Belajar dari Kaduela; Sardonoharjo dan Selo Kendel Optimis Jadi Magnet Desa Wisata Baru

Sleman – Semangat kolaboratif dan tekad untuk menggali potensi lokal menjadi tema besar dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan desa wisata yang diadakan di Kalurahan Sardonoharjo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 6 hingga 8 Mei 2025 ini, diikuti oleh 25 peserta dari pengelola Desa Wisata Selo Kendel, Padukuhan Turen, dan perwakilan Kalurahan Sardonoharjo.
Acara tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara Pokdarwis dan BUMDes dalam mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Pelatihan ini menghadirkan dua orang narasumber inspiratif, yaitu Agus Sugiarto dari Desa Wisata Garongan dan Ciptaningtyas dari Desa Wisata Pentingsari. Keduanya berbagi praktik baik dan strategi pengelolaan desa wisata yang mampu menggugah semangat peserta untuk memetakan dan mengembangkan potensi di daerah masing-masing.
Menurut Ulu-Ulu Sardonoharjo, Anang Setiawan pada kesempatan itu menuturkan bahwa Sardonoharjo memang tidak memiliki kekayaan alam yang menonjol, tetapi memiliki kekuatan besar dalam kekayaan budaya.
“Yang perlu kita gali adalah potensi budaya di Selo Kendel agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Turen,” jelasnya.
Sementara, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Muhari menambahkan pentingnya sinergi antara pengelola desa wisata dengan BUMDes.
“Untuk itulah kami belajar dari Desa Wisata Kaduela, bagaimana mereka mampu membangun ekosistem wisata yang sehat dan mandiri,” ungkapnya.
Para peserta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa ini menjadi contoh nyata pemberdayaan desa berbasis kolaborasi antara Pokdarwis dan BUMDes Arya Kamuning.
Di sana terdapat Telaga Biru Cicerem, sebuah destinasi wisata alam unggulan yang kini tengah viral di media sosial. Kemudian Sideland yang merupakan wisata buatan menawarkan kolam renang dan camping ground. Objek wisata ini menjadi daya tarik utama Kaduela. Menariknya, seluruh pengelolaan bisnis dilakukan oleh BUMDes, sementara Pokdarwis fokus pada peningkatan kapasitas dan pembinaan pelaku wisata.
Menurut Iim Ibrahim, Direktur BUMDes Arya Kamuning, pendanaan seluruh unit usaha mereka berasal dari keuntungan usaha dan pembiayaan perbankan. “Kami tidak menerima bantuan pemerintah. Kami kelola secara mandiri, dari unit wisata, simpan pinjam, PPOB, hingga agen wifi,” jelasnya.
Kisah sukses Desa Wisata Kaduela menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi penting bagi Sardonoharjo dan Selo Kendel. Dengan semangat kemandirian dan sinergi yang kuat, bukan tidak mungkin potensi budaya di Sardonoharjo akan menjadi magnet wisata baru di Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)



