Sleman – Balai Pelestarian Budaya Wilayah X DIY menyelenggarakan perayaan budaya  bertajuk Candiloka di  komplek Candi Banyunibo  Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY, Jumat  dan Sabtu (25-26 Oktober 2024).

Kepala  Balai Pelestarian Kebudayaan ( BPK) Wilayah X Yogyakarta Maggar Sari Ayuti menyampaikan bahwa perayaan budaya sudah dua kali dilaksanakan. Untuk yang pertama berlangsung di komplek Candi Plaosan untuk yang kedua kali ini berlangsung di komplek Candi  Banyunibo.

“Dalam perayaan budaya ini kita mengangkat brand Candiloka. Karena di BPK wilayah sepuluh banyak peninggalan Candi, yang semunya  bagus. Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada peninggalan kebudayaan berupa Candi yang ada di BPK wilayah sepuluh,” ucap Manggar.

Dengan adanya acara seperti ini, Manggar berharap masyarakat semangat berkebudayaan.

“Kita memiliki tempat yang bisa untuk menuangkan ekspresi kebudayaan untuk  masyarakat. Kita fasilitasi dengan  tempat seperti ini. Perayaan budaya Candiloka berlansung dua hari Jumat Sabtu dan gratis tidak di pungut biaya apapun,” ujar Manggar.

“Mari kita bersama masyarakat untuk memajukan kebudayaan,” tambahnya .

Disebutkan juga oleh Manggar perayaan budaya yang memadukan budaya benda dan tak benda dikemas megah menghadirkan panggung utama dengan latar belakang Candi Banyunibo. Ada pojok mainan tradisional anak anak, gejok lesung, dan jemparingan. Pasar Candiloka menampilkan produk Desa Pemajuan binaan BPK wilayah X, dipasar Candiloka bisa mendapatkan makanan dan minuman tradisional serta  barang seni tradisional.

Selain itu, disiapkan mobil bioskop keliling (bioling) yang akan memutar film budaya.

Sedangkan panggung utama merupakan panggung pertunjukan yang menghadirkan bukan hanya seni musik tradisonal tapi juga seni musik modern.

“Selain musik juga ditampilkan tari seni tradisi dari sanggar budaya binaan BPK wilayah X,” pungkas Manggar.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Desa Wisata Tanjung Gunakan Energi Ramah Lingkungan

Desa wisata Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman mendapat kunjungan  85 mahasiswa penerima beasiswa program dari Pertamina Foundation pada Kamis (24/10/2024).

Mahasiswa yang berasal dari 11 perguruan tinggi se-Indonesia melakukan visit tour di dusun Tanjung Banteran Donoharjo Ngaglik yang ditunjuk oleh Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang mengadopsi energi terbarukan, berkelanjutan dan terjangkau .

Saptono Budi Samodra, Ketua Pengelola Desa wisata Tanjung mengatakan DEB merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Program program DEB dilakukan pada pemanfaatan energi bersih sesuai dengan potensi desa setempat sehingga berdampak pada ketahanan dan kemandirian energy,” ujar Saptono.

“Seperti halnya di Padukuhan Tanjung Banteran Donoharjo yang mendapatkan panel Surya , selain itu di padukuhan ini mempunyai potensi kandang kelompok dengan puluhan sapi milik warga , dimana kotoran ternak dimanfaatkan untuk biogas,” tambah pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Teknik Geologi UGM.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kegiatan jelajah PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) Fixed Dome biogas, dua bentuk sumber energi baru terbarukan.

“Wujud dari upaya tersebut adalah pemasangan listrik tenaga surya (PLTS ) dan Fixed Dome  biogas  yang dilakukan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.” ungkap Saptono Budi Samudra.

Pemasangan instalasi listrik tenaga surya PLTS dilakukan di joglo Tanjung, bangunan yang telah berdiri sejak 200 tahun  lalu dan menjadi cagar budaya sekaligus ikon desa wisata Tanjung yang kini dijadikan jantung atau pusat kegiatan masyarakat.

“Pemasangan solar panel sebagai sumber energi atau pembangkit listrik tenaga surya ini kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan lampu dan pompa air sumur di omah joglo. Lebih hemat dan ramah lingkungan,” lanjut Saptono.

Selain PLTS, dibangun juga Fixed Dome biogas yang dipilih karena banyaknya jumlah ternak sapi  milik warga yang berpotensi dilakukan pengolahan kembali kotoran ternak yang dihasilkan agar lebih bermanfaat.

“Dari Fixed Dome biogas  dihasilkan gas yang dialirkan ke rumah warga dan bisa dimanfaatkan untuk  keperluan memasak setiap hari. Lebih hemat karena tidak perlu membeli gas Elpiji. Selain itu dari sisa kotoran sapi hasil proses biogas dihasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan lahan pertanian dan sebagian dijual jika kebutuhan untuk lahan sendiri sudah mencukupi,” terangnya.

Dari kunjungan tersebut  mahasiswa mengaku puas dengan penyambutan di desa wisata Tanjung, selain disambut dengan meriah oleh tarian dan  kesenian rakyat, gamelan, gejog lesung,   juga disuguhi sajian kuliner tradisional   termasuk  menu angkringan dan mini workshop membatik. Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di bantaran kali Ngedam  oleh jajaran  direksi Pertamina Foundation, DEB UGM dan ketua pengelola desa wisata Tanjung. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)