Embung Jetis Suruh, Destinasi Wisata Alternatif di Sleman

Ngaglik
– Menikmati panorama Gunung Merapi dengan cara berbeda barangkali dapat menjadi
alternatif liburan bagi sebagian kita. Dikelilingi pohon rindang dan hamparan
kebun salak, Embung Jetis Suruh berlatar gunungapi nan eksotis dapat menjadi
rujukan baru bagi warga masyarakat yang merindukan suasana sejuk dan asri.

Joko,
pengunjung yang datang jauh-jauh dari Dusun Tlogo, Prambanan bercerita bagi
dirinya Embung Jetis Suruh memiliki pesona yang tidak dimiliki oleh embung lain
di Yogyakarta.

“Pengembangannya
bagus, pertama kali saya datang kesini belum ada infrastruktur pendukung, hanya
melulu bangunan tampungan air. Sungguh tidak menyangka jadi seperti sekarang
ini, ada pendopo, gazebo, dan tamannya,” terang Joko, Minggu (10/3/2019).

Embung
Jetis Suruh secara administratif berada di Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman.
Embung ini dibangun pada tahun 2014 oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan
ESDM DIY dengan volume tampung air mencapai 24 ribu m3.

“Tujuan
awal pembangunannya dulu memang untuk irigasi perkebunan dan sawah, sehingga
bangunan embung ini berada di titik paling tinggi di Desa Donoharjo. Air yang
tertampung berasal dari mata air gumuk Sicino yang merembes melalui sungai
Gayam,” terang Temu Santoso, petugas kebersihan Embung.

Dengan
melihat geliat pariwisata yang semakin meningkat di area Sleman, mulai
pertengahan tahun 2018 orientasi pariwisata menjadi arus utama pengembangan
embung dengan pengelolaan diserahkan kepada BUMDes Sri Taman Rejeki Desa
Donoharjo.

Infrastruktur
pendukung wisata dibangun secara rapi dan merata di sekitar embung. Setelah
parkir di dekat pintu masuk, seni instalasi berbentuk jamur menyapa setiap
pengunjung yang hadir. Di sebelahnya berdiri megah pendopo yang juga berfungsi
sebagai foodcourt dengan daya tampung
sekitar 75 orang.

Berjalan
ke arah embung, di sisi kiri terdapat area lapang cukup luas yang dapat
dijadikan camping ground, sedangkan di sisi kanan terlihat kembali seni
instalasi berbentuk rumah, taman dan aliran sungai.

Di
depan pintu masuk embung kita temui Gazebo sebagai rest area pengunjung dan area teduh di bawah pohon talok dengan
rumput yang menghijau di bawahnya. Dari area ini, pengunjung bisa menikmati
sensasi suara deras air mengalir dari pintu air menuju sungai di bawahnya.

Selain
papan informasi permanen, di sekitar embung kita dapat menemui taman bunga dan
miniatur kapal berkepala naga. Sekeliling Embung telah dipavingblock sehingga
memungkinkan untuk digunakan sebagai area jogging.

Salah
satu keunikan yang tidak dimiliki di embung lain adalah konsep pembangunan yang
ramah disabilitas dengan adanya jalur khusus kursi roda di area foodcourt dan pintu masuk embung. Meski
patut disayangkan, oleh beberapa pengunjung jalur tersebut kadang dialih fungsi
menjadi jalur masuk sepeda motor yang bersliweran di sekeliling embung. (DHI)




Dorong Pengembangan Pariwisata Daerah, Kemenpar Ajak Pelaku UMKM Bidang Pariwisata Maksimalkan Pemanfaatan KUR

Jakarta — Untuk menyukseskan target Pemerintah terkait fasilitasi penguatan modal bagi pelaku usaha sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar agenda Sosialisasi dan Coaching Clinic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada sektor pariwisata di berbagai destinasi pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan
pemanfaatan KUR dinilai positif untuk mendukung tersedianya kebutuhan investasi
pariwisata di Indonesia.

Menurut Menpar, total kebutuhan dan pembiayaan investasi
untuk pengembangan sektor pariwisata di Indonesia mencapai Rp 500 triliun
hingga tahun 2024. Sekitar Rp 300 triliun atau 60% nya khusus ditujukan untuk
pengembangan 10 Bali Baru; sedangkan sisanya untuk pengembangan Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Jika dirinci, nilai Rp 500 triliun tersebut diperoleh
dari investasi langsung sebesar Rp 205 triliun, yang berasal dari Pemerintah Rp
170 triliun dan Rp 35 triliun investasi swasta. Investasi swasta ini khususnya
berasal dari Industri Keuangan Bank untuk KUR Pariwisata sebesar Rp 25 triliun
melalui Himbara Perbanas, BPR, dan BPD; serta Industri Keuangan Bank sebesar Rp
10 triliun melalui ACC dan Modal Ventura.

Sisanya Rp 295 triliun berasal dari pembiayaan dengan
rincian pembiayaan Pemerintah Rp 10 triliun dan pembiayaan swasta Rp 285
triliun.

“Selama periode 2019 – 2024, kebutuhan investasi pariwisata di Indonesia masih sangat besar seperti diperlukannya kamar hotel, restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, dan 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha, serta program pembangunan homestay dengan melibatkan UKM pariwisata. Program KUR ini adalah solusi brilian untuk meningkatkan investasi pariwisata di Indonesia. Oleh karena itu, saya ajak rekan-rekan pelaku UMKM pariwisata untuk memaksimalkan peluang istimewa ini” terang Arief Yahya, Rabu (27/2/2019).

Setidaknya tercatat 12 bidang usaha sektor pariwisata
yang diusulkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dapat
dibiayai dalam program KUR diantaranya usaha daya tarik pariwisata, jasa
transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan minuman, penyediaan
akomodasi, kegiatan hiburan dan rekreasi, usaha penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention,
exhibition),
jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa
pramuwisata, wisata tirta, serta industri kerajinan dan pusat oleh-oleh.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Kementerian
Pariwisata, Henky Manurung menyampaikan jika peraturan pemberian KUR sektor pariwisata telah direalisasikan sejak tahun 2018; dan hal
ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM
pariwisata.

“Melalui sosialisasi KUR ini, kami berharap dapat
memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia untuk
memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR yang diberikan Pemerintah.
Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR nantinya akan dijelaskan
oleh pihak bank, jadi silakan gunakan dengan baik peluang ini”, jelas
Henky.

Rencananya, 10 destinasi pariwisata prioritas di
Indonesia akan dipilih menjadi lokasi sosialisasi dan coaching clinic pembiayaan KUR bagi para pelaku UMKM pariwisata.
Sosialisasi ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk mengakselerasi
pengembangan kegiatan perekonomian di sektor riil dalam rangka penanggulangan
dan pengentasan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja di 10 DPP
melalui skema khusus pembiayaan dan permodalan yang terjangkau.

“KUR
pariwisata diarahkan agar bisa diakses pelaku usaha pariwisata terutama yang
berada di 10 destinasi prioritas dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
(KSPN)” ungkap Henky.

Menurut Henky, fasilitasi KUR bidang pariwisata ini
ditargetkan mampu mendukung tercapainya target 20 juta kunjungan wisatawan
mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun
ini. Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata bersama beberapa mitra perbankan
terus gencar melakukan sosialisasi kepada para stakeholder pariwisata agar
segera memanfaatkan KUR.

Henky juga menambahkan jika sebelumnya kegiatan
sosialisasi pemanfaatan KUR ini telah dilaksanakan di beberapa destinasi yang berbeda, yakni Humbang Hasundutan, Sumatera
Utara; Magelang, Jawa Tengah; Kalianda, Lampung; Serang, Banten; Malang, Jawa
Timur; Lombok, NTB; Tanjung Pinang, Kepri. Penyelenggaraan acara di destinasi
tersebut memiliki misi yang sama yakni memacu para pelaku UMKM bidang
pariwisata semakin produktif dalam meningkatkan usahanya.

“Kami berharap acara ini dapat meningkatkan motivasi
rekan-rekan pelaku UMKM pariwisata dalam mengembangkan pariwisata daerah. Kini
para pelaku UMKM pariwisata juga tidak perlu resah terkait kendala modal,
karena program KUR adalah salah satu solusi masalah permodalan yang ditawarkan
oleh Pemerintah.”, ungkap Henky.  

Syarat untuk mengakses program KUR sangat mudah, bagi
seluruh WNI yang menggeluti usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, tidak
sedang menerima kredit produktif dari perbankan, maka permohonan pembiayaan KUR
dapat diajukan. Adapun dokumen yang harus dilampirkan antara lain fotokopi
e-KTP, KK, surat nikah (bagi yang sudah menikah), dokumen jaminan untuk kredit
di atas Rp 25 juta, surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO), dan NPWP untuk KUR
Ritel.

Selain itu, suku bunga yang ditawarkan melalui
program KUR dianggap sangat ringan karena para pelaku UMKM bidang pariwisata
hanya perlu membayar bunga sebesar 7% efektif pertahun.  Sejak tahun lalu, Pemerintah telah menunjuk 41
bank penyalur KUR bidang pariwisata diantaranya:  BRI, Bank Mandiri, BNI, BTPN, BCA, BTN yang
siap mendukung program Pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia.




Jaga Komitmen Masyarakat Dirikan Desa Wisata

Turi – Pemerintah Desa Bangunkerto bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi DIY mengadakan Sarasehan Kampanye Sadar Wisata, Selasa (26/2/19) pukul WIB di Aula Kantor Desa Bangunkerto.

Sarasehan
diikuti oleh semua pengurus dan pengiat desa wisata di Desa Bangunkerto.

Di Desa Bangunkerto sendiri kini mulai bermunculan desa wisata, di antaranya Desa Wisata Kelor. Rejodadi, Plosokuning, Pulewulong, Gadung, Kawedan, dan Ngentak sehingga perlu adanya kampanye sadar wisata ini.

Adapun
sebagai narasumber dari Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Wardoyo.

Wardoyo
menitikberatkan pada kesadaran dalam membangun desa wisata. Menurutnya, banyak
hal yang harus diperhatikan dalam mendirikan dan mengelola desa wisata, yang
paling utama adalah komitmen masyarakat jika sudah berdiri menjadi desa wisata.

“Harus
menjaga Sapta Pesona, menggali dan membuat sesuatu yang beda dengan desa wisata
yang lainnya, jangan sampai cuma semangat di depan dan akhirnya melempem,” ujar Wardoyo.

Selain
itu, Wardoyo mengatakan SDM yang handal harus disiapkan dan selalu menguatkan
kelembagaannya. Di samping itu, pihak Dinas Pariwisata Provinsi DIY juga
meminta Pemerintah Desa Bangunkerto untuk selalu mendukung berdirinya desa
wisata dengan menyiapkan anggaran yang cukup sehingga nantinya desa wisata bisa
cepat berkembang.

Wardoyo
juga mengatakan bahwa semangat membangun desa wisata adalah untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat sehingga dapat mengurangi kemiskinan yang ada di desa wisata
tersebut. (Harman)




Turi Pamerkan Potensi Wisata Lewat Televisi Lokal

Turi
– Pemerintah Kecamatan Turi mendapat undangan wawancara dari televisi lokal Adi
TV, Rabu (20/2/2019).

Wawancara
yang dilaksanakan pada pukul WIB ini, mengundang sebanyak 20 orang, antara
lain Camat Turi Abdul Haris Sunarya, beserta stafnya dan juga pengurus TPID (Tim
Pelaksana Inovasi Desa) Kecamatan Turi yang diketuai oleh Suharman.

Acara
bertajuk Dialog Sembada Adi TV tersebut membahas segala potensi di Kecamatan
Turi beserta inovasi yang dilakukan oleh desa-desa di Kecamatan Turi. Adapun program
unggulan yang ada adalah pariwisata yang mana dalam tahun belakangan ini pariwisata
di Kecamatan Turi berkembang sangat pesat.

Camat
Turi menjelaskan tentang keunggulan 16 desa wisata yang ada di Turi, yakni setiap
desa wisata memiliki keunikan yang berbeda-beda dengan keadaan alamnya yang
sejuk, indah, dan nyaman sehingga sangat mendukung untuk dijadikan tujuan
wisata.

Sedangkan
dari Ketua TPID Kecamatan Turi, Suharman, menjelaskan bahwa kinerja tim TPID
adalah mencari potensi yang diprioritaskan di setiap desa dalam membangun
desanya.

Potensi
tersebut nantinya oleh tim TPID akan dijadikan program inovasi di Kecamatan
Turi dengan harapan inovasi di Kecamatan Turi bisa ditiru oleh kecamatan lainnya
di Sleman maupun provinsi bahkan mungkin dapat dijadikan contoh seluruh
Indonesia. (Harman)




Tiap Sabtu Legi, Taman Kaliurang Suguhkan Pertunjukan Sendratari

Sleman – Taman Kaliurang kini lebih menarik untuk dikunjungi, khususnya setiap hari (pasaran Jawa) Sabtu Legi. Pada hari tersebut pengelola Taman Kaliurang menyuguhkan pertunjukan sendratari Arum Bhumi The dengan sendratari pada umumnya,  seperti penampilan perdana yang mengangkat cerita ‘Sekar Pembayun’ dengan episode ‘Beksan Paseban’,  Sabtu (26/1/19).

Dalam sendratari ini ada proses interaktif antara pemain dan penonton yaitu penonton dipandu menikmati alur perjalanan Sekar Pembayun hingga akhir cerita dengan melewati beberapa seting tempat. Diantaranya yaitu area Misbah Kanthil, lorong bersisi taman vertikal,  melalui pepohonan rindang, dan berakhir di sebuah bangunan joglo yang ada di Taman Kaliurang. Agoes Kencrot, sutradara Sendratari ‘Sekar Pembayun’ menjelaskan bahwa sendratari ini mengangkat cerita cinta antara Sekar Pembayun dan Ki Ageng Mangir. Perjuangan Pembayun untuk memperluas wilayah Kerajaan Mataram dilakukan dengan tekad kuat dan sepenuh tak banyak orang mengenal sosok perempuan lembut yang keras hati dan berparas cantik tersebut.

“Srikandi Mataram yang hampir terlupakan merupakan hal yang menarik untuk digali kembali untuk menhidupkan kembali cerita epik tersebut di Taman Kaliurang,” jelasnya.

Seusai pementasan sendratari,  secara serentak penonton akan diajak untuk menanam pohon di sekitar taman sebagai tanda pemeliharaan alam. Sebelum  ditanam, penanam pohon diminta menuliskan harapan terlebih dahulu pada sebuah wadah khusus yang kemudian dimasukkan dalam pot. Penonton yang berminat untuk menanam pohon di taman bisa mendaftarkan dirinya terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu anggota yang berlaku selama satu tahun.

Pertumbuhan tanaman akan dilaporkan secara periodik pada anggota melalui website . Anggota tidak perlu khawatir, perawatan selama satu tahun tersebut merupakan tanggung jawab pengelola Taman Kaliurang.

Wakil Bupati Sleman mengapresiasi dan mendukung pertunjukan sendratari yang diadakan oleh PT. Anindya Mitra Internasional-Jogja tersebut. Menurutnya melalui inovasi dalam mengemas sebuah karya pertunjukan dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk menarik penonton.

“Saya kagum dengan pertunjukan sendratari ini karena penonton dibuat penasaran dengan alur cerita. Untuk mengetahui alur ceritanya penonton harus mengikuti setiap adegan yang berpindah-pindah tempat,” kata Muslimatun.

Dirinya berharap ke depan pertunjukan sendratari ini dapat rutin dilaksanakan. Selain untuk menambah minat wisatawan berkunjung ke Kaliurang, pertunjukan sendratari ini juga mendukung upaya Pemkab Sleman dalam menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon.