Ubo Rampe Labuhan Merapi Dari Keraton Diserahkan

211_20140602051019Sleman – Upacara labuhan Merapi tahun 2014 akan mulai berlangsung  hari ini, Jumat (30/5) yang diawali serah terima ubo rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat di Kecamataan Depok.

Penyerahan ubo rampe yang dibawa Abdi Dalem Kraton Yogyakarta tersebut pada Jumat pagi sekitar pukul WIB  diserahkan kepada Camat Depok Drs Budiharjo, selanjutnya ubo rampe tersebut oleh abdi dalem disertai Camat Depok diarak ke Kecamatan Cangkringan, dan oleh Camat Depok ubo rampe tersebut diserahkan kepada Camat Cangkringan  Drs Bambang Nurwiyono di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

Ubo rampe tersebut oleh Camat Cangkringan dengan disertai abdi dalam Kraton Yogyakarta diarak ke pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan di Kinahrejo yang  diterima oleh  Ki Asih Suraksohargo sebagai juru kunci Gunung Merapi putra Mbah Marijan yang saat ini mengganti kedudukan Mbah Marijan. Selanjutnya ubo rampe tersebut disemayamkan semalam di pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan, malam itu juga akan dilakukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalam Ki Catur Benyek.

Sedangkan Sabtu (31/5)  dimulai pukul WIB semua ubo rampe dilabuh ke Bangsal Sri Manganti dengan menempuh perjalanan 1-2 jam. Untuk tahun ini ubo rampe dilabuh di Bangsal Sri Manganti karena saat ini status Merapi yang sudah diturunkan ke status normal.

Adapun ubo rampe yang dilabuh berupa sinjang limar 1 lembar, sinjang cangkring 1 lembar, semekan gadhung 1 lembar, semekan gadhung melati 1 lembar, paningset udaraga 1 lembar, kambil watangan 1 biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh 1 buntal, yotro tindih 2 amplop, destar doromuluk 1 lembar. Ikut menyertai uba rampe labuhan yakni kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung selesai upacara labuhan.***




Desa Wisata Nawung Menggelar Seni Tradisional

Sleman – Desa Wisata Nawung Gayamharjo Prambanan dengan unggulan sungai Gedung Nganten, menggelar seni tradisional potensi masyarakat setempat, Senin (26/5).

Seni tradisional yang dipentaskan meliputi kesenian Srandul, kesenian Jathilan, sholawat, dan diakhiri dengan prosesi merti dusun, yakni kenduri dan kirab 5 buah gunungan wulu wetu masyarkat Nawung meliputi pisang, kacang tanah, kacang panjang terong, garut, ketela dan lainnya.

Menurut Wakidi, selaku pengelola desa wisata Nawung, kegiatan ini dilakukan untuk menarik wisatawan dan untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya Srandul agar dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Ditambahkan Wakidi, sebagai desa wisata, Desa Nawung secara resmi mulai sejak tahun 2009 dengan salah satu unggulan desa wisata ini yakni menyusuri sungai Kedung Nganten, atau dikenal dengan nama Dewi Kangen sepanjang 1,5 kilometer.

Menurut cerita warga setempat, di zaman dahulu Kedung Nganten merupakan tempat mempertemukan pasangan temanten sebagai suami-istri yang sah yang dilakukan seorang dukun.

Selain Sungai Kedung Nganten, juga terdapat Kedung Dukun, Kedung Pasangan, Kedung Ngaron, Kedung Kendil dan Kedung Dowo dan jembatan gantung yang menarik untuk wista tracking.

Nawung berada di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan dengan jarak sekitar 25 kilometer dari kota Sleman. Meski Nawung belum berkembang, namun mulai dikenal wisatawan domestik dan mancanegara. “Wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Kedung Nganten di antaranya dari Jerman, Belgia, dan Turki,” katanya.

Wakidi berharap untuk lelbih menarik kedatangan wisatawan agar jalan Kabupaten yang saat ini kondisinya rusak sepanjang 4 km dapat segera diperbaiki untuk kenyamanan mengingat medan jalan yang naik turun dan berkelok-kelok sehingga membahayakan pengguna jalan bila tidak hati-hati dalam berkendara.




Kunjungan Wisatawan Ke MGM Normal Meski Merapi Waspada

Sleman – Status Gunung Merapi  yang masih pada level waspada, tidak mempengaruhi  kondisi wisata di Kabupaten Sleman. Wisatawan juga tampak terus berdatangan mengunjungi sejumlah objek wisata yang berada di lereng Gunung Merapi.

Selain Kaliurang, wisatawan juga masih banyak yang mengunjungi  Museum Gunung Api Merapi (MGM) yang berada di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Sleman.

“Hingga saat ini, kunjungan wisata di Museum Gunung Api Merapi masih normal seperti biasa, meski Gunung Merapi statusnya waspada,” kata Kepala UPTD MGM, Drs Suharno ketika dihubungi, Minggu (11/5).

Menurut Suharno, berdasarkan data yang diperoleh petugas, rata-rata jumlah pengunjung di MGM antara 300-600 orang per hari dan didominasi pelajar serta dari lembaga pendidikan. Dari mereka ada yang sudah menghubungi pihak pengelola jauh-jauh hari. Namun ada juga yang datang secara spontan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap kenaikan status Gunung Merapi, pengelola terus menginformasikan kepada pengunjung. Sejumlah kebijakan diambil pengelola guna mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Jam kunjung mereka kami batasi. Jika di dalam gedung sudah lebih dari 1 jam dan ternyata tidak ada aktivitas lain, disaarankan kepada mereka untuk segera meninggalkan gedung.

“Tapi bukan berarti terus mengusir dan menjadi aturan baru. Hanya sebatas imbauan saja. Sebab idealnya memang jam kunjung di museum hanya 1 jam,” kata Suharno.

Selain membatasi jam kunjung, petugas juga terus-menerus menginformasikan letak pintu darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Setiap pengunjung yang datang, oleh petugas parkir juga langsung disarankan agar mengarahkan kendaraan ke pintu keluar. Jika nanti tiba-tiba ada bencana, pengunjung tidak perlu kesulitan dalam menyelamatkan diri.




Desa Wisata Tanjung Terima Hadiah Lomba Desa Wisata DIY

Dinas Pariwisata DIY menyerahkan penghargaan Lomba Desa Wisata tingkat DIY di desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman, Kamis (8/5). 

Penghargaan diserahkan kepada desa wisata yang telah dievaluasi beberapa waktu yang lalu, yakni untuk Juara I Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman, Juara II Desa Wisata Kalisuci Gunungkidul, Juara III Desa Wisata Wukirsari Bantul, Juara Harapan I Desa Wisata Grogol, Juara Harapan II Desa Wisata Banjaretno Kulon Progo dan Juara Harapan III Desa Wisata Wuwung Kulonprogo.

Sebelum penyerahan penghargaan, juga dipentaskan tari thek Bung dari desa Wisata Tanjung yang menampilkan tari lilin, tari kendi dan tari tayub yang mengajak tamu ikut menari.

Dalam kesempatan ini, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Heru Darmawanta MP mengatakan Pemerintah DIY yang mempunyai 3 pilar, yakni pariwisata, kebudayaan dan pendidikan, berkomitmen bagaimana pariwisata bisa dinikmati masyarakat dengan jalan menjadikan desa wisata untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam mengelola pariwisata perlu bersinergi beberapa pihak pemerintah, industri, masyarakat, perguruan tinggi,perbankan dan pers. Karena di bidang pariwista tidak mungkin berjalan sendiri tapi butuh dukungan sektor lain.

“Kalau kita akan mengembangkan sebuah destinasi pariwisata harus memiliki daya tarik wisata, event, fasilitas, pelayanan, dan yang dijual adalah paket,” kata Heru.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Sri Murni yang juga hadir bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM,i mengatakan pariwisata itu dimulai dari internal desa itu sendiri bisa menarik wisatawan dari luar.

Selanjutnya juga perlu penanganan yang profesional karena saat ini banyak sekali bermunculan desa wisata yang tentu memiliki strategi selain dengan adanya potensi alam yang sudah mendukung.

Acara penyerahan penghargaan ini menghadirkan pengelola desa wisata di wilayah  Sleman, maupun pengelola desa wisata di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota se DIY dan di adakan di joglo desa wisata Tanjung. Joglo ini merupakan salah satu rumah tradisional yang dibangun oleh Mangundimejo.

Rumah ini telah berusia ratusan tahun, meskipun sudah beberapa kali mengalami renovasi tetapi tetap tidak merubah bentuk aslinya. Masih ada beberapa tinggalan yang masih asli, antara lain sentong, gandok kiwo-tengen, gebyok. Bangunan berukuran 9 X 10 meter ini menggunakan rangka dari kayu nangka.

Pada masa penjajahan Belanda rumah ini pernah digunakan sebagai rumah sakit darurat, sedangkan sekarang digunakan sebagai pusat lokasi kegiatan desa wisata Tanjung. Pada tahun 2004 Joglo Tanjung memperoleh penghargaan sebagai warisan budaya dari Provinsi DIY.




Java Promo Bermanfaat Besar Bagi Sleman

Sleman – Java Promo yang merupakan wadah kerjasama pengembangan pariwisata 16 kabupaten di kawasan Jateng-DIY, dinilai mendatangkan manfaat yang besar bagi para anggotanya.

Di antaranya untuk mempromosikan secara luas potensi wisata di masing-masing Kabupaten/Kota anggota Java Promo tersebu, sehingga diharapkan para anggota yang selama ini telah bergabung tetap mendukung keberlangsungan wadah kerjasama tersebut.

Demikian antara lain beberapa hal yang mengemuka saat dilaksanakan pertemuan enam bulanan anggota Java Promo, Rabu (7/5), di Balai Desa Ponggok Polanharjo Klaten Jawa Tengah.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Klaten H Hartini SE MM, Sekda Sleman selaku Ketua Java Promo dr Sunartono MKes dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM selaku Sekretaris Java Promo.

Demikian antara lain disampaikan Sekretaris Java Promo, AA Ayu Laksmidewi kepada wartawan dikantornya, Kamis (8/5).

Menurut Ayu pada kesempatan tersebut Bupati Klaten H Sunarna SE MHum dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Hartini mengungkapkan bahwa Java Promo merupakan wadah yang tepat dan efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata secara luas. Melalui kerjasama antar daerah maka upaya pengembangan dan pemasaran pariwisata akan dapat dilakukan secara terpadu.

Dikatakan Ayu, masing-masing anggota Java Promo tentu memiliki karakter dan keunggulan tersendiri yang diantaranya adalah potensi daerah yang mampu mendukung sektor pariwisata.

Dengan perbedaan karakter potensi wisata di masing-masing anggota Java Promo inilah yang justru akan lebih memperkuat wadah kerjasama tersebut.

Ketua Java Promo Sunartono mengatakan bahwa wadah kerjasama pengembangan pariwisata Java Promo dinilai efektif untuk mengoptimalkan pariwisata daerah.

Wadah Java Promo merupakan wadah untuk saling berkompetisi positif dan bekerjasama, saling belajar satu sama lain dalam meningkatkan kualitas destinasi di masing-masing anggota. Java Promo juga terbuka untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan berbagai stakeholder pariwisata.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Azis Achmad SSos mengungkapkan sebagai anggota termuda di Java Promo, Banjarnegara sudah merasa memperoleh manfaat dalam pengembangan sektor pariwisata.

Di antaranya Java Promo dapat menghadirkan komunitas travel agent dari Thailand pada tahun 2012 dan travel agent dari Malaysia pada tahun 2013 silam ke destinasi wisata anggota Java Promo.

Harapannya kedepan mereka akan dapat menjual destinasi dan paket wisata yang ditawarkan masing-masing anggota sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang di masa mendatang